
Pagi ini sesuai rencana Anisa dan juga Afnan pergi ke Makan kedua orang tua Anisa dan juga mending anak nya. Anisa dan Afnan berjalan ke makan mereka sangat terlihat serasi sekali, Anisa berjalan di samping Afnan dengan memberikan jarak karena jujur saja jika Anisa masih segan kepada Afnan
Sesampai nya di makan kedua orang tua Anisa, Anisa langsung berjongkok dan menaburkan bunga
" Assalamu'alaikum.. ibu, Ayah, Neng datang tidak sendiri tapi dengan seorang pria yang insa Allah akan menjadi suami Neng " ucap Anisa melirik kearah Afnan
" Assalamu'alaikum.. ayah, ibu, perkenalkan Nama saya Afnan.." Afnan dan Anisa mengutarakan semua niat nya agar di berikan Restu dan kelancaran, tidak hanya itu Anisa juga sempat menceritakan tentang hidupnya di depan makan kedua orang Tua Anisa. Tidak ada air mata yang keluar karena Anisa tidak ingin Menangis di depan makan Ayah dan ibunya
Setelah dari makan Ayah dan ibu Anisa menuju ke makam Sang anak
" Assalamu'alaikum.. sayang, bagai mana kabar mu di sana, apa kamu ketemu sama Aki dan Nini? Hehehe " Anisa tersenyum sambil mengelus batu lisan di sana
Banyak yang Anisa ceritakan di depan makan Mendiang putrinya Samapi memperkenalkan Afnan sebagi calon pendamping nya
Afnan memimpin doa, mereka berdoa di dengan khusu di sana, setelah usai berdoa Anisa langsung mengajak Afnan untuk pulang karena hari juga sudah mulai siang
" Anisa bagai mana jika kita mampir di tukang bakso yang di sana dulu " tunjuk Afnan kearah sebrang jalan
Anisa tersenyum sambil mengangguk " boleh mas "
Anisa dan Afnan berjalan kearah tukang bakso yang ada di sebrang
Di kedai bakso hanya menyediakan tempat lesehan namun lumayan nyaman dan juga bersih
Afnan dan Anisa duduk di pojok yang bisa melihat kearah Persawahan langsung
" Apa kamu pernah makan bakso di sini? " Tanya Afnan
Anisa menggelengkan kepalanya " ini pertama kali Nisa jajan bakso di sini, biasanya Bisa jajan bakso di dekat rumah " jawab Anisa jujur
" Wah berarti aku beruntung dong menjadi orang pertama yang membawa mu ke sini "
" Iyah mas " jawab Anisa malu-malu
Afnan yang melihat Anisa yang masih malu-malu merasa gemas sendiri
" Oh iya, Nanti apa tidak apa-apa jika kamu pindah ke kota? Soalnya pekerjaan ku berada di sana tidak mungkin aku meninggalkan kamu di sini sendirian, karena aku tidak akan bisa hubungan jarak jauh takut nanti kamu di gondol pria lain hehehe "
__ADS_1
" Mas Afnan Ada-ada saja, Aku akan mengikuti kemanapun mas pergi, karena Mas adalah imam Anisa " jawab Anisa
Afnan tersenyum " terimakasih ya Anisa, oh iya ngomong-ngomong nanti kita akan berbulan madu kemana? Apa di sini ada tempat yang bagus untuk berbulan madu? " Tanya Afnan
" Nisa kurang tau Mas, soalnya ketika Nisa menikah dengan kang Yudi Nisa gak pake Bulan madu " jawab Anisa jujur
Mana ada bulan madu untuk makan saja mereka menggunakan uang yang di pakai buat mas kawin
" kalo begitu mari kita pergi berbulan madu, Aku ingin menikmati masa-masa di saat kita berdua " ajak Afnan
" Apa itu tidak berlebihan Mas? " Tanya Anisa
Bagai mana tidak Anisa bicara seperti itu Afnan dan Keluarga nya sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk sukuran pernikahan nya
" Anisa, bagi ku uang itu bukan sebuah Maslah selama kamu bahagia Aku pun ikut bahagia, Aku bekerja mencari uang hanya untuk membahagiakan kamu dan calon anak-anak kita nanti, jadi jangan pernah Memikirkan ini itu, kamu fokus saja ke Acra pernikahan kita ya " ucap Afnan dan di balas dengan anggukan
Bakso dan Es kelapa ijo telah datang. Walaupun Afnan orang kaya tapi lidah dia merakyat Afnan tidak pernah pilih-pilih makanan yang penting tempat nya bersih dan juga enak
" Bakso nya cukup enak " puji Afnan
" Coba aku mau coba milikmu " ucap Afnan yang mengambil suapan dari tangan Anisa
" Sama saja kan si mang nya masih " jawab Anisa sambil tersenyum
" Si mang nya memang sama tapi karena makan nya di tangan mu yang membuat berbeda " goda Afnan Sambil tersenyum
" Mas " ucap Anisa langsung menunduk karena malu
" Kamu tambah cantik kalo lagi malu-malu gitu, aku jadi semakin suka dan cinta kepada mu "
" Mas ih.."
Banyak hal yang di bicarakan telah Afnan dan juga Anisa di kedai bakso tadi sehingga mereka lupa jika hari sudah mulai sore
Afnan dan juga Anisa sampai di rumah sekitar jam empat sore, sesampai nya di rumah Anisa dan Afnan langsung sholat Ashar yang sudah terlewat satu jam
" Kalian sudah pulang " tanya Bu Ani yang habis dari rumah Bu RT
__ADS_1
" Iyah mah " jawab Afnan yang sedang duduk di kursi
Sedangkan Anisa langsung ke dapur buat menyiapkan makan malam
" Neng, kamu sedang masak apa sayang? " Tanya Ibu Ani yang mendekat kearah Anisa
" Ini Anisa mau bikin udang tepung saus tiram Bu " jawab Anisa
" Kenapa masih panggil ibu sih sayang, panggil mamah kan sebentar lagi mamah akan menjadi mamah mu " pinta Bu Ani
Anisa mengangguk pelan sambil tersenyum " Iyah Mah "
" Nah gitu dong " jawab Bu Ani
" Ngomong-ngomong ini makanan kesukaan Afnan loh "
" Hehehe Iyah mah, tadi Mas Afnan yang meminta Anisa buat di bikinin masakan ini kata nya rindu makan seafood " jawab Anna
" Wah ternyata kalian sudah ngobrol banyak ya "
" Lumayan mah, tadi sehabis dari makam kita mampir dulu ke kedai bakso jadi sekalian ngobrol " jawab Anisa jujur
" Bagus dong kalo gitu, kan sesama pasnagan harus saling terbuka " ucap Bu Ani
" Iyan mah "
Anisa malam ini membuat Udang tepung, cah kangkung, Cumi saos Padang dan ikan Rica-rica.
Afnan dan Pak Yusuf sudah duduk di meja makan
" Wah papah Sama Afnan sudah stay aja nih di meja makan " ledek Bu Ani
" Iyah dong, Papah gak sabar Makan makanan buatan Menantu kita yang selalu nagih " jawab Pak Yusuf terkekeh
" Calon istri siapa dulu dong AFNAN Gitu " ucap Afnan dengan bangga nya
" Lihatlah Putra mu, pantas saja dia rela jadi perjaka Tua karena yang di cari yang seperti Anisa, Mamah pikir kamu tidak normal makanya selalu menolak perjodohan Dari mamah " ledek Bu Ani yang sudah duduk di meja makan
__ADS_1
" Sudah-sudah ayo makan, keburu dingin " tegur Pak Yusuf padahal dirinya sudah tidak sabar ingin mencoba makanan yang sudah tersedia di atas meja.