
Suasana Pagi masih menyelimuti kedua insan yang masih betah berada di atas tempat tidur Mereka merasa enggak untuk bangun apa lagi Cuaca di luar yang sedikit mendung
iya itu adalah Anisa dan juga Afnan mereka seolah enggan untuk bangun bahkan kondisi mereka masih sama seperti semalam saling berpelukan.
" Bi. Dimana Afnan dan juga Anisa? "
" Selamat pagi Nyonya besar " Sapa Bibi
" Dimana menantu dan Juga anakku Bi, Ko yang mandiin si kembar bibi? " Tanya Bu Ani heran Biasanya Menantunya yang paling rajin untuk memandikan Twins
" Aden dan Nona Masih di kamar nya Nyonya " jawab Bibi Jujur
Bu Ani Mengerutkan keningnya " Tumben mereka belum bangun apa semalam twins Rewel jadi mereka begadang? "
" Enggk ko Nyonya, Malah sekarang Twins sudah jarang bangun malam-malam " jawabnya lagi
" Lalu? Ah Yasudah lah pasti Mereka semalam habis membuat Adonan makanya mereka bangun ke siangan " ucap Bu Ani " Sini Bi biar Daren saya yang kasih baju Bibi mandikan Naila saja " Bu Ani langsung mengambil Daren dari Bibi
" Wah cucu Oma Semakin pintar ya sekarang Sudah bisa ngoceh-ngoceh, Iya " Ucap Bu Ani sambil tersenyum
" Malah sekarang Den Daren Sudah bisa ngesot Nyonya " timbal Bibi yang sedang memandikan Naila
" Benarkan itu? Cucu Oma emang paling pintar pokonya ya, Nanti kalo sudah bisa jalan Kita jalan-jalan keliling Komplek Mau? "
Daren seolah mengerti dengan ucapan Sang Omah Ia pun tersenyum dengan tangan yang memegangi botol Minyak Angin
Tidak hanya memakaikan pakaian Daren Bu Ani juga membawa kedua cucunya untuk berjemur di taman, Padahal Niatnya datang ke rumah Anak dan menantunya ingin melihat mengajak Anisa untuk pergi jalan-jalan Eh malah di jadikan Baby siter dadakan lelah Anak dan menantunya itu.
" Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikumsalam.. Loh ko sudah sampe aja " Ucap Bu Ani kepada Resti. Bu Ani semalam tidur di rumah nya, ia tidak menginap di rumah Resti soalnya Bu Ani dan Pak Yusuf sedang rindu Rumah nya sendiri Makanya Bu Ani mengajak Resti untuk ketemuan di rumah Anisa Dan berniat untuk pergi jalan-jalan bersama
" Sudah dong Kan biar sekalian Di anterin sama Haby " jawab Resti yang menidurkan Baby Adi di tempat tidur yang Biasa di gunakan Twins " Halo ponakan Aunty, Apa kabar kalian heum.. Tumben Gak sama bunda, Bundanya kemana Hem.??? " Tanya Resti sambil mencubit pipi Naila
" Halo juga Aunty. Bunda dan Ayah masih Bobo Aunty " Jawab Bu Ani dengan menirukan suara anak kecil
" Hah!! Masih tidur, Jam berapa ini ko bisa-bisanya mereka belom bangun " Hardik Resti sambil menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" Mungkin semalam habis buat Adonan, Kaya kamu tidak tau kakak mu saja " Ucap Bu Ani yang masih bermain dengan Daren
Resti tidak habis pikir dengan Kakak dan juga kakak iparnya itu masa ia Jam segini masih belum bangun Ayam aja sudah pada mencari rejeki " Aku bangunkan Kakak Mah, Ini kan sudah siang emangnya Kak Afnan gak akan ke kantor " Ucap Resti yang langsung pergi ke kamar Afnan dan juga Anisa
Bu Ani yang melihat kepergian Resti hanya Bisa Melirik nya " Lihatlah Aunty kalian dia memang pemberani hihihi " Kedua bocah itu ikut mengoceh entah apa ocehannya namun Bu Ani malah ikut tertawa.
Dor...dor...dor....
" kakak Bangun, Ini sudah siang!!!!! " Teriak Resti di luar kamar
" Mereka benar-benar ya " Gumam Resti. Resti tidak menyerah begitu saja ia masih menggedor pintu Kamar milik sang kakak
Ceklek...
'' Auch sakittt '' Ucap Resti karena ia terjatuh ketika sedang bersandar di pintu kamar sang Kakak
'' Kamu sedang ngapain Dek? '' Tanya Afnan yang melihat Adiknya sudah terjatuh
'' Bukannya di tolongin malah di liatin aja '' Keluh Resti
Akhirnya Afnan membantu sang adik untuk bangun '' Lagian kamu ngapain duduk di bawah sana? ''
'' Terus ngapain di depan kamar Kakak? '' Tanya Afnan heran
Resti menggaruk kepala yang tidak gatal '' itu.. ''
'' Itu Apa? ''
'' Kakak di panggil mamah. AH iya dimana kakak ipar? '' Elak Resti sambil tersenyum
Tentu saja Resti tidak akan berani jujur kepada kakak nya kalo ia sengaja ingin membangunkan sang Kakak bisa-bisa ia malah kena Omel Apa Lagi sang Kakak sangat garang jika tidak sedang bersama pawangnya
Afnan yang merasa Curiga kepada Sang Adik hanya menatapnya dingin '' Loh ko Ayah masih di sini? '' Tanya Anisa yang keluar dari kamar
'' Halo Kakak ipar '' Sapa Resti sambil melambaikan tangannya kearah Anisa
'' Eh Ada Resti '' Ucap Anisa yang melewati sang suami
__ADS_1
'' DI Bawah Ada Mamah '' Ucap Resti
Anisa langsung melirik sang suami dengan penuh Arti lalu ia pergi dengan Resti
Afnan menelan air Ludahnya sendiri ketika mendapatkan Tatapan dari sang Istri '' Mati Aku bisa-bisa aku gak akan dapat jatah Nanti malam '' Gumam Afnan mengusap wajahnya
Bagaiman tidak Tadi Anisa sudah bangun namun Afnan malah mengajaknya satu ronde karena tidak bisa menolak Akhirnya Anisa tidak melawan dan menerima semua sentuhan yang di berikan oleh Afnan.
'' Selamat pagi Mah '' Sapa Anisa yang langsung mencium punggung tangan ibu mertuanya
'' Berapa Ronde Nak? '' ledek Bu Ani kepada sang menantu
Resti mengulum senyumannya ketika melihat ekspresi Anisa yang terkejut mendengar pertanyaan sang ibu mertua
Wajah Anisa sudah memerah seperti tomat untung saja dirinya menggunakan hijab jadi ibu dan adik iparnya tidak akan melihat jika leher miliknya sudah seperti macan tutul di buat Afnan.
'' Hahaha sudah Mamah cuman becanda '' Ucap Bu ani yang melihat ekspresi Anisa
'' Mah kapan Datang? '' Tanya Afnan yang sudah menggunakan pakaian rapih karena akan pergi ke kantor
'' Mamah di sini dari pagi. Kamu baru mau pergi ke kantor? '' Tanya Bu ani kepda sang anak
'' Iyah mah, Tadi Afnan dan Anisa telat bangun mungkin pengaruh cuaca '' Jawab Afnan sambil tersenyum
'' Pengaruh Cuaca atau emang karena kakak nya aja yang gak ada capeknya '' Ledek Resti kepada sang kakak
'' Apaan sih dek. Yasudah Afnan mau pergi dulu Mah udah siang '' Ucap Afnan yang mencium punggung tangan sang mamah
Afnan di atar oleh Anisa ke depan, Anisa membawakan Tas kerja milik sang suami '' Ayah hati-hati ya '' ucap Anisa
'' Iyah Bunda '' Jawab Afnan yang mencium kening sang istri lalu ia langsung pergi ke kantornya
Anisa yang sudah melihat sang suami pergi ke kantor ia kembali lagi ke raung tengah '' Sudah berangkat? '' tanya bu ani
'' Sudah Mah '' jawab Anisa
Sesampainya di kantor Afnan berjaln seperti biasanya ia tidak membalas ataupun tidak melirik para karyawan yang menyapa dirinya.
__ADS_1
Deg..
'' Kau? ''