Cinta Anisa

Cinta Anisa
WANITA TIDAK DI KENAL


__ADS_3

Sekertaris Afnan yang baru saja Samapi di kantor ia di kejutkan dengan seorang wanita yang " Maaf Nona anda mau bertemu dengan siapa? " tanya Sekertaris Afnan


Penampilan wanita ini biasa saja bahkan bisa di bilang sederhana " Eum saya mau bertemu dengan Tuan Afnan ada? " Tanya Wanita itu sambil tersenyum


" Tapi maaf Nona apa Anda sudah membuat Janji? "


Wanita itu terdiam lalu menunduk " Belum " Lirih nya


" Kalo begitu Anda harus membuat janji dulu Nona, Karena Tuan Afnan sangat sibuk " Jawab Sekertaris Afnan


" Benarkah " Wanita itu langsung melirik kepada asisten Afnan


Deg..


" Kau? " Ucap Afnan yang baru saja tiba


Wanita ini langsung tersenyum ketika melihat Afnan yang sudah datang " Kak " Ucap si wanita Itu tersenyum senang


Afnan membuang napasnya pelan " kemabli bekerja Dan kamu ikut saya " ucap Afnan membawa si wanita masuk kedalam Ruangan kerja nya


wanita itu langsung mengekor di belakang Afnan ia benar-benar senang karena Afnan tidak menolak dirinya lagi


" Ada apa kau ke sini? " tanya Afnan tanpa melirik


" kak aku ingin ketemu Papah " ucap wanita itu sambil memegangi tangan Afnan


Namun Afnan langsung menepis Tangan Si wanita muda ini " Dengar ya, Kau selalu bilang kalo papah ku Iyo adalah papah mu tapi apa buktinya hah!! bahkan kau pun saja tidak bisa membuktikannya " Ucap Afnan dengan tegas


" Hiks.. Andai saja jika ibu masih ada mungkin aku bisa membuktikannya Kak, Tapi.. "


" Jangan banyak membual di depanku "


" Katakan saja apa yang kau inginkan, Uang? berapa? " Tanya Afnan yang sudah bisa menebak isi pikiran si wanita apa lagi Afnan sangat yakin jika Wanita ini bukanlah anak dari papah nya.


WAKTU ITU


Waktu itu Afnan sedang pergi keluar kota karena ada kerjaan yang harus ia kerjakan di sana namun siapa sangka jika kedatangannya ke kota itu Mempertemukan dirinya dengan seorang Wanita yang mengaku-ngaku sebagai Anak dari Pak Yusuf

__ADS_1


kaget sudah pasti tapi Afnan tidak percaya begitu saja, apa lagi ketika Afnan meminta ia untuk Tes DNA si wanita malah tidak mau membuat Afnan semakin curiga. Tanpa sepengetahuan Si wanita Afnan mengambil satu helai rambut milinya dan Langsung Melakukan Tes DNA untuk mencocokan nya dengan sang Ayah


Tidak ada yang tau tentang hal ini, Afnan masih menutupnya rapat-rapat dan kenapa Afnan bisa menawarkan sejumlah uang, Itu Karena Afnan tidak ingin wanita ini berkoar-koar di luar sana dan mengaku bahwa dirinya adalah anak dari papah nya dan Afnan tidak ingin itu semua terjadi apa lagi Jika mamah nya tau.


#Saat ini


" Kak.. "


" Sudahlah.. Berapa uang yang kau inginkan? Lalu engahlah di hadapanku " Ucap Afnan tegas


" Kak Aku adikmu, Tapi kalo kamu ingin memberikan uang untukku Aku tidak bisa menolak karena jujur saja Aku saat ini sedang tidak ada uang " ucap Nya sambil menunduk


Afnan langsung tersenyum Sinis, Wanita ini emang datang untuk Uang bukan benar-benar ingin bertemu dengan Ayah kandungnya


Afnan mengambil Cek di meja kerjanya lalu ia mengisi sejumlah uang Di sana " Pergilah dan jangan pernah kembali lagi sebelum kau benar-benar Memiliki Bukti " Ucap Afnan


Bola mata si wanita langsung melotot ketika ia melihat jumlah yang di berikan oleh Afnan kepada dirinya


" Terimakasih Kak " Ucap Nya senang lalu ia pergi begitu saja Dengan Cek di tangannya


Afnan langsung menelpon anak buah nya " Dia sudah keluar dan pastikan Dia Tidak membawa uang itu dan Pastikan juga jika dia tidak tidak lolos dari kalian " Ucap Afnan yang langsung menutup Telponnya


Mungkin Afnan terlihat Sangat Manis jika di depan Istri dan juga Keluarganya namun Afnan akan berubah menjadi singa kelaperan Jika ada yang mengusik keluarga nya.


Wanita itu berjalan dengan senangnya sambil menerawang isi Cek " Lama-lama aku bisa kaya mendadak kalo seperti ini, Untung saja aku punya Kunci kelemahan keluarga itu " Wanita itu tersenyum Lalu pergi.


~ DI MOL


Anisa, Bu Ani dan juga Resti mereka mendorong stroller masing-masing, Banyak yang memperhatikan Ketiga wanita itu apa lagi di dalam Stroller ada ketiga Baby yang lucu-lucu gemoy


" Wah Jeng Ini cucunya ya? " Sapa seorang wanita Yang seusia dengan Bu Ani


" Iyah nih jeng, ini cucu-cucu saya " Jawab Bu Ani


" Lucunya.. " ibu itu ingin mencubit Pipi Naila namun Naila langsung memalingkan wajahnya seolah ia tidak ingin di sentuh oleh orang lain


Karena menerima penolakan wanita itu tersenyum gemas " Wah pintarnya. Jarang-jarang ada Anak baby Yang sudah bisa protes hehehe "

__ADS_1


Bu Ani hanya tersenyum Ia ingin Protes pun tidak enak " Kalo begitu saya permisi jeng "


" Iyah silahkan jeng " Jawab Bu Ani yang langsung membawa anak dan menantunya


" Cucuku emang pintar mereka tidak akan mau di sentuh oleh wanita yang seperti itu " Ucap Bu Ani


Sedangkan Anisa dan juga Resti hanya saling pandang Mereka sangat tau Jika Mamahnya sangat posesif kepada ke tiga Cucunya.


Mereka masuk ke tempat perlengkapan Baby, Anisa ingin membeli Pakaian untuk Twins karena pakaian mereka sudah pada kecil mungkin karena Twins yang sudah beranjak besar apa lagi badannya yang sudah pada gembul


Resti langsung kalab ketika melihat pakaian Yang seumuran anaknya pada lucu-lucu " Ya ampun ini Lucu sekali " Gumam Resti


" Kalo mau beli jangan yang pas dengan badan nya saja Dek, nanti Gak akan ke pakai lama apa lagi tubuh baby Adi yang sudah mulai gembul " Saran Anisa kepada Resti


" Siap " Jawab Resti


Bu Ani senang melihat kebersamaan Anisa dengan Resti yang saling menasehati, Bu Ani jadi merasa Memiliki Dua putri Yang ia sayangi.


" Sudah apa lagi yang akan kalian beli? " Tanya Bu Ani


" Kita pergi makan dulu Mah, laper " ucap Resti


" boleh Ayu " ajak bu ani


Sesampainya di Restoran Bu Ani dan Resti sudah duduk di kursi meja makan " Mah sepertinya Naila Pup Aku ke kamar mandi dulu ya " ucap Anisa membawa Naila dengan Perlengkapan yang sudah di siapkan oleh Anisa


" Mamah pesan apa? " tanya Resti


" Mamah pesan ini saja sayang " Tunjuk Bu Ani ke soto Betawi


" Itu ada santan nya Mah, mamah gak boleh banyak makan santan nanti kolesterol " tegur Resti


" Sekali ini, Mamah janji " ucap Bu Ani


" Oke kali ini saja "


" oke " Jawab Resti

__ADS_1


" Mah.. Hiks..."


__ADS_2