
Setelah makan Malam usai mereka langsung berkumpul di Ruang Tv beda hal nya dengan Resti dan juga Adam mereka langsung pulang karena hari sudah sangat malam.
" Ceu besok jadi Kan kita bikin lontong " kata Anisa sambil memakan mangga muda yang tadi di beli nya di supermarket
" Jadi atuh Neng masa enggak kan ceceu sudah jauh-jauh ke sini " kata Ceu idah " Demi Neng Ceceu rela terbang jauh-jauh ke sini " lanjut Ceu idah ambil Terkekeh
" Oke deh kalo gitu, sekarang ceceu tidur istirahat. Aku juga mau istirahat dulu keburu suami Anisa berubah menjadi macam " kata Anisa sambil terkekeh
" Si neng Mah aya-aya Wae " kata Ceu idah Menggelengkan kepalanya
" jangan di kekepan terus Kasian si kembar haredangen " ledek Ceu idah padahal yang di ledek malah sudah menjauh
Anisa dan Afnan Langsung masuk kedalam kamar " Ceu idah Ada-ada aja ya Masa ia Anak kita akan gerah kalo di peluk Ayah nya " kata Anisa sambil terkekeh
" kalo di peluk gerah tapi kalo di tenggok pasti senang " goda Afnan mencubit pipi sang istri
Sedangkan di rumah utama Leon sedang di sidang oleh ibu nya
" Jawab jujur Leon, wanita itu tidak benar-benar sedang Mengandung anak mu Kan Nak? " Tanya Bu Lesti
" Bu, ibu jangan gampang percaya sama orang ibu kan tau Bagai aman anak mu ini mana mungkin menam benih di sembarang orang " elak Leon
Leon tidak menyangka jika Elif akan nekad datang keruang untuk menemui Ibu nya. Leon telah lalai membiarkan Elif datang kerumah Utama
" Sukur kalo begitu, Ibu gak mau Kamu Sampai mempunyai Anak Dari wanita jadi-jadian itu " kata Bu Lesti
" Ibu tenang saja, Leon Juga tau Dimana Leon harus menabur benih " kata Leon sambil tersenyum
" Ibu percaya kepada mu, carilah wanita yang jelas bibit dan bobot nya jangan mencari wanita yang tidak jelas apa lagi jika wanita nya itu miskin Ibu tidak akan merestui mu " kata Bu Lesti memperingati Leon
" Ibu tenang saja. Kalo begitu Leon Pergi dulu, Leon ada janji bertemu dengan teman Leon " kata Leon
" Iyah Nak, hati-hati "
Leon mengangguk lalu langsung pergi meninggalkan Ibunya di rumah Utama
Di dalam mobil Leon memukul stir mobil nya ia benar-benar kesal kepada Elif yang sudah berani menemui ibu nya. Walaupun Leon Anak yang bandel tapi Leon tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya Brengsek jika di depan ibu nya.
" Awas saja kau Elif, habis kau dari tangan ku " kata Leon mencengkram stir mobil
__ADS_1
Setelah menghabiskan Perjalanan sekitar tiga puluh menit Akhirnya Leon samapi di Apartemen milik Elif
Leon yang tau kada sandi Apartemen milik Elif, Leon Langsung masuk namun Leon tidak menemukan Keberadaan Elif di sana
" Kemana jala_g itu " gumam Leon
Ceklek...
Senyum mengambang di pipi Leon tidak perlu capek-capek mencari bukti kebusukan Elif
Prok.. prok.. prok...
" Hahaha dasar jala_g!!! " Kata Leon sambil bertepuk tangan
Elif yang sedang di cem_u oleh Pria nya langsung mendorong kekasih gelap nya
" Leon " kata Elif terkejut ketika melihat Leon yang sedang menyandarkan tubuhnya di dekat pintu kamar milik Elif
" Aku bisa jelasin ini tidak seperti yang kau pikirkan " kata Elif yang langsung mendekat kearah Leon
" Cih... Jangan pernah kau menyentuhku dengan tangan kotor mu itu "
" Diam!!! " Bentak Elif
" Jangan banyak basa basi gue datang ke sini karena ingin memberikan Lo peringatan ini yang pertama dan juga yang terakhir jika Samapi Lo menunjukan lagi bayang hidung Lo di depan gue atau pun kelurga gue awas saja Lo habis di tangan gue!! " Kata Leon dengan tatapan membunuh nya
" Tidak Leon " Elif Menggelengkan kepalanya " kamu salah paham Leon hiks... " Elif menangis ketika melihat Leon pergi begitu saja
Pria yang sedari tadi berdiri di depan Elif ia masih bingung ketika melihat wanita yang akan di kencani nya menangis dan meminum kepada pria lain.
" Katan yang sejujur nya siapa Pria itu?! " Tanya Nya
" Aaahhhhh...!!!! " Elif bukan nya menjawab Ia malah berteriak histeris sambil mencengkram rambut nya
Pria itu tersenyum kecut lalu pergi meninggalkan Elif, tidak perlu menunggu jawaban dari Elif, pria itu sudah yakin Jika Elif telah membohongi dirinya.
Elif semakin menjadi ketika di tinggalkan oleh Pria Selingkuhan nya
Leon pergi ke sebuah Klab malam untuk menyegarkan pikiran nya setelah penat memikirkan Elif akhirnya dirinya bisa berpesta dengan para wanita muda.
__ADS_1
~ KEESOKAN HARINYA
Jam tiga Pagi Anisa bangun dari tidur nya karen ia tidak bisa tidur. Anisa langsung masuk ke kamar mandi untuk Mengambil Air wudhu dan melakukan sholat tahajud setelah itu Anisa langsung membuka Al-Quran
Suara Anisa begitu merdu ketika sedang membaca Alquran. Afnan yang terbangun karena suara sang istri bukan nya marah Afnan malah tersenyum ia menatap sang istri yang masih khusu membacakan Ayat suci Alquran
Betapa bahagia nya Afnan memiliki istri yang begitu Sholeh dan taat dalam agama. Afnan merasa beruntung telah Allah telah mengirimkan Anisa untuk dirinya.
Karena tidak ingin hanya menonton Anisa yang masih khusu membacakan ayat suci Alquran. Afnan pergi ke dalam kamar mandi untuk melakukan sholat tahajud
Anisa tidak merasa terusik oleh suaminya yang ikut duduk di samping dirinya, Anisa malah tersenyum ketika melihat sang suami yang ikut membacakan Ayat suci Alquran
" Sadaqallahulazim... " Kata Anisa dan di ikuti oleh Afnan
Anisa menutup Al-Qur'an lalu mencium punggung tangan suaminya
" Makasih ya Ayah, ayah sudah Menemani Bunda " kata Anisa sambil tersenyum
Afnan ikut tersenyum " sama-sama Bunda " jawab Afnan mencium kening Anisa
" Kenapa bunda Bangun? " Tanya Afnan karena setau Afnan semenjak hamil besar Anisa sudah jarang sholat tahajud
" Bunda tidak bisa tidur dari pada Buda guling-guling gak jelas mending Bunda sholat tahajud " jawab Anisa
" Istri Ayah memang paling Sholeh, Ayah bangga punya istri seperti Bunda " puji Afnan yang masih duduk di samping sang istri
" lain Kali jika tidak bisa tidur lagi bangunin Ayah biar kita begadang bareng " kata Afnan
" Masa sih " goda Anisa
" Mana tega bunda bangunin Ayah, Ayah sudah lelah seharian bekerja masa ia Bunda harus ganggu Ayah yang sedang tidur juga " kata Anisa
" Iyah Bunda. Siapa yang tidak bahagia memiliki istri yang Cantik dan Juga Sholehah heum.. " Afnan mengelus kepala Anisa dengan lembut
" Ayo kita lanjutkan tidur lagi hari masih pagi " ajak Afnan
" Ayah aja yang tidur. Bunda mau nunggu Adzan subuh dulu tanggung sebesar lagi " kata Anisa
" Baiklah kalo begitu Ayah temani ya " kata Afnan dan di balas anggukan oleh Anisa
__ADS_1