
Pagi ini Resti bangun dengan mata yang sembab karena semalaman Resti menangis
" Pagi sayang " ucap Bu Ani menyapa Resti yang sedang berjalan ke meja makan
" Pagi mah " jawab Resti tersenyum paksa lalu duduk di kursi nya
Bu Ani hanya menghelaikan napas nya melihat Putrinya yang kurang semangat
" Putri papah kenapa? Ko terlihat lesu kaya gitu? " Tanya Pak Yusuf sambil melirik Resti
" Aku tidak apa-apa ko pah " jawab Resti
" Selamat pagi semua nya " sapa Anisa dan Afnan yang baru sampai di meja makan
" Mah, maaf Nisa gak bantu mamah buat sarapan tadi Nisa kepala pusing banget " kata Anisa meminta maaf kepada Ibu mertua nya
Bu Ani tersenyum " tidak apa-apa sayang, lagian yang buat sarapan Bibi ko " jawab Bu Ani
" Iyah mah "
" Kamu mau makan apa Mas? " Tanya Anisa
" Aku nasi goreng aja sayang " kata Afnan
Anisa langsung mengisi piring sang suami dengan nasi goreng dan ayam goreng
" Kenapa piring mu gak di isi sayang? " Tanya Afnan heran
Anisa tersenyum " Aku nanti aja mas, aku mau nyuruh bibi buat beliin lontong sayur yang ada di depan komplek " kata Anisa
" Loh, kenapa gak bilang sayang, coba kalo tadi bilang mungkin mamah Pesan buat kamu " kata Bu Ani
" Kalo begitu biar aku aja yang beliin ya sayang "
" Gak sudah mas, mas sarapan saja dulu. Lagian mas harus pergi ke kantor keburu siang " kata Anisa
Karena tidak ingin melihat sang istri tidak Sarpan Afnan langsung pergi ke dapur untuk menyuruh bibi belikan lontong sayur buat sang istri
" Dari mana mas? " Tanya Anisa
" Habis dari dapur " jawab Afnan
Anisa hanya bar-oh ria, Sambil menunggu Anisa memakan Roti bakar yang dengan selai coklat Dan kacang
Bu Ani yang melihat Anisa memakan Roti bakar buatan nya merasa senang
" Apa kamu suka Nak? " Tanya Bu Ani kepada Anisa
__ADS_1
" Iyah mah, ini enak apa lagi minum nya teh anget " jawab Anisa sambil tersenyum
" Ibu hamil tidak boleh banyak minum Teh, Mending minum Air putih anget " kata Afnan ikut bicara
" Iyah Mas "
Resti yang melihat Afnan dan Anisa yang terlihat sangat saling mencintai membuat dirinya iri " apa aku bisa mendapatkan cinta sepeti Kak Afnan kepada kak Anisa " gumam Hati Resti
Tak lama kemudian Bibi membawa Satu mangkuk Lontong sayur yang di belinya di depan Komplek
" Non ini Lontong sayur nya " kita bibi
" Terimakasih bibi " ucap Anisa sambil tersenyum
" Mas, ini pasti Mas yang menyuruh Bibi buat beli " kata Anisa
" Iyah sayang " jawab Afnan " mana mungkin aku sarapan sendiri sedangkan istri dan anakku tidak ikut sarapan " lanjut Afnan mengelus pipi sang istri
" Terimakasih suamiku sayang "
" Sama-sama istriku tercinta " jawab Afnan
Bu Ani dan pak Yusuf yang melihat keromantisan Putra dan menantu nya ikut terharu
" Pah, mamah senang melihat Mereka berdua " kata Bu Ani
" Sama, papah juga senang liatnya, mudah-mudahan mereka selalu begitu "
" Amin "
" Semoga Resti dapetin Pria yang seperti Kak Afnan " gumam Resti pelan namun masih bisa di denger oleh Bu Ani
" Amin " ucap Bu Ani sambil tersenyum
Setelah sarapan usai, Resti langsung pamit untuk berangkat kerja
Tapi butuh waktu lama untuk Resti sampai di Perusahaan. Resti masuk kedalam Life namun pandangan nya tertuju kepada Adam yang sudah ada di dalam Life
Resti langsung menunduk dan menekan tombol Tiga untuk sampai di ruangan nya
" Ikut dengan ku " ajak Adam kepada Resti
Adam membawa Resti ke tempat parkiran
" Aku tidak mau, aku harus kerja " tolak Resti
" Ada yang harus kita bahas " ucap Adam membawa Resti kedalam mobil nya
__ADS_1
Adam mengendarai mobil dengan Kecepatan tinggi sehingga Resti ketakutan
" Stop.. pelan kan mobilnya " pinta Resti
Namun Adam tidak mendengarkan ucapan Resti ia tetap melakukan mobil nya ke salah satu danau dan menghentikan mobil nya
" Kita harus bicara " Ucap Adam
Resti yang masih ketakutan hanya bisa menatap Adam dengan tajam " apa mau mu sebenarnya? " Tanya Resti " jika kamu ingin ngomong tidak perlu begini caranya, kita bisa ngobrol baik-baik " lirih Resti
" Sorry kalo gue sudah bikin kamu takut " ucap Adam
Adam dan Resti terdiam mereka mengatur napas nya masing-masing
" Langsung saja pada intinya Bapak mau apa membawa aku ke sini? " Tanya Resti
" Soal pertunangan itu "
Resti tersenyum sinis, Resti seolah tau apa yang akan di ucapkan oleh Adam kepada dirinya " Bapak tenang saja, aku tidak akan membocorkan soal perjodohan ini, Anggap saja jika aku dan bapak tidak ada hubungan apa-apa jika di kantor ataupun di luar kecuali jika di depan keluarga " kata Resti tanpa menatap wajah Adam
Adam melirik kearah Resti, ia tidak menyangka Dengan wanita yang ada di hadapan nya ini. Bukan ini yang Adam mau tapi jika ini maunya Resti apa boleh buat Adam Akan mengikuti keinginan Resti
" Baik Jika itu mau mu, aku tidak masalah " kata Adam
" Hanya itukan yang mau Bapak Omongkan, kalo gitu saya pamit untuk kembali ke Kantor " kata Resti yang langsung turun dari mobil dan menghentikan Taksi untuk kembali ke kantor
Resti menyandarkan kepalanya di jendela Taksi dengan air mata yang mengalir di pipinya sesekali Resti menghapus nya
" Ya Allah apa ini jalan yang harus aku lalui? Tapi kenapa jalan ini terasa berat untuk ku tempuh dan kenapa terasa sakit amat dalam hiks.." Resti hanya mampu membatin di dalam hatinya dengan pandangan kearah lain
Setelah Samapi di perusahaan Resti kemabli bekerja dan melupakan Masalah yang sedang di hadapinya, tidak mungkin Dirinya bekerja sambil meratapi nasib nya yang kurang beruntung. Bukan Resti tidak bisa menolak tapi Resti sadar diri, dirinya di besarkan oleh Kedua orang tua angkat nya apa lagi Resti sangat menyayangi Omah nya sehingga Resti tidak ingin mengecewakan orang lain.
~ DI RUMAH
Anisa sedang duduk di taman menikmati indahnya taman buatan ibu mertua nya dengan segelas jus Alpukat
Bu Ani sengaja membuatkan taman untuk Anisa karena dulu Anisa pernah bilang ingin memiliki taman di samping rumah nya Namun belum terwujud karena keburu masuk ke rumah sakit
" Bagai mana hasilnya Bagus kan? " Tanya Bu Ani sambil tersenyum
" Ini sangat bangus Mah, Nisa tidak menyangka jika mamah bisa membuat taman seindah ini " ucap Anisa dengan mata yang berbinar
" Sukur deh kalo kamu suka sayang "
" Terimakasih ya mah, sudah repot-repot buatin Anisa taman, padahal tadinya Anisa mau meminta di buatkan sama Mas Afnan " kata Anisa
" Menunggu suamimu gak tau kapan Sayang, selagi Mamah bisa, mamah pasti akan mewujudkan yang kamu mau, karena kamu bukan hanya sekedar menantu untuk mamah tapi putri kesayangan Mamah " kata Bu Ani
__ADS_1
Anisa sangat terharu mendengar jawaban dari ibu mertua nya " Nisa jadi terharu Mah hiks.. "
Bu Ani menggeleng kepalanya " jangan nangis Kasian Cucuku jika kamu nangis " kata Bu Ani sambil menghapus air mata Anisa