
Afnan pulang dengan membawa pesanan sang istri Mie kocok Bandung. Afnan masuk kedalam rumah dengan senyum yang mengembang di Wajah nya karena membawa pesanan sang istri
" Sayang aku pulang " ucap Afnan yang sambil berjalan ke dalam rumah
" Ucap salam Mas, bukan teriak-teriak " tegur Anisa yang sedang duduk di depan tv dengan remote tv di tangan nya
" Hehehe.. maaf sayang lupa " ucap Afnan
" Assalamualaikum.. sayang " ucap Afnan mengulangi ucapan nya
" Wa'alaikumsalam.. Mas " jawab Anisa sambil tersenyum
" Ini Mas bawakan Mie kocok pesanan mu sayang " ucap Afnan sambil menaruh kantung kresek di meja
Anisa melirik kearah jantung kresek Yang di bawa Afnan lalu membuang napas nya pelan " aku sudah tidak ingin Mas, mas aja yang makan " ucap Anisa sambil melirik Kepada sang suami
Senyum Afnan memudar mendengar Ucapan Istrinya ini " sayang, kamu tau Aku sudah bela-belain ngantri panjang sepanjang kreta dengan keringat yang bercucuran karena panas lalu tiba-tiba kamu bilang sudah tidak ingin " ucap Afnan
" Lalu Nisa harus apa Mas? Ini bukan salah Nisa tapi Salah Anak kita yang sudah tidak menginginkan nya " jawab Anisa dengan enteng nya lalu melanjutkan menonton Tv tanpa menghiraukan Suaminya yang agak kesal
Bu Ani yang baru saja keluar dari kamar merasa heran melihat Anak nya yang terlihat kesal " Kamu kenapa Nak? Ko wajah nya di tekuk gitu ? " Tanya Bu Ani sambil duduk di sopa
" Emang mas Afnan kenapa Mah? " Tanya Anisa
" Kamu kenapa mas? " Tanya ulang Anissa sambil menatap sang suami dengan wajah polos nya
Afnan hanya bisa menatap sang istri dengan frustasi " tadi Anisa meminta ku buat belikan Mie kocok tapi sekarang malah gak mau lagi " keluh Afnan
" Mas, di makan dulu mie kocok nya nanti keburu dingin gak enak lagi " ucap Anisa kepada sang suami
Bu Ani hanya bisa mengulum senyumnya. Kini Bu Ani mengerti kenapa putra nya terlihat kesal
" Sabar, nama nya juga sedang ngidam jadi harap di maklum. Ini tidak seberapa dari pada nanti Anisa meminta yang lebih dari ini " ucap Bu Ani
" Assalamu'alaikum.... " Teriak Resti yang baru pulang kerja
Resti di suruh untuk langsung pulang kerumah Afnan Biar menginap bersama di rumah Afnan
" Wa'alaikumsalam... " Ucap serempak di dalam rumah
" Wah kompak sekali " ucap Resti yang menaruh tas nya dan duduk di samping Bu Ani
" Iya dong, kita kan selalu kompak emang nya anda " canda Afnan kepada adiknya itu
" Is.. Kakak menyebalkan " ucap Resti yang memalingkan pandangan nya lalu melihat kantung kresek
" Apa ini? " Tanya Resti yang langsung membuka Kantung kresek " wah.. tau saja jika aku sedang ingin makan yang segar-segar, buat aku ya " kata Resti
" Makan saja " ucap Afnan
" Itu kan punya mas Afnan, gak boleh di makan sama Resti, nanti Anakku ileran jika Mas Afnan gak mau makan Mie kocoknya " protes Anisa
__ADS_1
" Dikit aja kak ya "
" Enggk. Sekali enggak tetap enggak itu buat mas Afnan. Mas ayo makan mas, keburu Resti yang makan " ucap Anisa kepada sang suami
" Jangan membantah Orang Yang sedang ngidam, ayo makan Afnan " kata Ibu Ani kepada sang putra
" Dan kamu, datang bukan nya mandi malah mau main makan saja " tegur Bu Ani kepada Resti
" Habis, aku ngiler liat Kikil nya itu Mah, kaya nya enak "
" Jangan, nanti Ponakan mu ileran karena Mie kocok nya kamu yang makan bukan bapak nya " tegur Bu Ani
" Heum.." Resti Menyenderkan tubuhnya ke sopa lalu memanyunkan Bibir nya
Afnan mau tidak mau harus memakan makanan yang tidak ia suka, jujur saja jika Afnan paling tidak suka makan kikil menurutnya kikil itu sangat jorok dan tidak layak untuk di makan
Anisa langsung sumringah melihat sang suami yang sedang memakan Mie kocok nya
~ KEESOKAN HARI NYA
pagi ini Anisa sedang membuat Sarapan ia memasak Nasi goreng kampung dan Ayam goreng tidak lupa Pisang goreng karena dari semalam Anisa menginginkan pisang goreng yang di buatnya sendiri
" Wah ada pisang goreng nih " ucap Yusuf yang sudah duduk di meja makan
" Selamat pagi pah " sapa Anisa
" Pagi menantu papah yang Cantik " jawab Pak Yusuf sambil memakan goreng pisang buatan Anisa
Anisa tersenyum " Alhamdulillah kalo papah suka, itu buatan Anisa pah " jawab Anisa
" Kamu memang istri seba bisa Menantuku " Kata Pak Yusuf
" Enggak juga ko pah, Anisa masih belajar "
" Kamu ini suka sekali merendah "
Anisa tersenyum " pah, Anisa Mau lihat Mas Afnan dulu ya, takut nya Mas Afnan belum bangun " kata Anisa
" Iyah pergilah " jawab Pak Yusuf
Anisa berdiri dari duduk nya lalu pergi ke kamar sang suami. Benar saja Afnan masih terlelap di bawah Selimut tebal, Anisa Menggelengkan kepalanya
" Mas bangun ini sudah siang " ucap Anisa membuka gorden lalu berjalan kearah ranjang
Anisa duduk di samping sang suami sambil menatap Wajah sang suami yang begitu Tampan " Mas, bangun yuk " ucap Anisa sambil menoel-noel pipi sang suami
" Eum.. sayang aku masih ngantuk " ucap Afnan yang masih memejamkan mata nya
" Mas ini sudah hampir jam tujuh, bukan nya mas mau masuk kerja, di meja makan juga sudah siap untuk sarapan Mas " ucap Anissa
Anisa mengecup bi_r Afnan. Dengan seketika Afnan membuka kedua bola mata nya karena baru kali ini Anisa mengecup Bi-r nya lebih dulu
__ADS_1
Afnan tersenyum " jika aku di bangunkan dengan kecupan mu baru Mas akan langsung bangun sayang " kata Afnan tersenyum
" Kalo begitu ayo bangun lalu pergi mandi " kata Anisa
" Siap sayang " Afnan langsung turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi
Sedangkan Anisa ia menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh sang suami, lalu membereskan tempat tidur
Di meja makan Sudah kumpul semua nya termasuk Afnan dan Anisa
Anisa menaruh nasi dan lauk pauk di atas piring Sang suami sedangkan dirinya sudah mengisi Piringnya dengan Goreng pisang yang ia taburi dengan Keju dan susu
" Sayang, kenapa Makana mu seperti itu? " Tanya Afnan heran
Anisa tersenyum " Nisa sedang ingin sarapan yang seperti ini mas " jawab Anisa
" Tapi kan itu.."
" Sudah jangan di permasalahkan, Mungkin saat ini Anisa sedang ngidam dan hanya itu yang di inginkan oleh Anissa " ucap Bu Ani memotong ucapan Putra nya
" Terimakasih mah " ucap Anisa kepada Bu Ani Karena telah di bela oleh Ibu mertua nya
" Sama-sama ayo di makan " kata Bu Ani
Bu Ani juga pernah merasakan apa yang sedang Anisa rasakan makanya Bu Ani tidak terlalu menekan Anisa untuk memakan nasi karena ibu hamil itu beda-beda bawaan nya.
Afnan hanya bisa membuang Napas nya pelan, ia merasa kasian kepada Anak dan istrinya mana mungkin makan yang seperti itu saja bisa kenyang yang ada laper
" Aku jadi penasan Anak yang sedang di kandung kak Nisa itu cewek atau Cowok? " Tanya Resti penasan
" Cewek atau cowok tidak jadi masalah yang penting sehat " kata Bu Ani
" Iya, aku juga tidak mempersalahkan jenis kelamin, Aku hanya ingin anak dan istriku sehat dan di lancarkan dalam persalinan nya " lanjut Afnan
Anisa tersenyum ia tidak menyangka jika sang suaminya begitu sangat perhatian kepada dirinya
" Terimakasih ya mas, Mah, karena tidak mempermasalahkan jenis kelamin anak Nisa " Anisa sangat terharu
" Sudah-sudah ayo makan keburu dingin makanan nya " ucap Pak Yusuf
" Iyah Pah " jawab mereka
Setelah usai sarapan Bu Ani mengingatkan kembali Kepada suami dan kedua anak nya agar pulang lebih awal
" Ingat ya pulang lebih awal " kata Bu Ani
" Ia siap Mah " jawab serempak mereka
" Kalo begitu, kami pamit dulu Assalamualaikum.... "
" Wa'alaikumsalam... " Jawab Anisa dan Bu Ani
__ADS_1