Cinta Anisa

Cinta Anisa
NARA MELAHIRKAN


__ADS_3

Anisa yang baru saja membaringkan kedua anaknya di tempat tidur langsung memeriksa Handphone soalnya tadi Anisa mendengar ada suara pesan masuk


Resti : Assalamualaikum.. kak. Kak gimana di sana, apa sama hujan juga?


Anisa. : Wa'alaikumsalam.. Maaf Kakak baru bales soalnya tadi kakak mindahin dulu Twins ke Kamar. Sama. dek di sini juga ujan angin Makanya ini Kakak pindahin Twins ke kamar soalnya takut kena Angin Tau sendiri rumah Kakak mu ini banyak jendela ( Sand )


Resti. : Iyah kak Gak apa-apa. Ini mamah khawatir dengan keadaan kakak di sana Takutnya kewalahan Katanya


Anisa. : Alhamdulillah Kakak baik-baik Aja dek, Twins juga malah Tertidur pulas hehehe. Yaudah Kakak Lanjut dulu ya Mau setrika Pakaian Twins dulu mumpung lagi pada tidur, Salam ya buat mamah dan papah (, Sand )


Resti. : Iya Kak. wa'alaikumsalam..


Anisa kembali menaruh handphone miliknya lalu ia melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda yaitu Setrika pakaian Twins.


~ DI SEBUAH DESA


Seorang wanita yang baru saja susah payah untuk melahirkan Akhirnya Telah melahirkan Bayi berjenis laki-laki. Wanita itu menatap Sendu kepada Bayi laki-laki ini Bahkan Berkali-kali Ia Menghapus Air mata nya " Kenapa anakku mirip sekali dengannya " Gumam si wanita


" Bu. kita bersihkan dulu ya " Ucap Bidan yang di balas dengan anggukan oleh Nara


Ia wanita itu adalah Nara, Nara baru saja melahirkan anak pertamanya yang berjenis laki-laki, Selama ini Nara Tinggal di sebuah desa yang awalnya Nara pikir ia di culik dan akan di jual ternyata itu tidak benar, Nara tinggal dengan kedua orang tua yang selama ini Menjaga dirinya bahkan merawat dirinya Membuat Nara bahagia Karena telah di pertemukan dengan Beliau


" Nara Bagai mana keadaan mu? " Tanya Ibu itu


" Alhamdulillah Bu Nara baik-baik aja Hanya saja Agak perih di bawah Sanah hehehe "


Ibu itu tersenyum Ia mengerti apa yang di maksud oleh Nara " Itu wajar sayang, Itukan di jahit jadi pasti akan agak perih Tapi lama kelamaan gak akan sakit lagi ko " Jawab ibu itu


" Iyah Bu. Oh iya Bapak kemana Bu, enggak ke sini? " Tanya Nara mencari keberadaan Suami si ibu


" Bapak lagi ada kegiatan dulu di desa tapi Nanti kalo sudah selesai Bapak langsung ke sini " Jawab Ibu


Nara mengangguk, Nara sudah menganggap ibu dan papak Seperti orang tua angkat nya Sendiri, ,Nara yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua Kini bisa ia rasakan karena Ibu dan Bapak mencurahkan Semua kasih sayang nya untuk Nara


" Wah ini anak mu Nak, Tampan sekali " Puji Ibu


Nara hanya tersenyum Jelas tampan orang Anaknya mirip sekali dengan bapak nya " Siapa Nama nya Nak? "


" Nara belum kepikiran Bu " Jawab Nara Jujur. Nara masih bingung harus memberi nama untuk Anaknya


" Emang kamu belum mempersiapkan Nama nak? " Nara menggelengkan kepalanya


Ibu Langsung Membuang Napas Pelan " Yaudah Kamu pikirkan dulu siapa Nama nya ya, kasian Lo anak setampan ini masa ia gak punya nama " ledek Ibu


" Iyah Bu, nanti Nara pikirkan Lagi " Jawab Nara Sambil tersenyum. Nara sebenarnya Masih bingung Apa ia harus memberi Nama dengan nama belakang Ayah si anak atau tidak Namun bagai mana pun Nara ingin Anaknya punya status yang jelas


" Sudah jangan di pikiran sekarang Mending Kamu makan dulu Nak, Biar air susu nya lancar " Ucap Ibu yang di balas anggukan oleh Nara


Ibu terus menggendong Anak nya Nara, ibu jadi merasa Mempunyai seorang Cucu walaupun bukan Cucu kandung Tapi ibu tetap menyayangi nya.


" Assalammualaikum.. "


" Wa'alaikumsalam.. " Jawab Ibu dan juga Nara bersamaan


" Bapak sudah beres? "


" Sudah Bu. tadi Bapak langsung ke sini gak sabar ingin Liat cucu hehehe " Jawab Bapak " Nak Giman ke adaan mu sudah mendingan? "


" Alhamdulillah Pak sudah lebih baik " jawab Nara


" bapak ini "


" Cucu kita mana? " tanya Bapak


" Itu lagi tidur barusan baru beres ganti popok " jawab Ibu


Bapak langsung Berjalan ke arah Box bayi dengan wajah yang antusias " Wah tampan Ya Nak, sepertinya Anak mu lebih Mirip ke bapak nya dari pada Kamu Nak "


" Nara juga gak ngerti pak, Nara yang hamil tapi ko yang keluar malah duplikat bapaknya " Jawab Nara sambil cemberut

__ADS_1


" Hehehe mungkin karena takut Gak di aku sama bapak nya makanya lebih mirip Bapak nya " Goda Bapak


" Bisa jadi pak "


" Nak. apa kamu masih tidak ingin memberi tau kepada Suami atau keluarga mu soal ke lahiran Putra mu? " tanya Ibu


Ibu merasa Iba kepada Nara, ia harus hamil seorang diri tanpa dampingan Dari suaminya bahkan Nara seperti enggan untuk Memberitahu ataupun kabar kepada Suaminya itu. selama ini Nara selalu tertutup seolah ia tidak ingin membahas Soal suaminya, padahal Ibu dan bapak sudah tau kebenaran nya.


" Mungkin suatu saat Nanti Bu, Untuk saat ini lebih baik begini saja dulu aku belum siap Lagian Jika memang ia Pria yang bertanggung jawab mungkin Ia akan menari keberadaan Nara, Dari kota ke desa ini tidak terlalu jauh Bukan masa ia dia tidak bisa menemukan Nara " Jawab Nara sambil menunduk Ia sebenarnya tidak ingin Mengingatnya lagi tapi Bagai mana bisa Nara melupakan ayah dari Anak nya.


Ibu mengelus pundak Nara " Yang Sabar ya nak, Jika dia jodoh mu pasti ia akan datang dan memperbaiki semuanya. Allah tidak tidur Allah pasti akan memberikan petunjuk untuk mu dan juga Suamimu "


Nara menganggukkan kepalanya " Iyah Bu "


" sudah-sudah jangan bersedih Walaupun pria itu tidak mencari mu tapi kamu masih punya kami, Bapak dan ibu Akan selalu ada untuk kamu Nak " Kata Pak Yusuf


Nara terharu seharusnya Ayahnya yang berkata seperti itu Dan seharusnya Ayah nya yang Ada di samping dirinya Saat ini " Sudah jangan nangis " ucap Ibu sambil memeluk Nara


" ini tangis ke bahagian Bu. selama ini Nara belum pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tua Nara tapi Kini Nara memiliki Ibu dan juga Bapak yang selalu menyayangi Nara. Terimakasih ya ibu, bapak, Nara janji Nara akan balas semua kebaikan ibu dan Bapak Nara tidak akan mengecewakan kalian hiks.. "


Ibu ikut menangis, Ibu tidak menyangka Jika Nara Tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua nya karena Nara tidak pernah cerita soal keluarga ataupun Orang-orang terdekatnya, Nara sangat tertutup Bahkan Nara Selalu ceria selama ini tidak Pernah menunjukan kesedihannya.


" sudah Sekarang ada kami, Jadi kamu jangan sedih lagi ya Nak, Anggap kami seperti Orang tua kamu sendiri jangan anggap kami orang lain " ucap Ibu yang masih memeluk Nara


" Terimakasih Ibu, bapak "


" Sama-sama Nak " jawab Bapak


~ DI KOTA


Adam sudah mengetahui soal Lahiran Nara dari anak buah nya, Namun Adam masih ingin merahasiakan semuanya Agar semaunya Baik-baik saja apa lagi Leon saat ini sedang berada di tempat rehab karena di ketahui Jika Leon pengguna obat-obatan terlarang. Nara pergi Entah kemana dan ibunya di temukan tewas di salah satu hotel Oleh Resepsionis hotel. Rasa terpukul menghantui Leon bahkan Leon Samapi mabuk-mabukan dan mengonsumsi obat terlarang agar ia bisa melupakan semuanya tapi apa daya itu semua hanya sementara.


Adam akan membawa Leon jika Leon Sudah bebas dari tempat Rehab. Leon di rehab selama Satu tahun dan saat ini Leon baru menjalani nya selama Lima bulan masih ada tujuh bulan lagi untuk Leon bisa bebas. Adam sengaja tidak mempercepat Rehabnya ia ingin Leon jera dengan apa yang sudah ia perbuat.


" Nara tadi saing melahirkan " Ucap Adam


" Benarkah, wah selamat ya kak sudah menjadi Uncle " jawab Afnan


Afnan memang sudah di beritahu soal Nara oleh Adam bahkan Afnan juga terlibat dalam Penculikan Nara.


Adam tersenyum simpul " Lalu Apa Kakak akan Membawa Nara dan juga Putranya Untuk bertemu dengan Leon? "


" Untuk saat ini tidak dulu, tapi mungkin Nanti Jika waktunya sudah tepat pasti kakak akan ceritakan kepada Nara "


" Nara pasti berharap Jika Leon mencari dirinya dan menemani di saat-saat ia hamil "


" Kamu benar tapi Mau bagai mana lagi, Anak bodoh itu tidak berfikir panjang ia malah Mengambil jalan pintas " hardik Adam mengusap wajah nya


" Mungkin saat itu Leon benar-benar sedang terpuruk makanya ia Masuk ke lebah hitam "


" Itu hanya sebuah alasan saja. Jika iman dia kuat ia tidak akan lari ke sana melainkan akan semakin mendekat diri kepada Allah dan meminta petunjuk kepadanya "


Afnan hanya menganggukkan kepalanya " Yasudah lah kak, semuanya sudah terjadi waktu tidak bisa di putar Mungkin ini juga hukum untuk Leon agar semakin mendekat diri lagi kepada Allah "


" sudahlah Lupakan anak Itu, sekarang kita siap-siap pulang keburu Para nyonya ngamuk karena Kita pulang Telat " ucap Adam yang langsung mengambil Jas miliknya


Adam dan Afnan turun ke lobby bersama Ketampanan mereka memang tidak ada yang bisa menandingkan Bahkan Para Karyawan merasa kagum melihat Kedua pria itu yang berjala bersamaan


" Kak. aku duluan ya " pamit Afnan


" Iyah Hati-hati " jawab Adam


Afnan tersenyum lalu ia masuk kedalam mobilnya " Raff "


" Iya ada apa? " tanya Raffi yang mengendarai Mobil


" Kamu masih ingat dengan Nara istrinya Leon? "


Raffi Mengerutkan keningnya " ada apa lagi dengan mereka, Bukannya Leon masih di Rehab? " tanya Raffi

__ADS_1


" Nara sudah melahirkan Dan anaknya laki-laki " ucap Afnan yang sudah menyandarkan Tubuhnya ke jok


" Waw!! berita yang Hot. Lalu apa Dengan selanjutnya? "


" kata Kak Adam sih, nunggu waktu yang tepat untuk mempertemukan mereka "


" Ide yang bagus, Soalnya kasian juga kalo di beritahu sekarang takutnya Nara malah Shock mendengar kabar Leon di Rehab "


" Cuman yang gue khawatirkan adalah Bagai mana Jika Nara tidak menerima Leon Kemabli apa lagi Leon Pernah Di rehab "


" Ya itu keputusan Mereka kita bisa apa Bro. kedepannya Kita hanya bisa melihat dengan Allah " jawab Raffi


" Tumben Lo bijak " Ucap Afnan meledek Raffi karena tidak biasanya Raffi berkarat seperti itu


" Yeh Lo Mah, gue bijak salah Gue gak nanggepin juga salah "


" Hahaha " Afnan malah ketawa melihat Ekspresi Raffi yang memanyunkan bibirnya " Kapan-kapan Lo Main lah ke rumah bawa anak dan istri Lo "


" Mereka baru pergi kemarin sore, Istri Gue lagi rindu sama keluarganya Makanya Dia pulang ke rumah Orang tuanya "


" Kenapa Lo gak ikut? "


" Pikir Lo Gue gak ada kerjaan apa Hah! Kalo gak ada Gue apa Lo akan sanggup mengurus kerjaan Lo sendiri, Gue mah mau-mau aja ikut sama bini Gue " Jawab Raffi


Raffi bukannya tidak bisa libur namun kerjaan saat ini sedang banyak-banyak apa lagi setelah Afnan memiliki Anak ia sering Bolos Raffi semakin keteteran.


" Sudah sampai, Silahkan Turun " Ucap Raffi kepada Afnan


" hahaha sensi sekali anda, Ya sudah kalo begitu met ketemu besok " ucap Afnan yang langsung keluar dari Mobil


" Assalamualaikum.. " Ucap Afnan masuk kedalam Rumah


" Wa'alaikumsalam... Aden sudah pulang "


" Iyah Bi. istri dan Anakku diman BI? "


" Ada di kamar si kembar Den " Jawab bibi


Sedari siang pas Ujan angin Anisa belum terlihat turun lagi dari mungkin mereka terlelap di atas makanya gak turun-turun.


" oh baiklah kalo begitu saya ke atas dulu ya Bi " ucap Afnan yang langsung ijin untuk ke atas


Afnan langsung Naik ke atas Mencari anak dan istrinya. Benar saja Anisa dan kedua anaknya sedang tertidur lelap dengan Anisa yang memeluk Daren sedangkan Pinggiran Naila di batasi dengan Bantal agar Naila tidak terjatuh.


Afnan masuk lalu menutup Pintu kamar dengan pelan " Ayah sudah pulang " Ucap Anisa yang tiba-tiba bangun lalu di susul dengan Daren dan Naila


" Wah Bunda sama Twins kompak banget bangunnya " Ucap Afnan yang mengecup Kening sang istri lalu ke kedua anaknya " Halo sayang. Kalian pasti ke ganggu ya Bobonya makanya ikutan bangun Hem "


Naila langsung merentangkan tangannya ke atas seolah ia minta di gendong oleh sang ayah " Putri Ayah ingin di gendong Hem " Afnan menggendong Naila Namun tidak berselang lama Daren juga meminta untuk di gendong


" Kalian Kompak sekali ya nak, Minta Gending Bandengan Kasian ayah nya berat " Ucap Anisa


" Gak apa-apa Sayang, kan Ayah Superhero tetangga nya Kuat " Jawab Afnan yang sudah menggendong kedua anak nya


" Benarkah? "


" Iya dong "


" Kalo begitu Bunda juga bisa dong minta di gendong oleh Ayah " Anisa sambil merentangkan kedua tangan nya


" Wah Kalo Bunda, Nanti aja gendong nya ya Nanti malam Ayah gendong Bundaa sepuasnya " Goda Afnan


" Itu nama nya bukan gendong tapi Malah anu-anu " Hardik Anisa yang tau jalan pikiran suaminya ini


" Hahahah.. Liat sayang bunda kalo dah marah makin cantik ya "


" Tau ah Bunda mau mandi dulu. Ayah jagain si kembar " ucap Anisa yang hendak ingin meninggalkan kamar Twins namun langsung di cekal oleh Afnan


" Nanti Bund mandinya bareng ya jangan mandi dulu " Ucap Afnan

__ADS_1


" Jangan aneh-aneh Ayah ada si kembar " tegur Anisa


" Pokonya tunggu "


__ADS_2