
Setelah makan siang Romantis Anisa dan Afnan pergi ke Pinggir pantai dan menikmati suasana Pantai di sore hari
Dengan beralaskan Tikar Anisa menyenderkan Kepalanya di pundak Sang Suami, Pemandangan yang cukup indah dengan di temani dua kelapa muda di depan mereka. Angin yang berhembus membuat Afnan dan Anisa masuk kedalam Lamunan mereka masing-masing
Afnan meraih tangan Anisa lalu ia memejamkan mata nya
'' Terimakasih untuk hari ini Istriku. Jujur saja semenjak denganmu Aku selalu mendapatkan hal yang istimewa dan kejutan demi kejutan yang telah kamu berikan padahal sebelumnya Aku tidak pernah menerima kejutan dari siapapun, Aku merasa jika diriku itu spesial dan... ''
'' Kamu tau semenjak dengan mu Aku berasa jika aku ini adalah manusia yang patut untuk di cintai padahal sebelumnya Aku ini hanya seorang Manusi dengan berhati robot, Robot yang tidak pernah mengenal kata lelah,Aku selalu menghabiskan waktuku di tempat kerja bahkan tidak jarang Aku tidak pulang ke rumah '' kata Afnan yang masih memejamkan mata nya
'' Namun kehadiran mu membuat si robot ini hari-harinya di penuhi dengan warna bahkan Aku baru menyadari bagai mana indahnya Cinta ketika denganmu ''
Anisa tersenyum, Mungkin Anisa juga tidak jauh beda dengan Afnan. Dulu di pernikahan pertamanya Anisa harus rela tetap bekerja demi dapur agar tetap ngebul, Mempunyai suami yang pemalas yang kerjaannya hanya tidur dan marah-marah membuat Anisa tidak mengenal lagi kata kasih sayang apa lagi belayan Tapi dengan ke sabaran dan hati yang ikhlas membuat hidup anisa berubah berkali-kali lipat dari sebelumnya
'' Jangan ngomong seperti Itu Ayah, Kita sama-sama baru merasakan bagai mana indah nya jatuh cinta dan di cintai. Tanpa aku harus bicara panjang lebar mungkin Ayah juga tau bagai mana kehidupanku dulu tapi setelah bertemu dengan Ayah hidupku merasa istimewa dan berharga '' Kata Anisa
Afnan tersenyum dan menatap Anisa yang masih memejamkan mata nya. Afnan sangat bersyukur karena memiliki seorang istri seperti Anisa tidak ada yang membuat dirinya menyesal telah menikahi Anisa, Afnan menerima semua kekurangan dan kelebihan Anisa dengan Tulus apa lagi Anisa telah berhasil mengambil hati dan pikiran seorang AFNAN.
Anisa yang merasa di tatap langsung menoleh ke arah sang suami
'' Kenapa Ayah melihatku seperti itu? '' Tanya Anisa
'' Andaikan pantai ini tidak ada siapa-siapa dan hanya Ada kita berdua mungkin Ayah akan memakan mu saat ini juga '' Jawab Afnan dengan tatapan yang sulit di artikan apa lagi Afnan paling tidak tahan jika melihat sang istri menggigit bibir bawah nya
Anisa menggigit bibir bawahnya karena Saat ini Anisa juga merasakan hal yang sama dengan sang suami
'' Astaghfirullah.. Istighfar Ayah, Kita tida boleh melakukan atau memikirkan hal yang seperti itu di tempat umum itu sangat vulgar sekali '' Keluh Anisa yang sadar dari lamunan nya dan langsung mengucapkan istighfar
Afnan terkekeh melihat sang istri yang merasa dirinya sudah berfikiran yang tidak-tidak
" kalo begitu ayo kita cari Hotel dan...." Afnan menghentikan ucapannya lalu mengedipkan sebelah matanya ke arah sang istri
Anisa yang tau akan kode itu hanya bisa tersenyum malu dan menganggukkan kepalanya pelan. Tanpa harus Afnan jelaskan Anisa sudah mengerti jalan pikiran suaminya itu mengarah kemana apa lagi sedari tadi wajah sang suami yang sudah ngeres dan Harus di saring
Tanpa menunggu lama Afnan membawa Anisa ke salah satu hotel bintang lima yang ada di Dekat pantai.
Mungkin Saat ini Sepasang suami istri itu sedang berolahraga sore namun beda hal nya dengan Resti yang harus mengurus bayi besar di rumah nya
" Ayo By, makan dulu lalu minum obat nya biar cepat sembuh " kata Resti yang sudah memegangi mangkuk sup
" Lidahku rasanya pahit sekali Sayang, jadi untuk makan rasanya tidak enak "
" Itu karena haby sedang sakit makanya lidah nya pahit, Atau mau aku buatkan yang manis-manis saja biar haby tidak merasakan pahit " kata Resti yang tidak tega melihat suaminya yang hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidur apa lagi Adam yang tidak bisa menelan makanan nya karena Lidahnya yang pahit
" Aku ingin tidur saja Sayang, Temani aku sini " kata Adam sambil menggeser tubuhnya agar sang istri Berbaring di dekat nya
Resti Membuang napas nya pelan " tapi haby harus makan dulu baru aku mau tidur di situ " kata Resti
Adam mengangguk pasrah ia juga tidak ingin merasakan sakit tapi mau bagai mana lagi jika Dokter telah berkata jika Adam sedang mengalami Gejala ibu hamil, mungkin karena Adam yang sangat mencintai Resti membuat Adam harus mengalami Gejala ibu hamil yang biasanya Ibu hamil yang akan merasakan gejala seperti ini.
Tadi ketika Adam bulak balik ke dalam kamar mandi Resti langsung menghubungi Dokter Keluarga Karena merasa khawatir dengan keadaan sang suami, setelah di periksa mereka barulah tau apa penyebab Adam bisa sakit dalam waktu semalam karena kemarin Sore masih baik-baik saja
Setelah makan dua sendok akhirnya Adam menyerah ia tidak ingin mengisi perutnya lagi Karena rasanya sangat tidak enak
" Baiklah, tidak apa-apa Walaupun baru dua sendok yang penting Haby ada masuk nasi " kata Resti yang menaruh mangkuk di Atas meja lalu memberikan Obat kepada sang suami
" Di minum dulu by " kata Resti
Adam langsung meminum obat yang di berikan oleh Resti
" Apa tidak ada obat sirup Sayang, Ini rasanya semakin tidak enak apa lagi bentuknya yang bulat besar seperti ini " keluh Adam
" Memang nya Haby bayi harus minum obat sirup " kata Resti Menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan perkataan suami yang meminta obat sirup
" Ya kali Aja Ada sayang, lagian Kan aku sakit karena Anak-anak kita "
" Jadi gak Ikhlas sakit karena Anak-anak? " Tanya Resti yang sudah masuk gigi satu
Adam yang mendengar perubahan suara Resti langsung menciut
" Tidak sayang, Aku sangat ikhlas ko Ikhlas sangat " jawab cepat Adam karena tidak ingin sang istri semakin marah
Resti yang sudah memberikan tatapan tajam kepada Adam langsung membaringkan tubuhnya di Samping Adam. Jujur saja jika hari ini Dirinya sangat lelah, lelah karena harus mengahadapi manusia yang tidak punya moral seperti Leon ingin rasanya Resti Memberikan Leon kepada hiu yang ada di laut sana Namun apa daya jika dirinya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang tidak bisa melakukan apa-apa
Adam memeluk sang istri dari belakang Ia mencium harumnya sampo yang di gunakan oleh sang istri Bakan Adam menghirup dalam-dalam
" Aku sangat suka wangi sampo mu sayang, membuat Aku ingin terus berada di sampingmu " kata Adam
Resti tersenyum " bukannya setiap Hari aku selalu ada di sampingmu Haby " kata Resti
" Entahlah, aku juga bingung kenapa berkata seperti itu padahal Setiap hari setiap malam setiap detik Kamu selalu ada di pikiran dan di dalam hatiku " jawab Adam.
" Mungkin jika kamu adalah makanan akan aku makan saat ini juga agar kamu menjadi Tubuhku dan aku akan merasakan jika kamu selalu ada di dalam hatiku "
" kalo ngomong ko ngawur gitu by, memang nya Haby ini Sumanto yang suka makan daging manusia " keluh Resti
" Entahlah " kata Adam dengan suara pelan nya mungkin karena efek dari obat membuat Adam menjadi ngantuk dan ngelantur kesana kemari
" Heum, pantes ngomongnya ngawur seperti itu ternyata tidur " ucap Resti yang ikut tidur di dalam pelukan sang suami
~ KEESOKAN HARINYA
Pagi ini terulang kembali Adam harus bukan balik ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan Isi peru nya, rasanya sungguh luar biasa Ia tidak membayangkan jika dirinya selama sembilan bulan harus mengalami muntah di pagi hari
" Haby, minum dulu Teh anget nya " kata Resti yang tidak tega melihat sang suami terduduk lemas di dekat pintu kamar mandi
Resti berjongkok lalu mengelus pundak Sang suami
" Maafkan Aku ya Haby, gara-gara Aku Haby harus merasakan Nya setiap pagi " lirih Resti
" Aku tidak apa-apa Sayang, Lebih baik aku yang mengalaminya dari pada kamu yang harus merasakan nya, Sudah cukup kamu Hamil anak kita Biar penderitaannya Biar aku yang merasakan, Allah cukup adil bukan untuk kita, Kamu yang hamil dan ku yang merasakan Muntah-muntah di pagi hari " kata Adam yang tidak ingin membuat istrinya ini Merasa bersalah
__ADS_1
Resti mengangkat kepalanya Lalu tersenyum kepada sang suami
" Terimakasih ya Haby, karena sudah berkorban untuk calon Anak kita "
Adam mengangguk " apapun sayang, apapun untukmu dan untuk calon anak-anak kita "
Resti membawa Adam ke atas tempat tidur, lalu membaringkannya
Tok..tok... Tok...
" Assalamualaikum... "
Resti langsung menoleh " sepertinya itu suara Mamah " kata Resti
" Kalo begitu buka lah " suruh Adam Resti mengangguk lalu membuka pintu
Ceklek...
" Mah " Benar saja itu adalah Bu Ani Dan juga Pak Yusuf
" Mamah datang karena mendengar suamimu sedang sakit, maknanya mamah menyempatkan untuk ke sini dulu sebelum pergi ke Singapura " kata Bu Ani
" Masuk Mah, Mas Adam ada di dalam " kata Resti yang menyuruh Bu Ani dan Pak Yusuf untuk masuk ke dalam kamar
Bu Ani dan Pak Yusuf berjalan ke arah Tempat tidur mereka melihat Adam yang sedang Menyenderkan Tubuhnya ke Kepala Tempat tidur
" Nak, Bagai mana keadaan mu? " Tanya Bu Ani
Adam tersenyum " Masih lemas mah " jawab nya
Bu Ani menghelaikan napas nya pelan " Kenapa bisa sakit seperti ini? Apa karena terlalu lelah bekerja? " Tanya Pak Yusuf
Pasalnya Pak Yusuf dan Bu Ani belum tau jika Adam sakit karena Kehamilan istrinya
Resti tersenyum lalu duduk di dekat sang suami
" Mas Adam sakit karena Ia telah menggantikan Aku mengidam Mah, pah " kata Resti
" Maksudnya mamah kurang paham? " Tanya Bu Ani
" Jadi yang bisanya ibu hamil yang akan mengalami muntah-muntah lemas dan tidak bergairah, Karena Rasa Sayang dan cinta nya Mas Adam terlalu besar kepada Resti akhirnya Mas Adam lah yang merasakan itu semua, makanya Resti tidak merasakan apa-apa dan tidak ada keluhan " kata Resti bangga karena memiliki suami yang begitu amat mencintainya
Bu Ani dan Pak Yusuf saling pandang Lalu mengulum senyumnya
" Alhamdulillah... Kalo Suamimu ini sangat mencintai mu Nak, Mamah dan papah sungguh ikut Bahagia " kata Bu Ani
Bagai mana tidak ikut bahagia, Siapa yang sangka jika Adam akan menyayangi Resti dengan secepat ini Padahal Di awal pernikahan tidak Ada Cinta di antara mereka.
" Papah Bangga kepada mu Nak, karena Mau menanggung penderitaan ibu hamil, Tidak mudah untuk ibu hamil melewati semester pertama kehamilannya " kata Bu Ani lagi
" Iyah Mah, aku jadi gak tega melihat suamiku Setiap pagi terduduk lemas di kamar mandi karena Harus menumpahkan isi yang ada di dalam perut nya " kata Resti
" Apa lagi semenjak Mas Adam Sakit ia jadi jarang masuk ke kantor karena tidak tahan Dengan Aroma tubuh Orang-orang " lanjut Resti
" Hah!!! Tiga bulan Mah? " Ucap Adam kaget
Bu Ani mengangguk " kadang ada yang lebih juga " lanjut nya
" Ya ampun, aku tidak tahan sayang aku ingin semua ini cepat-cepat berlalu " keluh Adam
" Sabar ya By " kata Resti yang tidak bisa melakukan apa-apa
~ DI RUMAH AFNAN
Anisa sudah siap untuk pergi ke rumah Resti dengan di Anatar oleh sang suami
Semalam setelah pulang berkencan Anisa dapat kabar dari Bu Ani jika Hari ini Bu Ani akan pergi ke rumah Resti karena Adam yang sedang sakit dan tidak bisa pergi ke kantor.
" Ayah ayo ko lama sih " keluh Anisa yang menunggu sang suami turun dari kamar nya
" Ya sebentar Bun!! " Teriak Adam dari atas
Anisa menggelengkan kepalanya entah apa yang sedang di lakukan oleh sang suami padahal tadi ketika Dirinya Turun Anisa sudah melihat Suaminya yang sudah berpenampilan Rapih tinggal pergi saja
Yang biasanya perempuan yang akan lama berdandan kini malah sebaliknya Malah sang suami lah yang lama sekali
Afnan turun dari tangga dengan berpakaian kantor karena setelah mengantarkan Anisa Afnan akan langsung pergi ke kantor
" Ayah ko lama sih, ngapain dulu? " Tanya Anisa
Afnan tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Ayah Ke belet pengen ke air Bun " jawab Afnan malu-malu
" Pantesan Lama "
" Ayo Ayah, keburu siang " ajak Anisa
" Iyah Bunda, ih Bunda semenjak hamil jadi cerewet dan gak sabaran " goda Afnan sambil tersenyum
Anisa memalingkan wajahnya lalu pergi meninggalkan sang suami yang sedang menggoda nya
Anisa sedikit kesal karena Selama Sang suami tidak membiarkan Dirinya tidur nyenyak, yang awal nya sudah seneng tidur di hotel bintang lima namun siapa sangka jika Afnan malah mengajak untuk pulang dan Melanjutkan Olah raga panas nya di rumah
" Wanita hamil memang sudah untuk di pahami " kata Afnan yang langsung menyusul Anisa yang sudah berada di depan
Afnan langsung membukakan Pintu mobil untuk Anisa lalu setelah Anisa masuk Afnan pun ikut masuk
Anisa duduk di sebelah sang suami Sedangkan di depan Ada Supir yang akan mengantarkan mereka
" Ayah, Kita beli apa ya buat buah tangan? " Kata Anisa
__ADS_1
" Entah lah Bun, Ayah kan kurang tau soal yang beginian " jawab Afnan
Anisa sedikit berfikir dengan tatapan ke arah kaca Luar
" Pak Berhenti di depan pak " kata Anisa ketika melihat ada Toko Kue yang Sudah buka
" Loh ko berhenti Bunda? " Tanya Afnan yang sedang memeriksa kerjaan nya
" Itu Ada toko kue yang sudah buka. Bunda mau beli kue saja buat buah tangan Kan gak enak menjenguk orang yang sedang sakit tidak bawa Apa-apa " kata Anisa
" Oh baik lah, kalo begitu aku temani " ucap Afnan
" Tidak perlu lagian hanya sebentar " Anisa langsung membuka pintu mobil lalu langsung pergi ke toko kue
Afnan yang melihat istrinya main pergi saja hanya bisa menggelengkan kepalanya
" Dasar ibu hamil " kata Afnan
" Sabar pak, Dulu juga istri saya begitu " jawab Supir
" Aku tidak banyak kamu " kata Afnan ketus
Sedangkan di Toko kue, Anisa membeli Puding Dan juga Bermacam cake untuk di bawa ke rumah Resti tidak lupa membeli Rujak Tumbuk Dua porsi, Anisa tidak menyangka jika di Toko kue ini menyediakan macam-macam rujak Dan Pilihan Anisa kepada Rujak tumbuk
Setelah usai membeli Anisa kembali kedalam mobil dengan membawa beberapa Box dan satu kantung keresek yang berdiri rujak tumbuk
" Maaf lama Ayah, tadi di dalam penuh sekali " keluh Anisa
" Suruh siapa pergi sendiri " keluh Afnan
Anisa mengangkat sebelah alis nya " apa Ayah marah gara-gara aku pergi sendiri? " Tanya Anisa yang sadar akan perubahan sikap Sang suami
" Biasa saja " kata nya yang langsung membuka berkas-berkas yang harus ia pelajari
Afnan bukan marah hanya saja Afnan tidak suka di abaikan, belum usai dirinya ngomong Anisa malah sudah pergi begitu saja Tanpa mendengar perkataan Dirinya
" Maafkan Bunda Ayah, Bunda hanya tidak ingin membuat ayah Repot Apa lagi ayah kan sedang sibuk membaca Berkas " kata Anisa sambil menunjukan senyuman termanis nya
" Jalan Pak " kata Afnan dingin
Anisa yang tidak di respon oleh sang suami hanya diam lalu mengambil tangan Afnan dan menuliskan beberapa huruf di Telapak tangan Afnan dengan jari nya
Afnan mengulum senyuman nya Lalu menoleh kepada sang istri
" I love you to istriku " kata Afnan
Di perjalanan Tidak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulut seorang suami istri ini mereka terus berpegangan tangan dengan Kepala Anisa yang menyender ke bahu sang suami mereka merasa dunia milik berdua
Sedangkan supir sedari tadi hanya bisa menahan hawa panas karena melihat keromantisan Tuan dan nyonya nya itu
" Jadi ingin segera mengambil cuti dan Menggempur Istriku " batin Sang supir dalam hatinya
Setelah perjalanan yang membuat hati Pak supir panas akhirnya mereka sampai juga di kediaman Adam
" Sayang maaf aku tidak bisa mengantarkan mu masuk ke dalam karena ada rapat sebenar lagi " kata Afnan
" Iyah tidak apa- apa Ayah, Bunda bisa sendiri ko " jawab Anisa
" Kalo begitu ayah pergi dulu titip salam saja kepada orang-orang yang ada di dalam rumah dan cepat lekas sembuh " kata Afnan
" Amin, Iyah ayah nanti Bunda sampaikan, kalo begitu Ayah hati-hati ya perginya " Anisa mengambil tangan Afnan lalu mencium punggung tangan Afnan
" Assalamualaikum... " Kata Afnan
" Wa'alaikumsalam... " Jawab Anisa
Anisa turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah setelah melihat mobil sang suami yang sudah keluar dari gerbang rumah Adam
" Pak " panggil Anisa kepada Sekuriti
Sekuriti itu langsung berlari ke arah Anisa
" Iyah Non "
" Pak Maaf apa boleh aku meminta Tolong " tanya Anisa
" Boleh Non, Memang nya Non mau Meminta gantian apa? "
" Tolong bawakan ini ke dalam ya pak " kata Anisa ramah
" Oh siap Non, tenang saja Saya akan bawakan Barang bawaan Milik non " dengan sigap Pak sekuriti itu langsung membawa Barang bawaan Anisa kedalam rumah
" Terimakasih pak "
Bukan Anisa tidak bisa membawa nya namun Anisa merasa keram di bagian perut makanya ia meminta Pak sekuriti untuk membawakan Paper bag yang di bawa nya tadi
" Assalamualaikum... " Kata Anisa sambil masuk kedalam rumah
" Wa'alaikumsalam... Kakak sudah Samapi? " Tanya Resti
Anisa tersenyum " Iyah tadi bareng sama Mas Afnan " jawab Anisa
" Ayo duduk kak, Aku buatkan minum dulu "
" Tidak perlu nanti saja " kata Anisa
" Baik lah, Lagian kakak kan bukan tamu di sini jadi Kakak bisa mengambil minum sesuka hati kakak hehehe... "
Anisa duduk di sopa Lalu menaruh tas Nya di atas sopa " bagai mana keadaan suamimu? " Tanya Anisa
" Ya masih begitulah kak " jawab Nya
__ADS_1
" Mudah-mudahan cepat sembuh ya "
" Amin " jawab Resti