
Pagi ini matahari begitu terik, Sinarnya masuk melalui celah-celah jendela, Seakan mengajak untuk segera beranjak, Agar diri segera bergerak Sinar mentarinya menyilaukan mata Menjadi pemantik rasa semangat pagiku
" Selamat pagi suamiku " sapa Anisa dengan senyuman manis nya
Afnan yang baru bangun tidur langsung mengembangkan senyuman nya " selamat pagi juga istriku yang cantik " jawab Afnan dengan suara serak nya
" Ayo bangun, Hari sudah mulai siang bukan nya Hari ini Ayah ada pertemuan dengan Klien " ucap Anisa mengingatkan sang suami
Tadi setelah sholat subuh sebelum Afnan tidur kembali Afnan meminta Anisa untuk membangunkan jam Enam pagi karena Akan ada Pertemuan dengan klien
" Iyah istriku. Tapi aku ingin di mandiin " tawar Afnan
Anisa menggelengkan kepalanya " Ayah sudah besar masa ia Bunda yang mandiin sih "
" Yasudah kalo begitu Ayah tidur lagi aja " Afnan menarik selimut nya kembali lalu berpura-pura memejamkan mata nya
" Ayah "
" Yaudah Ayo Bunda mandiin tapi janji ya hanya mandiin aja tidak lebih soalnya Bunda Juga ada jadwal senam hamil hari ini " kata Anisa memberikan peringatan kepada sang suami
Semalam sebelum tidur Anisa memberitahu Afnan jika dirinya akan melakukan senam hamil mulai hari ini. Tadi subuh setelah sholat subuh Anisa langsung menghubungi Guru Senam nya agar datang pagi ini ke rumah Anisa.
" Siap bunda yang cantik " kata Afnan tersenyum lalu turun dari tempat tidur
Setelah drama mandi Akhirnya Afnan dan Anisa keluar dari kamar mandi. Janjinya hanya mandi tapi ya gitulah Afnan jika sudah melihat istrinya pasti Main di gempur aja
" Ayah bohong kata nya cuman mandiin aja, ini mah bukan mandiin tapi malah Mandi keringat " gerutu Anisa
" Tapi bunda juga suka kan " goda Sang suami sambil mencubit hidung mancung milik Anisa
" Tau ah, ini mah ada bahan lemas duluan sebelum senam di mulai " Keluh Anisa yang sambil menggunakan pakaian nya
" Kalo gitu jangan senam aja hari ini, besok baru senam lagi " usul Afnan
" Mana bisa begitu orang aku janjian jam delapan Pagi ini "
" Kalo tidak Bunda ajak ngemil-ngemil aja di bawah sambil ngobrol "
Afnan sudah menggunakan pakaian rapih nya lalu memasukan laptop dan juga handphone ke dalam tas kerja
" Bagai mana nanti saja, Ayo kita sarapan dulu Ayah pasti lelah kan " ajak Anisa
" Siap istriku "
Di meja makan Anisa menyiapkan makanan buat Sang suami lalu mengiri piring miliknya
Sarapan berlangsung begitu cepat karena Afnan yang buru-buru
" Ayah pergi dulu ya Bunda, bunda baik-baik di rumah " kata Afnan. Afnan langsung berjongkok lalu mengelus perut sang istri
" Anak-anak ayah baik-baik ya di dalam Jagan buat Bunda kesakitan oke. Cup " Afnan mencium perut Anisa lalu mencium kening Anisa
Anisa mencium punggung tangan Sang suami
" Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikumsalam.. ayah hati-hati ya di jalan kalo sudah sampai kabarin bunda " kata Anisa
" Iyah sayang " balas Afnan yang masuk kedalam mobil
Di dalam mobil Sudah ada Raffi yang duduk di samping supir
__ADS_1
" Raf. Maaf kemarin gue gak jadi datang ke acara Lo. Kemarin kita sudah siap untuk pergi tapi tiba-tiba perut istri gue geram jadi gue gak tega jika harus meninggalkan istri gue " kata Afnan yang merasa tidak enak kepada Raffi
Kemarin malam Anisa dan Afnan sudah siap untuk pergi ke acara Raffi tapi apa daya tiba-tiba saja Perut Anisa keram bahkan saking sakit nya Anisa sampai menangis, tidak mungkinkan Afnan dan Anisa pergi dengan keadaan yang seperti itu.
" Iyah santai aja bro. Yang pentingkan hadiah Lo tetap Samapi ke gue hahaha.." jawab Raffi
" Dasar mata duitan lo " kata Afnan tidak habis pikir kepada sahabat nya itu
" Kan lumayan Buat masa depan anak Gue. Ya gak pak " kata Raffi kepada Pak supir
" Iyah den " jawab Nya
" Mudah-mudahan saja anak Lo gak kaya bapak nya Matre " ledek Afnan
Bagai mana Raffi tidak bahagia Afnan mengirimkan Hadiah yang cukup fantastis sebesar 100juta untuk anak ke dua nya itu.
" Rejeki tidak boleh di tolak nanti pamali " kata Raffi
" Terserah Lo aja. Tadinya gue merasa bersalah karena gue dan bini gue gak bisa datang tapi ternyata ke hadiran gue tidak di inginkan oleh Lo yang Lo inginkan hanya hadiah " sindir Afnan
" Hidup itu realistis aja Bro hahaha.. lagian Kalo soal ketemu Kita akan sering ketemu di kantor " lanjut Raffi tertawa
" Bapak gila Lo " kesal Afnan
Sedangkan di rumah Anisa duduk di taman dengan Guru Senam hamilnya
" Silahkan di minum mbak " kata Anisa ramah
" Terimakasih Non " jawabnya
" Kita ngobrol-ngobrol dulu Ya mbak lagian mbak juga baru sampai nanti lelah " kata Anisa
" Saya mah sudah biasa Non baru datang langsung di ajak Senam " kata Nya
" Non mah bisa aja " kata nya sambil tersenyum
" Assalamualaikum..."
Anisa menoleh ke arah suara " mbak maaf sepertinya ada tamu, saya ke depan dulu ya " kata Anisa
" Iyah silahkan non " jawab nya
Anisa langsung berjalan ke arah Pintu depan
" Wa'alaikumsalam.. " jawab Anisa
" Neng Nisa!!! " Teriak Ceu idah yang baru saja datang dari Bandung
" Ceceu sudah datang " kata Anisa yang langsung memeluk Ceu idah
" Ceceu meni kangen ka si neng. Kemarin ceceu kaget karena ada Bapak-bapak ngetuk rumah ceceu, ceceu pikir Tukang sayur yang suka ngirim barang KA rumah eh taunya Suruhan Neng buat jemput ceceu " kata Ceu Idah heboh
Anisa tersenyum melihat ke hebohkan Ceu idah " Ceceu pasti capek ayo duduk dulu " ajak Anisa
" Iyan neng " jawab Ceu idah sambil melihat ke setiap sudut rumah Anisa
" Neng rumah nya meni besar kiye siga istana " kata Ceu idah
" Hahaha ceceu bisa aja " jawab Anisa
" Beneran Neng, ceceu te bohong meni gede sigana Mun ceceu tinggal di sini bakalan KA langsu da " ucap Ceu idah yang masih mengagumi Rumah Anisa
__ADS_1
" Ceceu mah meni sok kitu. Ini kan Milik mas Afnan Ceu bukan milik Anisa "
" Tapi tetap Weh atuh neng, Kan milik suami milik istri juga "
" Aduh Ceu, Anisa hampir lupa. Anisa lagi Mau senam hamil Kasian si mbak nya nunggu dari tadi "
" Eh naha atuh Ari si Eneng " kata Ceu idah
" Bentar Ceu "
Anisa memanggil bibi di dapur " ceceu Ini bibi. Bibi ini Ceu idah Saudara Anisa dari kampung "
" Bi, tolong anterin Ceu idah ke kamar nya ya buat istirahat atau bibi temani dulu Ceu idah untuk keliling rumah, Aku soalnya mau senam hamil Dulu " kata Anisa
" Beres Non " kata bibi
" Ceceu maaf ya Nisa tinggal dulu "
" Iyan Neng santai saja, sudah sana senam dulu kebiri siang " kata Ceu idah
" Iyah Ceu. Bi tolong ya " Anisa langsung pergi meninggalkan Ceu idah bersama Bibi
" Mari saya antarkan ke kamar " kata bibi sopan
" Iyah Bi " jawab Ceu idah
Ceu idah masih terkesima melihat ke indahan rumah Anisa
" Bibi sudah lama kerja di sini? " Tanya Ceu idah
" Sudah Bu dari sebelum Non Anisa menikah dengan majikan saya " kata Bibi
" Ooh... "
" Ini kamar nya, silahkan masuk " kata Bibi membuka pintu kamar Tamu
" Hatur Nuhun nya Bi " kata Ceu idah
" Eh gening sami TI Sunda " kata bibi
" Emang bibi ti manten? " Tanya Ceu idah yang masih berdiri di depan pintu
" Bibi mah Kawit ti garut mung tos lami dambel di kota " kata Bibi
Ceu idah manggut-manggut mengerti " sok atuh istirahat Hela pasti Capek ti Bandung Ka kota "
" Muhun Bi "
Ceu idah masuk kedalam kamar kedua bola mata nya langsung melotot ketika melihat kamar yang akan di tinggalin ya
" Bi iye beneran kamar? " Tanya Ceu idah kebetulan bibi masih ada di sana
" Muhun Bu " jawab nya
" Alah-alah iye mah bisa main sepak bola atuh Bi meni ageng pisan kamar na " Ceu idah masuk kedalam kamar ia benar-benar tidak menyangka jika akan mendapatkan kamar seluas ini
" Ini mah sama aja dengan rumah saya bi Bakan bumi saya wae ge te saageng kiye "
Bibi tersenyum, bibi bisa memaklumi dengan keterkejutan Ceu idah
" Kalo gitu bibi pamit dulu atuh ya Bade ngalanjutken dambelan anu te Acan rengse " pamit Bibi
__ADS_1
Ceu idah mengangguk mengerti lalu ia pergi ke kasur yang di balut seprai berwana putih
" Meni enakan kiye ey kasur na iye mah bisa-bisa tibra Mun bobo Dina kasur nyaman siga Kiya