Cinta Anisa

Cinta Anisa
PERJODOHAN


__ADS_3

Setelah makan malam usai, Mereka langsung berkumpul di ruang tamu untuk membicarakan hal yang serius


" Ada apa mah, kenapa mamah menyuruh kami berkumpul? " Tanya Bu Ani kepada Oma Lidia


" Begini, sebenarnya Mamah ke sini karena ingin menyampaikan amanat Dari Ibu mu dulu "


Obrolan semakin serius apa lagi menyangkut mendiang Ibunya ibu Ani


" Ada apa dengan mendiang Ibu ku, mah? " Tanya Bu Ani penasaran


" Begini, dulu ibu mu dan mamah pernah berjanji akan menjodohkan cucu-cucu kita untuk mempererat hubungan di antara kita "


" Maksud Oma apa? " Tanya Adam yang tidak mengerti


Oma Linda menatap cucu nya dengan lekat " kamu dan Resti Sudah kami jodohkan dari usia Resti lima tahun. Apa kamu lupa jika dulu kamu pernah Memasangkan cincin di jari manis Resti? " Tanya Oma Linda kepada cucu nya Adam


Adam menggelengkan kepalanya " tidak.. tidak mungkin Oma " Adam tidak percaya dengan ucapan Oma nya itu


Tidak jauh dari Adam, Resti juga menolak untuk di jodohkan dengan Adam karena menurut


" Mah, Resti tidak mau mah, kenapa mamah dan papah tidak ngomong dari awal " rengek Resti


" Mamah juga tidak tau soal ini Nak, mamah baru mengetahui nya" kata Bu Ani jujur


Afnan dan Anisa hanya bisa saling pandang ia tidak ingin ikut campur dan ikut komentar jika soal amanat.


" Maafkan Oma, Adam, Resti tapi ini lah kenyataan nya. Maaf jika Oma baru menyampaikan ini semua sekarang Karena Oma mencari waktu yang tepat, apa lagi Beberapa tahun ini Oma menjalani pengobatan di luar negri " ucap Oma Linda


" Adam, kamu tidak mau kan melihat Omah meninggal dan mati penasaran karena belum bisa menuntaskan keinginan mendiang sahabat Oma " kata Oma Lidia sambil memegang dada nya karena selama ini Oma Lidia terkena gagal jantung


Adam yang merasa khawatir kepada Oma nya langsung mengiyakan keinginan sang Oma " baik Oma jika ini keinginan Oma aku akan turuti " ucap Adam


Seketika wajah bahagia terpancar dari wajah Oma Widia " beneran, kamu tidak bohongin Oma kan? " Tanya Oma Lidia


" Iyah Oma demi Oma " jawab Adam

__ADS_1


Adam tidak mempunyai pilihan lain sekali menerima tawaran Oma Lidia. Walaupun Adam selalu membantah keinginan Oma nya selama ini namun Adam tetap menyayangi Oma nya karena selama ini Oma nya lah yang sudah membesarkan dirinya


" Oke kalo begitu, kita akan mengadakan pesta pernikahan untuk Adam dan Resti Dua Minggu lagi, sebelum Oma balik ke luar negri " kata Oma


Tidak ada yang bisa menolak keinginan Oma terutama Bu Ani dan Pak Yusuf. Mereka hanya bisa mengangguk patuh dengan keputusan Oma Lidia


Setelah menentukan tanggal Oma Lidia dan Adam Langsung pulang dengan membawa sisa pepes yang di buat Anisa tadi


Resti menangis sesegukkan di pelukan Bu Ani karena ia tidak ingin di jodohkan dengan Adam. Siapa yang tidak shock jika dirinya ternyata sudah di jodohkan bahkan sudah tunangan sedari kecil


" Mah hiks.."


" Mamah tidak bisa apa-apa nak, ini adalah


wasiat dari Oma mu, dan wasiat itu harus di laksanakan " ucap Bu Ani


" Yang sabar ya nak, mudah-mudahan dia jodoh yang baik untukmu " kata Bu Ani


~ Di kamar Afnan dan Anisa


" Mas bagai mana dengan Resti? Aku merasa kasian melihat Resti yang harus menikah dengan pria yang tidak di cintai nya " ucap Anisa di pelukan sang suami


Anisa membuang napas nya " iya ya Mas, mudah-mudahan Resti bisa menerima Calon suaminya dengan lapang dada ya mas " kata Anisa


" Iyah sayang, kita doakan saja mudah-mudahan pria itu jodoh yang terbaik yang di kirim oleh Allah untuk Resti "


" Amin "


" Yasudah ayo, kita tidur ini sudah malam gak bisa ibu hamil masih belum tidur jam segini " kata Afnan


" Iyah mas " jawab Anisa mempererat pelukannya


Anisa melihat sang suami yang sudah tertidur lelap namun dirinya masih belum bisa tidur. Entah kenapa Anisa ingin bermain dengan Adik kecil Afnan membuat Afnan terbangun dan tersenyum ketika Anisa terus saja mengelus adik nya


" Kenapa dia jadi besar, padahal kan Aku hany mengelus nya " gumam Nisa namun masih bisa di dengar oleh Afnan

__ADS_1


" Eh ko dia gerak-gerak sendiri " Anisa kaget ketika adik kecil milik Afnan malah gerak-gerak


" Aduh bagai mana ini, bagai mana jika Mas Afnan bangun " Anisa mulai panik karena Adik nya Afnan malah gerak-gerak


" Dia ingin di masukin Sayang biar tidak gerak-gerak " bisik Afnan di telinga Anisa


" Mas!! " Kaget Anisa


Afnan hanya terkekeh melihat sang istri yang terkejut


" Masukin sayang " pinta Afnan


" Gak mau " kata Anisa yang langsung memejamkan mata nya


Namun Afnan tidak ingin menyerah begitu saja, Afnan langsung merengkuh tubuh Anisa dan melanjutkan aksinya


# Skip


Di kamar Resti ia masih saja menangis ia tidak ingin di jodohkan dengan Adam pria yang tidak ia kenal, walaupun di tempat kerja sempat bertemu beberapa kali tapi Resti tidak tau Adam itu seperti apa


" Bagai mana ini, apa yang harus aku lakukan hiks.. " Resti menangis sesegukkan ia tidak tau harus bagai mana sekarang, menolak atau lanjut


~ DI RUMAH ALI


setelah mengantarkan Oma Linda ke rumah Adam Langsung pergi ke Apartemen Ali. Ini suatu kebiasaan Adam jika dirinya sedang tidak ingin sendiri pasti akan mengunjungi Apartemen Ali untuk walaupun hanya sekedar Ngobrol dan melepas penat


" Jadi Bos Di jodohkan dengan Nona Resti? " tanya Ali Tidak percaya


" harus berapa kali aku bilang padamu " kesal Adam karena Ali terus saja menanyakan hal yang sama


Ali mengucap wajah nya pelan lalu menyenderkan Tubuhnya di sopa. Tidak menyangka Jika Cinta pertamanya akan di ambil Oleh Bos nya sendiri mau merebutnya pun tidak mungkin siapa dirinya, hanya Bawahan sedangkan saingan nya Adalah atasan nya sendiri. Mending Mundur alon-alon dari pada harus kehilangan Pekerjaan nanti Dirinya mau makan apa, Kalo Cinta tinggal di cari lagi Masih banyak wanita di luar sana yang lebih cantik dan lebih baik, pikir Ali


" kenapa kamu malah bengong bukannya Ngasih solusi " keluh Adam


" Mending Bos Terima saja Nona resti, lagian Nona Resti cantik pintar lagi " kata Ali " siapa tau saja kan Jiak Nona Resti benar-benar Jodoh Bos yang di kirim oleh Allah untuk menemani Bos sampai tua nanti " Lanjut Ali

__ADS_1


Adam melihat kerah Ali " lalu bagai mana dengan mu, bukan nya kau Menyukainya? " tanya Adam


wajah Ali langsung memerah ia tidak menyangka jika Bosnya tau apa yang sedang Ia rasakan kepada Resti


__ADS_2