Cinta Anisa

Cinta Anisa
PERNIKAHAN YANG TIDAK DI INGINKAN


__ADS_3

Pagi yang indah dan cuaca yang sedikit gerimis membuat pasangan sejoli itu masih berada di bawah selimut tebal. Nara mencoba membuka kedua mata pertama kali yang Nara lihat Adalah sosok pria yang telah menghancurkan hatinya untuk yang ke dua kali


Hati Nara sangat sakit ia ingin menangis menjerit tapi apa daya jika badannya masih terasa lemas Alhasil Nara hanya bisa menangis dalam diam


Leon yang merasa terusik dengan pergerakan Nara ia langsung bangun alangkah terkejutnya ketika ia melihat Nara yang sedang menangis


'' Nara '' Panggil Leon yang langsung duduk


'' Kenapa Bapak melakukan ini lagi kepadaku, Apa Salahku Pak? Apa bapak belum puas menghancurkan hidupku? Hiks.. '' Nara menjambak rambutnya ia benar-benar merasa hina dan juga kotor


'' Maafkan Aku Nara Aku benar-benar minta maaf kepadamu '' Lirih Leon. Leon merasa sakit ketika melihat Nara yang sedang menangis sesenggukan


'' Apa dengan Aku memaafkan Bapak, Bapak akan melepaskan ku dan membiarkan ku untuk pergi dari sini? '' Nara menatap Leon dengan tatapan sendu ia benar-benar merasa sakit sesakit sakitnya


Leon menggelengkan kepala nya '' Tidak, Tidak Nara Aku tidak akan membiarkanmu pergi dalam Hidupku ''


Nara langsung membuang wajah nya ke arah lain ternyata percuma dirinya ngomong kepada Leon


Leon meraih tangan Nara yang sedang memegangi selimut yang menutupi tubuhnya '' Nara beri aku kesempatan dan biarkan aku memperbaiki semuanya Aku janji Aku akan berubah demi kamu '' Kata Leon '' Apa kamu tidak takut jika suatu Saat kamu hamil, Dan apa kamu bisa menerima cacian dan hinaan dari orang sekitarmu karena kamu telah hamil di luar Nikah dan apa kamu akan tega membiarkan Anak kita lahir tanpa seorang Ayah? Pikirkan Baik-baik Nara walaupun kamu tidak mencintai ku setidaknya kamu pikirkan Nasib calon Anak kita '' Leon sengaja membawa-bawa kata Anak agar Hati Nara luluh


Brak...


FLASH BACK ON


Adam baru saja menyelesaikan sahur dengan Sang Istri ia langsung masuk ke ruang kerja karena ada kerjaan yang harus ia selesaikan Namun Adam memijat kening nya ketika melihat pesan masuk kedalam Handphone miliknya


'' Astaga Apa lagi ini, dia benar-benar menguji kesabaran ku '' Gumam Adam. Ia tidak habis pikir kepada saudara nya itu bagai mana bisa dia melakukan hal yang akan di benci oleh seorang wanita


Masalah satu belum beres dan kini tambah masalah lagi entah apa yang sedang di pikirkan oleh saudara nya itu namun Adam juga tidak bisa berbuat apa-apa ia juga harus mendukung keputusan saudara nya itu apa lagi menyangkut wanita, wanita yang telah di ambil kesuciannya oleh Leon.


Ceklek..


'' Haby Ada apa kenapa ko keliatan kesal gitu? '' Tanya Resti yang melihat suaminya seperti sedang kesal


'' Tidak ada apa-apa Sayang, Aku hanya sedang pusing saja '' Jawab Adam

__ADS_1


'' Sayang, Besok kita akan pergi ke villa '' kata Adam


Resti mengerutkan kening nya tumben sekali suaminya mengajak dirinya ke vila apa lagi ini dadakan


'' Ada apa ko tumben sih kita pergi ke vila, dadakan lagi ''


'' Tidak ada apa-apa sayang, sekalian kamu ajak Afnan dan juga Anisa ''


Resti tidak tau apa rencana suaminya namin ia juga tidak bisa menolak '' Baiklah aku akan kabari kak Afnan sekarang '' kata Resti dan di balas anggukan oleh Adam


Setelah kepergian Resti, Adam menghubungi Ali '' Pokonya kamu atur saja karena saya tidak punya banyak waktu ''


....


'' Iya '' jawan Adam yang langsung menutup Telponnya


Jam sudah menunjukan jam 8 pagi Adam dan juga REsti sudah siap untuk pergi ke Vila termasuk Afnan dan juga Anisa mereka menggunakan dua mobil


Awalnya Afnan heran kenapa mereka di ajak ke vila secara mendadak namun Adam tetap tidak menjelaskan apa-apa kepada dirinya


'' Ayo masuk '' Ajak Adam


Mereka semua mengangguk di sana bukan hanya Ada keluarga Afnan di sana juga Ada Pak rt dan juga penghulu yang sudah di siapkan oleh Ali untuk menggerebek Leon dan juga Nara


FLASH BACK OFF


Brak...


Sontak saja dua sejoli yang sedang adu argumen itu langsung terkejut karena Ada orang yang mendobrak pintu kamar


'' Sedang apa kalian?! '' Kata Adam dengan suara lantang nya


Nara langsung menarik selimut agar bisa menutupi tubuhnya karena Nara tidak menggunakan sehelai benang pun


'' Nara '' Ucap Resti dan juga Anisa barengan mereka tidak menyangka jika ke datangannya ke Vila itu untu menggerebek pasangan sejoli

__ADS_1


Nara yang melihat Anisa dan juga juga Resti mencoba untuk menggelengkan kepalanya pelan Namun...


Plak...


Resti menampar Leon dengan keras '' Dasar pria bajingan bisa-bisa nya kau meniduri wanita polos seperti Nara Hah!! '' Bentak Resti yang tidak terima jika Nara menjadi korban Leon


'' Apa kurang cukup kau mendapatkan karma Dari Allah '' Tatapan Resti benar-benar tatapan membunuh


'' Sayang '' Adam mencoba menenangkan sang istri. Adam tida menyangka jika istrinya itu akan menampar leon dengan keras namun Adam membiarkannya anggap saja ini sebagai hukuman untuk Leon


'' Apa! Apa Haby mau membela pria bajingan ini ''


'' Sayang tenang dulu, kita selesaikan semuanya baik-baik ''


'' Sudah Kak tidak apa-apa Aku memang bajingan yang pantas mendapatkan tamparan dari kakak iparku bahkan tamparan ini saja tidak cukup untuk menebus semua dosa-dosa ku kepada Nara '' Lirih Leon


Pak rt dan pak penghulu langsung saling tatap '' Maaf Tuan-tuan sepertinya mereka harus segera di nikahkan karena saya tidak ingin Ada warga yang berbuat mesum di kampung kami '' Kata Pak Rt


Akhirnya Pak rt dan yang lain langsung menyiapkan pernikahan dadakan untuk Leon dan juga Nara.


Setelah kepergian para pria Anisa langsung berjalan ke arah Nara dan memeluk Nara, Anisa tidak tau harus melakukan apa tapi keputusan Pak rt Ada benar nya juga


'' Nara '' Anisa mengelus rambut Nara dengan lembut


'' Kak, Aku tidak ingin menikah dengannya kak Hiks.. ''


Anisa membuang napasnya pelan ia mencoba untuk menenangkan hati Nara '' Kamu tetap harus menikah dengan Leon Nara. Kakak tau bukan ini yang kamu mau tapi Apa boleh buat kamu harus menerima leon Apa lagi Leon telah meniduri mu ''


'' Tapi kak '' Nara menatap Anisa dengan sendu


'' Percaya kepada Kakak bahwa ini adalah keputusan yang baik untuk kamu '' Bukan Anisa tidak bisa merasakan apa yang sedang Nara rasakan tapi Anisa memikirkan masa depan Nara nantinya bagai mana jika Nara hamil dan tidak ada pria yang mau dengan dirinya. Sebejad-bejadnya Pria pasti ia akan mencari wanita yang masih suci dan juga bersih.


Resti ikut memeluk Nara ia tidak menyangka jika Nara yang polos harus terhasut dengan Rayuan Leon


'' Nara Jangan sedih di sini Ada kami jadi jika nanti setelah kau menikah Leon berbuat macam-macam kamu bilang kepada kami agar kami yang menghajarnya, Kami akan selalu ada untuk kamu Nara '' Kata Resti yang merasa iba kepada Nara.

__ADS_1


__ADS_2