Cinta Anisa

Cinta Anisa
KARMA


__ADS_3

Adam baru saja sampai di rumah Ia melihat sang istri yang sedang Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur


Adam duduk di ujung tempat tidur " Sayang. Apa kamu baik-baik saja? " Tanya Adam membenarkan Anak rambut yang menghalangi wajah Resti


Resti yang merasa terusik langsung membuka kedua bola mata nya


" Haby sudah pulang? " Lirih Resti dengan suara serak


" Heum. Kita ke Dokter ya " ajak Adam


Selama mereka menikah baru kali ini Adam melihat istrinya yang meringkuk seperti ini


" Aku baik-baik aja Haby hanya butuh istirahat mungkin karena kemarin terlalu lelah " ucap Resti agar Adam tidak khawatir


" Tapi aku tidak tega melihat mu seperti ini sayang bagai mana jika kamu kenapa-kenapa "


Resti tersenyum ia memaklumi kekhawatiran Suaminya itu


" Aku yakin Haby, aku baik-baik saja nanti juga kalo haby peluk aku pasti aku sehat kembali "


" Kamu pinter sekali ngeles sayang " kata Adam yang mencium kening istrinya


Resti tersenyum lemas " aku ganti Baju dulu setelah itu kita istirahat ya " kata Adam yang langsung berdiri Dan mengganti pakaiannya


Tao butuh waktu lama untuk Adam mengganti pakaian dan Sholat asar ia Langsung menemani Sang istri untuk beristirahat


Adam tidak tega melihat istrinya yang lemah letih lesu seperti ini apa lagi Resti sedang hamil Adam semakin khawatir


Mereka tidur bersama Dengan saling berpelukan. Resti memeluk sang suami seperti Resti tidak Ingin di tinggalkan oleh sang suami


Adam terbangun ketika suara Azan berkumandang. Adam melihat sang istri yang masih tertidur lelap tapi Adam tetap harus membangunkan Resti dari tidur nya karena harus Menunaikan sholat magrib


" Sayang bangun yu. Kita sholat dulu setelah itu boleh tidur lagi " kata Adam mencoba membangunkan sang istri


" Eum by jam berapa ini? " Lirih Resti


" Sudah magrib Ayo kita sholat dulu setelah itu kita makan malam " ajak Adam dan di balas anggukan oleh Resti


Adam membatu Resti untuk mengambil Air wudhu setelah itu mereka sholat berjamaah tadi Adam menyuruh Resti untuk sholat di atas tempat tidur saja tapi Resti menolak karena ia rasa masih sanggup. Adam tidak bisa memaksa jika memang istri nya sanggup kenapa tidak


Setelah selesai sholat Adam turun ke bawah untuk mengambil makan malam. Malam ini Adam akan makan malam di kamar dengan sang istri


" Bi apa sudah siap? " Tanya Adam


" Sudah den tinggal di bawa " kata bibi dan di balas anggukan oleh Adam


Adam membawa Nampan yang sudah di isi makanan dengan segelas susu ibu hamil untuk sang istri


" Sayang ayo makan dulu " kata Adam


Resti turun dari tempat tidur lalu duduk di sopa


" Biar aku saja yang suapi ya " kata Adam dan di balas anggukan oleh Resti


Dengan telaten Adam menyuapi Resti. Resti tidak menolak di perlakukan seperti ini oleh Adam karena memang dirinya merasa lemas dan tidak berdaya sekali


" Haby kenapa kita Sakit nya gantian ya, kemarin haby dan sekarang Aku " keluh Resti


Adam tersenyum sambil mengelus pipi sang istri dengan lembut " berarti kita sehati sayang makanya sakit aja Bisa gantian " kata Adam menghibur Resti


" Eum... Haby " rengek Resti


" Ada apa sayang heum?"

__ADS_1


" Aku sudah kenyang Haby " kata Resti


'' Sedikit lagi Sayang biar kamu cepat sehat kembali '' Bujuk Adam


Namun Resti langsung menutup mulutnya karena ia benar-benar sudah tidak bisa memakan makanan nya lagi


Adam membuang napasnya pelan lalu melihat Sang istri yang benar-benar sudah tidak bisa menerima makanan lagi


'' Baiklah kalo begitu minumlah susunya nanti keburu dingin '' Kata Adam yang memberikan satu gelas susu


Setelah meminum susu Resti menyandarkan tubuhnya ke sopa lalu memejamkan mata nya


'' Sayang jangan dulu tidur gak baik, Ayo sini duduk dulu '' Kata Adam yang membawa tubuh Resti agar bersandar di pundaknya


'' Haby maaf ya Aku sudah merepotkan Haby ''


'' ngomong apa sih Sayang. Kamu itu tidak pernah merepotkan ku yang ada aku yang selalu merepotkan mu ''


Adam mengelus kepala sang istri dengan lembut. Bagai mana bisa Resti bicara seperti itu seharusnya dirinyalah yang merasa sudah merepotkan sang istri Apa lagi di di kondisinya saat ini Resti masih mengurus Dirinya dengan baik Walaupun Adam sudah menyuruh Resti untuk Istirahat dan jangan mengurusnya namun Resti masih kekeuh saja ingin melakukan tugas seorang istri


Adam yang tidak ingin mengekang istrinya hanya bisa pasrah namun walaupun begitu Resti masih dalam pengawasan dirinya.


'' Oh iya Aku baru inget By. itu bagai mana kasus Leon, Apa sudah beres? '' Tanya Resti pelan


Adam membuang napasnya pelan '' Aku sudah menasehatinya dan dia sudah berjanji akan berubah. Kalo soal Perempuan itu '' Adam terdiam '' Itu bukan Anak Leon dan ternyata Wanita itu adalah wanita ular yang selalu menghisap Orang-orang kaya dan lebih parah nya ternyata kedua orang Tua Elif telah mengusir Elif dari rumah karena ketahuan jalan dengan Pria yang seusia Ayah nya ''


Ternyata kecurigaan Resti tentang Elif terjawab sudah. Elif yang mengaku kedua orang tuanya tinggal di luar negri Namun Resti sedikit curiga karena selama Bersahabat dengan Elif, Resti tidak pernah bertemu dengan kedua orang tua Elif, Elif hanya bercerita kedua orang tua nya sangat sibuk dengan pekerjaan dan hanya bisa mengirimkan Uang, Resti percaya saja saat itu walaupun Agak curiga.


'' Oh '' jawab Resti biasa saja


'' Ko kamu datar saja Sayang? '' Tanya Adam


'' Lalu aku harus bagai mana By? Aku harus bilang Wow Gitu? '' Balas Resti sambil bercanda


Adam terdiam ia tidak ingin melanjutkan obrolan soal Wanita berbisa itu.


Adam yang sedang minum langsung terbatuk karena kaget


uhuk... uhuk...


'' Haby pelan-pelan dong minumnya '' Tegur Resti yang mengelus pundak Adam


'' Maaf sayang Aku hanya kaget saja barusan '' kata Adam


'' Loh ko kaget? '' Resti tidak mengerti dengan maksud Adam


Adam yang tidak ingin salah berucap langsung menggaruk kepala yang tidak gatal


'' Tadi kamu ingin apa sayang? '' Tanya Adam mengalihkan pembicaraan


'' Aku pengen lumpia basah spesial tapi isi nya hanya ingin Ayam, bakso, sosis tanpa menggunakan bengkuang '' Kata Resti dengan mata yang berbinar


'' Dan jangan lupa agak pedes dikit '' Kata Resti


Adam yang mendengarkan permintaan sang istri hanya menelan ludahnya


'' Dimana aku harus mencari pesanan istriku di jam segini '' Batin Adam yang tidak mengetahui dimana tempat penjualan itu apa lagi Adam tidak tau bentuknya yang seperti apa karena belum pernah memakannya


'' Sayang...''


'' Apa Haby tidak ingin membelikannya untukku dan juga calon anak kita? '' Tanya Resti yang memotong ucapan suaminya dengan mata yang berkaca-kaca


'' Mau Sayang mau '' kata Adam langsung

__ADS_1


'' Ini aku mau mencarinya '' Lanjut Adam yang langsung berdiri dari duduk nya


Senyum Resti langsung mengembang ketika melihat sang suami yang akan mencarikan keinginannya


'' Terimakasih Haby karena mau mencarikan keinginan Aku '' Kata Resti sambil tersenyum bahagia


Adam mendongakkan tubuhnya Agar bisa setara dengan sang istri


'' Demi istri dan juga Anakku pasti aku akan mengabulkannya '' kata Adam sambil mencium kening Resti lalu pergi dengan membawa kunci mobil


Masa bodo walaupun Adam tidak tau yang bagai mana bentuknya dan tidak tau dimana tempatnya yang penting Adam tidak membuat Istrinya bersedih lagian Adam bisa bertanya kepada Mbah google. pikir Adam.


Di jalan Adam mengendarai mobil dengan membuka Mbah Google untuk mencari Restoran yang menjual lumpia namun tiba-tiba Adam mengerem mendadak ketika mendapatkan Alamat penjual lumpia


'' Apa Mbah gak salah ini kan alamatnya di pasar malam yang ada di selatan '' Kata Adam membulatkan kedua bola mata nya namun Demi Sang istri Adam pergi ke selatan untuk membeli keinginan Resti walaupun Adam harus macet-macetan dan harus berdesak-desakan karena pasar malamnya cukup ramai


'' Demi Istri dan juga Anakku '' Gumam Adam


Di lampu merah Adam seperti melihat sosok wanita yang ia kenal namun ketika Adam ingin memastikan nya kembali Lampu merah sudah berubah menjadi hijau


'' Apa dia... ah tidak mungkin dia jadi gelandangan di jalan lagian bukan urusanku juga, walaupun ia dia jadi gelandangan mungkin itu karma untuknya karena selama ini hidupnya tidak berkah '' Gumam Adam yang tidak ingin memikirkan lagi wanita yang sedang menyeret koper.


Adam Sampai di rumah Jam sembilan malam Adam melihat lampu ruang tengah yang masih hidup


" Sayang belum tidur? " Kata Adam yang melihat istrinya yang sedang menonton Tv


" Aku gak bisa tidur by lagian akan aku menunggu Haby pulang " jawab Resti sambil tersenyum


" Kamu lagi sakit kenapa menungguku di sini bukan di kamar saja " tegur Adam


Resti hanya nyengir ketika Adam sedang menegur nya


" Jadi Mana pesananku Haby? " Tanya Resti


Adam membuang napas nya pelan lalu duduk di samping sang istri


" Ini pesanan mu sayang " Adam memberikan satu box Lumpia basa sesuai pesanan sang istri


" Aku ambilkan dulu piring " kata Adam


" Tidak perlu haby, Aku mau makan kaya gini saja " Ucap Resti yang sudah membuka box dan membuka sumpit


" Maaf aku lama pulang nya tadi aku mencari di mbah google dulu dan aku pikir Pesanan mu ada di salah satu Restoran tapi ternyata di pedagang kaki lima Dan itu pun Harag nya gak sampai Dua puluh ribu " keluh Adam


" Loh memang nya Haby beli dimana? " Tanya Resti yang sudah memakan makanan nya


" Di selatan " jawab Adam


Uhuk... Uhuk...


" Minum by " pinta Resti yang tersedak


Bagai mana tidak jarak rumah nya dengan selatan lumayan jauh bahkan Bisa membuang waktu satu jam lebih itupun kalo tidak macet


Adam memberikan satu gelas air putih kepada sang istri " pelan-pelan sayang kalo makan "


Setelah meminum Air putih Resti menatap sang suami " Haby, kenapa jauh sekali haby pergi padahalkan di depan komplek rumah kita juga ada " kata Resti yang tidak habis pikir


" Hah!!! " Adam kaget Mendengar ucapan istrinya


" Depan komplek? "


Resti Mengangguk lalu tersenyum " apa haby sengaja cari yang jauh agar Mendapatkan lumpia yang enak? " Tebak Resti

__ADS_1


Adam menepuk kening nya sendiri mana mungkin dirinya tidak tau jika di depan komplek rumah nya juga ada yang jualan Lumpia


" Iya aku sengaja mencari jauh karena aku ingin apa yang kamu makan itu benar-benar lezat " elak Adam dari pada malu


__ADS_2