
Setelah perdebatan kecil tadi di dapur Leon memutuskan untuk keluar dari Vila dan mencari angin Segar
" Dasar pria Aneh, Cari angin segar? Apa kurang dingin di sini " Gerutu Nara Bagai mana tidak Di Vila itu udara nya cukup dingin apa lagi malam Mungkin bagi sebagian orang akan lebih memilih Tidur di kamar dengan berselimut tebal dari pada harus keluar rumah dan Dengan alasan mencari angin segar
Nara gak mau pusing ia langsung mengambil Selimut dan juga Bantal seperti Baisa ia akan tidur di atas sopa panjang yang ada di Kamar itu sedangkan Leon akan tidur di atas tempat tidur sendirian
~ DI BANDUNG
Anisa dan Afnan baru saja masuk kedalam kamar nya Setelah kedatangan Ceu idah yang heboh Menyambut kedatangan Dirinya bahkan Ceu idah sampai membuat makanan yang cukup banyak untuk Anisa dan juga Afnan
" Ceu idah tidak berubah ya Bunda, Masih Heboh kalo kita pulang " Ucap Afnan Sambil Terkekeh
Anisa tersenyum " Mungkin karena Ceu idah Senang kita bisa pulang Ayah "
" Kamu benar, Kaya nya kalo tidak heboh Bukan Ceu idah nama nya Hehehe " Anisa tersenyum sambil menganggukkan kepal nya
" Ayah "
" Iyah sayang " Jawab Afnan yang sudah duduk di atas tempat tidur dengan memainkan Handphone miliknya
" Keadaan Nara dan Leon bagai mana ya sekarang apa mereka sudah akur? " Anisa yang sedang mengoleskan krim malam ke wajah nya Sedikit berfikir ia takut jika Leon melakukan hal yang tidak-tidak
" Jangan terlalu memikirkan mereka Bunda, Mereka sudah dewasa lagian Apa kamu lupa bagai mana dulu Resti dan juga Kak Adam? dulu juga mereka kan menikah tanpa cinta tapi lihat sekarang mereka sudah kaya perangko bahkan Kak Adam sepertinya takut dengan Resti " Afnan Menggelengkan kepalanya Tidak habis pikir bisa-bisanya Adam takut dengan istrinya
" Memangnya Ayah tidak takut dengan Bunda? " Tanya Anisa spontan membuat Afnan menelan ludahnya sendiri
" A..ayah.. " Afnan bingung harus jawab apa, sebenarnya Dia bukan takut oleh Anisa tapi ia hanya Menghargai Anisa sebagai Istrinya
Anisa berjalan kearah sang suami lalu naik ke atas tempat Tidur sambil menunggu jawaban dari sang suami Anisa membaringkan Tubuhnya dengan Gaya yang tidak bisa di jelaskan, Ibu hamil itu benar-benar menggoda Iman Afnan
" Bunda, Ko bunda Tumben pakai pakaian tipis ini? " Tanya Afnan Menelan Silvernya Bagai mana tidak Tubuh Anisa terang-terangan nyata bahkan kain yang di gunakan Anisa Tidak bisa menutupi Tubuhnya Sama saja dengan tidak menggunakan Pakaian
" Kenapa? " Tanya Anisa " Ayah tidak suka? "
" su..suka Bunda, Suka banget malah " Jawab Afnan cepat
" Kalo gitu Ayo kita jenguk Twins " Ajak Anisa " Tapi setelah itu Kita harus langsung mandi agar besok kita bisa puasa "
Entah ada angin apa Tiba-tiba Anisa mengajak suaminya buat jenguk Twins biasanya Anisa tidak pernah minta Duluan
" Kamu serius sayang? " Tanya Afnan
" Kenapa, Apa Ayah tidak mau? "
" Mau banget " Afnan langsung mengambil Posisi yang ia sukai yaitu Bi**r Anisa dengan tangan yang merayap ke Gunung kembar dan memelintir Ceri merah
Bumil itu meringis keni**n bahkan Anisa sampai meremas rambut Afnan karena ia Benar-benar di buat melayang oleh Suaminya itu.
Dua insan itu benar-benar Menikmati Malam panjang nya. Yang pengantin baru siapa Yang doyan siapa ðŸ¤
~ PAGI HARI
Pagi yang indah untuk Anisa dan juga Afnan kini mereka sedang menikmati jalan-jalan pagi di desa yang hijau dan juga Asri, Langkah kedua insan itu di sambut dengan ramah oleh orang kampung Bagai mana tidak Afnan dan Anisa di kenal dengan orang kaya yang dermawan dan juga tidak sombong, Apa lagi setelah mereka tau jika Ceu Imas telah di bantu oleh Afnan membuat Orang-orang desa semakin menyanjung Afnan dan juga Anisa.
" Selamat Enjing Den, Neng " Sapa Ibu yang sedang Menanam padi
__ADS_1
" Pagi juga Ceu " Jawab Anisa Ramah
" Hati-hati Neng jalanan agak licin soalnya habis Hujan "
" Iyah Ceu, Terimakasih Sudah mengingatkan Nisa "
Anisa tersenyum kepada Ibu-ibu yang Sedang menanam padi, Anisa sungguh bersyukur karena banyak yang menyayangi dirinya
" Ayo sayang " Ajak Afnan dan di balas anggukan oleh Anisa
Afnan merangkul pinggang Anisa dengan posesif Afnan tidak ingin Sang istri terjatuh karena Jalanan agak licin mungkin karena semalam habis turun hujan Ampe tadi subuh.
" Neng "
Langkah Afnan dan juga Anisa langsung terhenti ketika mendengar ada yang memanggil dirinya " Kang "
" Ada apa kamu memanggil istri saya? " tanya Afnan yang tidak suka Jika Yudi Memanggil sang istri
Yudi membuang napas nya pelan" Tidak ada apa-apa Hanya ingin menyapa saja " Jawab nya
" sudah kan menyapa nya Jadi permisi Saya mau membawa istri saya pulang kasian istri saya ke kelahan " Kata Afnan dengan nada Ketus. Entah kenapa Afnan sangat tidak suka jika Yudi masih memanggil-manggil istrinya mungkin karena Cemburu
Anisa yang melihat ada raut cemburu dari sang suami langsung mengajak Afnan untuk pergi " Sudah Ayah, ayo kita pulang Kaki aku keram " Ajak Anisa yang tidak ingin berlama-lama
" Maaf Bunda pasti Bunda Lelah ya, Yaudah kalo begitu ayo kita Pulang " Afnan langsung pergi membawa sang istri untuk pulang
sedangkan Yudi hanya bisa memperhatikan Anisa yang semakin jauh dari pandangannya, Rasa sesal di hati Yudi masih ada Ia Sudah mencoba untuk ikhlas tapi Apa daya Yudi benar-benar tidak bisa melupakan Anisa apa lagi saat ini hidup nya telah luntang Lantung tidak jelas setelah di ceraikan oleh istri Karena tidak terima Yudi membawa ibu nya untuk tinggal bersama
Ceu Imas yang mendengar perceraian Putra nya hanya bisa membuang napas Pelan Ceu Imas Hanya berfikir mungkin ini adalah Karma untuk dirinya yang dulu selalu menjelek-jelakkan Anisa dan bahkan menghina Anisa.
" Loh Neng Anisa kenapa? " Tanya Bu Rt yang melihat Anisa di papah oleh Afnan
" Tidak apa-apa Ko bu, Ini suami Anisa hanya takut Anisa jatuh " Jawab Anisa sambil terkekeh
Bu RT tersenyum " Kalo begitu hati-hati Neng Apa lagi perut Neng sudah besar gitu "
" Bapak bangga kepada Nak Afnan yang siap siaga Untuk menjaga Neng Anisa " Puji Pak Rt yang kebetulan Sedang beres-beres halaman rumah
" Iyah dong Pak Harus apa lagi Istri Saya sedang hamil besar Saya Harus siap siaga Takut kenapa-kenapa " Jawab Afnan " Iya kan sayang "
Anisa Menggelengkan kepalanya Bisa-bisa Suaminya senang karena di puji oleh pak Rt. Anisa ikut duduk di bale-bale Dengan Bu RT " Ayah "
" Iyah Bund "
" Itu bantuin bapak Kasian beres-beres sendirian " Kata Anisa sambil menoleh ke arah pak RT
" Ayah Bund " Tunjuk Afnan kepada dirinya sendiri
" Iyah Kapan lagi Ayah bisa bantu-bantu " Jawab Anisa Yang mendapatkan helaian napas pelan dari Afnan
" Tidak perlu Neng, Nanti tangan suamimu kotor Lagian ini tinggal sedikit lagi " Ucap Pak RT
" Tidak apa-apa Pak, Biar sekalian belajar kotor-kotoran jangan hanya tau nya Soal komputer saja " Ucap Anisa yang ingin mengerjai Suaminya
Afnan yang tau jika istrinya itu sedang mengerjainya Langsung membantu Pak Rt " Tidak apa-apa Pak, Sini biar Saya bantu itung-itung Nyenengin istri yang ingin melihat suaminya kotor-kotoran " Jawab Afnan yang langsung membantu Pak RT
__ADS_1
Anisa tersenyum tidak menyangka jika suaminya benar-benar akan membantu Pak Rt buat beres-beres " Semangat Ayah " Seru Anisa
" Siap Bunda "
Bu Rt ikut tersenyum karena melihat Afnan dan juga Anis ayang begitu saling menyayangi " Bagai mana dengan rumah tangga kalian Apa semuanya selalu baik? " tanya Bu Rt
" Alhamdulillah.. Bu semua nya baik, bahkan Anisa jarang sekali ribut dengan Mas Afnan " Jawab Anisa jujur
" Alhamdulillah kalo begitu ibu seneng mendengarnya, Semoga selalu begitu ya "
" Amin.. " Anisa mengaminkan ucapan Bu RT bagai mana pun itu adalah sebuah do'a
" Nanti kapan-kapan Ibu Sama bapak main ke kota ya, itung-itung liburan "
" Insa Allah Ya Neng, Jika ibu dan bapak di berikan Kesehatan Pasti kami akan menyempatkan Untuk main ke sana sambil menengok cucu kami nanti "
" Ibu sama bapak pasti akan selalu di beri kesehatan karena Anisa selalu mendoakan kesehatan kalian " Ucap Anisa Memegangi tangan Bu RT
Anisa tidak merasa canggung karena ia sudah menganggap Bu RT dan pak RT adalah keluarganya sendiri
" Terimakasih ya Neng, Ibu senang denger nya Pantas saja ibu selalu sehat mungkin karena Neng selalu mendoakan Ibu "
" Oh iya Bu, Mangga di belakang rumah ibu apa sudah berbuah? " tanya Anisa
" Sepertinya sudah tapi belum pada Mateng, Kenapa Apa Neng Mau? " tanya Bu Rt
" Mau dong Bu, gak apa-apa belum mateng biar Ceu idah Buatkan asinan Hihihi "
" Kamu ini Neng seneng sekali menyuruh Ceu idah padahal Ibu juga bisa kalo buat asinan mah "
" Hehehe Iyah Bu, Entah kenapa semenjak Anisa hamil Nisa senang sekali dengan makanan yang di buat oleh Ceu idah " Jawab Anisa
" Mungkin karena bawaan si kembar, Kalo begitu Tunggu di sini Biar ibu petikan "
" Iyah Bu "
Tidak susah untuk Bu RT memetik mangga karena Pohon Mangga nya tidak tinggi hanya setinggi Afnan jadi tinggal di petik pake tangan juga gampang
Pohon mangga milik Bu RT memang pada mungil tapi hasilnya jangan di ragukan lagi tidak pernah gagal bahkan Selalu manis dan nikmat kalo sudah matang.
" Neng, Ibu Kemana? " tanya Pak Rt
" Ituh pak, lagi ketika mangga di belakang Anisa lagi pengen buat asinan hehehe "
" Oh iya, Kirain bapak kemana "
" Uduh bapak baru di tinggal sebentar aja sudah kangen " Ledek Anisa
" Hehehe ya Giman ya Neng, Tanpa ibu bagaikan kopi tanpa Gula " pak RT terkekeh mungkin selama ini hanya bu RT yang selalu ada di samping nya makannya Ketika Bu RT tidak ada pasti Pak RT akan mencari keberadaan istrinya itu.
" Kalo tidak ada Gula ya ganti pake madu pak " Kata Afnan yang duduk di samping Anisa
" Di sini tidak ada madu Nak Afnan Ada nya Racun hahaha "
Afnan dan Pak RT langsung tertawa lepas sedangkan Anisa hanya bengong sendirian Ia tidak mengerti dengan ucapan para pria ini, ya maklum Anisa kan polos
__ADS_1