Cinta Anisa

Cinta Anisa
KEPERGIAN NARA


__ADS_3

Leon di buat tercengang melihat Rekaman CCTV ia tidak menyangka Jika Nara benar-benar ingin lari dari nya " Apa kau sangat membenciku sehingga kau pun tidak ingin hidup denganku Nara " Lirih Leon yang menarik rambut dengan kedua tangannya


Para penjaga CCTV hanya bisa saling pandang namun tidak berani untuk bertanya baru kali ini Mereka  melihat atasan mereka terlihat frustasi hanya karena seorang Nara


Leon keluar dari ruangan CCTV dengan wajah yang kusut bahkan rasanya ingin melangkah saja Terasa lemas Namun Leon tidak ingin Putus asa ia Akan mencari keberadaan Nara. Leon memutuskan untuk pulang dan ia berharap Jika Nara berada di rumah mereka.


Adam yang mendapatkan kabar jika Nara telah pergi ia hanya bisa bernapas Pelan Dan Mata yang ia pejamkan


" Bos bagai mana jika Nara pergi? " Tanya Ali


Ya..Ali  lah yang memberitahu Adam jika Nara telah pergi. Tadi Ali berniat ingin Ke ruangan Leon namun Ali  malah berpapasan dengan Nara di Lorong, Ali merasa Aneh melihat Nara karena Nara berjalan dengan tatapan kosong bahkan pakaian nya pun menggunakan Kemeja Milik pria, Ali bisa menebak Jika kemeja yang di pake oleh Nara adalah Kemeja milik Leon.


" Kamu suruh anak Buah mu untuk mencari keberadaan Nara lalu... " Adam menceritakan rencananya kepada Ali


"Baiklah kalo Begitu, aku akan segera Menyuruh Anak buah kita untuk mencari keberadaan Nara dan membawanya ke sana " Jawab Ali


" Heum.. " Adam Mengangguk Lalu mengusir Ali dengan Jarinya


Adam tidak bisa menyalahkan Nara begitu saja karena Adam juga paham dengan perasaan Nara saat ini. Wanita mana yang rela menjadi pelampiasan suaminya bahkan leon dengan tega nya membawa wanita dan berani main gila.


'' Kamu menggali kuburan kamu sendiri Leon, Jika kamu tidak bisa melindunginya biarkan aku yang melindungi Nara '' Gumam Adam Memijat keningnya. Adam merasa bersalah kepada Nara gara-gara dirinya setuju dengan Rencana yang di buat Oleh Leon Nara menjadi tersiksa.


Sesampainya di rumah Leon mencari keberadaan Nara namun nihil Leon tidak menemukan keberadaan Nara bahkan leon sampai memeriksa lemari pakaian nya dan..


'' Kenapa kamu sangat Tega sama ku Nara kenapa!!! '' Teriak Leon yang merasa frustasi Leon membanting kan  semua barang yang ada di dekatnya ia tidak peduli jika barang-barang miliknya hancur lebur


'' Ahhhhh.... Aku tidak akan putus asa aku akan terus mencari keberadaan mu Nara Kamu hanya Milikku '' 


~ DI RUMAH ADAM


Resti sedang duduk di sopa namun  Resti terkejut karena Ada suara yang berteriak di depan rumah nya '' Siapa itu '' Gumam Resti. Resti menaruh majalah di meja lalu ia pergi memeriksa siapa yang sedang membuat kekacauan di rumah milinya

__ADS_1


'' Non, Itu di depan Ada Den Leon sedang memanggil-manggil nama Nara '' Kata sekuriti rumah


Resti mengerutkan keningnya ia bingung kenapa Leon datang ke rumah nya dan mencari keberadaan Nara '' BIar Aku saja yang ke depan Pak '' Ucap Nara yang langsung ke depan Rumah


'' Ada apa kamu teriak-teriak di rumah ku? '' Tanya Nara kepada Leon


'' Mana istriku, dimana kamu menyembunyikan istriku ? '' Tanya Leon dengan menggebu-gebu


" Apa maksud mu Leon? kenapa kamu menanyakan Nara kepadaku Bukannya dia istrimu masa ia kamu tidak mengetahui dimana Nara. Aneh " Ucap Resti sambil melipatkan kedua tangannya di dada


" Jangan bohong kamu, Tadi siang kamu Bertemu dengan Nara kan? Pasti kamu yang sudah menyuruh Nara pergi dari ku dan ini pasti rencana mu, Iya kan? "


Resti mengerutkan keningnya Ia masih tidak mengerti dengan Ucapan Leon " Rencana apa? aku bertemu dengan nya karena aku ingin ngobrol Nara dan kamu dengan Tega nya Menyakiti Hati Nara dengan cara Bermain gila bersama wanita Lain " Kesal Resti


sedari tadi Resti menahan Amarahnya sebagi Seorang perempuan sudah pasti bisa merasakan apa yang Nara rasakan saat Ini, Menikah paksa, Di Hianati dan di sakiti Wanita mana yang ingin itu semua.


" katakan Diaman istriku? Aku mohon " Lirih Leon memohon kepada Resti. Leon yakin Jika kepergian Nara ada sangkut pautnya dengan Resti.


" Jangan Bohong kepadaku, aku yakin jika ini rencana mu "


Resti tersenyum sinis kepada Leon, walaupun dirinya Membenci Leon tapi Resti bukan orang picik yang akan memisahkan Kedua insan.


" aku tidak tau diman Nara " jawab Resti " Walaupun aku tau Aku akan berpura-pura tidak tau agar kamu Bisa merasakan nama nya di tinggalkan dengan begitu Kamu bisa sadar dengan kesalahan mu sendiri "


Leon menjambak rambut sendiri Ia benar-benar frustasi harus kemana lagi dirinya mencari Nara. Leon Tidak Tau dimana alamat keluarga Nara bahkan Nara tidak mengetahui latar belakang Nara Kejam bukan.


" pergilah Cari Nara Samapi ketemu aku tidak ingin dia kenapa-kenapa di luar sana " Usir Resti


Leon pergi dari rumah Resti dengan keadaan kesal frustasi Bahkan dia juga bingung harus mencari Nara ke mana lagi, saat ini Leon hanya berharap jika Nara akan kembali ke rumahnya Leon juga akan terus mencari keberadaan Nara ia akan meminta bantuan kepada kakak sepupunya yaitu Adam saat ini Leon hanya bisa meminta bantuan kepada Adam.


Resti segera masuk ke dalam rumah lalu ia menekan nomor telepon suaminya

__ADS_1


" halo.. halo Heby. haby Apa benar jika Nara telah pergi dari perusahaan dan ke mana ia sekarang? "


iya Halo Sayang pelan-pelan dong ngomongnya nggak usah terburu-buru begitu, kamu tenang saja saat ini Nara baik-baik saja tadi memang sempat dia pergi dan mungkin dia akan pergi meninggalkan kita semua, Namun karena kita memiliki Ali semuanya telah terbereskan saat ini Nara baik-baik saja dan ada di suatu tempat


" syukurlah.. aku pikir benar Nara pergi begitu saja " Resti membuang Napas Iya sangat bersyukur jika saat ini Nara baik-baik saja


Sudah hanya itu saja yang ingin kamu tahu, apa kamu tidak ingin tahu apa suamimu ini sudah makan atau belum?


" hehehe Maafkan aku haby, tadi aku sangat panik sekali apalagi tadi leon Sempat teriak-teriak di rumah kita dia menyangka jika aku lah penyebab Nara pergi "


Apa! Kenapa bisa Leon menuduh kamu sayang?


akhirnya Resti menceritakan Kenapa Leon bisa menuduh dirinya Nara Pergi tanpa ada yang di tutup-tutupi


Ya sudah Biarkanlah sekarang kamu makan siang dulu gih kasihan jangan anak kita dia pasti udah kelaparan karena mamanya habis marah-marah


" Ih haby Menyebalkan. Yasudah kalo begitu Haby juga makan siang ya "


Iyah sayang...


" Love you to haby "


kebalik sayang


" Hehehe.. Dadah haby muah.. muah.. mah... "


Tut....


telepon pun mati Adam menggelengkan kepalanya ia benar-benar merasa gemas kepada istrinya itu.


" aku harus cepat-cepat pulang dan awas aja kamu Istriku yang Nakal " Gumam Adam dengan Bibir yang melengkung

__ADS_1


__ADS_2