Cinta Anisa

Cinta Anisa
Hari bahagia


__ADS_3

Tidak terasa hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Pagi ini Anisa sudah di rias oleh MUA dan menggunakan Kebaya putih yang begitu indah


Anisa menatap dirinya di kaca, Anisa merasa tidak percaya jika dirinya akan menikah bahkan Anisa merasa jika ini adalah pernikahan pertama bagi nya karena ketika menikah dengan Yudi tidak ada riasan di wajah


Anisa meneteskan air mata ia merasa mimpi bisa menikah dengan menggunakan kebaya dan juga riasan seperti apa yang menjadi mimpi nya selama ini " Ayah ibu, akhirnya mimpi Anisa terwujud bisa menikah dengan menggunakan kebaya putih " batin Anisa meneteskan air matanya. sayang nya di hari bahagia Anisa tidak ada sanak saudara yang ikut hadir


" Loh ko Neng menangis, jangan menangis Neng nanti riasan nya rusak " kata perias itu


" Nisa merasa bahagia Bu, maaf ya " ucap Anisa tersenyum


" Iyan Neng gak apa-apa nama nya juga hari bahagia pasti air mata yang neng keluarkan juga adalah air mata bahagia " ucap ibu perias sambil membenarkan Riasan yang terkena air mata


Anisa mengangguk dan tersenyum


Sedangkan di kamar milik Afnan Dirinya sudah dag Dig dug tidak karuan karena takut salah mengucap


" Kamu kenapa Bro " tanya Raffi


" Gue gugup banget " jawab Afnan


" Hahaha.. gue udah pernah rasain apa yang Lo rasain saat ini bro "


" tapi walaupun Lo gugup, Lo tetap tampan dan gagah " puji Raffi Menepuk bahu Afnan


Afnan membuang napas nya pelan untuk menenangkan jantung nya


" Tenang, Lo tarik napas, buang, tarik lagi, buang lagi " kata Raffi mencontohkan


Afnan meminum air putih agar tidak gugup


Pak Yusuf masuk kedalam kamar dan meminta Afnan untuk keluar dari kamar karena Acra akan segera di mulai


" Iyah pah " jawab Afnan


" Bismillah dulu bro " ucap Raffi


Afnan mengangguk lalu keluar bersama pak Yusuf


Rumah Anisa yang sudah di hias dengan sedemikan rupa dan para tamu juga sudah hadir untuk menyaksikan pernikahan Anisa dengan Afnan bos kontraktor besar.


Para tetangga sangat penasaran dengan pernikahan Anisa sehingga mereka berbondong-bondong datang ke rumah Anisa bahkan Ceu Imas pun rela datang jauh-jauh karena ingin tau sekaya apa Pria yang akan menikahi mantan menantu nya itu

__ADS_1


" Lumayan juga " gumam Ceu Imas


Ceu idah sudah dandan begitu cantik karena Ceu idah sedari kemarin ingin menjadi pager ayu


Di kamar Anisa, Bu Rt dan juga Bu Ani sangat antusias melihat Anisa yang begituan anggun dengan kebaya yang sangat cantik di gunakan oleh Anissa


" Kamu cantik sekali sayang " puji Bu Ani


" Benar Ibu juga merasa pangling melihat mu Neng, gelis "


" Terimakasih Mah, Bu " jawab Anisa tersenyum malu


" Kalo begitu ayo kita ke depan, calon suami mu sudah menunggu di sana " ajak Ibu dan Bu Ani


Tangan Anisa sangat dingin karena gugup namun sebisa mungkin Anisa menetralkan dirinya agar tidak terlihat gugup


Anisa di papah oleh Bu Ani dan juga Bu rt, Anisa masih menunduk


Sedangkan Afnan ia sudah tidak bisa berkedip ketika melihat Anisa yang keluar dari kamar nya


Wajah Ayu nan cantik membuat Afnan terhipnotis dengan kecantikan Anisa


" Kedip " bisik pak RT yang akan menjadi saksi


Anisa duduk di samping Afnan membuat Anisa dag Dig dug..


Di awali dengan bismillah agar semua Acra nya lancar..


Ijab kabul berjalan dengan lancar Afnan memasangkan cincin ke jadi manis Anisa dan Anisa pun begitu lalu Afnan mengecup kening Anisa dengan malu-malu


Para tamu langsung menepuk tangan dan bersorak bahagian ketika Afnan mengecup Kening Anisa


Prok.. prok.. prok...


Afnan dan Anissa sudah duduk di pelaminan menyambut para tamu yang hadir sedangkan di pojok sana Ceu Imas sedang kebakaran jenggot karena Mendengar mahar yang di berikan oleh Suami Anisa kepada Anisa


" Tidak pasti itu semua imitasi tidak mungkin orang kaya mau menikah dengan wanita burik dan miskin seperti si Anisa itu " geram Ceu Imas


" Hahaha Ceu Imas kebakaran jenggot nya melihat Mantan menantu nya sekarang menjadi orang kaya bahkan lebih kaya dari menantu situ " ledek Ceu idah sambil tersenyum meledek


" Diam maneh, jadi babu saja bangga " ucap Ceu Imas kesal

__ADS_1


" Dih walaupun saya babu tapi kan saya jadi babunya miliarder gak kaya anak situ yang hanya jadi keset dari istrinya " jawab Ceu idah yang langsung meninggalkan Ceu Imas


Ceu Imas semakin geram saja ketika Ceu idah meledeknya bahkan merendahkan putra nya


ya selama ini Yudi hanya menjadi keset istrinya karena Yudi hanya seorang pemalas bahkan di suruh kerja juga gak mau, akhirnya istrinya lah yang harus bekerja entah pekerjaan apa karena setiap hari istri Yudi berpenampilan seksi dan cantik dengan tampilan menor.


" Alah paling-paling juga kalo sudah bosan ya di tinggal seperti anak ku yang sudah bosan dengan wanita udik itu ya Langsung di tinggal " gumam Ceu Imas kesal lalu meninggalkan rumah Anisa


" Ceu mau kemana, ini makanan nya enak-enak loh makanan restoran mahal!!!" Teriak salah satu ibu-ibu di sana yang melihat kepergian Ceu Imas


" Dasar Ceu Imas te rubah " ucap nya


" Kitu tuh kalo anak nya hanya jadi babu di rumah istri nya " ledek nya


" beruntung sekali Neng Nisa lepas dari si Yudi pengangguran itu, lepas dari batu kali langsung dapat batu permata " ucap nya


" benar sekali apa lagi tadi mahar nya meni edan pisan ya "


" bener Ceu, Neng Nisa bener-bener Beruntung " ucap Nya


" mudah-mudahan anak-anak perempuan kita bisa mendapatkan suami yang sepeti Neng Nisa ya "


" amin.. "


gitulah ucapan para ibu-ibu yang terkadang julit kadang baik Giman mood mereka saja


Di pelaminan Afnan dan Anisa seperti Ratu dan raja sehari pasnagan yang sangat serasi bahkan yang melihat Anisa merasa iri karena bisa bersanding dengan pria tampan dan tajir melintir apa lagi mas kawin yang di berikan tidak main-main


" Kamu cantik sekali Sayang " bisik Afnan


Anisa tersenyum malu sambil menunduk " jangan menunduk terus sayang, di bawah tidak akan ada amplop yang jatuh " goda Afnan


" Mas "


" Hehehe.. aku tidak sabar ingin cepat-cepat berduaan dengan mu sayang "


" Tamu masih nyak Mas " jawab Anisa malu


" Berarti jika tamu sudah gak ada kita sudah bisa berduaan Dong sayang "


Anisa mengangguk pelan

__ADS_1


" Hehehe.. jika acara sudah usai kita akan langsung pergi berbulan madu sayang, jangan menolak karena ini hadiah dari mamah dan papah " ucap Afnan


" Iyah mas " jawab Anisa yang Tidaka bisa menolak


__ADS_2