Cinta Anisa

Cinta Anisa
WANITA


__ADS_3

Nara kembali bekerja seperti biasanya Ia juga tidak menghiraukan Leon ketika Leon Terus saja Menggoda wanita di depan Nara Bagi Nara Leon hany butiran debu yang harus ia singkirkan


" Nara Tolong kamu pesankan Makan siang untukku dan juga Wanitaku " ucap Leon Kepada Nara karena kebetulan Nara Sedang membersihkan Ruangan Leon " Kami sedang tidak berpuasa karena saya harus minum Obat "


" Obat apa, obat Gila? hahaha " Batin Nara


Leon sengaja Menyuruh Nara untuk membersihkan Ruangannya Hingga bersih Agar Nara bisa melihat kemesraan Dirinya dengan wanita Lain, Leon juga ingin tau bagai mana reaksi Nara ketika melihat dirinya sedang bersama wanita.


Namun siapa sangka Jika Nara bersiap Biasa saja tidak ada Cemburu ataupun Sikap protes yang di lontarkan Nara


" Baik pak, dan mana uang nya? " pinta Nara, enak saja Jika Harus Nara yang mengeluarkan Uang


Leon membuka Dompet miliknya namun ia tidak memiliki Uang kes " Pakai dulu uang Mu karena Saya tidak punya uang Kes " ucap Leon kepada Nara


Nara memutarkan bola matanya malas " Maaf pak, saya juga tidak ada uang karena saya belum gajian " jawab Nara Cuek


" Baby, Apa kamu memiliki uang Kes? nanti aku Ganti " Tanya Leon kepada wanita yang ada di samping nya


" Laga nya kaya sultan tapi Buat beli makan siang saja minjam " Gerutu Nara pelan Sambil memalingkan wajah Nya ke arah lain


" apa kamu bilang? " tanya Leon yang mendengar ucapan Nara


" Tidak ada " Jawab Nara


" Ini uang Nya, Awas ya kembalian nya jangan kamu kentit " Wanita itu memberikan lima lembar uang merah kepada Nara


" Sorry Don wori ya, Kembalian dua ratus perak saja Saya selalu berikan jadi jangan khawatir saya juga tidak tertarik dengan uang Anda " Nara mengambil Uang di tangan wanita itu lalu pergi begitu saja Tanpa melirik kearah Leon


Sedangkan Leon Ia merasa Tidak enak kepada Nara " lain kali kamu jangan kaya gitu, lagian Aku menggantikan uang kepadamu pun lebih " tegur Leon


" Maaf Baby " ucap wanita itu bergelayut manja di lengan Leon


" lepas, Saya masih banyak kerjaan " Leon melepaskan Tangan di wanita itu lalu pergi Ke meja kerja nya

__ADS_1


Nara Yang sudah berada di depan Gedung Perusahaan Ia masih Menggerutu, Ia benar-benar kesal kepada Leon yang seenak jidatnya menyuruh dirinya untuk membeli Makan siang


" Awas saja Akan aku balas kau di rumah " Gumam Nara


Tut.. Tut...


Suara klakson Mobil " Nara! "


Nara langsung menoleh ke arah suara " Kak Resti "


Resti keluar dari Mobil " kenapa kamu di sini? dan ini Apa? " Tanya Resti melihat penampilan Nara yang menggunakan Pakaian OG


" hehehe Iya kak, Aku kembali bekerja di sini "


" Sebentar-sebentar Maksud mu bagai mana? Sudah ayo kamu ikut denganku Kamu harus jelaskan semuanya " Ajak Resti


Nara langsung mengangguk Patuh, ia masuk kedalam Mobil bagai mana pun dirinya memang harus menjelaskan semua ini kepada Resti agar nanti Tidak ada ke salah pahaman.


" Ayo Keluar " ajak Resti


Resti membawa Nara ke salah satu Taman kota yang tidak jauh dari perusahaan suaminya " Ayo duduk "


Nara duduk di kursi samping Resti " Jelaskan, apa maksud mu masih bekerja di perusahaan Suamiku, Apa Leon tidak memberikan mu Nafkah? "


" Begini Kak, Bukan karena Leon yang tidak memberikan Nafkah Kepadaku hanya Saja aku ingin tetap bekerja di sana, Lagian Di kantor kan tidak ada yang tau Jika aku dan Leon telah menikah jadi kakak jangan Khawatir jika aku akan mempermalukan Kakak dan keluarga " Ucap Nara takut-takut


" Apa maksud mu? bikin malu bagai mana? " Tanya Resti " Dengar ya, aku tidak pernah merasa malu Sama sekali bahkan Aku ingin mengenalkan kamu kepada para karyawan jika kamu adalah adik sepupuku "


" Jangan kak " ucap Nara Langsung


" Kenapa? "


Nara menjelaskan alasan nya kepada Resti soal ia masih tetap bekerja di perusahaan " Aku hanya ingin mendapatkan Bukti bukan janji kak " lirih Nara menunduk

__ADS_1


Resti Mengelus pundak Nata dengan pelan " Sabar ya, Mungkin Membutuhkan bukti itu tidak gampang tapi aku yakin jika kamu akan mendapatkan Pembuktian dari Leon "


Nara membuang napas nya pelan " Dapat pembuktian dari mana, orang dia saja saat ini sedang bersama Wanita nya di kantor " Gumam Nara


" Apa!! " Terik Resti tidak percaya


" Ups.. keceplosan " Nara Langsung menutup mulut nya


" apa benar yang di maksud kamu barusan? jika ia Biar kakak yang melabraknya " Ucap Resti menggebu-gebu


" Sabar kak. biarkan saja Leon melakukan apa yang dia mau. aku tidak akan melarangnya karena aku cukup sadar diri siapa aku ini " Ucap Nara


" tapi Tidak bisa begitu Nara, Hati kamu nanti bisa terluka jika Membiarkan Leon terus seperti itu "


Nara mencoba untuk tersenyum " aku baik-baik saja kak. Walaupun Leon tidak bisa berubah Aku tidak jadi maslaah Bahkan itu semua akan mempermudah aku Untuk meminta Cerai dari nya "


" Stop Nara! Kamu jangan gampang mengucapkan Cerai seperti Ini, Tidak baik " Tegur Resti


" Lalu aku harus apa kak? Menikah dengan paksa dan sekarang Aku harus melihat Suamiku sendiri bermain gila dengan wanita lain "


" Kamu harus tegas kepadanya, dan berhentilah bekerja, Aku Tolak suka melihat mu masih tetap bekerja sebagai OG "


" sudah ku katakan kak, Aku tidak ingin melarang nya, Jikalau Pun Leon ingin berubah seharusnya bukan karena orang lain tapi Karena keinginan dirinya sendiri, Aku tidak ingin memaksa seseorang yang tidak Berniat untuk berubah dan satu lagi Aku mencintai pekerjaan ku dengan begini Aku masih punya harga diri dan masih bisa berdiri di kaki ku sendiri "


Resti membuang napas nya Pelan, ia harus melakukan sesuatu untuk hungan Nara dan juga Leon, Mereka itu sudah menikah mana bisa seperti ini. yang satu Main gila dan yang satu malah Tidak ingin di anggap oleh Leon membuat kepala Resti pusing tujuh keliling.


" Terserah kalian saja lah, aku tidak mengerti dengan jalan pikiran kamu Nara, Membiarkan Suamimu di gandeng oleh wanita lain dan kamu yang tidak ingin di akui oleh Leon dan malah memilih Kembali bekerja sebagai OG " Keluh Resti


Nara menunduk malu, Saat ini yang di inginkan oleh Nara adalah perceraian. Nara sudah tidak percaya lagi dengan Ucapan dan janji Leon Apa lagi setelah melihat Leon yang kembali membawa wanita ke dalam ruangan nya, sudah bisa Mata tebak jika mereka tidak hanya mengobrol Apa lagi saat ini mereka sedang tidak berpuasa


" Astaga Aku lupa. Aku harus membelikan Makan siang Untuk Leon dan kekasih nya. kak aku pamit ya " Ucap Nara Buru-buru tanpa mendengarkan Jawaban dari Resti


" Rumah tangga macam apa yang sedang kalian jalani " Keluh Resti sambil menggelengkan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2