
Adam tersenyum kecut ketika ia keluar dari ruangan Leon. Adam bukan pria bodoh yang gampang di kadalin oleh Wanita seperti Tante nya itu
" Kita lihat siapa yang bodoh di sini " Gumam Adam yang memasuki Mobil nya
" Jalan Ali " kata Adam kepada Asistennya
" Siap Tuan "
Di dalam mobil Adam Menyuruh Ali untuk Transfer ke Rekening Milik Tante nya Namun Ali mengerutkan kening nya ketika Ia hanya di suruh Transfer Uang yang Tidak seberapa oleh Adam
" Tuan Apa ini tidak salah? " Tanya Ali yang takut Ada kesalahan
" Tidak. Itu cukup untuknya selama satu Bulan " kata Adam " jika dia protes Suruh temui aku "
Ali mengangguk mengerti entah apa Rencana yang sedang Adam buat Untuk Tante nya itu
" Baik Tuan "
~ DI KANTOR
Seperti biasa Nara sedang melakukan aktivitasnya
" Nara "
" Iyah Mbak " jawab Nara menghentikan Aktivitas nya
" Tolong foto kopi ini ya " Mbak itu memberikan Kertas Kepada Nara " semua nya 10-10 "
" Oh siap Mbak " Kata Nara yang sudah mengambil Kertas itu
" Terimakasih Nara "
Nara tersenyum ia Langsung pergi ke lantai Tiga Untuk memfotokopi kan berkas-berkas tadi
Ting...
Nara Mengedipkan mata nya dua kali Ia bingung harus masuk atau jangan kedalam Lift Pasalnya di dalam Lift ada Adam dan juga Ali
" Apa kau hanya akan berdiam diri di sana terus? " Tanya Adam dengan tatapan Tajam nya
" Eh maaf Tuan " Nara segera masuk kedalam Life
" Apa kau tidak akan Menekan Kemana tujuan mu? "
Namun Nara Masih terdiam karena ia Benar-benar takut oleh Adam
" Maaf Nona, Anda Mau ke lantai Berapa? " Tanya Ali yang melihat Nara seperti ketakutan
" Eh maaf Tuan " Nara Langsung menekan No tiga
Adam yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya
__ADS_1
Ting...
Lift sudah Samapi di lantai Tiga Nara pun segera keluar Karen ia benar-benar merasa sesak satu Lift dengan pria dingin itu
" Heh tunggu " kata Adam kepada Nara
" E..Iyah Tuan " jawab Nara yang Merasa di panggil
" Setelah pekerjaan mu selesai datanglah ke Ruangan Saya " kata Adam
Kedua bola mata Nara Langsung Membulat dan juga Terkejut namun ketika ia mau Bertanya Pintu Lift sudah tertutup
" Apa Aku melakukan kesalahan? " Tanyanya kepada dirinya sendiri " tapi apa kesalahan ku, Ya ampun Ada apa lagi ini atau jangan-jangan.... " Nara Menggelengkan kepalanya ia menepis Apa yang ada di dalam kepalanya
" Tidak mungkin, Tidak mungkin Tuan Adam Mengetahui nya jangan bodoh kamu Nara Tidak mungkin Bos besar bisa tau itu semua Kecuali dia ngintip "
Nara masih bingung karena tiba-tiba saja Adam menyuruhnya untuk Datang ke Ruangan nya padahal kemarin Adam sendiri yang menyuruh Nara untuk tidak ke ruangan nya lagi.
Dengan rasa Frustasinya Nara pun memfotokopi Berkas-berkas tadi
" Nara kamu kenapa? " Tanya Salah satu Karyawan Yang tidak sengaja Melihat Nara seperti orang frustasi
" Eh Pak " jawab Nara sambil menundukkan kepalanya
Pria itu Menyenderkan Tubuhnya di dekat kaca Dengan Satu tangan masuk kedalam Saku celananya
" Kamu kenapa, ko seperti Sedang frustasi Seperti itu? " Tanya ulang Pria itu
" Jangan bohong Aku tau kamu sedang memikirkan sesuatu "
" Tidak ada Aslinya " jawab Nara Lagi " sudah ya pak, saya Permisi dulu " pamit Nara yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari si pria
Pria itu menggelengkan kepalanya Ia yakin jika Saat ini Nara Sedang Memikirkan sesuatu karena tidak biasanya Nara terlihat lesu seperti itu " ada apa dengan nya, Apa sedang ada masalah " gumam Nya namun Tidak ingin menebak-nebak ia pun melanjutkan pekerjaan nya
Setelah Nara Mengantarkan berkas Tadi Nara segera ke ruangan Adam karena ia juga masih penasaran kenapa Adam menyuruhnya untuk datang ke rumahan nya
" Bismillahirrahmanirrahim.. mudah-mudahan Aku tidak di pecat " gumam Nara ketika ia sudah Samapi di depan Pintu ruangan Adam
Tok..tok..tok...
" Masuk "
Dengan perlahan Nara membuka pintu lalu ia melihat Adam dan juga Ali yang sedang duduk di sopa
" Masuk ngapain kamu celingak celinguk di situ " tegur Adam
Nara Menggaruk kepala yang tidak gatal sambil menunjukan gigi putih nya
" Selamat siang pak. Maaf. Sebelum nya Ada apa ya Bapak memanggil Saya ke sini? " Kata Nara Bingung
" Duduk "
__ADS_1
Nara dengan hati yang masih was-was ia duduk di sopa Dengan sopan
" Ali berikan surat kontrak kepadanya "
Ali memberikan Surat kontrak Kepada Nara " silahkan di baca dulu Nona " kata Ali
Nara mengambil surat kontrak tersebut lalu membaca nya dengan perlahan
" Anda tidak bisa protes Nona jika anda ingin Hidup tenang " kata Ali
" Apa maksud nya ini? " Tanya Nara yang tidak mengerti
Adam membuang napas nya Pelan ia tidak habis pikir kenapa bisa ada pegawai nya yang bodoh seperti ini pikir Adam
'' Oke akan saya jelaskan langsung karena saya tidak ingin bertele-tele lagi '' Kata Adam yang tidak suka banyak basa basi gak jelas
'' Kamu saya tugaskan Untuk merawat leon di rumah sakit dan kamu akan saya bayar 25juta perbulan, kamu merawat Leon sampai sembuh jika leon sudah sembuh kamu bisa kembali lagi bekerja sebagai OG atau kamu membuka usaha sendiri dengan gajih yang kamu dapat itu semua terserah kamu pilihan ada di tangan kamu ''
'' Tapi.. ''
'' Jangan potong ucapan saya kamu dengarkan terlebih dahulu, kamu tidak bisa mundur dari pekerjaan ini karena jika kamu menolak maka kamu akan di pecat dengan tidak hormat karena kamu sudah berani tidur bersama Leon ''
Deg...
Jantung Nara seolah berhenti saat ini juga ia Tidak menyangka jika kejadian malam itu bisa di ketahui oleh Bos nya sendiri
'' Apa Saat itu tuan mengintip saya? '' Tanya Nara dengan polosnya
Ali yang mendengarkan perkataan Nara ia tidak tahan untuk tidak tertawa '' Hahaha... ''
'' Diam!! '' Bentak Adam kepada Ali
sontak saja Ali langsung menutup mulutnya ketika mendapatkan bentakan dari Adam
'' Apa kau pikir Saya ini tidak ada pekerjaan sehingga saya harus mengintip kalian bermain di dalam ruangan Leon ''
Nara memanyunkan bibirnya lalu menunduk untuk menyembunyikan rasa takut nya
'' Saya ini pemilik perusahaan ini jadi apapun yang di lakukan oleh karyawan saya sudah pasti saya akan tau '' Kata Adam
'' Sudah tidak ada penawaran lagi pokonya nanti sore kamu ke rumah sakit di antar oleh Ali dan kamu Ali jelaskan apa saja yang harus di lakukan oleh wanita ini '' Kata Adam
sebenarnya Adam tidak tega mengancam Nara dengan cara seperti ini Namun Adam melakukan ini untuk menjaga Nara jika suatu saat nanti Nara di ketahui hamil anak Leon maka Leon harus bertanggung jawab kepada Nara dan juga calon Anak mereka
Awalnya Adam sedang memantau CCTV perusahaan namun alangkah terkejut nya Adam ketika melihat rekaman CCTV di ruangan Leon. Dari situlah Adam mempunyai ide Agar Nara menjaga Leon Agar Nara juga tidak pergi membawa calon ponakannya
'' Sekarang keluarlah dan pulang bawa pakaian yang akan kamu bawa ke Rumah sakit karena kamu tidak di ijinkan untuk pulang karena kamu harus menjaga Leon 24 jam '' Kata Adam dengan tegas
'' Tapi Tuan ''
'' Tidak ada tapi tapian dan saya tidak menerima bantahan ''
__ADS_1
Dengan hati kecewa Nara keluar dari ruangan Adam sekarang entah apa yang harus Nara lakukan ia juga bing bagai mana cara dirinya untuk meminta ijin kepada keluarga nya walaupun mungkin keluarga nya akan dengan senang hati melihat kepergian Nara