Cinta Anisa

Cinta Anisa
PULANG KE RUMAH


__ADS_3

Hari Anisa sudah di perbolehkan pulang Oleh Dokter, Bibi sudah Merapihkan perlengkapan Anisa dan Juga twins yang akan di bawa pulang Sedangkan Afnan ia sedang mengambil Obat sekaligus mengurus kepulangan Anisa.


" Bi. Maaf ya Aku jadi repotin Bibi " Ucap Anisa yang merasa tidak enak


" Bibi tidak merasa di repotkan Ko Non, Justru Bibi senang bisa bantu Non di sini " Jawab bibi Jujur


" Terimakasih ya Bi "


" Sama-sama Non "


Bibi tidak hanya membantu Anisa bahkan Bibi juga mengajarkan Anisa bagai mana cara mengurus Twins selama di rumah sakit Bahkan Bibi tidak segan Menegur Anisa Jika Anisa sala Dan Anisa pun tidak merasa sakit hati kepada Bibi yang sudah Menegur dirinya Bahkan Anisa merasa dirinya mempunyai seorang ibu yang sedang mengajari dirinya.


" Ayo sayang " ajak Afnan


" Iyah Ayah " Jawab Anisa


Babu Daren di gendong oleh Anisa sedangkan Naila di Gendong Oleh Bibi Dan Afnan mendorong kursi roda Yang di duduki oleh Anisa. Afnan tidak membiarkan Anis berjalan karena ia takut Jika jahitan bekas Sesar kemabli terbuka.


Di dalam Mobil sudah ada Mang Agus Yang akan membawa mereka pulang, Di perjalanan Afnan terus saja menggendong Baby Naila Yang terlelap tidur


" Mang, Apa mang sudah memberitahu kepada Ceu idah kalo Aku sudah melahirkan? " tanya Anisa


" sudah Non, bahkan Istri saya pak RT, dan Bu RT sudah di perjalanan menuju ke sini " Jawab Mang Agus


" Loh, Gak Mang Agus jemput kan kasian pasti repot di jalan " Ucap Anisa


" Tidak Non, Paling nanti jika sudah Samapi di terminal Saya mau ijin Untuk menjemput mereka " Ucap Mang Agus ragu-ragu, Mang Agus takut Jika Afnan tidak akan mengijinkan dirinya untuk Menjemput Ceu idah, Bu rt dan juga Pak Rt


" Kamu pakai saja Mobil ini untuk menjemput Rombongan, Lagian kasian jika harus mengunakan kendaraan Umum " Ucap Afnan yang tau apa maksud Mang Agus tadi


Mang Agus langsung mengangguk " Terimakasih den "


" Heum.. Sudah jangan banyak omong kasian Anak-anak saya yang merasa terganggu oleh obrolan kalian " Tegur Afnan. Afnan benar-benar Posesif sekali sejalan Memiliki Anak


Anisa yang melihat suaminya semakin Posesif Hanya bisa mengulum senyum namun walaupun begitu Anisa sangat Beruntung karena memiliki suami yang sangat menyayangi dirinya dan juga kedua anaknya.

__ADS_1


Sesampainya Di rumah Anisa langsung di sambut oleh Resti yang sudah Menunggu kepulangan Anisa " Kakak " seru Resti sedikit berteriak


" Diam! Anak-anak ku sedang tidur, mereka bisa bangun karena suara cempreng mu itu " Tegur Afnan kepada Adiknya


Resti langsung melongo yang awalnya ingin menggendong ponakannya Ia malah langsung membeku " harap di Maklumi ya dek, Kakak mu sedang Posesif sekali kepada Anak-anak " Ucap Anisa yang merasa tidak enak kepada Resti


" i iya kak " jawab Resti pelan


" Sudah ayo Masuk di luar panas " ajak Anisa


Resti mengikuti langkah Anisa Yang menuju ke kamar twins " Kak Apa kakak tidak berniat untuk mencarikan pengasuh, kakak kan pasti repot Mengurus Baby Dau sekaligus " usul Resti


" Bagai mana nanti saja Dek, sekarangkan Twins masih anteng dan belum rewel jadi kakak memutuskan untuk mengurus mereka berdua sendiri Dulu tapi kalo Nanti sudah mulai rewel baru Kakak mencari pengasuh " jawab Anisa


Bagai mana pun Anisa pasti bakalan kewalahan jika Tidak menggunakan jasa Pengasuh Apa lagi Afnan pasti akan jarang di rumah dan meminta Bantuan bibi juga kasian bibi sudah capek mengurus rumah masa ia harus menjaga Twins juga.


" Iyan Kak " Jawab Resti pelan


Anisa menidurkan Baby Daren di samping Baby Naila " Mereka benar-benar duplikat kakak sama kak Afnan ya "


" Kan kita orang tua nya, Kalo wajahnya beda patut di pertanyakan hihihi " Jawab Anisa sambil terkekeh sendiri


" Wah Ayah Afnan semakin galak aja " tegur Resti


" Apa kamu bilang hah! Keluar " usir Afnan Kepada Resti


Akhirnya mereka pun keluar, Anisa duduk di sopa panjang Dan mengambil Posisi enak agar tidak merasakan sakit di bagian Perutnya. Tadinya Afnan sudah menyuruh Anisa untuk Istirahat di kamar tapi Anisa tolak karena ia tidak enak dengan Resti yang sudah bela-belain main ke rumah Mereka.


" Kak, Bagai mana rasanya Melahirkan? " tanya Resti penasan


" Rasanya itu sangat luar biasa tapi Setelah Melihat Anak kita, Rasa sakitnya itu hilang dan tidak terasa " jawab Anisa yang membayangkan bagai mana haru dirinya ketika mendengar Suara tangis kedua anak nya bahkan Anisa sampat tidak percaya jika dirinya saat ini telah menjadi seorang ibu dari dua anak sekaligus


"Kamu jangan takut untuk melahirkan karena dengan kita bisa melahirkan dan memiliki seorang Anak tanda nya kita sudah menjadi seorang wanita seutuhnya. di luar sana Banyak wanita yang menginginkan seorang anak bahkan Samapi rela berobat kesana kemari hanya karena ingin memiliki seorang anak, jadi kita harus bersyukur karena Allah telah mempercayai kita " ucap Anisa panjang lebar


Resti yang mendengar ocehan Anisa hanya bisa mengangguk dengan Menelan silvernya, Resti sangat sadar bahwa dirinya sempat takut untuk melahirkan apa lagi kemarin setelah melihat kakak ipar nya yang teriak histeris karena menahan rasa sakit Di pinggang nya.

__ADS_1


" Kakak benar, Aku seharusnya bersyukur karena di berikan kepercayaan oleh Allah "


" Bund, ini minum dulu kata bibi ini bagus untuk pelancar Asi " Afnan memberikan satu gelas ramuan Dari bibi


" Iyan Ayah " Anisa ingin meminumnya namun aroma nya kurang sedap membaut Anisa harus menutup hidungnya


" apa sangat tidak enak Bund? "


" uwek... " Anisa hampir saja memuntahkan Nya kemabli namun segera Afnan berikan Permen kedalam mulut Anisa agar tidak merasa Mual


" Rasanya sangat aneh Ayah "


" itu kayanya bagus untuk Asi Bund "


Resti lagi-lagi ia malah bengong melihat Kakak iparnya yang akan muntah " Jangan Begitu liatnya Dek " tegur Anisa


" hehehe Maaf " Ucap Resti


Afnan memeriksa CCTV kamar Twins untuk melihat apa Twins menangis atau Tidak Dan ternyata aman-aman saja.


" Ayah lihat apa? * tanya Anisa yang melihat suaminya Fokus ke handphone


" Ini Aku lagi Liat CCTV kamar Twins " Jawab Afnan jujur sambil memperlihatkan kepada Anisa


Afnan begitu niat membuat kamar Untuk Twins bahkan Afnan samapi memasang CCTV di beberapa sudut agar bisa mengawasi Kedua anak nya.


" ayah Mamah paling TOP deh "


" kakak siapa dulu dong " Ucap Bangga Resti sambil menepuk dadanya


" Suami siapa dulu dong " Lanjut Anisa sambil terkekeh


" Yang jelas Aku adalah Suami dari Anisa Rahma dan ayah dari Kedua Putra dan putriku Kakak dari seorang Resti yang sangat bawel dan juga cempreng hahaha " kini Giliran Afnan yang tertawa Puas


" Assalamualaikum... "

__ADS_1



Halo Aunty Online nya Darendra dan juga Naila. Tetap dukung terus ya Karyanya Aunty Author Dengan Cara Like and Komen ♥️


__ADS_2