
Malam telah tiba Makan malam telah usai kini mereka sudah masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Resti dan Adam mereka memilih untuk pulang karena Besok Adam Harus pergi ke luar kota untuk mengurus kerjaan.
Anisa sudah mengganti pakaian nya dengan baju tidur yang ada kancing di bagian dadanya Agar gampang menyusui
" Bunda "
". Iyah Ayah " jawab Anisa yang sudah terbaring di atas tempat tidur
" Twins sudah tidur? "
" Sudah Ayah. tadi sebelum Bunda masuk kemar Bunda ke kamar Twins dulu " Jawab Anisa yang sudah tidak tahan ingin tidur
Anisa dan Afnan tidak khawatir jika Twins menangis karena Afnan sudah menyuruh Bibi Untuk tidur di kamar Twins tadinya Anisa sendiri yang akan tidur di kamar Twins tapi Afnan melarangnya.
" Yaudah ayo kita tidur mumpung Anak-anak sudah tidur " Ajak Afnan yang di balas anggukan oleh Anisa
Jujur saja hari ini Anisa lelah sekali hari ini Untung saja Twins masih anteng paling nangis kalo popok nya basah kalo tidak Ingin minum susu.
Jam Satu Malam Anisa terbangun ia mendengar suara tangisan Salah satu Anak nya " Ayah " Anisa membangunkan Afnan tapi Afnan sepertinya Ia juga makanya tidak bangun
Karena Afnan tidak kunjung Bangun Akhirnya Anisa pergi sendiri ke kamar Twins " Bi. Apa Naila Haus? " Tanya Anisa ketika melihat Bibi yang sedang menggendong Naila
" Ini Non, Neng Naila Bangun karena habis Pop " Jawab Bibi
" Oh, yaudah sini biar sekalian aku Beri asi biar tidur lagi " pinta Anisa. bibi langsung memberikan Naila kepada Anisa
" Bibi istirahat aja, Biar Twins aku yang jaga " Ucap Anisa
" Tapi Non, Sudah tidak apa-apa, Lagian besok pagi Bibi harus bangun lagi kan "
Bibi sedikit berfikir Benar juga yang di ucapan oleh Anisa, Pagi-pagi ia sudah harus bangun lagi karena harus beres-beres dan menyiapkan sarapan " Baiklah Non, kalo begitu Bibi ke bawah ya kalo Butuh sesuatu panggil Aja bibi " jawab Bibi
__ADS_1
" Iyah Bi " Anisa mengangguk lalu ia duduk di sopa panjang Sambil memberikan Asi kepada Naila. Dengan lembut Anisa mengelus pundak Naila agar ia tertidur lagi
Jam sudah menunjukan jam Tiga pagi Afnan bangun dari tidur nya ia tidak melihat keberadaan Istrinya " kemana istriku " Gumam Afnan. Afnan langsung bangun dari tempat tidur lalu pergi ke kamar Twins, Benar saja Afnan melihat Anisa yang sedang terbaring di sopa panjang dengan tangan yang memeluk Naila
Afnan berjalan ke arah Anisa lalu dengan pelan Afnan mengambil Naila di pelukan Anisa " Tidur ya sayang, Biar Bunda tidak kerepotan " Afnan mengecup kening Naila lalu mengecup kening Daren
Lalu Afnan kembali ke arah Sang istri Afnan memberikan Selimut kepada Anisa lalu ia pun ikut berbaring di sopa, Untung Saja Sopa Yang ada di kamar Twins lumayan besar jadi bisa di gunakan untuk berdua.
Suara Azan subuh sudah berkumandang Anisa terbangun karena memang dia biasa bangun subuh " Ayah " Gumam Anisa melihat suaminya yang sedang memeluk dirinya. Pelan-pelan Anisa melepaskan pelukan suaminya ia namun Tangan Anisa langsung di peluk erat oleh Afnan
" Masih pagi, tidur lagi " ucap Afnan dengan suara seraknya
" Tapi Ayah "
" Bunda kan sedang tidak menunaikan sholat jadi Bunda bisa bangun agak siangan " Kata Afnan yang tidak menerima penolakan dari sang istri
Anisa pun hanya bisa pasrah ia pun kembali Memejamkan kedua mata nya. Afnan yang merasa sang istri sudah terlelap kembali ia Langsung menunaikan kewajibannya sebagai umat Muslim setelah itu Afnan tidak kembali tidur ia memilih Untuk Membantu Bibi memandikan Twins dan membiarkan istrinya untuk istirahat.
" Nak Afnan, Neng Anisa nya kemana? " Tanya Bu Rt yang sudah berada di dapur dengan Ceu idah
" Istriku masih tidur Bu, mungkin karena lelah " Jawab Afnan Yang Menggendong Daren sedangkan Naila Bibi yang gendong
" terus itu mau di bawa kemana? "
" Mau aku ajak Berjemur Bu, tapi kaya nya cuaca kurang bagus berjemur "
Pagi ini cuaca emang kurang bagus bahkan pagi-pagi sudah Turun hujan " Kalo begitu jangan di bawa keluar Nak, nanti Malah masuk angin "
" Iyah Bu "
Akhirnya Afnan menabwa Twins ke Ruang keluarga, Di ruang Keluarga Ada pak RT yang sedang duduk sambil Ngopi. Afnan membaringkan Twins di tempat Tidur Bayi yang Afnan beli waktu itu.
__ADS_1
" Wah Cucu Abah Sudah cantik dan tampan " Kata Pak rt tersenyum
" Iya dong Abah kan " Jawab Afnan Meniru suara anak-anak
" Wah sebentar lagi rumah akan ramai ya Nak, apa lagi Kalo twins sudah pada merangkak ke sana kemari pasti kalian akan repot hehehe "
" Benar pak, Ini aja aku berencana untuk mencari pengasuh untuk Twins soalnya kasian jika Istriku yang terus mengurus nya apa lagi istriku Habis Secara Membutuhkan Waktu istri yang cukup agar luka nya cepat kering "
" Bapak setuju. Tapi carilah Pengasuh yang paham akan Bayi jangan ngambil asal-asalan kalo bisa jangan yang muda juga Cari yang seusia bibi " Usul Pak rt. bukan tanpa alasan Pak RT biacra seperti itu, Pak Rt sering melihat berita yang Isinya penganiayaan terhadap bayi karena anak yang tidak bisa diam dan juga sering menangis yang akhirnya jadi penganiayaan
" Baiklah pak, tapi aku harus Obrolin dulu kepada Istriku "
" Iyah. Kalian menang harus diskusikan dulu Agar tidak ada ke salah pahaman "
Afnan menganggukkan kepalanya Ia senang bisa ngobrol dengan Pak RT apa lagi Pak Rt yang memberikan beberapa solusi untuk dirinya.
" Assalamualaikum.... "
" Wa'alaikumsalam... Mamah, Papah, kenapa gak bilang Kalo pulang? " Tanya Afnan yang terkejut melihat kedua orang tua nya sudah Sampai di Kota
" Pak rt apa kabar? " Sapa Bu Ani
" Alhamdulillah baik Bu " Jawab Pak Rt
" Wah ini cucu-cucu kita pah " Seru Bu Ani yang langsung menggendong Cucu perempuan Pak Yusuf juga tidak ingin kalah dari sang istri, pak Yusuf juga menggendong Daren
Walaupun di luar hujan tapi membuat Keceriaan dan kebagian di dalam rumah surut mereka terus bermain dengan cucu mereka bahkan Afnan samapi tidak ke bagian karena Twins di kuasa oleh Orang tua nya itu membuat Afnan frustasi karena tidak bisa menggendong anak nya sendiri.
" loh papah Mamah " Ucap Anisa yang turun dari tangga
Anisa tadi bangun dari tidur nya karena tidak melihat suami dan juga anak-anak nya, dengan langkah cepat Anisa langsung keluar dari kamar Twins namun Ia malah melihat kedua mertuanya yang sedang bermain dengan si kembar.
__ADS_1