Cinta Anisa

Cinta Anisa
KHAWATIR


__ADS_3

'' Sudah-sudah kalian ini berantem terus kaya anak kecil padahal sama-sama sudah punya pasangan juga '' Tegur Pak Yusuf. Jika sudah pak yusuf yang berbicara pasti langsung diam.


'' Nyonya, Tuan makan malam sudah siap '' Kata Bibi yang menghampiri ruang tengah


'' Oh iya bi, Terimakasih ya '' Kata Bu Ani yang langsung di Anggukan oleh Bibi dan pergi ke dapur


'' Ayo semuanya kita makan malam dulu '' Kata Bu Ani


Semua orang sudah berada di meja makna termasuk Adam yang sudah duduk di samping Resti


'' Mah, Pah, Afnan makan di kamar aja tidak apa-apa soalnya Kasian Istri Afnan jika harus makan sendirian di kamar '' Ucap Afnan kepada bu Ani dan Pak yusuf


'' Iyah pergilah bawakan makan malam untuk istrimu sekalian kamu bawakan buah dan juga susu ibu hamil untuk menantu mamah '' Kata Bu Ani yang langsung dapat anggukan dari Afnan


Afnan langsung ke dapur untuk meminta bibi agar menyiapkan makanan yang akan di bawa ke kamar


'' Kenapa Istri Afnan tidak turun Mah, Pah? '' Tanya Adam


'' Apa karena kelelahan ''


'' Biasalah ibu hamil gampang lelah apa lagi di usia kehamilan nya yang di haruskan banyak beristirahat '' Jawab Bu ani


'' Oh '' Kata Adam yang ber-oh ria


'' Mah, pah dan yang lainnya aku ke kamar duluan ya '' Pamit Afnan yang membawa nampan berisi makanan


'' Iyah sayang ''


Bu Ani yang melihat Resti makan sendirian langsung memberikan kode kepada Resti Agar Resti mengisi piring Adam juga


Resti yang mendapatkan kode langsung mengisi piring Adam dengan Nasi dan lauk pauk yang lain nya


'' Terimakasih '' Kata Adam


Resti hanya menjawab dengan senyuman lalu mereka makan dengan nikmat apa lagi Omah Lidia yang Menikmati makanan nya


~DI DALAM KAMAR


Afnan menaruh nampan yang berisi Nasi dan yang lainnya. Afnan melihat sang istri yang sedang terlelap tidur


'' Sayang, Bangun yuk kita makan malam dulu '' Kata Afnan mengelus wajah sang istri


Namun Afnan merasa ada yang Aneh '' Sayang, hei bangun '' ucap Afnan yang melihat sang istri tidak juga unjung bangun


'' Sayang jangan bikin Aku khawatir sayang '' Afnan langsung menekan tombol darurat yang Afnan pasang di setiap kamar dan juga ruangan untuk jaga-jaga jika ada bahaya


Alarm langsung bunyi di setiap ruangan, Orang-orang yang sedang makan malam langsung berhenti dan berhamburan pergi ke kamar Afnan


''Ada Apa ? " Tanya Adam dan Oma Lidia yang tidak tau apa yang telah terjadi


'' Itu Alarm dari kamar kak Afnan, pasti telah terjadi sesuatu makanya Kak Afnan menekan Alarm '' Kata Resti yang hendak pergi

__ADS_1


Oma Dan Adam saling pandang lalu mengikuti Resti untuk pergi ke kamar Afnan


'' Afnan Ada apa? '' Tanya Pak Yusuf khawatir


'' Istriku pingsan Pah '' Lirih Afnan yang masih masih duduk di samping sang istri


'' Astaghfirullah.. apa Kamu sudah menghubungi Dokter? '' Tanya Bu Ani yang naik ke atas tempat tidur lalu mengelus tangan Anisa


Adam dan Oma lidia baru sampai di kamar Afnan


Afnan yang melihat Ada Adam ia langsung menutupi kepala sang istri dengan kerudung yang di simpan Anisa di Meja


Adam yang sempat melihat Anisa tidak menggunakan kerudung sempat terpesona oleh Ke Cantikan Anisa namun semua itu segera ia tepis dan beristighfar


'' Kenapa bisa seperti ini? Resti Ambilkan minyak kayu putih di Kamar mamah '' Kata bu Ani kepada Resti


'' Iyah mah ''


'' Aku tidak tau Mah, Tadi ketika Aku tinggalkan Anisa langsung tidur '' kata Afnan


'' Mungkin Cucu menantuku Kelelahan karena seharian ini dia ikut sibuk '' kata Oma Lidia


Tak lama kemudian Dokter datang dan memeriksa Anisa


'' Dok Bagai mana dengan keadaan Istri saya? '' Tanya Afnan


'' kenapa istri saya bisa pingsan Dok ''


Sontak saja ucapan Dokter tersebut membuat orang yang ada di rumah shock dan kaget


'' Apa dok, Cucu menantuku Hamil anak kembar? '' Tanya Oma Lidia dengan wajah yang antusias tapi beda dengan Afnan yang sudah mengetahuinya namun tadinya Afnan dan Anisa ingin membuat kejutan maknya tidak bilang-bilang


Pak Yusuf yang melihat putranya tidak terkejut merasa Aneh '' Apa kamu sudah tau soal kehamilan Menantu ku hem.. '' Tanya Pak Yusuf


'' Jadi selama ini Kamu sudah tau dan malah merahasiakannya dari kami? '' kata Bu Ani


'' Wah kakak keterlaluan masa berita bahagia malah di sembunyikan '' Sindir Resti


Afnan yang ketahuan Bohong hanya menggaruk kepala yang tidak gatal '' Tadinya Aku dan Anisa akan merahasiakannya biar menjadi kejutan nantinya '' Kata Afnan


'' Cucu Kurang Akhlak '' Kata Oma Linda


'' Selamat ya atas kehamilan anak kembarnya, semoga Ibu dan calon Anak-anakmu selalu di berikan kesehatan sampai melahirkan nanti '' Kata Adam tulus


'' Sama-sama kak '' Kata Afnan


Anisa bangun dengan keadaan bingung karena di kamar nya banyak orang


" Mas.." kata Anisa dengan suara serak nya


Afnan langsung menoleh kearah Suara lalu mendekat " sayang, kamu sudah bangun " kata Afnan

__ADS_1


Anisa mengerutkan kening nya " emangnya aku kenapa? " Tanya Anisa


Pletak..


Afnan menyentil kening sang istri dengan pelan


" Auh.. mas.." lirih Anisa


" Kamu tadi pingsan dan sudah membuat seisi rumah Khawatir dengan kondisi mu, lain kali jika ada yang kamu rasakan itu bicara sayang bukan diam saja " kata Afnan panjang lebar


" Auuhh.. omah sakit " keluh Afnan yang telinganya di jewer oleh Oma Lidia


" Istrimu baru saja bangun dari pingsannya bukannya di kasih minum malah ngomong kesana kemari " tegur Omah kesal


" Maaf, aku hanya khawatir dengan istriku Oma " kata Afnan membela diri


Bu Ani hanya menggelengkan kepalanya


" Maaf semuanya karena Anisa sudah membuat kalian khawatir dengan Nisa " ucap Anisa menunduk


" Iyah tidak apa-apa Sayang, yang penting sekarang kamu sudah bangun " kata Bu Ani


" Sekarang apa yang kamu rasakan dan apa yang sakit? " Tanya Bu Ani


" Nisa laper " lirih Anisa sambil menunduk


Sontak saja orang yang ada di sana malah tersenyum dan menghelaikan napas nya, orang lain pada khawatir Sedangkan Anisa malah bilang laper


" Hahaha.. hanya kak Nisa yang bisa seperti ini di saat orang lain Khawatir " ucap Resti tertawa


Bu Ani tersenyum " Afnan Mana makanan yang tadi kamu bawa " ucap Bu Ani


" Biar aku aja mah " Ucap Afnan Yang mengambil nampan dan menyuapi Anisa


" Kalo begitu kami keluar dulu ya, Biarkan Anisa istirahat " kata Pak Yusuf karena sudah melihat Anisa baik-baik saja


" Awas ya, cucu kurang Akhlak jika Cucu menantu ku kau apa-apa kan, Oma yang akan turun tangan " kata Oma Mengancam Afnan


" Siap Oma, mana berani aku macam-macam kepada istriku sendiri apa lagi sekarang bala bantuan Istriku banyak Takut aku " kata Afnan merinding sendiri


Setelah orang-orang pergi meninggalkan kamar Anisa dan Afnan


Afnan masih menyuapi Anisa dengan telaten


" apa Mas sudah makan? " Tanya Anisa


" Belum, bagai mana mas bisa makan jika melihat kamu yang tidak sadarkan diri " ucap Afnan


" Maafin Nisa ya Mas, kalo gitu Sini Anisa yang suapi Mas " kata Anisa


" Tidak usah, biar nanti mas Makan sendiri saja jika kamu sudah usai makan " Tolak Afnan

__ADS_1


__ADS_2