
Di sinilah Elif berada saat ini Di sebuah Halte bus dengan satu koper milik nya. Elif tidak menyangka jika hidupnya akan berubah drastis seperti ini, Dulu ketika dirinya Sedang terpuruk pasti akan selalu ada sahabat nya yang membantu dan memberikan dukungan kepada Elif tapi sekarang semuanya menghilang begitu saja karena ulah dirinya sendiri yang telah menyakiti Sahabat satu-satunya yaitu Resti
" Hiks... Sekarang aku harus kemana " Lirih Elif bingung Apa lagi hujan mulai turun komplit sudah penderitaan Elif. Belum juga dirinya menemukan tempat untuk ia tinggali tapi malah keburu ujan
" Tuhan kenapa Kau sangat kejam kepada ku!!!! " Teriak Elif sambil menangis
Duurrrr darrrrr
Suara petir yang cukup kencang membuat Elif menutup kupingnya karena ketakutan apa lagi di sana hanya ada dirinya sendiri
" Maafkan aku tuhan, Aku hilap Jangan ambil nyawaku sekarang karena aku masih ingin hidup dan menimati surga dunia mu " kata Elif seolah memohon
Mungkin jika ada yang melihat Elif saat ini pasti mereka akan mengira jika Elif sudah tidak waras bisa-bisa nya ia menolak mati karena masih ingin menikmati surga dunia sedangkan dirinya untuk tidur saja masih bingung.
~ KANTOR
Afnan yang tadinya akan menghadiri jamuan makan siang dengan klien tiba-tiba saja Hujan deras membuat Afnan malas untuk keluar kantor
" Raf. Sepertinya kamu saja yang menghadiri jamuan makan siang, Gue mau makan di ruangan gue aja " kata Afnan yang enggan untuk pergi
" Cih.. Lo nolak makan siang gara-gara ujan? Lo kaya bukan laki saja " ledek Raffi sambil terkekeh
" Sorry bukan gue takut ujan tapi gue takut Jika gue sakit Lo tau kan istri gue sedang hamil besar kalo gue sakit siapa yang akan menjaga istri gue jadi Gue harus menolak sakit Untuk tetap siaga menjaga istri gue " kata Afnan
Afnan memang akhir-akhir ini sangat menjaga kesehatan nya ia ingin menjadi suami yang siaga untuk sang istri
" Alasan Lo. Yasudah gue pergi dulu, apa perlu gue pesankan makan siang Lo di restoran biasa? " Tanya Raffi
Afnan tersenyum lalu menepuk bahu Raffi. " Lo memang paling the best. Pesankan makanan yang seperti biasa " jawab Afnan
__ADS_1
Raffi menurutkan tangan Afnan di bahunya lalu ia mendengus kesal " Hanya gue yang selalu mengerti tentang Lo jadi seharusnya bulan depan gue sudah naik gaji " kata Raffi
Namun Afnan yang sudah meninggalkan Raffi hanya bisa melambaikan tangan tanpa menoleh ke belakang karena Afnan masih bisa mendengar ucapan Raffi
Raffi langsung masuk kedalam mobil nya lalu mengendarainya ke Salah Satu Restoran bintang lima untuk menghadiri jamuan makan siang
Ketika Raffi sampai di sana ada Tuan Bram dan seorang perempuan cantik. Raffi sudah bisa menebak jika wanita itu pasti anak nya si tua Bangka itu
" Selamat siang Tuan Bram " sapa Raffi sopan
" Selamat siang Asisten Raffi " jawab nya dingin lalu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Afnan
Raffi yang sadar jika Tuan Bram sedang mencari keberadaan Afnan langsung tersenyum
" Maaf Tuan Bram. Tuan Afnan tidak bisa menghadiri jamuan makan siang ini karena ada urusan yang tidak bisa ia tinggalkan " kata Raffi bohong tidak mungkin kan Raffi berkata jujur jika Afnan tidak bisa datang karena ujan
Bisa di lihat Tuan Bram dan juga putri nya terlihat kecewa karena Afnan tidak hadir padahal Tuan Bram Sengaja mengajak Afnan makan siang karena ingin mengenalkan anak gadis nya
" Diam lah " bentak Tuan Bram pelan
" Maaf sekertaris Raffi, maklum Putri saya ini sangat mengidolakan Tuan Afnan jadi Putri saya sedikit kecewa ketika Tuan Afnan tidak bisa hadir si sini " kata Tuan Bram sambil tersenyum
" tidak apa-apa Tuan Bram itu hal yang Biasa apa lagi saya memiliki Atasan yang rupawan Pasti setiap wanita akan sangat Tergila-gila kepada beliau "
" anda Benar Tuan. demi Menghadiri Acara makan siang ini putri saya sampai bela-belain untuk pergi ke salon karena tidak ingin terlihat Jelek di mata Tuan Afnan. benarkan putriku? " tanya Tuan Bram
" benar. yang di katakan oleh Ayah itu, Saya sudah bela-belain pergi ke salon hanya untuk bertemu dengan Atasan mu tapi dengan tidak sopannya Tuan Afnan malah tidak datang " keluh Wanita muda itu
" ayah pokonya aku tidak mau tau, jadwalkan kemabli Pertemuan ku dengan Tuan Afnan " ucap nya
__ADS_1
" Iyah kamu tenang saja, ayah akan melakukan segala cara agar kamu bisa bertemu dengan Tuan Afnan " jawab nya tanpa malu padahal sedari tadi Raffi duduk di depan mereka
Raffi yang melihat Drama anak dan ayah itu hanya tersenyum kecut. menurut Raffi trik yang di lakukan Tuan Bram sangat menjijikan pantas saja Afnan menarik alasan untuk tidak Menghadiri Jamuan makan siang ternyata ini alasannya.
Karena tidak ingin berlama-lama melihat Drama Raffi meminum Air putih yang sudah di sediakan di meja
" Maaf tuan Bram sepertinya Saya juga tidak bisa ikut makan siang bersama Anda dan juga Nona cantik ini karena saya baru ingat jika Saya harus menyusul Tuan Afnan " pamit Raffi
" Ah.. iya tidak apa-apa " jawab nya
" lain kali saya akan Mengundang Tuan Afnan untuk makan malam bersama " kata Nya
Raffi yang sudah mendapatkan jawaban langsung pergi meninggalkan ayah dan anak yang masih melakukan drama
" Cih dasar tua Bangka tidak sadar diri, hanya demi Tender dia mau menjual putrinya kepada Bos gue dia pikir Bos gue bakalan Tergoda degan ulat bulu kaya gitu apa lagi Bos gue sudah mempunyai wanita yang super komplit di rumah nya " kata Raffi yang berdiri di dekat mobil lalu masuk kedalam mobil nya
Di kantor Afnan menikmati makan siang bersama sang istri lewat Vidio cal
" Bunda makan apa siang ini? Apa Lontongnya sudah jadi " tanya Afnan
" Seperti biasa Bunda makan Nasi dan lauk pauk yang lain nya karena Lontongnya belum Mateng " jawab Anisa
" Hehehe.. sabar ya Bunda "
" Bunda selalu sabar ayah. Ayah makan apa? Ko terlihat enak sekali " tanya Anisa
" Ayah makan makanan yang di pesankan oleh Raffi, Tadinya Ayah ada jamuan makan siang namun Ayah cancel karena ayah ingin makan siang bersama bunda "
" Dih gombal " kata Anisa
__ADS_1
" Serius Bunda ini buktinya Ayah gak ikut dengan Raffi karena Makan bersama bunda itu lebih nikmat dari pada Makanan restoran "
Obrolan mereka terus berlanjut Sampai Afnan menghabiskan makanan nya, walaupun tidak ada suara di Antara Afnan dan juga Anisa yang penting Mereka saling bertatapan muka itu saja sudah cukup Bagi Afnan.