Cinta Anisa

Cinta Anisa
NGIDAM RESTI


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu Bu rt dan yang lainnya sudah pulang ke Bandung mereka pulang setelah melaksanakan acara Akikah Twins.


Bu Ani dan Pak Yusuf untuk sementara tinggal di rumah Afnan karena Bu Ani ingin dekat dengan Cucu-cucunya lagian kalo pulang juga pasti rumah sepi gak ada hiburan.


Afnan juga sudah kembali Aktifitas di kantor ia sudah terlalu lama meninggalkan kantor membuat kerjaan menumpuk.


" Mah. ini mamah yang buat? " tanya Anisa yang mendapatkan Anggukan dari Bu Ani


" Gimana rasanya enak? "


" Banget Mah. Mamah kan jago masak tapi kenapa Mamah gak buka Restoran aja pasti Bakalan penuh dengan pengunjung "


Bu Ani tersenyum " Mamah Gak minat sayang lagian kalo mamah buka Restoran Pasti papah bakalan Gak ijinin. kamu pasti tau betul bagai mana Papah kamu "


Anisa mengangguk mengerti. Anisa tau betul bagai mana Papah mertuanya itu sangat Posesif sama dengan anak nya Afnan.


" Hehehe.. berarti Mas Afnan Seperti Papah ya Mah, Posesif "


" Hahaha kamu benar sayang. Bisa-bisa papah mu itu mati kutu karena Mamah yang sibuk di Restoran " Ucap Bu Ani sambil tersenyum


" Non maaf ini Den Daren seperti laper " ucap Bibi sambil memberikan Daren kepada Anisa


" Sini Bi, mungkin laper " Ucap Anisa mengambil Daren dari gendongan Bibi


" Cucu omah yang satu ini juga sepertinya kalo sudah besar pasti sangat Posesif. Mamah perhatian Daren suka rewel jika Kamu sedang menggendong Naila "


Anisa tersenyum Ia duduk di Sopa lalu membuka kancing pakaian nya, Untung Anisa menggunakan Kerudung lebar jadi Tidak akan ada yang lihat Jika Anisa Sedang memberikan asi kepada Daren " Ya begitulah Mah. makanya Anisa selalu ngumpet-ngumpet kalo lagi memberikan Asi Kepada Naila takutnya Daren malah ikut nangis "


" kalo Sudan besar Nanti pasti kaya Ayahnya ini. Tapi untungnya Naila tidak rewel ya dia anteng kalo kakak nya sedang Mimi "


" Betul mah. mungkin Naila tau jika ia tidak boleh Mendahului kakak nya " jawab Anisa sambil terkekeh


" Naila pasti akan seperti mu jika sudah besar, Gadis penyabar dan juga penyayang "

__ADS_1


" Amin.... " jawab Anisa lagi


Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi Orang yang Sholeh dan berbakti kepada kedua orang tuanya Termasuk Anisa yang selalu mendoakan Kedua anak nya kelak agar mempunyai Akhlak yang baik dan juga Berbakti kepada Dirinya dan yang lain.


Anisa menidurkan Daren di Kasur ruang Tengah Karena kebetulan Anisa dan Bu Ani sedang Menonton Acara tv yang biasa ia tonton. Sedangkan Pak Yusuf ia sedang pergi memancing dengan sahabatnya Itung-itung mencari hiburan karena Pak Yusuf sudah tidak pergi ke kantor lagi.


Bukannya menonton Anisa malah ikut tertidur di samping Daren. Bu Ani yang melihat itu hanya tersenyum lalu memberikan selimut kepada Anisa agar tidak kedinginan


Bu Ani pergi ke Kamar Cucunya di sana ada Naila yang sedang tertidur lelap juga. Naila Anaknya anteng ia tidak terlalu rewel seperti Daren Padahal Naila Adiknya Daren.


" Tidur ya Cucu Oma. Biar Bunda nya bisa istirahat " Ucap Bu Ani mengelus kening Naila lalu ia pergi meninggalkan kamar Naila


Sedangkan di rumah Resti ia sedang meminta bibi Untuk di buatkan Kue Salju entah Resti liat dari mana karena tiba-tiba saja ia meminta bibi untuk di buatkan


" Wah wangi sekali, ini pasti enak " Ucap Resti yang sudah tidak sabar ingin mencoba Kue Salju nya


" Non awas masih panas " Ucap Bibi karena Resti main makan begitu saja dari Loyang yang masih panas


" Tukan bibi bilang apa Non "


" heheh tidak apa-apa Bi, lagian ini enak banget " Puji Resti yang terus memakan Kue Salju nya " Bi. nanti kasih toples ya terus langsung di kasih Paper bag Soalnya aku mau bawa ini buat Kak Anisa " Ucap Resti


" Siap Non "


Bumil itu Langsung pergi ke kamar untuk bersiap-siap Tadi ia Sudah ijin kepada Adam kalo dirinya akan main ke rumah Anisa. Di rumah nya masih sepi makanya ia Sering main ke sana karena Ada Twins yang menjadi hiburan


Resti sudah siap dengan mengunakan gaun selutut berwarna Putih dengan rambut yang ia gerai, Bumil itu terlihat cantik Apa lagi perutnya yang sudah mulai buncit membuat Resti semakin terlihat Cantik.


" Bi mana yang tadi aku minta? " Panggil Resti sambil turun dari tangga


" ini Non " jawab bibi memberikan paper Bag kepada Resti " Non. Supir juga sudah siap "


Resti tersenyum " Terimakasih ya Bi. kalo begitu aku pergi Dulu jaga rumah dengan baik awas jangan lupa Menutup Jendela lagi nanti Banyak nyamuk masuk "

__ADS_1


" Siap Non "


Bukan tanpa Alasan Resti bicara seperti itu karena beberapa hari yang lalu bibi lupa menutup jendela yang akhirnya banyak nyamuk yang masuk karena Di belakang ada Tanaman Sayuran Yang di buat oleh Pak Yusuf khusus untuk Resti.


Resti masuk kedalam mobil. Resti di ijinkan pergi kalo bersama Supir dan sudah tidak di ijinkan untuk membawa Mobil sendiri.


Di perjalanan Resti berhenti di salah satu Kedai bakso yang ia gemari bersama Anisa " Pak. maaf belikan bakso itu dong sepuluh bungkus " Ucap Resti


" baik Non "


" Seperti Biasa ya Pak " ucap Resti sedikit berteriak


Bukan Resti tidak mau beli sendiri tapi di sana Luamyan penuh dan itu membuat Resti sesak dan pasti mual karena bau parfum orang-orang yang membuat mengocok perut


Setelah menunggu akhirnya Pak supir kembali kedalam mobil dengan membawa Sepuluh bungkus bakso " Jalan pak "


Tau butuh waktu lama Mobil pun sudah masuk ke dalam pekarangan Rumah Anisa " Assalamualaikum.. " Seru Resti


" Wa'alaikumsalam.. jangan teriak-teriak Kakak ipar mu sedang tidur " tegur Bu Ani kepada Resti


Resti menggaruk kepala yang tidak gatal " Maaf tidak tau " Jawab Resti


Resti masuk kedalam rumah Dengan membawa Paper bag dan keresek Bakso. Anisa juga sudah bangun karena ia Mencium wangi bakso Yang di bawa oleh Rest


Akhirnya mereka menikmati bakso yang di bawa oleh Resti tadi Tanpa kandas mereka juga tidak makan sendiri Resti membagikan bakso yang ia bawa kepada bibi dan juga Yang lain tidak mungkin kan mereka hanya makan bertiga sedangkan di sana ada bibi dan juga pelayan yang lain.


" Ini bakso paling Maknyus " Ucap Resti


" Boleh makan Bakso tapi jangan terlalu banyak kasian calon anak mu nanti " Tegur Bu Ani


" Siap Mamah ku sayang " jawab Resti yang mengelus perut nya


" Jangan ia ia tapi mau nambah hehehe " Ledek Anisa yang tau saja jika Resti akan nambah lagi

__ADS_1


__ADS_2