Cinta Anisa

Cinta Anisa
INDONESIA


__ADS_3

Daren Berjalan mendorong Koper miliknya. Wajah yang tampan dan Postur Tubuh yang Gagah membuat Daren terlihat Cool jangan lupakan Kaca mata Hitam yang ia gunakan menambah Kesan ktampanan Daren.


" Halo kak " Sapa seorang pria bertubuh tidak jauh beda Dengan Daren


" Heum.. " Jawab Daren dengan gaya Cool nya


" Akhirnya Kakak akan tinggal bersama kami juga setelah sekian lama kita tidak bertemu " oceh si Pria


" Adi plis Gue lelah dan ingin segera istirahat apa lagi sedari tadi para Wanita terus saja menatap gue seperti yang lapar " keluh Daren


Iya Adi lah yang menjemput Daren di bandara Tadinya mau Adam yang jemput Namun Adi kekeuh ingin dirinya yang menjemput. Adi juga tumbuh menjadi Pria yang tampan Dan gagah Ia banyak di sukai oleh Para Wanita di kampus namun Adi tidak seperti Daren yang senang ketika menjadi Rebutan, Adi selalu menjaga jarak dengan para wanita karena menurut dirinya Wanita pantas untuk di hargai Bukan di sakiti.


Ketampanan Daren yang khawas orang luar Postur tubuh yang Tinggi gagah siapa yang tidak menyukainya.


" Hahaha.. Oke ayo kita pulang " Ajak Adi " Mamah sudah seperti cacing kepanasan dari kemarin malam ketika Mendengar Kakak mau tinggal bersama kami " Ucap Adi yang sudah duduk di stir Mobil dan Daren duduk di sebelahnya


" Aunty selalu seperti itu membuat Gue seperti anak Bocah yang berusia lima tahun " Keluh Daren


Resti selalu memperlakukan Daren seperti Anak kecil ia akan mencium seluruh pipi Daren dan juga mencubit pipi Daren dan itu semua Sangat memalukan menurut Daren apa lagi dia sudah bukan Anak kecil lagi yang harus di perlakukan seperti itu.


" Nyokap Aku memang begitu Kak, Itu tandanya Mamah sangat menyayangi Kakak " jawab Adi yang tidak merasa cemburu jika sang mamah Memperlakukan Daren seperti itu


Daren membuang napasnya Pelan Mobil berhenti Ketika Lampu merah menyala. Daren melihat ke arah Luar dan memperhatikan orang-orang yang sedang di luar sana Namun yang membuat Daren mencuri perhatian Adalah kepada Seorang wanita penjual Asongan, Daren seperti tidak asing melihat si wanita itu


" Apa gue pernah ketemu dengannya, Tapi Diman? kenapa wajahnya sangat tidak asing " Gumam Daren yang masih memperhatikan si wanita itu

__ADS_1


Adi yang melihat Daren terlihat Fokus ke arah Luar Langsung Menepuk lengannya " Kak " Tegur Daren


" Heum.. "


" kakak liat Apa? " tanya Daren


" Tidak ada. sudah jalan lampu sudah berubah hijau " Kata Daren mengalihkan Pembicaraan


Walaupun Daren penasaran dengan sosok perempuan tadi namun Daren tidak ingin terlalu memikirkannya apa lagi Daren sudah lama tidak ke Indo jadi mana mungkin Daren mengenali si wanita.


Mobil sudah masuk ke halaman rumah Milik Keluarga Adam Dan juga Resti, Adi memarkirkan Mobil di tempat parkiran


Daren melajang senyum yang mengambang di Wajah Aunty nya itu " Ini yang membuat aku malas ke sini, Lihatlah Aunty yang sedari tadi Full senyum " Ucap Daren kepada Adi. Daren melihat Resti yang sudah Menunggu kedatangannya di depan Rumah


Adi tersenyum ia menggelengkan kepalanya " Ayo Kak " Ucap Adi


" Siap Den "


" Daren Ponakan Aunty " seru Resti yang langsung memeluk Daren dan mencium Pipi Daren. Daren hanya bisa pasrah ingin Menolak pun tidak kuasa apa lagi dirinya juga merindukan Aunty nya ini yang sudah lama tidak bertemu " Aunty sangat merindukan mu " ucap Resti


" Daren juga Rindu tapi apa bisa kah Aunty tidak bersiap seperti ini kepada Daren? Daren sudah besar Aunty. Aunty kan bisa nunggu Daren di dalam apa lagi di luar panas "


" Panas matahari tidak membuat Aunty tidak bisa menunggu mu Nak, Bagai mana kabar mu dan bagai mana kabar kedua orang tua mu? "


" Mah. kita masuk dulu di sini panas " keluh Adi yang tidak habis pikir kepada Mamah nya itu bisa-bisanya memberikan pertanyaan yang mendereded begitu.

__ADS_1


" Heheh Maaf sayang, Habis Aunty terlalu kangen kepada mu. ayo masuk Nak " Ajak Resti yang memegangi lengan Daren. Adi yang melajang itu hanya menggelengkan kepalanya


Resti membawa Daren ke Sopa keluarga Bibi juga sudah membuahkan Minuman yang segar untuk Daren sedangkan Adi ia memilih untuk masuk kedalam kamar nya karena ia merasa Lelah dan ingin tidur.


Pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan Oleh Resti membuat Daren semakin lelah dan ingin Istirahat " Aunty. Aku lelah Bolehkan aku istirahat? nanti Kita lanjut lagi cerita-cerita nya " ucap Daren lembut


" Maafkan Aunty ya sayang. Aunty lupa kalo kamu baru saja datang kalo begitu Ayo Aunty antar kamu ke kamar " Ajak Resti


" Gak usah Aunty Biar Daren saja yang ke sana, Lagian Bukannya Aunty juga harus menyiapkan keperluan Paman Adam yang sebentar lagi akan pulang " ucap Daren Yang tau betul jika di Indo Jam Empat sore itu sudah waktunya Jam pulang kerja


" Ah iya Aunty lupa ya. yasudah kalo begitu sana kamu ke kamar mu, Nanti jam makan malam Aunty bangunin ya "


" Siap Aunty " ucap Daren yang langsung masuk kedalam kamar nya


Mungkin Daren agak urakan dan susah di atur Namun Daren sangat menghargai Keluarganya Terutama Aunty nya Yang selama ini selalu saja Memanjakan Daren dengan berbagai hal Namun walaupun begitu Daren tidak menjadi orang yang tamak ia hanya akan meminta Sesuatu hal yang ia inginkan saja dan yang di perlukan.


Daren masuk kedalam kamar nya ia melihat Kamar ini masih sama dengan terakhir kali Dirinya datang ke rumah ini " Masih sama " Gumam Daren menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur Ia melihat langit-langit kamar Tiba-tiba saja Daren memikirkan wanita yang ia lihat tadi di lampu merah " Siapa wanita itu dan kenapa kalo gue rasa Gue mengenali dirinya. Ah Bodo amat lah gue lelah ingin istirahat " Keluh Daren yang langsung Memejamkan matanya


Sedangkan Di Sebuah bangunan Seorang wanita cantik yang sedang Di marahi oleh Ibunya " dasar Anak pembawa sial, Andai saja Dulu suamiku tidak menemukan mu di pinggir jalan mungkin Hidupku tidak akan sesulit ini " Keluh nya


Wanita cantik itu langsung menatap si wanita tua itu " Apa maksud ibu? "


" Kau bukan anakku jadi kau harus balas Budi kepada kami karena kami telah membesarkan kamu " Ucap nya dengan tangan di Pinggang


" Jadi selama ini Aku bukan anak ini dan bapak? lalu siapa Orang tua Killa? " lirih nya Yang masih menatap wanita tua itu

__ADS_1


" Mana gue tau " ucap nya yang langsung meninggalkan Killa dengan pikirannya


" Jika benar yang di ucapkan oleh ibu jika aku bukanlah Anak nya lalu kenapa orang tua ku begitu tega membuang aku di pinggir jalan " Killa menangis dalam Diam Ia benar-benar merasa sedih Ternyata selama ini orang tua yang ia sayangi ternyata bukan orang tua nya.


__ADS_2