
Raffi mengulum senyum nya, ia tidak menyangka jika Sahabat nya bisa berkata manis seperti itu
" Anisa Rahma di depan kedua orang tua ku, Aku ingin meminang mu dan menjadikan kamu sebagi istriku untuk yang pertama Dan yang terakhir, aku ingin kamu menjadi ibu dari calon anak-anak kelak. Aku tidak peduli dengan status mu saat ini karena lebih baik mendapatkan janda dari pada gadis tapi rasa janda " ucap Afnan yang langsung mendapatkan cubitan dari Bu Ani
Anisa masih menunduk membuat kedua orang tua Afnan merasa risau dengan jawaban Anisa
" Jika kamu masih belum yakin kepadaku, aku tidak apa-apa Anisa aku memaklumi itu semua, mungkin jika hanya ucapan saja tidak membuat kamu percaya kepadaku tapi Aku akan membuktikan nya dengan tindakan ku bukan dengan janji-janji manis dan bukan juga dengan omongan " lanjut Afnan yang hatinya mulai dag Dig dug karena takut Anisa menolak dirinya
" Jiak Neng Nisa belum siap ibu akan sabar menunggu Neng Samapi siap " kata Bu Ani melirik sang suami
Anisa mengangkat kepalanya dan melihat kearah Afnan dan juga Kedua orang tua Afnan
" Mas Afnan boleh Anisa jawab sekarang? " Tanya Anisa
Afnan mengangguk " Boleh Anisa " jawab Afnan
Anisa membuang napas nya " Bismillahirrahmanirrahim... Semoga ini keputusan ku sudah benar dan semoga tidak ada yang kecewa dengan keputusan ku ini " Batin Anisa
" Mas Afnan, dulu sebelum Mas Afnan pergi ke kota Anisa meminta waktu kepada Mas Afnan karena Anisa ingin sholat istikharah dulu, Anisa tidak ingin salah memilih pasangan untuk yang kedua kali nya cukup Anisa mengalami kegagalan hanya sekali saja "
Anna membuang napas nya pelan lalu berucap bismillah dalam hatinya semoga ini yang kedua dan terakhir untuk dirinya " Setelah Nisa sholat istikharah, Nisa selalu di mimpikan sosok pria tampan gagah yang sedang tersenyum kepada Anisa karena Nisa ingin meyakinkan nya lagi Anisa selama Satu Minggu itu selalu meminta sama Allah agar di beri petunjuk dan jawaban dari doa-doa Nisa Daan hasilnya masih sama pria itu yang selalu datang kedalam mimpi Anisa "
Anisa melihat kearah Afnan lalu kepada kedua orang tua Afnan dengan satu tarikan nafas Anisa langsung menjawab " Anisa menerima lamaran Mas Afnan. Karena Anisa telah di berikan jawaban oleh Allah bahwa Mas Afnan lah iman Anisa yang akan membimbing Anisa kedepannya "
Afnan yang sudah menunduk langsung mengangkat kepalanya lalu dengan refleks Afnan memeluk Raffi yang ada di samping nya
__ADS_1
" Auh.. gila lu sakit " keluh Raffi karena di peluk sangat erat oleh Afnan
" Gue di terima " Afnan meninju pelan lengan Raffi lalu beralih kepada Bu Ani dan juga Pak Yusuf
" Mah, pah, Aku di terima " sorak Afnan bahagia
Bu Ani tidak kalah bahagia Akhirnya Putra satu-satunya akan menikah " Terimakasih sayang, Terimakasih karena sudah menerima bujang lapuk Ini " ucap Bu Ani memegang tangan Anisa
" Mah " keluh Afnan karena di sebut bujang lapuk oleh mamah nya sendiri
Pak Yusuf dengan yang lain nya langsung tertawa karena melihat wajah anak nya yang langsung cemberut
Anna hanya bisa mengulum senyum karena masih canggung dengan Bu Ani
" Neng " Bu Rt mengelus lengan Anisa dengan lembut
" Semoga pilihan mu yang kali ini benar ya Neng, Ibu akan selalu mendoakan kebagian mu Nak, Sudah cukup selama ini kamu hidup susah dan di penuhi dengan kesedihan Sekarang Sudah saat nya kamu untuk bahagia dengan Calon suamimu dan keluarga baru mu " Bu Rt menghapus air mata
" Amin.. terimakasih Bu " jawab Anisa sambil tersenyum lalu memeluk Bu Rt
Pak Rt melirik Afnan yang masih mengembangkan senyuman nya
" Nak Afnan, Bapak titip Neng Nisa ya Jangan sakiti hatinya dan jaga Anisa dengan baik, walaupun Neng Anisa bukan anak bapak tapi Bapak sangat sayang sama Neng Anisa seperti Anak bapak sendiri jadi jika Nak Afnan menyakiti Neng Nisa kali ini Bapak akan turun tangan bapak tidak akan membiarkan Anak bapak hancur lagi hatinya " ucap Pak RT
" Pak Rt jangan takut Saya yang akan jadi jaminan nya jika Anak saya menyakiti Putri bapak maka saya akan langsung coret namanya dari ahli waris, walaupun Afnan anak saya satu-satunya tapi saya tidak akan segan untuk memberikan harta saya untuk Anisa " ucap Pak Yusuf
__ADS_1
Afnan menatap pak Rt dengan lekat " Pak, Saya janji saya akan selalu menjaga Anisa dengan segenap jiwa saya, saya mencintai Anisa ikhlas dan tulus Saya tidak akan pernah menyia-nyiakan perempuan hebat seperti Anisa, hanya pria bodoh yang menyia-nyiakan wanita seperti Anisa " Afnan langsung menatap Anisa yang ada di hadapan nya
" Bapak senang mendengarnya, bapak harap ini bukan sekedar janji " Afnan tersenyum lalu menganggukkan kepalanya
" Hiks.. Ceu idah jadi ingin nangis " Ceu idah sudah bercucuran air mata di pipi nya
" Ceu idah kenapa? " Tanya Bu rt
" Jiak Neng menikah dengan pak Afnan lalu di bawa ke kota lalu ceceu nanti kerja dimana hiks.. "
Bu Ani dan bu Rt saling pandang lalu tersenyum. Mereka pikir Ceu idah terharu atau menangis bahagia tapi Ceu idah malah memikirkan Nasib hidupnya
Afnan yang melihat Ceu idah " Ceu idah, walaupun Anisa akan ikut saya ke kota tapikan rumah Anisa masih di sini,. Saya dan Anisa pasti akan sering datang ke sini jadi walaupun Ceu idah tidak menjaga warung lagi Ceu idah bisa menjaga dan merawat rumah ini dengan baik jangan Samapi ada yang rusak dan saya pasti akan memberikan imbalan tiap bulan nya untuk Ceu idah "
Ceu idah langsung menghapus air mata dengan kaos yang di pakai nya " beneran pak Afnan, Pak Afnan te bohongkan? "
" Untuk apa saya bohong Ceu, apa wajah tampan saya ini ada wajah pembohong atau penipu? " Kesal Afnan berdecak kesal melihat Ceu idah yang tidak percaya kepada dirinya
" Benar kata anak saya Ceu idah, Ceu idah bisa menjaga rumah ini dengan baik jadi jika kita sedang ingin liburan di sini, rumah ini masih bersih Dan terawat " lanjut Bu Ani
Anisa meneteskan air mata nya, Anisa tidak menyangka jika Calon suami dan calon ibu mertua nya sudah memikirkan hal ini
" Anisa kenapa kamu sedih? " Tanya Afnan
" Aku tidak apa-apa mas, ini hanya air mata kebahagiaan " jawab Anisa yang langsung menghapus air mata dengan telunjuk nya
__ADS_1