Cinta Anisa

Cinta Anisa
Pindah Lokasi


__ADS_3

Hari ini Anisa dan Afnan menghabiskan waktu di kamar sesekali mereka akan keluar hanya untuk jalan-jalan ataupun berfoto di kebun teh. Tadinya Anisa ingin menaiki sepeda air bebek namun Afnan tidak mengijinkan soalnya takut Jatuh apa lagi danau nya cukup Dalam dan cukup luas.


Setelah sehari dua malam di Ciwidey, Afnan dan Anisa akan pergi ke tempat wisata yang lain nya. Gray berencana akan menghabiskan waktu yang cukup lama bersama Anis Karan Afnan ingin lebih dekat lagi dengan sang istri dan mengajak sang istri untuk pergi berlibur, Secara mereka menikah tanpa pacaran jadi anggap saja ini pacaran dengan cara yang halal .


Afnan yang sudah siap untuk pergi langsung memanggil Anisa di dalam kamar " sayang, Mobil sudah di depan ayo " ajak Afnan kepada sang istri


" Sebentar Mas " ucap Anisa mengecek ulang kamar takut nya ada barang yang tertinggal


" Ayo mas " Ajak Anisa setelah memeriksa tidak ada yang ke tinggalan


" Kenapa lama?" Tanya Afnan heran


" Tadi aku ngecek dulu kamar siapa tau ada barang yang tertinggal " jawab Anisa


Afnan tersenyum, Afnan pikir Anisa tidak sedetail itu yang akan meninggalkan kamar tanpa memeriksa barang-barang nya lagi " Oh, aku pikir kenapa " Afnan langsung mengandeng tangan Anisa untuk masuk ke dalam mobil


Di mobil Anisa duduk di samping Afnan karena yang bawa mobil supir


Tujuan selanjutnya adalah ke pantai Pangandaran, mereka akan di sana beberapa hari


Setelah perjalanan membuang waktu selama Lima jam lebih itu pun beberapa kali mereka istirahat untuk makan ataupun untuk Sholat


Jam empat sore baru lah mereka sampai di pantai Pangandaran, Afnan sudah menyewa satu Villa untuk mereka tinggali beberapa hari


" Ayo masuk sayang " ajak Afnan


" pak, bapak istirahat saja ya, karena saya tidak akan pergi kemana-mana lagi " kata Afnan kepada supir nya


" Baik Den " jawab nya yang langsung pergi untuk istirahat


Afnan membawa Anisa ke dalam kamar yang sudah di tunjukan oleh penjaga Villa


" Ayo masuk sayang " ajak Afnan


" Iyah Mas " jawab Anisa yang langsung masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya karena lelah


" Capek ya sayang " Tanya Afnan Yang sudah duduk di samping Anna


" Lumayan mas " jawab Anisa sambil meregangkan otot-otot tubuhnya


Afnan mendekat lalu memijat kaki Anisa dengan pelan " sini mas pijitan ya "


" Tidak perlu Mas, Nisa tidak apa-apa ko " Kata Anisa merasa tidak enak


" Tidak apa-apa sayang " Afnan dengan telaten memijat kaki Anissa sampai-sampai Anisa keturunan

__ADS_1


Afnan yang melihat sang istri ketiduran hanya tersenyum lalu menyelimuti Anissa


Afnan Langsung keluar kamar karena ia tidak ingin mengganggu Anisa yang terlelap


Jam Enam sore Anissa bangun karena mendengar suara Adzan magrib, Anisa membuka mata namun tidak melihat keberadaan sang suami yang


" mas Afnan kemana? " Gumam Anisa


Ceklek.


Afnan keluar dari kamar mandi " kamu sudah bangun sayang " ucap Afnan


" Sudah Mas, Mas ko gak bangunin Nisa " keluh Anisa


" Tadi kamu tidur nya nyenyak sekali makanya Mas gak bangunin kamu sayang " jawab Afnan


" Sudah karena kamu sudah bangun ayo kita sholat berjamaah " ajak Afnan dan di balas dengan anggukan oleh Anisa


Setelah sholat berjamaah, Anisa dan Afnan langsung ke meja makan buat Makan malam karena tadi Afnan sudah memesan Makanan ke salah satu Restoran


" Ini mas Afnan yang masak? " Tanya Anisa


" Tidak, tadi mas pesan ke salah satu restoran terdekat di sini " jawab Afnan yang sudah duduk di Kursi meja makan


" Terimakasih Sayang "


" Sama-sama Mas " jawab Anisa yang langsung mengisi piring miliknya


" Mas Berapa hari Kita di sini? "


" Paling beberapa hari sayang, kenapa "


" Tidak apa-apa hanya ingin tau saja " jawab Anisa sambil menekan Makana nya


Afnan mengusap ujung bibir Anissa " pelan-pelan makan nya sayang, lihat ada saos di bibir mu "


" Maaf Mas " jawab Anisa malu


" Kenapa kamu masih malu-malu gitu padahal aku sudah tau semua nya tentang mu sayang " goda Afnan


" Mas is mesum " lirih Anisa malu


" Hehehe.. " Afnan Terkekeh dan mencubit pipi Anisa


" Aku suka ketika melihat kamu malu-malu sayang " goda Afnan

__ADS_1


Wajah Anisa semkin bersemi merah karena terus saja di goda oleh sang suami


" Mas " lirih Anisa


Setelah makan Malam, Afnan membawa Anisa untuk jalan di sekitar Villa, cuaca yang cerah sangat mendukung untuk mereka jalan-jalan di pinggir pantai


" Apa Istri Mas kedinginan? "


"Tidak terlalu mas " jawab Anisa


Afnan meraih pergelangan tangan Anisa mereka berjalan sambil berpegangan Tangan


" Apa mas sering melakukan ini dengan mantan-mantan mas? "


" Hahaha.. " Afnan tertawa


" Aku tidak memiliki mantan sayang, ini adalah pertama kali nya bagi ku " jawab Afnan


" aku cukup tersanjung " Kata Anisa sambil tersenyum


" Kamu tau, kamu adalah wanita kedua setelah Mamah di hatiku karena hanya kamu yang mampu membuat aku jatuh cinta luar dan dalam "


Anisa memalingkan wajah nya ia melihat kearah depan


" Benar kah? Apa mas tidak memiliki wanita lain sebelum Ketemu Anisa "


Afnan menggelengkan kepalanya " tidak ada, karena setiap Mamah mengenalkan Wanita aku tidak pernah tertarik dan aku pun tidak terlalu suka dekat dengan wanita apa lagi jika wanita nya itu ganjen dan berpenampilan mini, bukan suka malah jijik " jawab Afnan


" Aku lebih suka dengan wanita yang sepertimu sayang, Kecantikan mu bukan hanya di laur saja bahkan hati mu juga sangat cantik " lanjut Afnan


" Mas gimbal, Mas jangan memujiku terlalu berlebihan karena Jiak terlalu berlebihan akan sangat pahit di akhirnya "


Afnan seolah tau apa maksud yang di ucapkan oleh Anissa. Afnan menghentikan langkahnya lalu memutarkan tubuh Anisa agar mereka saling pandang


" Cukup kamu percaya kepada Mas maka mas akan lebih mempercayai mu Anisa Rahma. mas tidak bisa berkata-kata manis karena yang manis itu sangat tidak baik, tapi mas akan buktikan dengan tindakan mas kepadamu sayang "


Anisa menganggukkan kepalanya " Anisa akan percaya sama Mas, tapi jika mas nyakitin Nissa, Nisa tidak akan segan-segan potong burung Mas agar tidak bisa merasakan enak-enak lagi " ancam Anisa


" Aww.. Mas takut sayang apa lagi hanya itu yang mas punya " keluh Afnan yang merinding sendiri


" Hahaha.. itu kan kalo mas yang nakal, tapi jika mas Baik mana mungkin Nisa memotong milik Mas... " Ucap Anisa terkekeh


" Dan mana mungkin mas berani Nakal di luar sana jika mas sudah memiliki wanita yang lebih dari segalanya " ucap Afnan mengecup kening Sang istri


" Mas malu di liat orang " tegur Anisa

__ADS_1


__ADS_2