
Tak terasa jika hari ini adalah hari pernikahan Resti dan Juga Adam. Walaupun di antara mereka belum saling jujur dengan perasaan nya masing-masing tapi antara Adam dan juga Resti sudah saling berjanji akan Menikmati Hari bahagia Untuk kedua keluarga mereka
" Kamu pasti bisa Resti " gumam Resti dalam hatinya sambil melihat penampilan nya di kaca
Resti sudah sangat cantik dengan kebaya putih dengan rambut yang di sanggul dan tidak lupa Hiasan kepala yang sudah di pasangkan oleh Perias
Bunga melati yang sangat cantik putih dan wangi menambah ke cantikan Resti
Tok.. tok.. tok...
" Masuk " kata Resti di dalam kamar
Anisa masuk kedam kamar Resti, Anisa sangat takjub melihat kecantikan Resti yang sangat amat cantik dengan kebaya putih nya " Wah Kamu cantik sekali " puji Anisa melihat Resti yang sangat cantik
Resti tersenyum " kakak Bisa aja " ucap Resti tersipu malu
" Kaka serius kamu sangat cantik, Aku aja sampai pangling apa lagi calon suamimu pasti tidak akan berkedip " kata Anisa menyenggol lengan Resti
" Bagai mana apa kamu Grogi atau deg degan gitu? " Tanya Anisa
" Kakak terlalu berlebihan deh. Kenapa kakak tau jika aku sedang dag Dig dug " kata Resti
Anisa tersenyum " hehehe.. pasti aku tau kan aku juga ngalamin apa yang kamu Alamin saat ini " kata Anisa
Dulu juga Anisa mengalami apa yang di alami Resti,gugup dan detak jantung yang tidak karuan bahkan sampai Tangannya keringat dingin
" Semoga pernikahan kamu langgeng ya, Walaupun pernikahan mu tidak sesuai dengan keinginan mu yang penting Niat kita karena Allah agar kita selalu di berikan ke bagian dan kesejahteraan dalam rumah tangga dan semoga cepat nyusul " kata Anisa sambil mengelus perutnya
" Kakak " lirih Resti malu. Bagai mana bisa dirinya bisa cepat nyusul orang dia menikah hanya ingin membahagiakan keluarga
" Amin kak " kata Resti sambil tersenyum simpul
" Loh ko bumil di sini sih, bukan nya cepat ke depan tamu sudah berdatangan loh " kata Bu Ani Kepada Anisa
" Hehehe maaf Mah, Tadi hanya ingin lihat Resti, aku pangling lihat nya mah Terlalu cantik " kata Anisa sambil tersenyum menggoda Resti
__ADS_1
Bu Ani menggeleng kepalanya melihat Bumil yang tidak bisa diam ini
" Udah sana ke depan, kasian Afnan sendirian " kata Bu Ani sedikit mengusir Anisa
Setelah kepergian Anisa, Bu Ani Mendekat kearah Putrinya
" Putri Mamah sangat cantik sekali. Mamah merasa mimpi melihat Putri mamah menikah, Perasaan baru kemarin Mamah mengepang rambut mu dan mengantarkan kamu sekolah, Putri Mamah Cepat sekali besarnya Mamah pasti akan sangat merindukan saat-saat kita sedang berdua, Rengekan kamu kecengengan kamu bahkan Mamah pasti akan merindukan celoteh kamu bersama kakak mu " lirih Bu Ani menghapus air mata nya
" Mah.." Resti tidak kuat melihat Bu Ani yang menangis
" Tapi sekarang Kamu sudah memiliki sandaran, suamimu imam mu dan calon Ayah dari anak-anakmu. Mamah berpesan kepada mu walaupun pernikahan ini tidak di dasari Cinta tapi kamu harus tetap menghormati Suamimu menuruti apa kata suamimu dan patuh kepadanya karena Surga istri ada pada suami dan surga suami ada pada ibunya "
Resti menunduk ia akan patuh dengan ucapan Bu Ani karena selama ini Bu ani lah pengganti ibunya
" Iyah Mah, Resti akan menuruti perintah Mamah " kata Resti sambil tersenyum
" Jangan karena Mamah, tapi karena Allah sayang karena tanpa Rido nya Allah kamu tidak akan mendapatkan kebahagian " kata Bu Ani mengelus tangan Resti dengan lembut
" Iyah Mah " jawab Resti sambil tersenyum
Afnan menyenggol lengan Adam dan memberi kode agar Adam melihat kearah Resti
Benar saja Adam tidak berkedip ketika melihat Resti berjalan kearah nya
" Apa itu Resti? " Tanya Adam dan langsung mendapatkan pukulan kecil dari Afnan
" Kau pikir? " Tegur Afnan Menggelengkan kepalanya yang tidak mengerti dengan pikiran Adam masa ia dia tidak mengenali wanita yang sedang berjalan kearah nya
"Dia Cantik " Gunma Adam pelan namun masih bisa di dengar oleh Afnan
" Wajahnya sangat tampan dan terlihat gagah, kenapa pria itu sangat berbeda hari ini " gumam Resti dalam hati ketika ia sempat menatap Adam sebentar
Resti duduk di samping Adam. Resti membalas Senyuman yang di lemparkan oleh Adam..
Acara Akad nikah telah di laksanakan dengan nikmat bahkan Bu Ani tidak kuasa menahan tangis nya karena sangat bahagia bisa menyaksikan putri yang selama ini ia jaga dan lindungi telah menikah
__ADS_1
" Mamah Akan selalu mendoakan mu Nak " batin Bu Ani
" Mah ko mamah nangis lagi sih " tegur Pak Yusuf
" Mamah bahagia pah, Andai saja kedua orang tua Resti masih hidup mungkin beliau juga akan sangat bahagia seperti kita " kata Bu Ani
" Iyah mah, Sudah jangan nangis lagi " ucap Pak Yusuf
Acara demi acara terus berlangsung, Acara yang megah para undangan yang hadir pun tidak main-main. Kolega bisnis Adam dan Pak Yusuf semuanya tampak hadir menghadiri pernikahan Adam Dan Resti
Di depan pelaminan Resti Dan Adam tampak tersenyum menyalami para tamu seolah semuanya baik-baik saja
Sedangkan Anisa, ia malah sibuk mencicipi hidangan satu persatu membuat Afnan menggelengkan kepalanya
" Sayang " panggil Afnan
" Iyah Mas " jawab Anisa dengan mulut yang penuh makanan
" Pelan-pelan makannya sayang nanti kamu keselek " tegur Afnan yang tidak habis pikir dengan istrinya semua jenis makanan ia coba, entah ini termasuk ngidam atau apa Afnan tidak mengerti.
" Iyah Mas " jawab Anisa sambil tersenyum
" Mereka terlihat serasi ya Mas, pernikahan nya juga sangat megah " kata Anisa yang melihat ke arah Adam dan Resti
" Iyah, mereka sangat serasi tapi Kita yang lebih serasi sayang, apa kamu tidak sadar jika sedari tadi kita di pandangi oleh para tamu karena kita pasangan yang paling cantik dan tampan " ucap Afnan bangga
Memang begitu adanya,. Ketika Afnan mengandeng Anisa semua mata tertuju kepada mereka berdua bahkan ada juga yang terkesima melihat pasangan Afnan dan Anisa apa lagi perlakuan Afnan kepada Anisa yang begitu posesif membuat kaum hawa iri
" Mungkin mereka melihat ke arah kita karena Merasa heran atau aneh karena sebagian dari mereka tidak tau jika Mas telah menikahi Anisa " kata Anisa
Afnan mengerutkan kening nya " benarkah? "
Anisa mengangguk membenarkan ucapannya
Afnan langsung memutar kembali ingatan nya, ada benarnya juga ucapan Anisa karena ketika dirinya menikah hanya ada sebagian kolega yang di undang nya..
__ADS_1
" Sayang tunggu aku di sini " kata Afnan yang langsung pergi meninggalkan Anisa