
Hari semakin sore para tamu undangan sudah berangsur berkurang, Tinggallah keluarga inti yang masih berada di meja Bundar
" Setelah kalian ini kalian mau pergi berbulan madu kemana? " Tanya Oma Linda kepada Adam dan juga Resti
" Kami akan menunda Bukan madu kita Oma, karena Kerjaan Adam yang tidak bisa Di tinggal " kata Adam. Adam sengaja menjawab seperti itu karena Adam tau jika Resti tidak menginginkan adanya bulan madu
" Apa lagi pernikahan Adam bisa di bilang acara dadakan jadi Adam juga belum sempat mengosongkan jadwal Adam " lanjut nya sambil menatap Resti
" Oma, Papah, Mamah maaf sepertinya nya Afnan harus membawa istri Afnan ke kamar untuk istirahat, kasian Anisa takut ke kelahan " kata Afnan menyela pembicaraan karena melihat sang istri yang sudah sangat kelelahan
Bu Ani mengangguk " pergilah jangan sampai Kamu membuat menantu Mamah itu semakin lelah " ucap Bu Ani sambil memperingati Afnan
" Siap mah, paling icip-icip dikit " kata Afnan Terkekeh
Plak..
Oma Linda Memukul Lengan Afnan karena Kebetulan Afnan Duduk di sekolah nya
" Cucu gak tau Akhlak " tegur Oma Linda Menggelengkan kepalanya
Afnan hanya tersenyum melihat kemarahan Oma Linda lalu pergi membawa Anisa untuk beristirahat
Setelah kepergian Afnan dan Anisa Oma dan yang lain melanjutkan obrolan nya kembali
" Jadi kalian tidak akan pergi bulan madu? " Tanya Oma dengan intens
" Oma, mungkin saat ini kita tunda dulu untuk pergi berbulan madu, lagian Kan kami juga rencana nya akan langsung pindah ke rumah Mas Adam jadi Apa bedanya pergi berbulan madu sama di rumah Mas Adam, kami sama-sama di kamar kan " kata Resti yang tidak ingin Oma Linda Marah
Resti tau kenapa Adam berbicara seperti itu karena Adam ingin menghargai keinginan dirinya yang tidak ingin pergi berbulan madu
Oma membuang napas nya pelan " jika itu mau kalian, Oma harus bilang apa " kata Oma Linda
" Terimakasih ya Oma karena sudah mengerti dengan kami " kata Resti lembut
" Kalo begitu ayo kita pergi beristirahat kalian pasti capek seharian harus berdiri di depan pelaminan " kata Bu Ani
Setelah setuju dengan keputusan Adam Dan Resti yang tidak akan pergi berbulan madu dan akan langsung pindah ke rumah kediaman Adam Akhirnya mereka pergi ke kamar mereka masing-masing karena sudah lelah
Adam duduk di sopa Kamar Resti mau tidak Mau malam ini Adam harus tidur sekamar dengan Resti
__ADS_1
Resti sudah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya beda halnya dengan Adam yang menyenderkan tubuhnya di sopa karena lelah
Ceklek..
Resti keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian santai dan rambut yang di lilit oleh handuk. Resti melihat Adam yang sedang tertidur di sopa
" Apa selelah itu " gumam Resti Yang Langsung melakukan kewajibannya sebagai umat muslim
Adam bangun dari tidur nya ia mengedip-ngedipkan mata nya " aku baru sadar kalo aku sedang di kamar Resti " gumam Adam karena merasa asing
Namun pandangan Adam langsung kearah ujung dekat jendela, hatinya terasa adem ketika melihat Resti yang sedang duduk dengan menggunakan mukena berwarna Pink dengan kedua tangan yang di angkat. Mungkin Resti sedang berdoa setelah usai Sholat
Adam menyadarkan pandangannya lalu pergi ke air untuk memberisih dirinya
Resti yang baru usai Sholat tidak melihat keberadaan Adam, Ia langsung membuka koper yang di bawa oleh Adam tadi
Resti membuka koper kecil lalu menyiapkan keperluan Adam
" Mas.. " kata Resti
" Maaf Resti lancang membuka koper Mas, Resti hanya ingin menyiapkan keperluan Mas " kata Resti menunduk
Resti bernapas lega ternyata pikiran nya salah " Shukur deh ternyata Mas Adam tidak marah " batin Resti
Resti mengambil Koper yang akan di isi barang-barang miliknya karena Besok siang Resti dan Adam Akan pindah rumah ke rumah Adam
" Apa ada yang perlu aku bantu? " Tanya Adam yang baru beres sholat
" Tidak perlu lagian aku gak bawa barang banyak hanya yang akan di butuhkan saja " jawab Resti sambil tersenyum
Adam mengangguk mengerti " oh baik lah kalo gitu " jawab Adam yang duduk di atas tempat tidur sambil membaringkan tubuhnya
~ DI KAMAR AFNAN
Afnan dengan lembut memijit kaki sang istri dengan lembut " apa masih pegel sayang? " Tanya Afnan
" Udah agak mendingan Mas " jawab Anisa sambil tersenyum kearah sang suami
'' Mas terimakasih ya karena sudah memijat kaki Nisa '' kata Anisa
__ADS_1
'' Sama-sama sayang '' jawab Afnan
'' Mas nanti jika kehamilanku usah empat bulan apa boleh Aku pulang ke Bandung? Aku ingn mengadakan empat bulanan di sana '' Kata Anisa berharap jika sang suami mengijinkan dirinya untuk empat bulanan di kampung
'' Nanti kita bicarakan ya sayang. Sekarang mending Kamu tidur sayang Pasti tadi sangat lelah bukan ''
Anisa menganggukkan kepalanya lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
Bukan Afnan tidak ingin membahas namun Afnan takut jadi pamali apa lagi kehamilan sang istri yang masih lemah dan rentan keguguran
'' Tidur ya Sayang, Mas mau ke bawah dulu nemuin Oma dan yang lain '' Kata Afnan mengelus kepala sang istri lalau mengecup kening Anisa dengan lembut
Setelah meminta Ijin kepada sang istri Afnan Langsung keluar kamar dan pergi ke ruang keluarga karena mereka masih kumpul termasuk Oma Linda yang berencana akan pulang setelah makan malam nanti
'' Loh kamu ko sendiri, Cucu menantuku kemana? '' Tanya Oma Linda yang tidak melihat Anisa
Afnan duduk dis amping Bu Ani '' Istriku sedang Istirahat Oma kasian seharian ini dia sangat lelah '' Kata Afnan
'' Iyah biarkan aja lagian Kandungan Anisa kan lemah dia sebenarnya di larang buat capek namun karena ingin ikut Adil dalam pernikahan Resti menantuku itu samapi repot-repot mencicipi semua hidangan yang ada ''Kata Bu Ani sambil terkekeh
'' Itu bukan nya membantu emang Cucu menantu ku saja yang rakus '' Kata Oma linda terkekeh
'' Mungkin karena bawaan Hamil makanya kaya gitu, Mamah Tau sendiri bagai mana orang hamil setiap melihat makanan pasti mau dan ngiler '' Kata Bu Ani kepada Oma Linda
'' Kamu benar '' Jawabnya
'' Loh ko jadi ngomongin istriku sih '' Keluh Afnan
'' Kita bukan ngomongin istrimu tapi kita memahami istrimu yang sedang hamil muda ''
Afnan menghelaikan napas nya lalu membuka handphone
'' Selamat malam semuanya '' Sara Resti yang turun dari tangga
Afnan menaruh handphone nya ia melihat ada pengantin baru '' Wah ada pengantin baru nih, Awas ya nanti malam jangan kenceng-kenceng soalnya Aku tidak bisa membalas teriakan mu hahaha... '' ledek Afnan yang langsung dapat timbuk kan dari Resti
'' Mah '' Kesal Resti yang mengadu kepada Bu Ani
'' Dih dah punya suami tapi masih saja ngadu sama mamah, kalo mau ngadu noh ke suamimu bukan ke mamah kaya anak kecil aja '' Ledek Afnan
__ADS_1