Cinta Anisa

Cinta Anisa
MEMULAI


__ADS_3

Seusai makan bakso Adam dan Resti tidak langsung pulang mereka berbincang-bincang sambil menikmati udara yang sejuk


" Jadi kamu tidak tau jika Anisa itu seorang janda? " Tanya Adam heran


Resti menggelengkan kepalanya " tidak, karena aku juga tidak ingin terlalu jauh menanyakan hal pribadi kepada mereka takut tersinggung " kata Resti


Resti bukan tipe orang yang selalu ingin tau urusan orang lain, ia akan mendengarkan jika orang tersebut yang bercerita tapi Jika tidak ya tidak akan banyak tanya karena tidak semua orang suka di tanya soal masalah pribadi.


" Oh... " Jawab Adam


Resti melirik kearah Adam " ada apa? Sepertinya kakak sangat penasaran dengan cerita Kak Anisa? " Tanya Resti yang sudah curiga dari tadi


Adam mengerutkan kening nya " Tidak juga " jawab Adam yang meminum es kelapa nya


" Oh, kirain Kakak Naksir sama Kak Anisa " kata Resti memalingkan wajah nya


" Ngomong apa kamu ini, mana mungkin aku suka sama wanita yang sudah bersuami apa lagi dia adalah istri dari kakak mu " kata Adam menggelengkan kepalanya


" Ia kan sapa tau aja, Suka itu tidak akan memandang Siapa-siapa " kata Resti " tapi ya bagus deh kalo Mas tidak suka karena kalo mas Suka Bisa-bisa Kak Afnan akan bertanduk " ucapnya


Adam mengerti apa yang di maksud Resti, bukan karena Afnan saja yang akan bertanduk tapi dirinya juga akan menyakiti wanita yang sudah ia nikahi beberapa Bulan ini


'' Kamu tenang saja, Itu semua tidak akan pernah terjadi Apa lagi aku ini sudah menjadi Suamimu '' Kata Adam


'' Aku bukan tipe pria yang suka menyakiti wanita walaupun di pernikahan kita belum ada kemajuan tapi kamu bisa pegang kata-kata ku jika aku tidak akan pernah menyakitimu karena bagiku pernikahan itu bukan hanya sekedar permainan '' lanjut Adam menatap resti


Sedangkan yang di tatap malah bersikap cuek dan lebih memalingkan pandangannya kearah lain


Entahlah Resti harus percaya atau tidak karena Resti sendiri masih bingung dengan perasaannya sendiri


'' Aku tidak butuh janji Mas, Tapi aku butuh bukti '' Kata Resti melirik kearah Adam


Adam masih menatap Resti lalu ia menarik tangan Resti lalu menhan tengkuk leher Resti dan mengecup bi-r Resti


Cuaca seakan mendukung dengan aksi Adam karena langit berubah menjadi gelap dan turun hujan


Resti yang mendapatkan serangan langsung melongo dengan mata yang membulat sempurna, Resti mengedip-ngedipkan mata nya lalu mendorong Adam agar menjauh darinya, Untung di warung bakso tidak terlalu rame dan hanya ada resti dan juga Adam


'' Mas... '' Lirih Resti

__ADS_1


Adam tersenyum '' kecupan yang aku berikan akan menjadi awal dari semuanya Dan ini kecupan ini akan aku lakukan setiap saat Agar kamu yakin dengan perasaanmu dan yakin kepadaku. Sudah ku katakan di awal pernikahan kita dulu mari kita memulai semuanya '' Kata Adam serius dengan tangan yang masih memegangi tangan Resti


Sedangkan Resti ia masih mematung dan mencerna dengan apa yang di lakukan oleh Adam


Adam mengelus kepala Resti dengan lembut dengan wajah yang tersenyum


'' Apa kita bisa Mas? '' Tanya Resti


'' Kita pasti bisa Sayang '' Jawab Adam


Resti semakin di buat melongo oleh Adam, Tadi kecupan dan sekarang panggilan


'' Sayang.... '' Lirih Resti


'' Mulai sekarang aku akan memanggil mu dengan panggilan Sayang ''


Adam sebenarnya sudah menaruh hati kepada Resti namun ia ingin meyakinkan dulu perasaannya bagai mana. Namun dengan seiring nya waktu Adam benar-benar yakin jika dirinya telah jatuh cinta kepada Resti


'' Iyah Mas '' jawab Resti menganggukkan kepalanya


Adam membawa tubuh Resti kedalam pelukannya lalu mengecup kening resti


~DI RUMAH


Anisa keluar dari kamar dan meninggalkan Afnan yang sedang tertidur di kamar


'' Neng Nisa '' Panggil Bu Rt yang masih di rumah Anisa karena ia masih mengerjakan pekerjaan yang belum beres


'' Eh bu '' jawab Anisa menoleh kearah bu rt


'' Pasti laper ya '' Kata Bu rt sambil tersenyum


Anisa menggaruk kepala yang tidak gatal '' Iya bu, Apa Masih Ada makanan? '' Tanya Anisa Malu-malu


Bu rt tersenyum lalu mengangguk '' Ada, Apa perlu ibi hangatkan? '' Tanya Bu rt


'' Tidak perlu Bu, biar Anisa aja '' Tolak Anisa


'' Baik lah kalo begitu ibu permisi untung pulang dulu ya soalnya Pak Rt sudah pulang sedari tadi lagian tidak enak ini sudah jam sembilan malam '' Kata Bu rt yang langsung pamitan kepada Anisa

__ADS_1


'' Iyah bu, Terimakasih ya karena sudah bantu Nisa Hari Ini '' kata Anisa


'' Sama-sama Nak, Kamu ini kaya ke siapa saja '' Kata Bu rt mengelus lengan Anisa


'' ibu pamit pulang dulu ya. Assalamualaikum.. '' Kata Bu rt yang langsung pamit untuk pulang


'' Wa'alaikumsalam... '' jawab Anisa


Setelah kepergian bu rt Anisa langsung pergi ke dapur untuk mencari makanan di sana Namun langkahnya terhenti ketika pintu depan rumah terbuka dan melihat siapa yang masuk kedalam rumah


'' Resti, Kak Adam '' Kata Anisa yang melihat siapa yang masuk kedam rumah dengan keadaan basah kuyup


'' Kak '' Kata Resti sambil memeluk dirinya sendiri mungkin karena Kedinginan


'' Kenapa kalian basah kuyup? Sudah sana ganti dulu bajunya nanti kalian masuk angin '' Kata Anisa yang tidak mendengarkan dulu penjelasan Resti


Anisa bisa melihat jika Resti sangat kedinginan


Tadi ketika di tukang bakso Ujan cukup deras membuat Adam dan Resti harus menunggu reda dulu namun bukannya reda malah semakin besar dan tukang bakso pun sudah mau tutup karena mereka di sana hanya jualan saja, Jadi mau tidak mau Akhirnya Adam Dan Resti pulang dengan hujan-hujanan sampai rumah


'' Iya Kak, Resti ke kamar dulu ya '' Kata Resti lalu melirik kearah Adam


'' Kami masuk dulu '' Pamit Adam dan di balas dengan anggukan oleh Adam


Anisa menggelengkan kepalanya lalu pergi ke dapur melanjutkan mencari makanan di dapur


Sedangkan di kamar Adam Maupun Resti mereka malah saling tersenyum lalu adam memeluk Resti '' Ini pertama kali nya aku harus lari di bawah guyuran hujan biasanya orang-orang akan lari dari kenyataan hehehe '' kata Resti tertawa


Adam masih memeluk resti, Adam mengangkat dagu Resti ia menatap bi-r merah Resti lalu menc-m Bi-r Resti dan mendorong Resti ke atas tempat tidur tanpa melepaskan belitan di dalam sana


Karena tidak ada penolakan Adam memperdalam Ciu-n nya bahkan Tangan Adam sudah berjalan kemana saja sesuka hatinya


Ketika Adam mendengar des-n halus dari mulut Resti, Adam melepaskan Belitan lid-h nya Adam mengelus kepala Resti lalu berbisik


'' Apa Aku boleh meminta hakku sekarang? '' Bisik Adan dan mendapatkan anggukan dari Resti


Setelah mendapatkan Lampu Ijo Adam melanjutkan kembali aksinya


sekarang Resti sudah yakin kepada suaminya, ia akan memberikan apa yang selama ini ia jaga kepada sang suami

__ADS_1


~ Skip


__ADS_2