Cinta Anisa

Cinta Anisa
HINAAN UNTUK ELIF


__ADS_3

Benar saja Resti pergi ke rumah Afnan dengan di ikuti oleh Adam


'' Assalamualaikum.. ''


'' Wa'alaikumsalam.. Siang Non '' jawab Bibi yang sedang beres-beres di taman depan


'' Kak Afnan ama kak Nisa Ada Bi? '' Tanya Resti


'' Ada Non di kamar nya. Biar bibi panggilkan ''


Resti mengangguk lalu duduk di depan Tv


'' Sayang apa harus kita ke sini karena hanya ingin makan Spaghetti '' Tanya Adam


'' Iyah. Kan Haby tidak ingin membuatkan nya untukku dan juga anak kita jadi kita minta kak Afnan saja yang buatkan '' Kata Resti tenang sambil menghidupkan Tv


Adam terdiam ini memang kesalahan dirinya juga karena tidak ingin membuatkan, bukan tidak ingin tapi Adam tidak bisa membuatnya


'' Ada apa kalian datang ke sini tumben sekali '' Kata Afnan yang turun dari tangga


'' Kakak.. '' Resti berdiri lalu mencium punggung tangan Afnan


'' Afnan '' kata Adam


'' tumben sekali kalian datang bukannya kak Adam sedang sakit '' Kata Afnan yang sudah duduk di sopa


'' Alhamdulillah.. kakak sudah sehat '' Jawab Adam


'' Kak di mana kak Anisa ko gak keliatan? '' Tanya Resti mencari keberadaan Anisa


'' Ada sedang mandi '' jawab nya


Resti mengangguk mengerti '' Oh iya kami ke sini karena melihat status kamu di sosial media ''


Afnan mengerutkan keningnya '' lalu? '' Tanya Afnan heran


'' lalu istriku menginginkan apa yang kamu buat di sosial media ''


'' Hahaha.. tapi kalian tidak akan memintaku untuk membuatnya kan '' tanya Afnan sambil tertawa


Afnan melihat Resti yang seolah ingin dirinya yang membuatkan makanan untuk sang Adik


'' Tidak!! '' Tolak tegas Afnan sambil menggelengkan kepalanya


'' Plis kak '' Resti memohon agar sang kakak mau membuatkan Spaghetti


'' Kamu punya suami, kamu minta saja kepada suamimu bukan kepadaku '' Tolak Afnan


'' Tapi keponakan kakak yang minta, apa kakak tidak takut jika nanti keponakan kakak ileran '' Kata Resti


'' bUatkan aja ayah '' Kata Anisa yang baru turun dari tangga dengan menggunakan daster rumahannya


'' Hai kak ''


'' Hai juga. sudah lama di sini? '' Tanya Anisa yang langsung mencium pipi kiri dan kanan Resti


'' Hai kak '' Sapa Anisa kepada Adam


Adam tersenyum lalu meminum minuman yang sudah di buat oleh bibi


'' Apa kamu ke sini hanya karna Spaghetti buatan Ayah '' kata Anisa


'' Bener kak, Aku ingin banget tapi Kak Afnan tidak ingin membuatkannya '' Rengek Resti


'' kakak bujuk kak Afnan dong biar kak Afnan membuatkan nya untukku '' kata Resti


Afnan bukan tidak ingin membuatkan Spaghetti untuk adiknya namun Afnan gengsi dan pasti Resti akan meledek dan memuntahkan apa yang sudah di buatkan oleh ny, kalo sang istri bilang enak mungkin karena Anisa istrinya tapi jika Adiknya.. ah Afnan tau betul sipat adiknya jika tidak suka pasti langsung di buang begitu saja


'' Ayah kasian loh Resti jauh-jauh datang ke sini hanya ingin makan yang di buat oleh Ayah ''


Afnan yang tidak tega melihat adiknya yang memelas akhirnya ia pun pergi ke dapur dan membuatkan keinginan sang adik


" Horeee... Kita makan buatan Uncle sayang " kata Resti sambil mengelus perut nya


Sedangkan Adam ia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sang adik


Anisa ikut tersenyum melihat Resti yang girang


Beda hal nya dengan Afnan yang harus terjun ke dapur untuk membuatkan makana untuk sang adik


Tapi butuh waktu lama Afnan Membuatkan dua porsi spaghetti untuk Adam dan juga Resti


" Selamat di nikmati " kata Afnan


" Terimakasih kakakku sayang sudah membuatkan kami makanan " kata Resti sambil tersenyum lalu menyantap hidangan yang di siapkan oleh Afnan


Afnan dan Anisa mereka melihat Resti dan Adam Yang sedang mencoba Spaghetti buatan Afnan

__ADS_1


" Hueekkkk.... " Adam memuntahkan Spaghetti ke tisu


" Makanan apa ini? " Keluh karena Spaghetti buatan Afnan sungguh-sungguh tidak layak di makan


Namun beda halnya dengan Resti yang begitu menikmati makanan nya


" Sayang jangan di makan itu racun bukan makanan " keluh Adam


" Apaan sih By, makanan seenak ini di bilang racun " ucap Resti yang tidak mau menghentikan makanan nya


Afnan dan Anisa langsung mengembangkan Senyumannya


" Jangan di dengar kata suami mu, Ayo habiskan " kata Afnan kepada sang adik


" Siap kak. Jika Haby gak mau sini biar aku habiskan, kan sayang Mubajir jika tidak di habiskan apa lagi ini masakan hasil CEO Afnan " kata Resti


Adam hanya menggelengkan kepalanya melihat Istrinya yang begitu semangat memakan makanan nya


" Apa ludah istriku sedang tidak sehat Makanya Makan yang tidak enak di bilang enak " keluh Adam


" Hahaha.. tenang kak, Nama nya juga Orang lagi hamil " jawab Afnan sambil tertawa


Afnan tidak menyangka jika Resti akan menyukai makanan yang ia buat, Afnan pikir Resti akan Membuang Makanan nya seperti Adam namun kekhawatiran Afnan ternyata Tidak benar


" Haby, gak boleh ngomong seperti itu kepada Kak Afnan. Jelas-jelas ini makanan sangat enak bahkan lebih dari enak kenapa Haby bicara seperti itu " keluh Resti


" Sudah jangan di dengarkan, lanjutkan saja makan nya kasian Ponakan Uncle sudah kelaparan di dalam sana "


Anisa hanya tersenyum melihat tingkah ke tiga Manusia di depan nya, padahal Tadi Anisa bilang enak karena tidak tega Kepada sang suami yang sudah membuatkan dirinya Makanan makanya Anisa bilang enak dan menghabiskan Spaghetti nya


Anisa tidak menyangka jika Resti akan menikmati Spaghetti yang tidak layak makan itu padahal Resti selalu jujur jika Ia tidak menyukai nya.


" Apa sangat enak, sehingga kamu tidak menawari kakak mu ini? " Tanya Anisa pura-pura


" Hehehe.. kalo kakak mau minta di buatkan saja sama Kak Afnan ini milikku " kata Resti sambil nyengir


" Bunda. Apa bunda mau? Kalo mau biar Ayah buatkan " kata Afnan yang merasa di atas angin karena Makanan nya di puji oleh kedua wanita kesayangan nya


" Tidak ayah, terimakasih Bunda masih kenyang " elak Anisa


" Oh baik lah, jika mau Nanti Bilang saja sama ayah yah "


" Siap ayah "


Afnan dan Adam meninggalkan meja makan tinggallah Resti dan juga Anisa di sana


" Tadinya sih mau tapi suami kakak belum ada waktu kata nya " jawab Anisa


" Kepada harus menunggu Kak Afnan, mending kita panggil aja guru senam hamil ke rumah ini jadi gak perlu menunggu para suami ada waktu luang " usul Resti


Anisa berfikir " kamu benar. Para suami kita kan sangat sibuk jadi tidak ada waktu untuk menemani Senam hamil "


" Eh tapi.. apa kamu sudah di perbolehkan untuk senam hamil kan kehamilan mu masih Di bilang masih awal " kata Anisa


" Kakak benar " Resti Langsung Menyenderkan tubuhnya ke kursi


Anisa tersenyum " sabar nanti Jika sudah waktu nya pasti bisa ikut senam hamil " kata Anisa


" Makan harus menunggu beberapa bulan lagi kak "


" Hehehe.. " Anisa Terkekeh


~ DI APARTEMEN


Elif sudah beberapa kali menghubungi Leon namun nihil no Leon masih tidak aktif sejak kemarin


" Sial, Leon Pergi kemana sih kenapa no nya tidak aktif " keluhnya


" Apa aku datang ke rumah utama saja kali ya. Siapa tau si Elon Ada di sana " gumam Elif


" Gara-gara kau, hidupku jadi sulit seperti ini " gerutu Elif kepada perut yang masih kempes


Elif langsung bersiap untuk pergi ke rumah utama dan mencari keberadaan Leon di sana


Dengan membawa kartu nama yang pernah ia ambil di dalam tas Leon Elif nekat pergi ke rumah utama


Adam saja Sudah jarang sekali datang ke rumah utama karena ia tidak menyukai Ibunya Leon yang terlalu Tama Soal harta


LESTI ibunda Leon. Ia seorang janda Yang di tinggal mati oleh suaminya, sebenarnya Suaminya lah yang anak Oma Linda, Ibu Lesti hanya Seorang menantu di rumah utama tapi Karena ia sangat tamak soal harta sehingga Lesti masih tinggal di rumah utama padahal Sudah tidak ada kewajibannya lagi untuk tinggal di rumah utama tapi Lesti selalu saja menggunakan Leon Untuk tetap tinggal di sana dengan alasan Leon adalah Cucu Ke dia dari Oma Linda.


Elif sampai di rumah Utama Ia melihat Bangunan yang cukup luas dan juga besar


" Wah benarkah ini rumah utama Nya " kagum Elif ketika melihat halaman yang cukup luas dan Pagar yang sangat tinggi


" Pak.. pak... " Kata Elif berteriak agar sekuriti menghampiri nya


" Sial pada kemana sih nih sekuriti mana panas sekali lagi " keluh nya

__ADS_1


Elif terus berusaha untuk memanggil Sekuriti. Senyuman Elif langsung terbit ketika ada seorang sekuriti menghampiri nya


" Ada apa ya Nona? " Tanya nya tegas


" Bisakah kamu bukakan dulu pagar nya, saya ke panasan ini " keluh nya lagi


" Katakan dulu apa Tujuan mu Nona baru saja akan bukakan gerbang nya "


Elif memutarkan bola mata nya ". Saya kekasih nya Leon dan ingin bertemu dengan calon ibu mertua saya " kata Elif Dengan nada angkuh


Sekuriti itu tidak langsung membukakan gerbang ia malah melihat Penampilan Elif dari atas sampai bawah


Elif yang menggunakan Barang-barang branded membuat Sekuriti itu percaya dan membukakan gerbang


" Silahkan masuk Nona " kata Nya


Dengan sikap sombongnya Elif langsung masuk kedalam dan berjalan ke Pintu utama


Ting.. nong...


Elif melipatkan Kedua tangan nya di dada Jangan lupa kaca mata hitam yang ia gunakan


" Maaf siapa ya? "


Elif langsung menoleh ke arah suara, Elif Mengembangkan senyuman nya " halo Tante. Saya Elif kekasih nya Anak Tante Leon " kata Elif ramah Sambil mencium pipi kiri dan kanan


Sedangkan wanita yang membuka pintu itu hanya bisa terdiam dengan keterkejutan nya


" Siapa yang datang bi? " Teriak di dalam rumah


" I..ini nyah, kata Kata nya Calon mantu nyonya " teriak bibi


Elif membulatkan Kedua bola mata nya " jadi kau Upik abu!? " Bentak Elif


" Maaf Nona "


" Cih.. bisa-bisa pipiku gatal-gatal karena sudah nempel dengan pipi Upik abu Seperti mu " keluh Elif yang langsung mengelap pipi nya pakai tisu


Tadi nya bibi akan pergi ke kondangan di ujung komplek karena Ada salah satu Teman sesama pembantu yang menikah namun siapa sangka jika Bibi Malah di anggap pemilik rumah


" Minggir kau " kata Elif mendorong bibi lalu main masuk begitu saja ke dalam rumah


Sedangkan bibi hanya bisa mengelus dada " mudah-mudahan Den Leon segera bangun dari mimpi nya agar tidak menikahi wanita yang tidak memiliki akhlak " gumam Bibi yang langsung pergi untuk ke undangan


Elif masuk kedalam rumah. Elif melihat wanita paruh baya yang sedang duduk di depan tv


" Selamat siang Tante " sapa Elif ramah


Ibu Lesti mengerutkan kening nya " maaf Anda siapa ya? " Tanya nya yang heran ada seorang wanita masuk kedalam rumah nya


" Maaf Tante aku langsung masuk tadi bibi yang menyuruh aku untuk langsung masuk ke sini "


" Oh, kalo begitu silahkan duduk " kata nya


" Maaf dengan siapa ya ini, lalu Ada keperluan apa datang ke sini?" Bu Lesti melihat penampilan Elif dari atas sampai bawah


Bu Lesti yakin jika Wanita yang ada di hadapan nya ini wanita jaya karena di lihat dari penampilan nya yang cukup branded


" Perkenalkan Tante. Nama saya Elif Saya kekasih nya Leon anak Tante " jawab Elif hati-hati


Bu Lesti mengangkat sebelah alis nya " lalu "


" Ke datangan aku ke sini karena.. " Elif menghentikan ucapan nya lalu menunduk


" Hiks.. aku ke sini untuk meminta pertanggungjawaban dari Leon karena saat ini Aku sedang hamil anak nya Leon Tante hiks.. "


Plak....


Dengan repleks Bu Lesti menampar Elif dengan cukup kencang


" Dasar wanita mur_n. Mana mungkin Anak laki-laki saya menid_i kamu hah!! Pasti anak saya kamu jebak ya, ngaku!! " Bentak Bu Lesti yang tidak terima jika Elif menjelek-jelakkan anak laki-laki nya


Elif Memegang pipi nya yang di tampar oleh Bu Lesti " Tante.. untuk apa aku menjebak Leon? Saya juga punya harga diri Tante hiks.. "


" Cih.. wanita seperti mu itu bukan Tipe anakku jadi kau jangan ngada-ngada lalu pergi dari sini sekarang juga " usir Bu Lesti sambil membentak Elif


Elif tidak menyangka jika Dirinya tidak di terima oleh Ibunya Leon. Elif pikir Ibu nya Leon adalah seorang wanita yang lemah lembut namun nyatanya salah...


" Tante. tante harus terima dengan apa yang aku ucapkan, Lagian buat apa saya bohong kepada Tante hiks.. " Elif pura-pura menangis agar Bu Lesti merasa iba kepada nya


" hahaha.. kau pikir aku akan percaya dengan apa yang kau ucapakan hah!!! dengar kau bukan wanita yang pertama yang mengaku-ngaku sebagai kekasih putra saya jadi Pergilah kau dari sini karena sampai kapan pun aku tidak Sudi memiliki menantu seperti mu wanita mura_n " ejek nya dengan sebelah mata


deg..


Elif benar-benar sakit hati dengan ucapan Bu Lesti apa lagi ketika Bu Lesti bilang jika dirinya adalah wanita murahan


" baik tante. jika Tante tidak bisa menerima Anak ini saya tidak maslaah tapi jangan salahkan saya jika nama baik keluarga Tante akan jelek karena Tidak bisa menerima Saya dan juga anak saya. permisi " kata Elif yang langsung berdiri dan menghentakkan kaki nya

__ADS_1


" dasar wanita mura_n kau pikir aku takut dengan ancaman mu itu Hah!! " teriak Bu Lesti yang tidak terima dengan Ucapan Elif.


__ADS_2