
Malam ini Anisa setelah makan malam ia langsung mengupas bawang dan memepes Ikan. Anisa sekarang sudah memiliki pelanggan tukang sayur jadi tukang sayur itu akan mengirimkan pesanan sesuai permintaan Anisa jadi Anisa tidak perlu capek-capek lagi pergi ke pasar.
" Anisa saya mau pergi ke rumah Pak Rt dulu soalnya ada kerjaan yang harus saya bahas dengan Pak RT " pamit Afnan
" Oh iya Pak " Ucap Anisa sambil tersenyum
Setelah kepergian Afnan, Anisa melanjutkan aktivitas nya. pepes ikan dan Ayam membutuhkan waktu yang lama agar hasilnya empuk dan enak.
Jam sudah menunjukan jam sepuluh malam Afnan baru saja pulang dan mengunci pintu depan, Namun Afnan melihat lampu dapur yang masih menyala
" Anisa apa kamu belum beres? " Tanya Afnan yang melihat Anisa masih sibuk dengan masakan nya
" Eh bapak sudah pulang. Belum pak ini sedikit lagi " jawab Anisa
" Ini sudah malam loh, apa kamu tidak lelah? seharian ini kamu sudah aktivitas "
Anisa Terkekeh " Bagi orang yang seperti saya harus bekerja keras pak, mau itu siang atau malam walaupun harus mengurangi jam istirahat saya tapi Aku yakin Lelah ku akan menjadi ibadah " jawab Anisa sambil tersenyum ramah
Afnan merasa tersindir oleh ucapan Anisa, selama ini dirinya selalu menyia-nyiakan waktu untuk bersantai dari pada bekerja
" Oh. Tapi apa kamu tidak berniat untuk mencari pekerja agar kamu ada yang membantu? " Tanya Afnan
Anisa yang membawa satu wadah pepes yang baru saja di angkat dari panci dan wangi pepes nya sangat menggoda Di lidah Afnan
" Saya masih bisa melakukan nya sendiri pak, kecuali nanti jika saya sudah kewalahan baru akan memikirkan nya " Jawab Anisa
" Nisa apa kamu bisa jangan panggil saya bapak? saya seperti sudah sangat Tua sekali " keluh Afnan
" Lalu saya harus panggil Bapak apa? lagian tidak sopan Bukan memanggil Bapak dengan nama " Ucap Anisa yang tangan nya sedang membuka satu pepes membuat Afnan menelan ludah nya
" Cobain lah pak, Seperti nya Bapak ingin mencoba nya " ucap Anisa
" Kamu bisa saja Anisa. Kamu bisa panggil saya Mas Lagian sepertinya usai kita tidak jauh " Kata Afnan yang langsung mencoba pepes buatan Anisa
Anisa membulatkan Keuda bola mata nya, mana mungkin dirinya memanggil penghuni kamar di rumah nya dengan panggilan Mas.
" Ini enak sekali, kamu sangat jago masak ya selama aku di sini Aku selalu di manjakan dengan Masakan mu " puji Afnan
__ADS_1
" Bahkan masakan mamah ku saja kalah dengan masakan mu " Lnjut nya
" Ah,. jangan melebih-lebihkan saya merasa tidak enak " Kata Anisa merasa malu
Afnan yang melihat Anisa malu-malu hanya tersenyum dan menikmati pepes yang di berikan oleh Anisa dengan tambahan nasi putih. Baru kali ini Afnan makan nasi malam-malam
Anisa berdiri dan membereskan barang-barang yang baru saja dia cuci
" Mas.. Aku pamit ke kamar ya mau istirahat, Nanti Piring kotor nya di taruh di sana saja biar besok pagi aku yang mencuci nya " Ucap Anisa
" Iyah Anisa, sekali lagi terimakasih banyak ya " Jawab Afnan
" Pergilah istirahat kamu pasti sudah lelah, Selamat tidur dan mimpi indah " Lanjut Afnan
Anisa tersenyum lalu pergi kedalam kamar nya " Ya Ampun kenapa dia jadi seperti Suamiku dan panggilan Mas... " Anisa memegangi dada yang berdetak kencang tidak karuan
" Ada apa dengan jantungku, Tidak mungkin aku menyukai Beliau " Gumam Anisa yang masih bersandar di tembok
Anisa Menggelengkan kepalanya dan menepis apa yang dia rasakan, Tidak mungkin dirinya menyukai Afnan apa lagi dirinya baru saja di tinggalkan oleh Pria Berengsek yang telah menikahi dirinya satu tahun kurang ini.
Seperti Biasa setiap pagi Anisa akan membereskan Warung dan juga halaman agar terlihat rapih dan Nyaman
" Neng Anisa " Sapa Ceu idah
" Eh Ceu idah, kemana aja atuh ceu, Nisa meni jarang ketemu " Balas Anisa menaruh sapu lidi nya
" Iya ceceu lagi bingung, Kemarin Ceceu lagi cari kerja ka kota tapi malah di bohongin " Keluh Ceu Idah
Anisa mengelus lengan Ceu idah " Yang sabar ya Ceu, di jaman sekarang mah kita harus banyak hati-hati jangan asal percaya sama orang "
" Muhun Neng " Jawab Ceu idah
Anisa membuang napas nya, ia merasa kasihan kepada Ceu idah apa lagi Ceu idah harus membiayai Anak nya yang baru saja masuk sekolah menengah pertama
" Ceu, Kalo mau ceceu bisa bantu-bantu di warung Nisa tapi maaf Jika Nisa tidak bisa membayar mahal Ceceu "
Ceu idah Langsung melihat kearah Anisa " Alhamdulillah.. Teukunanaon Neng Gajih nya sedikit juga yang penting ceceu bisa memenuhi kebutuhan anak Ceceu yang baru masuk sekolah " Ucap Ceu idah yang merasa mendapatkan angin segar. Awalnya Ceu idah berniat untuk mencari pekerjaan ke kota lagi namun ia takut di bohongin lagi
__ADS_1
Anisa tersenyum lega karena Ceu idah tidak menuntut gajih yang besar dari dirinya
" Kalo begitu, ceceu mau mulai kerja nya kapan? " Tanya Anisa
" Sekarang aja Neng, apa yang harus ceceu lakukan " tanya Ceu idah semangat
" Kalo begitu ceceu rapihkan saja Makanan yang sudah Anisa masak ke etalase setalah itu ceceu duduk saja sambil menunggu pelanggan datang, Biasanya jam makan siang baru rame "
" Baik Neng "
" Kalo begitu Anisa masuk dulu ya, Mau siapin sarapan Buat Pak Afnan dulu " Pamit Anisa
" Iyah Neng " Ceu idah Langsung mengerjakan pekerjaan nya
Sedangkan Anisa dia juga sibuk menyiapkan sarapan Buat Afnan
Afnan Membayar mahal Untuk tinggal di sini dan mendapatkan Makan sehari tiga kali
" Anisa " panggil Afnan kearah Anisa
" Iyah ada apa Mas " Jawab Anisa yang sedang menyeduh teh
" Apa di dekat sini ada tukang Laundry? saya mau mencuci kemeja dan kaos yang di gunakan kemarin " Tanya Afnan
" Gak usah cari Laundry pak, Ke Neng Nisa saja, Neng Nisa pintar kalo soal mencuci warga di sini juga suka menyuruh Neng Nisa buat mencuci " Ucap Ceu Idah yang baru saja Samapi di dapur. Niat nya Ceu idah mau menaruh wadah kotor tapi gak sengaja mendengar pembicaraan Anisa dan juga Afnan
Afnan Melirik kearah Anisa " Benar kah? Kalo begitu ya sudah kepadamu saja biar cepat soalnya mau di pakai besok " Kata Afnan
" Iyah Mas, Mas bisa taruh saja cucian mokor nya di ember nanti setelah ini saya Langsung cuci " Jawab Afnan
" Terimakasih ya Anisa, kamu memang Malaikat penolong ku " kata Afnan yang langsung pergi beraktivitas
Ceu idah yang mendengar panggilan Anisa kepada Afnan hanya mengulum senyum, Tidak salah jika seorang wanita menyukai seorang pria apa lagi pria itu sangat tampan dan rupawan
" Jangan berpikiran aneh-aneh Ceu, Itu karena permintaan Mas Afnan " Ucap Anisa yang tau apa yang sedang di pikirkan oleh Ceu idah
" Hehehe si Neng mah, Biarin atuh kan lumayan ganteng "
__ADS_1