Cinta Anisa

Cinta Anisa
RAMBUT LANDAK


__ADS_3

Afnan sudah pergi ke kantor walaupun Ada drama terlebih dahulu karena baby besar itu benar-benar Tidak ada puasanya.


" Anak-anak bunda lagi apa Hem " Tanya Anisa kepada kedua anaknya yang sedang mengisap-ngisap jempol " Kalian Lucu sekali sih, Bentar lagi mam ya, Bunda buatkan bubur untuk kalian " Ucap Anisa


Tadi Anisa menyempatkan membuat bubur terlebih dahulu, Tapi bukan bubur nasi melainkan Kentang dan wortel yang sebelum nya di kukus lalu ia berlendir di campur kuah SOP dan di beri ayamnya juga biar gurih dan nikmat, Anisa tidak menggunakan Bubur kemasan karena menurutnya makan sahur lebih sehat dari pada makanan baby yang kemasan.


Anisa menaruh Anak-anak nya di kursi yang khusu untuk baby makan " Nah kalian sudah duduk sekarang tinggal makan deh tapi sebelum makan kita baca bismillah dulu ya sayang " Ucap Anisa mencontohkan anak-anak agar mengucap bismillah sebelum makan


Setelan mengucapkan bismillah Anisa langsung menyuapi anaknya satu persatu, Anisa sangat gemas ketika melajang Reaksi anak-anak nya ketika makan apa lagi kalo bibirnya sudah di melet-melet itu sangat lucu " Hehehe Anak nya bunda pada pinter ya Makannya Hem " puji Anisa kepada anaknya


Daren Dan Naila mereka hanya tersenyum khaws baby sambil memainkan sendok yang tadi Anisa simpan agar mereka tidak merebut sendok yang sedang di gunakan oleh Anisa.


Kedua anak Anisa sangat lahap menikmati makanan nya Bahkan Samapi habis kandas Tidak tersisa " Alhamdulillah.. Makanan nya sudah beres Sekarang kita cuci muka dan cuci tangan ya sayang " ucap Anisa


Anisa dengan telaten membawa anak nya satu persatu untuk di bersihkan wajah dan juga tangannya yang tadi terkena bubur. Namanya juga Baby kalo makan pasti gak bisa pada diyem.


" Wah anak-anak bunda sudah tampan dan cantik dan tampan " Puji Anisa " Kedah anak Anisa yang kekenyangan mereka terlihat ngantuk " Mimi susu dulu ya sayang setalah itu baru tidur " Ucap Anisa kepada Anak-anak nya.


Anisa membawa anak-anak nya ke Ruang tengah dan Membaringkan mereka di kasur yang biasa ada di sana " tunggu di sini biar Bunda buatkan kalian susu dulu " Ucap Anisa


Secepat kilat Anisa Membuatkan susu untuk si kembar lalu memberikannya kepada si kembar " di habisin ya sayang " ucap Anisa yang ikut berbaring di sana agar Anak-anak terlelap tidur


Kalo siang Anisa Sengaja menaruh anak-anak di ruang Tengah karena kalo di kamar Anisa tidak bisa memperhatikan nya apa lagi Anisa harus mencuci pakaian mereka, kalo di ruang tengah kan ada pelayan yang akan menjaga nya.


Setelah kedua anaknya terlelap Anisa langsung keruang cuci ia mencuci pakaian dirinya dan juga Twins, Anisa gak suka kalo barang pribadi milik suami dan juga anak-anak di pegang oleh orang lain makanya ia memilih mengerjakan nya sendiri padahal Ada tukang cuci yang Afnan bayar namun Anisa kekeh ia ingin mencuci sendiri.


Setelan usai Anisa Langsung melihat anak-anak nya di ruang Tengah Mereka masih terlelap Dengan saling berpegangan tangan


" Anak-anak Bunda manis sekali " gumam Anisa " Kalian saling pegangan pasti takut di pisahkan ya Nak " Anisa mencium pipi kedua anaknya


Anisa melihat ke luar ternyata di luar ujan " yah Ujan, Tadinya Bunda mau ajak kalian ke kantor Ayah buat nganterin makan siang tapi malah ujan berarti lain kali aja ya Nak " ucap Anisa

__ADS_1


Tadi pagi Afnan meminta Sang istri untuk mengantarkan Makanan ke kantor sekalian ajak jalan-jalan Twins namun sepertinya cuaca tidak mendukung untuk mereka Bepergian.


Anisa langsung menghubungi sang suami kalo dirinya tidak bisa ke sana untuk mengatakan makana karena ujan. Afnan pun tidak mempersalahkan itu karena ia juga tidak ingin memaksa sang istri apa lagi di luar emang sedang ujan badai.


" Bi. tolong di tutup ya Pintu yang ke arah taman agar anginnya tidak ke sini " ucap Anisa.


" baik Non " jawab Bibi


Setelan di tutup Anisa menabwa kedua anaknya kesamaan kamar twins, walaupun sudah di tutup tetap saja Anisa merasa khawatir takut anginnya terkena si kembar


~ DI RUMAH ADAM


Resti, Ibu Ani dan juga Pak Yusuf mereka sedang duduk di ruang tengah. ibu Ani menggendong sang cucu agar tidak Kaget karena hujan angin plus petir sangat kencang sekali


" Mah. apa kak Anisa baik-baik saja di rumah, Kasian kak Anisa "


" Kalo kamu khawatir coba kirim pesan ke Anisa tanyakan bagaimana kabar di sana "


Resti. : Assalamualaikum.. kak. Kak gimana di sana, apa sama hujan juga? ( Sand )


" Bagai mana ada balasan? " Resti Menggelengkan kepalanya


" Belum Mah, Mungkin lagi tidur siang " Jawab Resti agar Bu Ani tidak terlalu khawatir


" Iyah mudah-mudahan saja ya "


" kita doakan yang terbaik saja untuk kita semua " Lanjut Pak Yusuf


Pak Yusuf juga sebenarnya khawatir dengan keadaan menantunya namun Pak Yusuf mencoba untuk tenang dan berdoa yang terbaik untuk keselamatan semaunya.


" Mah, Baby Adi tidur? "

__ADS_1


" Iyah, Cucu Oma emang paling pinter walaupun di luar ujan tapi Cucu Oma masih aja anteng di gendongan Oma " Bu Ani mengecup pipi Sang cucu


" Papah malah gemes sama rambutnya Mah, Lihat rambutnya kaya landak hahaha "


" Papah " protes Resti yang tidak terima Jika rambut anak nya di sebut kaya landak


" Lihatlah sekarang anak papah sudah bisa protes Mah "


" Iyah Pah, mungkin putri kita lupa ketika ia sedang hamil manja nya ke siapa " ledek Bu Anis sambil mengulum senyum


" Mamah, Papah jangan begitu " Rengek Resti


" hahahah " Bu Ani dan pak Yusuf langsung tertawa bersamaan


Resti langsung memanyunkan bibirnya " Jangan marah sayang, malu sama putra mu yang rambutnya seperti landak ini "


" Iiih mamah "


Tawa mereka benar-benar Nyaring sehingga Baby Adi yang tadi nya anteng langsung terbangun ia terkejut Samapi-sampai menangis kencang


oweeekkkkkk...... owekkkk...


" Cup cup Cucu Oma jangan nangis sayang, maafkan Oma, opa Sama Mamah mu ya " Ucap Bu Ani


" Sini Mah, biar aku beri asi " ucap Resti


" Iyah sayang " Bu Ani memberikan baby Adi kepada Resti


Pak Yusuf langsung pergi tidak mungkin Pak Yusuf masih di sana sedangkan Resti mau menyusui


Setelah kepergian Pak Yusuf, Resti langsung menyusui baby Adi sambil mengelus rambut sang putra " Nak, nanti kita kucir ya rambut nya biar gak di ledekin Sama Oma dan Opah ya " ucap Resti sambil tersenyum

__ADS_1


" Kamu ini prasaan banget sih, lagian mamah sama papah suka ko liat rambut nya Baby Adi "


__ADS_2