
Adam pulang dengan membawa Sebungkus seblak yang ia beli di salah satu pedagang kaki lima
" Sayang aku pulang " teriak Adam sambil berjalan ke dalam rumah
Adam menggelengkan kepalanya ketika melihat Sang istri yang tertidur di Sopa dengan tangan memeluk Bantal sopa
Adam Memijat kening nya " Astaga Aku mencari Makanan yang ia mau Malah Tidur " Gumam Adam menaruh Kantung kresek di meja lalu Berjalan mendekat ke arah Sang istri
" Sayang " panggil Adam pelan
Namun bukan nya bangun Resti malah menepis tangan Adam
Adam membulatkan kedua bola mata nya sambil membuang napas nya pelan " sayang " keluh Adam yang tidak habis pikir dengan istrinya yang telah menepis tangan nya
Senyum Adam terbit ketika ia mempunyai ide untuk menjahili sang Istri
Setelah menyuruh para pelayan untuk pergi ke kamar mereka masing-masing Adam melancarkan aksinya. Adam merayap seperti cicak di atas Tubuh Resti lalu menc-m bi-r tipis milik Resti dengan tangan yang sudah bermain di gunung kembar, Namun bukannya merasa terusik Resti malah ikut keenakan ketika Adam bermain-main di sana
'' Eum... '' Lengguhan Resti dengan mata yang masih terpejam
Adam tersenyum ketika mendengar lengguhan sang istri, Tapi itu semua tidak berlangsung lama karena Resti melebarkan kedua bola mata nya ketika ia sadar bahwa yang ia rasakan bukanlah mimpi tapi nyata
'' By.. '' Resti menghentikan ucapannya ketika Adam membungkam mulut Resti dengan mu-t nya
Aksi mereka tidak samapai di situ saja Adam membawa Resti ke kamar tamu dan melanjutkan nya di sana.
#Skip
~ DI RUMAH AFNAN
Anisa sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah ia lelah menunggu sang suami yang masih berada di ruang kerjanya
'' Heum Ko Ayah lama banget sih padahal kan ini sudah jam sembilan malam '' Keluh Anisa. Karena bosan Anisa menghidupkan tv dan menonton Film yang ingin ia tonton bareng bersama sang suami
Bukanya Anisa yang menonton Film yang ada Tv yang menonton Anisa yang tertidur sebelum film usai
Afnan yang baru Beres menyelesaikan pekerjaan nya ia langsung masuk kedalam kamar dengan membawa segelas susu ibu hamil yang ia buat tadi di dapur
'' Loh ko sudah tidur kata nya mau Nonton '' Gumam Afnan menutup pintu lalu berjalan ke arah ranjang
Afnan mengelus kepala sang istri dengan lembut lalu mencium kening sang istri, Tidak mungkin Afnan membangunkan Anisa yang sudah tertidur lelap hanya karena ingin menonton, Afnan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh anisa lalu ikut tertidur di samping Anisa
~PAGI HARI
Anisa bangun dari tidur nya ia melihat pemandangan yang cukup indah di pagi ini, Anisa mengelus pipi sang suami dengan lembut lalu menc-m bi-r Afnan dengan lembut
Afnan yang merasa terusik langsung bangun dari tidur nya '' Bunda '' Lirih Afnan yang membuka kedua mata nya
'' Morning Ayah '' kata Anisa sambil tersenyum
'' Pagi juga sayang '' jawab Afnan yang mencium kening Anisa
'' Kita pergi jalan-jalan pagi yuk Ayah '' Ajak Anisa dengan menampilkan wajah yang cukup imut
Afnan tersenyum '' Ayah tidak tahan jika melihat wajah Bunda membuat Hati Ayah meleleh '' Kata Afnan
'' Jadi Ayah mau kan Temani Bunda jalan-jalan bersama anak-anak kita '' kata Anisa
'' Iyah Sayang, Ayah ke air dulu ya ''
Anisa menahan tangan Afnan yang mau beranjak ke kamar mandi '' Bareng aja Ayah, kan Bunda juga sama belum ke air '' kata Anisa sambil merentangkan kedua tangannya
__ADS_1
Dengan senang hati Afnan menggendong sang Istri ke kamar mandi. Afnan Tidak pernah menolak apa yang di inginkan oleh sang istri
Di dalam kamar mandi Afnan mendudukkan Anisa di Atas wastafel, Mereka menggosok gigi bersama dengan wajah yang terlihat bahagia
Setelah menggosok Gigi, Anisa mengoleskan sabun cuci muka di wajah sang suami lalu menggosok kan nya dengan pelan dengan wajah yang tersenyum bahagia
Afnan ikut tersenyum lalu Menempelkan Hidung nya dengan hidung Anisa sehingga Busa yang ada di hidung Afnan menempel di Hidung Anisa
" Ayah.." rengek Anissa memukul pelan bahu Sang suami, sedangkan Afnan malah terkekeh melihat Anisa yang kesal
Setelah selesai dengan kegiatan di kamar mandi, Anisa dan Afnan pergi jalan-jalan ke taman komplek
Afnan menggandeng tangan Anisa, mereka berjalan cukup pelan karena Anisa yang sudah tidak bisa berjalan cepat dengan keadaan perut yang sudah semakin buncit
'' Apa kamu sudah lelah Bun? '' Tanya Afnan melihat ke arah Anisa yang terlihat kelahan
Anisa tersenyum '' Tidak ko, Bunda malah seneng bisa jalan-jalan begini '' Jawab Anisa
'' Heum.. kalo sudah lelah bilang ya biar nanti Ayah gendong '' kata Afnan dan di balas dengan Anggukan oleh Anisa
Banyak yang memerhatikan sikap manis Afnan kepada Anisa membuat yang melihat iri
Kedua bola mata Afnan membulat ketika melihat banyak nya makanan yang berjajar di taman
'' Jadi ini Alasan Bunda Ajak Ayah ke taman? '' Tanya Afnan melirik kearah sang istri
sedangkan yang di lirik malah cengengesan '' Di sini makanan nya enak-enak Ayah terus banyak pilihan juga '' Kata Anisa
Afnan membuang napas nya pelan sambil menggelengkan kepalanya
Anisa melirik ke Arah roda bubur ayam namaun Afnan menggelengkan kepalanya
'' Tidak Bunda '' Tolak Afnan
'' Bunda boleh makan apa saja tapi tidak dengan yang namanya Bubur '' Kata Afnan
Afnan alergi bubur Ayam jangankan memakan nya untuk melihatnya saja bisa muntah.
Anisa belum mengetahui jika suaminya itu alergi dengan bubur karena selama menikah sang suami yang belum pernah menceritakan soal Afnan yang anti bubur
'' Sekali ini saja Ayah '' Rengek Anisa '' Lagian kenapa sih Ayah gak mau makan bubur '' keluh Anisa
Afnan membuang napas nya pelan lalu menatap sang istri dengan lekat
'' Karena Ayah alergi dengan bubur Ayam, makanya Ayah gak mau makan bubur '' Jelas Afnan
Afnan juga tidak tau kenapa dirinya bisa Alergi dengan yang nama nya bubur Ayam namun yang jelas jika Afnan melihat bubur pasti ia akan langsung muntah-muntah dan gak akan bisa makan apapun
Anisa yang mendengar penjelasan Sang suami langsung membulatkan kedua mata nya lalu mengulum senyum
'' Hahaha... Ayah ada-ada saja masa iya Ayah bisa alergi jika Ayah melihat bubur '' Kata Anisa yang tidak percaya dengan kata-kata suaminya
karena tidak ingin di anggap pembohong Afnan memberanikan diri untuk mengajak Anisa ke roda bubur, Belum samapi di tukang bubur Afnan sudah muntah-muntah duluan dan langsung pergi dari sana
Anisa yang melihat reaksi sang suami yang langsung muntah-muntah dan pergi begitu saja merasa bersalah, Anisa segera mengejar Afnan dan memberikan nya minum air putih
'' Ayah '' Lirih Anisa yang melihat suaminya sedang berjongkok di bawah Pohon sambil memegangi perut nya
'' Ayah, Maafkan Bunda , Bunda benar-benar tida tau jika Ayah benar-benar tidak bisa melihat bubur, Bunda pikir Ayah bercanda '' Kata Anisa yang merasa bersalah
Awalnya Anisa pikir jika sang suami itu hanya becanda saja soal alergi dengan yang nama nya bubur tapi setelah melihat Reaksi Afnan dengan refleks yang langsung muntah-muntah Barulah Anisa percaya
__ADS_1
Afnan melambaikan tangannya ke pada Anisa agar tidak menghawatirkan dirinya
'' It's oke Aku tidak apa-apa '' Katanya sambil mengambil Air minum di tangan Anisa
Anisa merasa kasian ketika melihat sang suami yang terlihat lemas
'' Maafkan Aku ya Ayah, Bunda pikir Ayah tadi hanya becanda selama ini Ayah tidka pernah bercerita soal ayah yang alergi dengan bubur ''
Afnan mengelus lengan sang istri '' Aku sudah baik-baik saja Bunda, Salah Ayah sendiri yang tidak menceritakan kelemahan Ayah kepada bunda selama ini Ayah hanya menceritakan yang bagus-bagus nya saja hehehe '' Afnan terkekeh
" sudah ayo kita cari makanan untuk sarapan asalkan jangan bubur " kata Afnan dan di balas dengan anggukan oleh Anisa
Akhirnya Afnan dan Anisa langsung memesan Nasi uduk yang ada di Taman, Di taman tidak hanya ada Yang jualan di sana juga banyak Para orang tua yang membawa anak-anaknya untuk bermain di taman
" Hap... " Afnan Menangkap Tubuh anak laki-laki yang hampir jatuh
" Telimakasih om " kata Anak itu
Afnan tersenyum " sama-sama Ganteng, lain kali jangan lari-lari ya biar tidak jatuh "
" Rio... " Panggil ibu-ibu sambil berlari ke arah Rio dan Afnan
" Kamu tidak apa-apa nak? " Tanya Ibu itu
" Tenang Oma, Lio baik-baik aja kan ada om yang bantu Lio " jawab anak yang bernama Rio itu
Ibu itu langsung melirik ke arah Afnan Lalu tersenyum " terimakasih ya Nak, sudah bantu Cucu Ibu " kata ibu itu
Afnan tersenyum " sama-sama Bu " jawab Afnan yang langsung berdiri
Setelah kepergian Ibu dan Rio, Afnan kembali duduk di dekat Sang istri
Anisa tersenyum ia tidak menyangka jika sang suami yang rela kehilangan makanan demi Menolong anak laki-laki yang hampir jatuh
" ayah.. Aaa.... " Kata Anisa memberi isyarat agar Afnan Membuka mulutnya
Dengan senang Hati Afnan membuka Mulut dan memakan suapan yang di berikan oleh Sang istri
" Terimakasih Bunda " kata Afnan
" Sama-sama Ayah, Kan makanan ayah Sudah tumpah jadi Biar kita makan sepiring berdua saja ya " kata Anisa
" Tapi nanti Bunda tidak kenyang "
" Ayah tenang saja Bunda Bakalan kenyang ko " kata Anisa sambil tersenyum
" Neng ini pesanan nya " kata Si bapak penjual Sisis dan baso bakar
" Ayah, bayar " kata Anisa dengan santai nya mengambil pesanan dari penjual
Sedangkan Afnan langsung membulatkan kedua bola mata nya ketika mendengar Sang istri meminta nya untuk membayar
" Berapa Pak? " Tanya Afnan
" Empat puluh lima ribu " jawabannya
Afnan memberikan satu lembar uang yang berwarna biru " ambil saja kembalian nya " kata Afnan
" Terimakasih Den "
Setelah kepergian Penjual Anisa langsung menyicipi bakso bakar
__ADS_1
" Eum ini enak banget " kata Anisa sambil memakan bakso bakar di depan Sang suami
Afnan yang melihat istri sangat nikmat memakan makanan nya hanya bisa menggelengkan kepalanya " pantas saja Tadi menyuapiku ternyata ia sedang menunggu makan yang akan datang " Gumam Afnan