Cinta Anisa

Cinta Anisa
TKW


__ADS_3

Anisa masuk kedalam ruangan sang suami Ia melihat suaminya yang masih duduk di kursi kebesaran miliknya


" Ayah " panggil Anisa


Afnan Menghentikan kegiatan nya lalu berjalan kearah sang Anisa


" Bunda dari mana saja kenapa lama? " Tanya Afnan yang memeluk Anisa


Anisa bernapas pelan Anisa membalas pelukan sang suami " Aku baru turun beberapa menit Ayah sudah khawatir saja apa lagi jika bunda pergi ke Arab Saudi untuk jadi TKW bisa-bisa ayah akan langsung menyusul ku " Canda Anisa sambil terkekeh


Afnan melepaskan pelukannya lalu menatap sang istri dengan intens


" Berani meninggalkan ku maka jangan harap Bunda bisa melihat pria tampan ini lagi " ancam Afnan membuat Anisa Terkekeh geli mendengar ancaman sang suami


" Hehehe lagian mana mungkin Bunda meninggalkan Ayah yang tampan tiada Tara ini " goda Anisa


" Itu Bunda sudah punya niat Buat pergi ke TKW apa Uang belanja dari ayah kurang sampai-sampai mau jadi TKW? Nanti ayah tambahkan lagi jatah bulanan untuk Bunda jadi Bunda tidak perlu pergi menjadi TKW segala Cukup duduk manis dan menyambut ku di rumah " kata Afnan tegas


" Hehehe aku hanya bercanda ayah jangan di anggap serius uang bulanan dari ayah sudah lebih cukup bahkan sangat cukup jadi tidak perlu menambahkan nya lagi " kata Anisa


" Nanti aku bingung bagai mana cara menghabiskan nya " gerutu Anisa


Afnan juga tau Jika Anisa Memang jarang sekali menggunakan kartu kreditnya. Tiap bulan Afnan akan mengecek Pengeluaran sang istri, Afnan hanya bisa menghelaikan napas nya pelan ketika sang istri hanya menggunakan Kartu saktinya tidak lebih dari lima juta Bahkan pernah Anisa hanya mengambil Tiga juta perbulan padahal Setiap Bulan Afnan selalu mengirim uang Bulanan kepada Anisa sekitar Tiga ratus juta perbulan nya itu tidak termasuk dengan Gajih para Pelayan di rumah.


" Bunda "


" Iyah ayah " jawab Anisa yang masih di pelukan sang suami


" Kenapa bunda tidak menghamburkan Uang yang Ayah kirim ke rekening Bunda? " Tanya Afnan penasaran


Anisa tersenyum " Ayah. Hidup itu seperti Roda berputar Kadang di atas kadang juga di bawah, sekarang kita sedang di atas. Mungkin Uang yang Ayah kirim ke rekening Bunda Nilai nya tidak seberapa bagi Ayah tapi Akan terlihat besar ketika kita berada di bawah, Takdir tidak ada yang tau Ayah " kata Anisa


Afnan tersenyum bangga kepada istri tercinta nya ini bagai mana bisa Anisa berfikiran seperti itu padahal harta Afnan tidak akan habis tujuh turunan Jiak Afnan menjadi pengangguran nanti

__ADS_1


Bahkan Pakaian tas dan sepatu yang Anisa pakai saja Tidak lebih dari ratusan ribu tapi karena yang menggunakan Wanita cantik dan sesempurna Anisa barang murah pun bisa terlihat mahal


Afnan tersenyum gemas kepada Anisa " kamu memang wanita yang sangat Pintar dan juga berarti dari yang lain, Jika wanita lain akan memanfaatkan dan akan belanja apa saja yang mereka mau Asalkan ada uang tapi istriku ini malah memikirkan masa depan "


" Itu harus Ayah, kita jangan memikirkan hari ini saja tapi kita harus memikirkan bagai mana nanti. Lagian Tas, pakaian, sepatu mahal Ujung-ujungnya akan menjadi sampah yang tidak berguna " lanjut Anisa


" Aku bangga padamu sayang "


Afnan menunduk lalu mencium perut buncit Anisa " apa kalian juga bangga kepada Bunda heum " tanya Afnan yang di balas dengan tendangan di dalam perut Anisa


Anisa dan Afnan Terkekeh Bagai mana bisa calon anak mereka mengerti akan ucapan Ayah nya


.tok.. tok.. tok...


" Masuk " kata Afnan menoleh kearah Pintu


OB yang membawa pesanan Anisa langsung mematung ketika melihat atasan Nya yang sedang berjongkok di depan Perut Istrinya


Afnan berdiri lalu menatap sang istri


" Hehehe Maaf ayah, Tadi pas ayah Mengirim pesan Bunda sedang memesan makan yang enak di kantin " jawab Anisa sambil tersenyum


Afnan tidak marah bagai mana bisa Afnan marah kepada Calon ibu dari Anak-anak nya. Afnan mengambil dompet miliknya lalu mengeluarkan dua lembar Yang berwarna merah lalu memberikan nya kepada Ob


" Terimakasih Pak " kata Wanita itu menunduk hormat


" Hem pergilah " kata Afnan


Anisa tersenyum ramah kepada Ob yang Berpamitan untuk keluar itu


" Ayah ayo kita coba kata Anita ini Makanan yang paling Enak di kantin " kata Anisa yang langsung duduk di sopa


Afnan ikut duduk dan ikut menikmati Makanan yang di pesan oleh Anisa

__ADS_1


" Enakkan Ayah "


" Lumayan " jawab Nya. Afnan baru tau jika di kantin kantor nya ada Makanan yang enak seperti ini


Ting ...


Bu Rt. : Neng Anisa Haturnuhun oleh-oleh na Ibu dan bapak sangat menyukai Pakaian yang Neng Nisa belikan bahkan Bapak Langsung memakai baju batik nya untuk pergi rapat di kelurahan hehehe.. Bapak sampe heboh ke para tetangga dan bilang Jika neng Nisa mengirimkan baju batik yang mahal untuk bapak hehehe.. hatur nuhun ya gelis Semoga semua kebaikan Neng Nisa di balas oleh Allah Amin.


Anisa tersenyum membaca pesan dari Bu Rt


Bagai mana tidak heboh Pak Rt dan Bu Rt dapat kiriman pakaian yang bisa di bilang cukup mahal walaupun tidak ada harga nya tapi Bu Rt bisa yakin jika batik yang di gunakan oleh suaminya itu cukup mahal dari bahan nya saja bisa terlihat mahal. Biasanya Beli batik dengan harga seratus ribuan itu pun dengan bahan yang tipis dan tidak menyerap keringet Tapi ini Sudah kain nya halus Tebal dan sangat nyaman di pakai.


Anisa. : Sama-sama Bu. Alhamdulillah jika ibu dan bapak suka Nisa ikut seneng denger nya, Bukannya Ibu sudah menganggap Anisa sebagai putri ibu dan bapak jadi jangan merasa sungkan kepada Anisa.


Afnan yang melihat Istrinya tersenyum ketika mendapatkan pesan langsung bertanya


" Siapa Bun? " Tanya Afnan penasaran


." Ini ibu kata nya Bapak langsung menggunakan batik yang bunda belikan untuk pergi rapat ke kelurahan " jawab Anisa


Afnan sudah bisa menebak siapa ibu dan bapak yang di maksud Anisa siapa lagi kalo bukan Bu RT dan juga pak Rt yang sudah menganggap Anisa sebagai putri mereka


" Oh.. nanti sebelum bukan Ramadhan kita pulang ke sana sekalian kita jarah sayang " kata Afnan


" Benar ayah? " Tanya Anisa dengan mata yang berbinar


" Iyah Bunda. Dua Minggu lagi kan bulan ramadhan masa ia kita tidak pulang ke kampung halaman mu tapi ada tapi nya.. "


"Apa itu.? " Tanya Anisa


" Jika kandungan mu baik-baik saja dan jika Dokter Mengijinkan kamu untuk bepergian jauh Baru kita berangkat tapi Jika kata dokter tidak bisa berarti bunda harus sabar Samapi Bunda melahirkan nanti " kata Afnan


" Dil ayah " jawab Anisa. Walaupun Anisa sebenarnya sudah merindukan Bu Rt dan juga suaminya tapi Anisa juga tidak ingin egois, Anisa sadar dengan kondisinya saat ini yang sedang berbadan tiga

__ADS_1


__ADS_2