Cinta Anisa

Cinta Anisa
WANITA TIDAK TAU DIRI


__ADS_3

Adam dan Resti samapi di rumah mereka, Adam membawa Resti kedalam kamar nya


" Mas, Apa tidak apa-apa jika kita satu kamar, apa tidak lebih baik jika Resti tidur di kamar lain saja? " Kata Resti


" Tidak perlu kamu bisa tidur di sini bersama ku, lagian jika kita pisah kamar aku takut jika Oma menaruh mata-mata di rumah ini dan melaporkan apa saja kegiatan kita " kata Adam bohong mana mungkin Oma Lidia melakukan sejauh itu


" Oh baik lah " kata Resti


" Apa kamu tidak nyaman jika kita tidur satu kamar? " Tanya Adam


" Bukan begitu, aku hanya..."


" Jangan khawatir aku tidak akan melakukan yang macam-macam tanpa seijin mu " kata Adam yang menaruh koper di ruang ganti. Adam tau apa yang di khawatirkan oleh Resti pasti Resti mikirnya Adam akan berbuat macam-macam.


" Terimakasih Mas " kata Resti bisa bernapas lega


" Ini lemari untukmu, sudah aku siapkan " kata Adam menunjukan lemari kosong untuk di isi oleh Resti


" Dan ini Kartu kredit untuk kamu pegang, Setiap bulan aku akan mengisi nya, semua keuangan kamu yang atur termasuk gajih para pelayan di rumah " kata Adam


" Satu lagi, Kartu Hitam ini Adalah nafkah dari ku, setiap bulan aku juga akan mengisi kartu ini karena ini sudah menjadi hak mu sebagi seorang istri " lanjut Adam


Resti melongo melihat ada dua kartu di tangan nya terutama black card yang di berikan oleh adam kepadanya


" Apa ini tidak berlebihan? " Tanya Resti


" Tidak " jawab Adam yang membuka Laptop nya


" Kalo gitu aku akan simpan kedua kartu ini " kata Resti


" Heum " jawab Adam


" Mas.."


" Ada apa? " Tanya Adam


" Apa aku masih boleh bekerja? " Tanya Resti


Adam menatap Resti " apa uang yang aku kirimkan tidak cukup untuk kamu diam di rumah dan menyambut suamimu pulang? " Tanya Adam


Resti menunduk, bukan itu maksud Resti " heum baik lah jika itu Mau mas " ucap Resti yang masih menunduk

__ADS_1


" Mungkin kita menikah tanpa cinta tapi setidaknya kamu harus tetap menjadi Istri yang berbakti kepada suami, Aku tau kamu pasti bingung dengan sikap ku yang melarang mu untuk kerja padahal Di antara kita tidak ada Cinta, tapi Apa salah jika aku ingin menjadi suami yang bertanggung jawab dan memiliki istri yang patuh? Mungkin saat ini kita Tidak ada cinta di Anata kita tapi suatu saat nanti siapa yang tau" kata Adam


" Iyah Mas " jawab Resti pasrah


" Terimakasih kamu sudah mau mengerti Aku " kata Adam sambil tersenyum


~ DI RUMAH AFNAN DAN ANISA


Anisa dan Afnan baru saja sampai di rumah nya.


" Assalamu'alaikum... " ucap Anisa


Anisa menundukkan bokongnya di sopa


" Sayang, bukan nya tadi aku ada janji sama Oma Lidia buat ke rumah Anak yatim? " Tanya Afnan


" Tadinya sih mau hari ini, tapi Oma Lidia mendadak tidak bisa paling besok Mas " jawab Anisa


" Yah kalo besok berarti Mas tidak bisa menemani mu dong, kan Mas harus kerja " kata Afnan


Anisa tersenyum " tenang saja Mas, kan masih ada mang Agus yang akan nganterin Nisa " kata Anisa


" Mas tenang saja Anisa akan baik-baik saja ko " kata Anisa yang bisa menebak raut wajah sang suami


Anisa tau jika Sang suami saat ini sedang khawatir dengan keadaan nya apa lagi kejadian kemarin membuat Afnan semakin protektif


" Bagai mana Jika kamu tunda saja dulu sayang, tunggu Mas ada waktu senggang, mas gak tenang jika kamu pergi berdua saja " kata Afnan


" Bagai mana besok Saja mas, Nanti Anisa coba bicarakan dengan Oma " kata Anisa


" Terimakasih sayang karena sudah mengerti aku " kata Afnan


Cucu yang membawakan air minum hanya melirik dengan sinis kepada Anisa, dia masih berusaha agar bisa mendapatkan Afnan


" Den, ini minumnya " kata cucu menaruh minuman di meja


" Iya Terimakasih " kata Anisa namun gak di Jawab oleh cucu


Anisa hanya bisa mengelus dadanya tanpa sepengetahuan Sang suami


Di dapur Bibi yang sedang membuatkan makan Siang langsung menegur Cucu

__ADS_1


" Apa kamu masih belum sadar juga cu, kalo Aden itu sudah menikah " kata Bibi


" Ya siapa tau saja, Nona meninggal ketika melahirkan jadi aku deh nyonya di rumah ini " kata Cucu dengan enteng nya " dan yang pertama aku adalah Bibi, karena bibi sudah menghalangi rencana Cucu " kata cucu dengan senyum bangga nya


Tubuh Cucu terhuyung lalu mendapatkan tamparan dari Afnan yang cukup kencang


Plak... plak...


" Aden " kata Bibi dan Cucu kaget


" Wanita tidak tau diri seperti mu pantas mendapat tamparan dari saya, Kamu sudah mendoakan yang buruk kepada istriku, kau pikir kau pantas Hah!!! " Bentak Afnan


" Apa kau pikir lebih segalanya dari istri saya Hah!! kau bukan tandingan Istri saya, karena istri saya tidak akan ada tandingan nya, apa lagi dengan wanita yang seperti mu " kata Afnan Dengan sorot antara yang sangat tajam


Tadinya Afnan ingin mengambil susu ibu hamil untuk sang istri tapi tidak di sangka jika dirinya Mendengar ucapan cucu yang lancang


Anisa yang mendengar kegaduhan di dapur ia langsung menyusul sang suami


" Mas ada apa? " Tanya Anisa kaget ketika melihat Cucu yang memegangi pipinya


" Masuk ke kamar " kata Afnan kepada Anisa


Anisa yang di perintahkan untuk masuk kedalam kamar ia pun langsung pergi kedalam kamar karena tidak ingin membantah suaminya


Afnan menghubungi Raffi untuk datang, dan menyuruh Raffi untuk membereskan Pelayan yang tidak tau di untung ini


Cucu dan bibi langsung ketakutan ketika Afnan menelpon Raffi, sudah bukan rahasia lagi di rumah ini jika sudah menyangkut Raffi


" Aden maafkan saya, saya mohon maafkan saya " kata cucu memohon di kaki Afnan namun Afnan tidak menghiraukan itu semua


" Di kasih hati kau malah meminta jantung, saya tidak butuh pelayan yang seperti mu, masih banyak yang mau bekerja di tempat saya " kata Afnan


Tidak butuh waktu lama Raffi datang ke rumah Afnan


" Ada apa Bos? " Tanya Raffi kaget


" Urus orang ini, saya tidak ingin melihat wajah nya lagi " kata Afnan yang pergi meninggalkan dapur


Sedangkan Raffi sudah mengerti dengan sikap Afnan yang seperti itu, Afnan tidak akan berbuat kasar jika dirinya tidak di Sentil


Raffi menggeleng kepalanya " CK..ck.. apa yang sudah kau lakukan kepada Bos sehingga bos tidak ingin melihat mu lagi, aku yakin yang kau lakukan sudah sangat patal matanya Bos menyuruh ku untuk datang " kata Raffi

__ADS_1


__ADS_2