
Setelah kepergian Ceu idah, Anisa dan juga ibu Ani langsung masuk kedalam rumah dengan membawa sisa jualan tadi untuk makan malam
Anisa langsung ke dapur dan mencuci piring dan barang-barang yang kotor setelah itu Anisa pergi mandi lalu menunaikan kewajiban nya karena sudah waktunya Magrib
Seperti biasa setelah sholat magrib Anisa tidak langsung beranjak dia menunggu Adzan Isa sambil mengaji
Ibu Ani yang tadi nya sedang duduk di kursi merasa terkesan ketika mendengar Suara merdu Anisa. Awalnya Ibu Ani merasa heran kenapa Anisa lama sekali keluar dari kamar nya namun setelah mendengar lantunan ayat suci Alquran sudut bibir Bu Ani terangkat
" Ibu baru nama nya calon mantu " gumam ibu Ani senang
Jam sudah menunjukan jam delapan Malam, Anisa keluar dari kamar dengan menggunakan kerudung geblusan agar simpel
" Eh ibu, ngapain di dapur ? " Tanya Anisa kaget
" Ibu laper Neng " jawab Ibu Ani jujur
" Astaghfirullah maaf ya Bu, Nisa belum menyiapkan makan malam " ucap Anisa yang langsung mengambil nasi dan lauk pauk
Ibu Ani tersenyum " Tidak apa-apa Neng lagian perut ibu nya aja yang gak tau sopan santun, udah numpang tidur eh malah minta makan juga "
" Ih ibu, gak boleh ngomong gitu. Nisa ikhlas membantu ibu lagian Kita sesama muslim harus saling membantu " ucap Anisa yang membawa piring dan juga air teh ke meja makan
" Terimakasih ya Neng, maaf ibu jadi merepotkan Neng "
" Tidak repot Bu, justru Nisa seneng jadi Nisa ada temen "
Mereka makan malam dengan Nikmat apa lagi Ibu Ani yang semangat melahap semua makanan nya, baru kali ini Ibu Ani memakan makanan enak sepeti ini bahkan masakan nya lebih dari rasa restoran
Sesudah makan malam, Anisa langsung mencuci piring..
" Assalamu'alaikum.. Neng, Neng Nisa "
Tok..tok.. tok...
" Assalamu'alaikum.. "
" Wa'alaikumsalam salam sakedap pak " Teriak Anisa di dapur
" Itu siapa Neng? Ibu gak berani buka takut orang jahat " ucap Ibu Ani
" Itu tukang sayur yang biasa mengantarkan sayuran kesini Bu " jawab Anisa sambil tersenyum, wajar jika Ibu Ani merasa takut mungkin karena ibu Ani tidak terlalu tau soal kampung ini
Krek..
Anisa membuka pintu benar saja yang datang Tukang sayur langganan Anisa
__ADS_1
" Eh mang, sudah datang " ucap Anisa
" Mangga masuk mang, sekalian bawa ke dapur saja mang " pinta Anisa
" siap Neng " jawab si mang membawa pesanan Anisa ke dapur
Anisa mengambil uang dan kertas yang berisi pesanan Anisa
" Neng, sama mang sudah di simpan di dapur "
" Iyan mang, Hatur nuhun ya mang, dan ini Uang dan juga Daptar untuk besok " ucap Anisa memberikannya kepada Mang sayur
" Eh Neng ini siapa meni gelis " tanya Nya
Anisa tersenyum. Beda halnya dengan ibu Ani yang merasa takut, bagai mana tidak takut mang sayur yang menggunakan kupluk dekil dan samping sarung yang melilit di pundak nya belum lagi kumis yang baplang seperti perahu
" Ini ibu Ani, ibu Ani ini sedang mencari putra nya yang sedang bekerja di proyek tapi malah te Ka pendak " jawab Anisa
Mang sayur itu manggut-manggut mengerti " emangna siapa nama na, siapa tau mang kenal "
" Iyah Bu, siapa nama nya " Tanya Anisa kepada ibu Ani
Ibu Ani langsung bingung dan memutar otak " Nama nya.. "
" iya nama nya " tanya ulang Anisa
" Saepuloh, Kela kedap asa kenal tapi.. "
" Tapi apa mang? " Tanya Anisa
Wajah ibu Ani sudah memucat ia bingung harus jawab apa
" Tapi Saepuloh yang mang kenal mah sudah tua sudah aki-aki hahaha " si mamang malah ketawa
" is Mang mah malah becanda orang lagi serius juga "keluh Anisa
" Iyah maaf atuh Neng, nanti mang coba tanyakan kanu Sanes siapa tau ada NU kenal " Ucap mang sayur
Ibu Ani merasa lega " Ibu pikir mang kenal dengan anak ibu " lirih Ibu Ani
Anisa mengelus lengan ibu Ani dengan lembut " Nanti deh mang tanyakan sama yang lain ya "
" Iyah mang siapa tau ada yang kenal dengan anak nya ibu, kasian ibu sudah jauh-jauh dari kota mencari anak nya ke sini malah gak ada " ucap Anisa
" naha atuh si Ujang teh Kaden kerja ka desa. Dimana-mana ge di desa ka kota bukan dari kota ka desa "
__ADS_1
" Is Mang " tegur Anisa merasa tidak enak sama ibu Ani
" Iya iya, maaf neng ibu, kalo Kitu mang pamit "
" Iyah mang, Hatur nuhun ya mang " ucap Anisa
Setalah kepergian si mang sayur Anisa membawa Ibu Ani untuk duduk di kursi
" Yang sabar ya Bu, mudah-mudahan anak ibu cepet ketemu "
Ibu Ani terlihat lesu karena tidak bisa menemukan anak nya " Amin Neng " jawab Ibu Ani
" Tapi ibu gak berani pulang jika gak bareng anak ibu Neng, ibu takut sama suami ibu " lirih ibu Ani
Anisa membuang napas nya pelan " Bu, ibu bisa tinggal di sini sampai anak ibu ketemu, Anisa senang jika ibu ada di sini jadi Anisa ada temen tapi bagai mana dengan suami ibu, apa tidak akan menjadi maslah? " Ucap Anisa merasa ragu
Ibu Ani langsung sumringah " tenang saja Neng, Suami ibu gak akan mencari ibu apa lagi jika suami ibu sedang sibuk dengan pancingan nya pasti lupa sama ibu dan anak ibu " ucap Ibu Ani
" Kalo begitu Nisa merasa lega, tapi tetap saja ibu harus memberitahu Keluarga ibu takut nya mereka mencari ibu "
" Iyah Neng " jawab Ibu Ani
" Kalo gitu Anisa ke dapur Dulu Bu, mau beresin sayuran dan yang lain nya "
" Iyah Neng " jawab Ibu Ani lagi
Setelah kepergian Anisa, Ibu Ani merasa lega jika dirinya tidak perlu mencari alasan lagi kepada Anisa untuk tinggal lebih lama lagi di sini
" untung saja Anisa percaya dengan omonganku, kalo tidak semua ini akan sia-sia begitu saja " gumam ibu Ani
Jam sepuluh Ibu Ani ke bangun karena merasa tenggorokan nya haus, Ibu Ani keluar kamar untuk mengambil air putih ke dapur tapi malah melihat Anisa yang masih sibuk mengerjakan pekerjaan nya di dapur
" Neng belum tidur " tanya Ibu Ani
" Eh ibu, kenapa ibu ke dapur ? " Tanya balik Anisa
" Ibu haus pengen minum tapi melihat kamu masih sibuk saja di dapur "
Anisa tersenyum " Nisa sudah biasa seperti ini Bu, kalo gak begini takut keteteran besok " jawab Anisa
" Tapi kan ada Ceu, Ceu siapa tadi " ucap ibu
" Ceu idah "
" nah itu Ceu idah "
__ADS_1
" Ceu idah hanya bantu Nisa di warung saja Bu, lagian kasian beliau takut capek " jawab Anisa yang sedang memindahkan pepes ayam
Ibu Ani hanya manggut-manggut mengerti saja. Satu poin lagi yang di berikan ibu Ani kepada Anisa