Cinta Anisa

Cinta Anisa
KENYATAAN


__ADS_3

Brak...


Nara dan si pria gempal itu langsung menoleh kearah pintu yang di jebol oleh salah seorang yang tidak mereka kenal


Kedua bola mata Nara langsung membulat ketika melihat siapa yang datang " Leon " lirih Nara tidak percaya Bagai mana bisa Leon yang datang menyelamatkan dirinya


Leon Langsung membantu Nara untuk berdiri lalu memasangkan jaket kepada Nara " Maaf aku terlambat " Ucap Leon Yang langsung memangku Nara lalu membawa Nara pergi dari ruangan Itu


sedangkan si pria bertubuh Gempal sudah di habisi oleh Anak buah Adam entah bagai mana bentuknya saat ini yang jelas Si pria bertubuh gempal itu benar-benar sudah tidak sadarkan diri.


Di dalam Mobil Nara masih menatap Leon ia benar-benar tidak percaya Jika pria yang menyelamatkan dirinya adalah Leon, Leon yang selama ini diri nya Mandikan dan ia rawat


Leon mengusap pipi Nara dengan Lembut " Kamu tunggu di sini sebentar Aku harus menemui Anak buah Kak Adam dulu " Kata Leon yang langsung mendapatkan anggukan Dari Nara


Setelah kepergian Leon, Nara bernapas Lega karena ia bisa di selamatkan oleh Leon walaupun dirinya masih terkejut dengan kedatangan Leon Namun Nara benar-benar berterimakasih kepada Leon yang datang tepat waktu untuk menolong dirinya


" Terimakasih ya Allah karena engkau sudah menyelamatkan aku " Gumam Nara. Nara mempererat Jaket milik Leon agar tubuhnya tidak terekspos ataupun tidak terlihat oleh orang lain termasuk Leon


Ceklek..


Leon Masuk kedalam Mobil lalu mengendarai Mobilnya ke Salah satu Villa milik Adam yang berada di kawasan puncak " Tidur lah Jika sudah sampai akan aku bangunkan " Kata Leon dengan lembut


Nara Mengangguk ia langsung memejamkan mata nya, Jujur saja ia masih Shock dengan kejadian malam ini Nara benar-benar tidak menyangka Jika Orang yang selama ini selalu bersama nya ternyata Mempunyai hati yang busuk dan mencoba ingin menjual dirinya


Leon melihat Nara yang sudah memejamkan mata dengan mempererat jaket miliknya Langsung tersenyum namun di balik senyuman itu Hati Leon hancur sehancur-hancur nya Ia tidak menyangka jika Ibu yang telah melahirkan dirinya bisa tega berbuat keji hanya karen sejumlah uang


" aku kecewa dengan mu Mah, selama ini aku selalu menyayangimu bahkan selalu mengikuti apa kemauan mu tapi kenapa, kenapa Mamah membaut aku Kecewa " Leon mengepalkan tangan nya

__ADS_1


Setelah perjalanan membutuhkan waktu satu jam lebih Akhirnya mereka Samapi di Villa milik Adam, Leon melihat Jam yang melingkar di tangannya Jam sudah menunjukan jam Dua pagi Lalu melihat kearah Nara yang sedang tertidur lelap, Karena Tidak tega untuk membangunkan Nara Akhirnya Leon memangku Nara


" Badan mu berisi tapi kenapa enteng sekali " Ucap Leon


Leon Membaringkan Tubuh Nara di atas tempat Tidur lalu menyelimuti Nara rasanya Leon ingin menyobek Pakaian yang sedang di gunakan Nara ia merasa Jijik Leon tidak terima jika tubuh Nara telah di lihat oleh orang lain


" Maafkan Kesalahan mamah ku " Gumam Leon mengusap wajah cantik Nara " Biarkan aku saja yang membalaskan rasa sakit hatimu, kamu tidak boleh Mencemari hati bersih milikmu dengan dendam kepada Ibuku " lanjut Leon. Leon ingin beranjak dari tempat tidur namun tangan Leon Leon di tahan oleh Nara


" Terimakasih. Terimakasih karena telah menolongku " Lirih Nara menatap Leon


" Tidak perlu berterimakasih, Maafkan aku "


" Sejak kapan, Sejak kapan Bapak sudah sadar dari Koma? " tanya Nara yang penasaran sedari tadi


Leon menceritakan semuanya sambil Menunduk sebenarnya Leon sudah sadar di hari ke dua Bahkan Leon sendiri yang meminta Adam untuk merahasiakan kesembuhannya karena Leon ingin tau bagai mana kasih sayang ibunya terhadap dirinya. selama ini Leon selalu menutup mata dan telinganya ketika ia mendengar Bagai mana kelakuan sang ibu Namun siapa sangka jika kecelakaan ini membuat Leon membuka mata dan telinga nya bahkan Leon sadar jika ada wanita yang selalu ada di samping untuk menjaga dirinya Samapi sembuh walaupun di iming-iming uang


Nara Membulatkan kedua bola mata nya Ia tidak menyangka jika dirinya sudah di bohongi bukan kesal tapi Nara Malah malu, Malu karena selama ini Nara selalu memandikan Leon bahkan Nara selalu melihat adik Leon yang menegang


" aaaahhh.... Tidak... hiks.. "


" Kau kenapa? " tanya Leon khawatir karena tiba saja Nara Berteriak histeris


Nara bersembunyi di bawah Selimut ia benar-benar Malu apa lagi Nara selalu mengoceh tidak jelas jika sedang memandikan Leon


" Hai kau kenapa? " tanya Leon lagi yang mencoba membuka selimut Yang menutupi seluruh tubuh Nara


" Aku malu, Aku malu dengan mu " kata Nara di balik selimut

__ADS_1


Leon mengerutkan kening nya ia tidak mengerti dengan yang di maksud Nara " kenapa kamu harus malu dengan ku? "


Nara langsung duduk " Bagai mana aku tidak malu Dalam sehari aku akan mengelap tubuhmu dan bahkan... Huuuaaaaaaaa.... aku melihat adikmu yang selalu tegang di saat aku sedang mengelap di daerah situ Hhhhuuuuuuaaaaaa..... "


Bukan nya Marah Leon malah terkekeh melihat tingkah Nara yang terkesan imut untuk dirinya " Kenapa kau harus malu bukan nya kita pernah melakukannya Atau kamu mau kita mengulang nya lagi seperti apa yang pernah kamu katakan Jika kamu ingin mencicipi adikku lagi " goda Leon


Ya waktu itu Nara sedang mengelap tubuh Leon lalu melihat Adik leon yang Bangun " Kenapa bentuk mu sangat besar dan kenapa Aku malah ingin mencicipinya lagi Begitulah kira-kira ucapan Nara saat itu


" Yak..!!! " Nara memukul dada Leon ia benar-benar tidak menyangka jika Leon akan mendengarkan racauan tidak jelas nya itu


" Hahaha.. " Leon mendekap tubuh Nara lalu mendorongnya hingga Nara berada di bawah lingkungan dirinya


Merek saling menatap Satu sama lain entah kenapa Jantung Nara tiba-tiba tidak karuan


Leon membenarkan anak rambut Milik Nara lalu tersenyum " Maafkan aku yang telah menyakitimu malam itu Aku menyesali kejadian malam itu Seharusnya aku tidak menyakitimu Dan apa kamu mau memulainya kembali dari Awal dan Mari kita menikah Aku ingin bertanggung jawab atas dirimu yang telah aku rugikan "


Nara menatap Leon " Jika hanya ingin bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan kepadaku Maka Cukup kamu lupakan kejadian malam itu dan anggap saja kita tidak pernah melakukan nya Kamu tidak perlu bertanggung jawab dengan menikahi Aku " Jawab Nara


Leon tidak menyangka jika Nara akan menolak dirinya, Nara benar-benar wanita yang beda


Pletak


" Auch sakit "


Leon menyentil kening Nara " Aku menikahi mu bukan hanya karena itu saja Tapi aku menikahi mu karena aku tulus menyayangi mu Asal kamu tau selama ini tidak pernah ada yang berani memaki-maki diriku bahkan Hanya kamu yang berani menyentuh tubuhku dan satu lagi aku tidak pernah membiarkan wanita mana pun untuk menyentuh tubuhku kecuali dirimu, Aku akan pasrah ketika kamu menyentuh seluruh tubuhku karena kamu sudah membuat candu "


Deg...

__ADS_1


Jantung oh jantung kendalikan dirimu..


__ADS_2