Cinta Anisa

Cinta Anisa
LAMARAN


__ADS_3

" Assalammualaikum.. "


Ceu idah yang tadinya sedang merajuk kepada Anisa karena laper seketika ia langsung terdiam Bakan tidak bisa berkata-kata


Afnan dan Anisa sudah merencanakan Hari lamaran Untuk Ceu idah, Awalnya Mang Agus Nolak karena ia masih belum Mempunyai Tabungan untuk melamar Ceu idah, Tapi karena Afnan sangat dermawan Ia memberikan modal untuk Mang Agus agar Melamar Ceu idah hari ini, Bukan tanpa alasan Hanya saja Afnan dan Anisa tidak mau Ada fitnah Jika terlalu lama pacaran Lebih Baik pacaran setelah menikah lebih afdol dan lebih nikmat, Apa lagi mereka sudah tidak muda lag Ceu idah yang baru berumur 37 dan Mang Agus 45 jadi untuk apa di tunda-tunda.


" Wa.. wa'alaikumsalam.. " Jawab Ceu idah


Anisa dan Bu RT saling pandang dan mengulum senyum " Silahkan Masuk " Kata Pak RT


Para rombongan pun langsung duduk di karpet yang sudah di gelar Mereka memberikan Bawaan mereka kepada Bu RT dan Anisa


" Ini teh ada apa Neng? " tanya Ceu idah yang masih tidak mengerti


Bagai mana tidak Pria pujaan hati Ceu idah datang dengan membawa rombongan Apa lagi mereka terlihat rapih dan membawa Bingkisan yang cukup banyak


" Mang Agus dan keluarga mau melamar ceceu " Jawab Anisa antusias


" Benar Neng, Akang dan keluarga Ke sini Ingin melamar Neng Idah " Ucap Mang Agus


Ceu idah Terlihat shock Ia tidak menyangka Jika Acara yang di siapkan oleh dirinya ternyata untuk Menyambut Mang Agus dan keluarga


" Ini teh beneran Kang, Te bohong kan Bukan Prank kan? "


" Kalo ceceu tidak percaya kita Dengerin aja dulu " Ucap Anisa, Ceu Idah langsung mengangguk mengerti


Mang Agus dan Keluarga Langsung mengutarakan keinginan nya Yaitu Ingin melamar Ceu idah menjadi Calon istrinya


Pak Rt menyambut baik Keinginan Mang Agus Bahkan Pak RT juga menanyakan kepada Ceu idah Apa Ceu idah menerima Lamaran ini atau Tidak


Awalnya Ceu idah tidak menjawab karena ia belum ngobrol dengan Sang anak Namun Ternyata Anaknya langsung merestui Ceu idah untuk menikah lagi, Mungkin karena Rayuan Maut Afnan kepada anak Ceu idah membuat Anaknya Ceu idah setuju dengan lamaran Ini


" Bagai mana Ceu idah, anak Ceceu sudah setuju dengan lamaran ini Bagai mana dengan ceceu? " Tanya pak RT


Ceu idah menatap Sang anak Lalu beralih ke yang lain " Bismillahirrahmanirrahim.. Mudah-mudahan ini adalah pilihan yang terbaik buat Idah, Idah mau Pak, Idah terima Lamarannya Kang Agus " Jawab Ceu idah malu-malu


Rasanya rasa lapar pun sirna ketika mendapatkan Kejutan yang sangat Luar biasa ini, Ceu idah sempat menangis Haru ia tidak menyangka Jika dirinya telah di lamar oleh Kekasih hatinya


" Alhamdulillah... " Semua ucap Sukur mendengar jawaban dari Ceu idah


" Kalo begitu kita tentukan tanggal Pernikahan nya ya "

__ADS_1


" Baik pak " Jawab Mang Agus


Setelah membicarakan soal tanggal Pernikahan yang akan di selenggarakan Tiga hari lagi dari sekarang Mereka pun langsung lanjut menyantap hidangan Makan malam nya.


Anisa yang sudah tidak bisa menahan Lapar nya langsung mengambil piring dan mengiri Dengan bermacam Makanan


" Bund jangan pelan-pelan makan nya nanti keselek " Tegur Afnan


" Bunda sudah Tidak tahan lagi Ayah, Bunda laper dan kedua anak kita juga sudah protes sedari tadi " Jawab Anisa


Anisa walaupun Kehamilan nya sudah masuk bulan nya ia Tetap memilih untuk puasa Karena Anisa takut jika tahun depan Anisa tidak bisa merakan kemabli Bulan ramadhan, Untung Twins bisa di ajak kompromi mereka tidak rewel ketikan di bawa puasa oleh Anisa


Afnan sudah berapa kali menyuruh Anisa untuk tidak berpuasa dulu tapi wanita hamil itu kekeh ingin puasa Sampai tamat


" ayo Ayah Juga makan " Kata Anisa


" Iyah Bunda " Jawab Afnan


" Neng ini Rujak Asinan nya " kata Bu RT


" Wah Ini yang Nisa cari Bu " Seru Anisa yang langsung mengambil Mangkuk yang ada di tangan Bu RT


" Iyan tadi ibu simpen dulu di dalam kulkas Biar tambah seger " Jawab Bu RT


" Tenang aja Nak, Ibu tidak memberikan banyak cabe ko "


" Tuh denger kata ibu " Anisa dengan semangat Memakan rujak Asinan Ia sangat Menikmati nya bahkan Afnan tidak ia Tawari


" Ibu kembali ke depan ya masih banyak tamu " Pamit Bu RT


" Iyah Bu " jawab Afnan karena Anisa yang masih menikmati Rujak nya


" Assalamualaikum... "


" Wa'alaikumsalam.. Neng sudah sampai? "


Resti langsung menyalami Bu RT " Iyan Bu, Mana calon pengantin nya? " tanya Nya


" Ada tuh di pojok lagi makan " Jawab Bu RT


" Is is is.. Kaya anak ABG Aja pada mojok " Keluh Resti

__ADS_1


Tadi siang Resti di kabari oleh Afnan jika hari ini adalah hari Lamaran Ceu idah makanya Resti dan Adam Langsung meluncur ke Bandung karena tidak ingin tertinggal


" Sayang, Jangan ganggu mereka Dulu, Aku laper " kata Adam Sambil memegang perut nya


" aduh Haby maaf lupa, Kalo begitu ayo kita makan dulu " Ajak Resti


Resti emang sudah tidak puasa karena ia tidak tahan mungkin karena Bawaan bayi. Resti membawa Sang suami untuk masuk kedalam rumah " Halo kakak " Sapa Resti


" Resti, Kalian Sudah sampai "


" Iyah dong, Lagian kakak buat acara dadakan banget sih " Keluh Resti


Anisa tersenyum " Sudah makan dulu sana, Sudah makan baru Protes " Ucap Anisa


" Iyah kalian pasti laper " Lanjut Afnan


Resti Langsung mengambil piring dan mengisi Makana di atas piring lalu memeberikan nya kepada Adam


" Aku Mah tidak laper, Yang lapar suamiku Soalnya puasa "


" Jadi kamu tidak puasa? " Resti Menggelengkan kepalanya


". Aku tidak tahan jika harus puasa Apa lagi kalo sudah siang Banyak sekali godaan nya " keluh Resti


Resti sempat ingin berpuasa namun Ketika jam sudah menunjukan jam Satu siang Ia pasti langsung ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya.


" Kalo gak bisa ya jangan di paksa paling Nanti wajib baginya untuk mengqadha atau mengganti hari-hari selama dirinya tidak berpuasa " Kata Anisa


" Bagai mana mau ganti Dia lagi hamil kaya gitu bisa-bisa dua tahun kemudian baru dia bisa ganti puasa " Ucap Afnan


" bagi ibu hamil bisa membayar fidyah berupa makanan pokok. Misalnya, seorang ibu hamil tidak berpuasa selama 30 hari, maka ia harus menyediakan fidyah 30 takar di mana masing-masing takarannya sekitar 1,5 kg. " Jelas Anisa lagi Membuat Afnan melongo karena sang istri ternyata lebih pintar dari pada dirinya


" Istriku Memang paling The best " Afnan mengacungkan kedua jempolnya kepada Anisa


prok..prok..prok..


" Kakak ipar ku memang paling TOP pokonya "


Anisa yang di puji hanya tersenyum Baginya itu bukanlah suatu kebiasaan ataupun ke pintaran Kan Ketika mengaji Pasti di ajarkan dan di jelaskan Soal Hukum puasa.


" Kamu harus banyak belajar dari Kakak ipar mu Sayang " Kata Adam memakan makanan nya

__ADS_1


" Siap Pak Bos "


__ADS_2