
Makan malam pun telah tiba Bu Ani dan Pak Yusuf di buat kesal oleh Anak dan juga menantu bisa-bisanya mereka menitipkan Twins di kamar Bu Ani sedangkan Orang tuanya malah adik-adiknya bikin adonan di kamar
Ia sekarang Usia twins sudah menginjak enam bulan Mereka yang sudah mulai aktif dan ngoceh membuat Bu Ani dan Pak Yusuf pusing
" Pah, Mamah kenapa Ko wajah nya gitu? " tanya Afnan yang merasa tidak bersalah
Anisa yang melihat Mood Ibu mertuanya sedang tidak baik-baik saja langsung berinisiatif " Mah. besok kan hari Minggu bagai mana kalo kita pergi perawatan ke salon, Mamah pasti Lelah " usul Anisa sambil mendongakkan kepalanya kepada Bu Ani
Bu Ani mengangkat sebelah halusnya " Lalu anak-anak mu bagai mana? "
" Tenang aja Mah. kan ada ayah nya lagian Kak Raffi jauh kayanya besok mau ke sini " ucap Anisa yang langsung melirik Suaminya
" Auh Bund. " Keluh Afnan yang mendapatkan Injakan di kakinya
Anisa yang menginjak kaki Afnan dan juga memberikan tatapan yang Sulit di artikan langsung Di balas anggukan oleh Afnan. mana berani Afnan berani Jika sang istri sudah memberikan tatapan yang membunuh
" Baiklah Bunda, Pergilah bersama Mamah Nanti aku Mau main ke rumah Resti saja sekali jenguk Ponakan Kita Ucap Afnan
" Terimakasih Suamiku yang paling tampan dan baik hati " Puji Anisa
" Wah Kamu memang sangat menggemaskan jika sedang ada maunya " Goda Afnan sambil mencubit dagu sang istri
Ia Resti sudah melahirkan Bayi laki-laki yang di beri Nama Adi Wijaya yang saat ini baru berusia tiga Bulan
" Ayah, ada papah sama mamah " tegur Anisa yang merasa tidak enak
" Tidak apa-apa sayang kita sudah sama tau kalo Suamimu itu emang tidak ada Akhlak " Cibir Bu Ani kepada Putranya
" Sudah-sudah kita sedang di meja makan ayo makan " lerai Pak Yusuf
Akhirnya mereka pun melanjutkan Makan malam tanpa suara walaupun Tangan Afnan yang menjalar di bawah meja sana
Anisa sudah seperti cacing ke pandan Karana Tangan Afnan yang tidak diam.
~ KEESAAN HARINYA
__ADS_1
seusai rencana Saing ini Anisa akan pergi bernama Bu Ani, Mereka tidak hanya pergi perawatan Tapi mereka juga berencana Memburu Diskon di salah satu Mol
" Ayah. jaga Baik-baik Twins ya jangan sampai mereka ribut, Ayah tau kan jika Anak-anak kita itu sangat Aktif apa lagi Daren yang selalu Usil kepada Adiknya "
" Siap Bunda. bunda tenang saja Semaunya Aman " jawab Afnan dengan percaya diri
" Oke kalo begitu. Bunda pergi dulu ya sayang Kalian baik-baik sama Ayah ya " Anisa mencium kedai anaknya Lalu ia mencium punggung tanga suaminya
" Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikumsalam.. " jawab Afnan
Setelah kepergian Anisa. Afnan langsung melihat Kedua anak nya yang sedang duduk " Daren hentikan kejahilan mu itu kasian Naila " Tegur Afnan kepada Anak sulungnya
Benar saja baru juga Afnan tegur Naila langsung menangis karena Karena Di jahili Oleh Daren " Tukan Adikmu menangis "
" owaakkk..... " Suara tangis Naila sangat kencang membuat Afnan panik sedangkan Daren ia malah ketawa cekikikan melihat Ayah nya yang sedang menemukan Adiknya
Bayi yang baru usia enam bulan itu terlihat polos dan tidak bersalah Ia malah bertepuk tangan " Oh good. kamu benar-benar kaya Aunty mu Daren "
karena tidak ingin pusing sendirian Afnan pun segera pergi Menaiki Mobil denah membawa si kembar dan di jaga Oleh Bibi. Tadinya Afnan mau meminta Bantu kepada Papah nya namun Pak Yusuf langsung menolak karena ia akan pergi memancing Yang akhirnya Afnan membawa Bibi agar Basa menjaga ke dua anak nya.
Setelah dua puluh menit Akhirnya mereka Samapi di Kediaman Resti " Assalamualaikum.. " Ucap Afnan
" Wa'alaikumsalam.. Kakak. tumben kakak ke sini, sama siapa? " tanya Resti
" Non " Sapa Bibi kepada Resti
" Loh ko sama Bibi, kakak Anisa kemana? " Tanya Resti
" Bisa gak kita ngobrol nya di dalam saja, di luar panas nanti kulit anak-anakku hitam " ucap Afnan yang langsung menerobos Masuk kedalam
Resti langsung mengulum senyum Mendengar ucapan Afnan yang takut anak-anak hitam " Kakak ada-ada saja " Gumam Resti yang langsung menutup pintu utama
__ADS_1
" Siapa yang datang sayang " Tanya Adam
" Aku yang datang " Afnan langsung menjawab dan Menaruh kedua anak nya di karpet bulu Di ruang Tengah Di sana juga Ada baby Adi yang sedang tertidur lelap
" loh ko Anisa berubah menjadi keriput? " ledek Adam sambil terkekeh
" Jangan Ngeledek. Aku ke sini itu membiarkan istriku ke salon dengan Mamah biar nanti malam Eum.. " Afnan membayangkan sendiri bagai mana nanti malam
Plak..
Resti memukul lengan Kakak nya itu " Jangan banyak menghayal ingat anak sudah dua dan mereka masih kecil " Tegur sang adik
" Biarin saja kan banyak anak banyak rejeki "
" Dih Ucapannya kaya yang ia, di suruh jagain Twins aja langsung kabur ke sini karena gak ada yang bantu jaga " Ledek Resti
" Lihatlah Di, Mamah mu Galak sekali " Bisik Afnan kepada Baby Adi yang sedang terlelap
" Jangan ganggu putraku, ia baru saja tidur setelah membuat drama sebelum tidur " Keluh Resti Bagai mana tidak Baby Adi menangis kejer karena ngantuk tapi aneh nya Baby Adi tidak mau memejamkan matanya Membuat seisi rumah ikut riweh karena Tangis baby Adi
" Hahaha.. akhirnya kalian merasakan juga apa yang aku rasakan. Kalian masih untung satu Nah ini lihat Anakku ada dua apa lagi Daren sangat usil kepada adik nya membuat Naila sering menangis sedangkan dia malah ketawa seperti puas " Afnan menggelengkan kepalanya Tidak mengerti lagi dengan Daren, Masih baby saja sudah usil dan jahil apa lagi kalo sudah besar.
" nah tuh tuh.." Tunjuk Resti yang melihat Daren mengambil Empeng milik Naila " baru juga di omongin" Kata Resti ia malah ketawa melihat keusilan Baby Daren
" Daren No! " Ucap Afnan dengan tegas Namun bahkan Daren Nama nya kalo langsung diam ia malah Mengedip-ngedipkan kedua mata nya seolah ingin Membujuk Ayah nya agar tidak memarahinya.
" Astaga Lihatlah Dia sangat Lucu hahaha " Resti langsung mencium Pipi Daren karena merasa gemas kepada baby gembul Ini
Sedangkan Adam Ia malah lebih milih menggendong Naila agar tidak menangis lagi.
" Lihatlah Daren Sepupumu walaupun berisik oleh mu ia malah Tetap terlelap tidur Beda hal nya dengan mu, yang gak bisa ada suara sedikitpun " Keluh Afnan
Pernah waktu malam itu Afnan dan Anisa sengaja Menidurkan Kedua anak mereka karena mereka ingin menghabiskan malam berdua Di kamar mereka bahkan Anisa sudah memakai gaun malam yang indah Yang ia beli Namun Rencana itu harus gagal Karena Daren terbangun Mendengar suara Afnan yang bersin, Yang pada akhirnya Bukan malam panjang yang mereka lakukan melainkan begadang karena Daren yang tak kunjung tidur lagi.
__ADS_1
Baby Adi Wijaya ♥️