Cinta Anisa

Cinta Anisa
SPAGHETTI RASA CINTA


__ADS_3

Setelah membawa istrinya ke dalam kamar Adam langsung menghubungi Adam agar datang ke rumah nya namun Nihil no Leon di luar jangkauan


" Kemana anak ini? Kenapa susah sekali di hubungi " kata Adam Menaruh handphone di atas Nakas


" Kenapa By? " Tanya Resti


" Leon gak bisa di hubungi, Mungkin anak itu sedang bersembunyi " kata Adam


Resti mengangkat sebelah alis nya " apa Haby akan menyuruh Leon buat Tanggung jawab Atas kehamilan Elif? "


" Aku harus memastikan nya dulu sayang, jika benar itu anak Leon Aku harus meminta Leon bertanggung jawab Aku tidak ingin nama baik keluarga kita tercemar karena ulah Leon "


" Tapi bagai mana jika Elif Berbohong? "


" Maka wanita ular itu harus bertanggung jawab atas ke bohongan ya " kata Adam dengan tatapan tajam nya


Adam paling tidak suka dengan Pria yang tidak bertanggung jawab apa lagi ini saudara nya sendiri yang melakukannya dan Adam juga bukan orang bodoh yang akan di tipu begitu saja Adam sudah menaruh mata-mata untuk mencari informasi tentang Elif


" Apa kamu keberatan jika Leon Menikah dengan Elif? " Tanya Adam penuh selidik


" Hah!! Keberatan? Untuk apa aku keberatan Itu hak mereka jika harus di takdirkan menikah Bukan urusan aku By " jawab Resti santai


" Apa kamu tidak cemburu sayang? "


" Hahaha... Cemburu? Gak salah By. Aku sudah tidak punya prasaan apa-apa lagi sama dia by malah aku sangat beruntung jika Dia menikah jadi gak akan ada yang ganggu aku lagi " kata Resti ke ceplosan


" Ganggu? Apa dia masih sering ganggu kamu sayang? "


Resti menutup mulut dengan kedua tangan nya " Ups keceplosan " kata Resti


" Jujur sayang "


Resti membuang napas nya pelan di tutupi juga percuma karena dirinya sudah keceplosan


" Iya jika dia sedang datang ke sini buat nganterin berkas terkadang dia suka goda gak jelas cuman aku Menanggapi nya santai saja aku anggap angin lalu yang tidak berguna " kata Resti biasa saja


Sedangkan Adam sudah menahan amarah ia tidak mengetahui jika Leon masih sering menggoda Istrinya


" Kenapa gak cerita kepadaku? " Tanya Adam kepada Resti


" Karena menurutku itu tidak penting By, Kecuali kalo sudah keterlaluan baru aku akan cerita "


Padahal kelakuan Leon sudah di luar batas apa lagi suka ngomong yang tidak-tidak membuat Resti darah tinggi, tapi Resti tidak ingin suaminya tau akan hal itu karena itu bisa membuat mereka bertengkar.


" Benar hanya godaan biasa? "


Resti mengangguk " Iyah by " jawab nya


" Jiak dia ngomong macam-macam kamu harus langsung ngomong kepadaku sayang, biar aku yang memberikan dia pelajaran " kata Adam


" Tuh kan apa ku bilang " batin Resti


" Iyah Habyku sayang... Aku pasti akan cerita ke haby jika dia berani macam-macam " kata Resti yang duduk di pangkuan Adam


" Kamu tidak sedang menggodaku kan sayang? " Tanya Adam karena Resti yang sudah mulai nakal


Resti tersenyum " menurut Haby bagai mana? " Jari-jari lentik yang mencoba mer-a da_a bidang Adam membuat Adam Bergidik


" Kalo menurut ku sih ya " jawab Adam


Resti tidak ingin mendengar jawaban apa-apa lagi dari sang suami ia langsung melancarkan aksinya dan membuat sang suami yang malayang ke udara...


#Skip


~ RUMAH AFNAN


" Ayah ayo katanya kita mau beli perlengkapan anak-anak " kata Anisa sambil merengek


Afnan yang sedang mengecek email langsung melihat ke arah sang istri " sebentar Bunda ini kerjaan ayah sedikit lagi beres " kata Afnan


" Huuuaaaaa.... Ayah dari tadi bilang sedikit lagi tapi gak selesai-selesai " rengek Anisa


Bukan tanpa alasan Anisa merengek seperti itu namun Adam bilang sebentar itu dari dua jam yang lalu tapi gak usai-usai padahal Anisa sudah Berpenampilan rapih untuk pergi ke mol membuat Anisa kesal sendiri


" Ya sudah gak usah pergi, kita diam aja di rumah " kata Anisa yang membuat jilbab tas dan Mengganti pakaian nya dengan pakaian santai lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur


Afnan yang melihat Kemarahan sang istri langsung menutup Laptop dan mendekat kearah sang istri

__ADS_1


" Maafkan Ayah sayang, kalo begitu ayo kita pergi sekarang " ajak Afnan mengelus kepala sang istri


" Sudah gak Mood " kata Anisa ketus


Afnan memijit keningnya semenjak Anisa hamil Kesabaran Afnan di uji oleh Anisa. Anisa yang mood nya ber ubah-ubah membuat Afnan harus selalu sabar.


" Jadi bunda mau tidur aja ni, atau mau..."


Anisa yang mendengar ucapan suaminya Anisa sudah bisa tebak apa kelanjutan ucapan sang suami pasti ujung-ujungnya mesum


" Aku mau tidur aja, ayah lanjutkan saja pekerjaan nya " kata Anisa yang menutupi seluruh tubuhnya dengan Selimut


Afnan yang melihat itu hanya tersenyum lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Anisa lalu memeluk nya dari belakang


" Maafkan Ayah ya bunda " kata Afnan mencium pipi sang istri lalu mengelus perut buncit Anisa


Anisa yang mendapatkan belaian dari sang suami langsung membalikan Bandan agar bisa menatap sang suami


" Maafkan Bunda Ayah, Bunda terlalu memaksakan kehendak bunda kepada Ayah " kata Anisa sambil membelai wajah sang suami


Afnan mengambil tangan Anisa lalu mencium nya " tidak sayang yang salah adalah Ayah, ayah Yang tidak mengerti dengan keinginan mu seharusnya ayah Tidak membawa pekerjaan ke rumah jika sedang libur. Maafkan Ayah ya sayang " kata Afnan


Anisa tersenyum lalu memeluk Sang suami dengan lekat


" Jangan erat-erat sayang kasian Anak-anak kita " kata Afnan


" Hehehe maaf Ayah, maafkan Bunda Anak-anak " kata Anisa mengelus perut nya


" Kalo begitu ayo kita pergi jalan-jalan sayang " ajak Afnan


" Aku sudah gak Mood Ayah "


" Lalu bagai mana caranya agar mood Bunda kembali ceria? " Tanya Afnan


" Entah lah Ayah "


" Bagai mana jika Ayah buatkan Bunda makanan spesial khusus untuk bunda " kata Afnan


" Ide yang bagus " kata Anisa melihat kearah sang suami


Di dapur Afnan membuka lemari es yang khusus untuk daging dan juga Seafood. Lama Afnan berdiam diri di depan lemari es sambil memikirkan apa yang akan ia buat untuk sang istri


" Buat apa ya " Gumam Afnan sambil memasukan sebelah tangan nya ke dalam saku celana


Afnan tiba-tiba dapet ide, ia langsung mengambil daging cincang dan juga Sosis lalu membawa nya ke dapur lalu mengambil Spaghetti


Dengan telaten Afnan memasukan mie Spaghetti ke dalam sosis. Afnan akan membuat spaghetti ubur-ubur dengan saus daging cincang


Membuat Spaghetti bukan hal yang susah karena cuman tinggal di rebus lalu menumis bawang bombai bawang putih daging dan di tambahkan Saus spaghetti biar semakin Enak


" Den sedang apa di sini? Biar bibi yang buat " kata bibi yang baru saja masuk ke dapur


" Tidak perlu bi, Aku sedang membuat makanan khusus untuk istriku " kata Afnan dengan bangga


Namun bibi mengerutkan kening nya padahal nya yang awalnya dapur bersih sekarang menjadi Dapur yang tidak enak di lihat


" Bi Tolong ambilkan piring yang berwarna putih " pinta Afnan kepada bibi


" Baik den "


Setelah mengambil piring dari bibi, Afnan menaruh Spaghetti ubur-ubur di atas piring dengan telaten Afnan menghias Masakan nya agar terlihat cantik dan menarik ketika di makan


" Selesai " kata Afnan yang bangga bisa membuatkan makanan khusus untuk sang istri


Anisa yang sudah menunggu di dalam kamar langsung tersenyum ketika melihat sang suami membawa Nampan


" Makanan datang " kata Afnan sambil tersenyum


Anisa langsung turun dari tempat tidur lalu duduk di sopa


" Wah Wanginya enak sekali pasti Spaghetti nya juga enak " puji Anissa


" Apa ini nama nya Ayah? " Tanya Anissa


" Ini nama nya Spaghetti ubur-ubur rasa Cinta "


" Uuuhhh.... Jadi penasaran pengen cepet memakan nya " kata Anisa

__ADS_1


Anisa mengambil garpu lalu mencoba Spaghetti


" Bagai mana sayang, enak tidak? " Tanya Afnan penasaran apa lagi melihat ekspresi sang istri yang lempeng-lempeng aja


Anisa tersenyum lalu memberikan jempol kepada sang suami " ini sangat enak Ayah, bahkan lebih enak " puji Anisa yang langsung melahap makanan yang ada di piring


Afnan mengusap dada Karena Senang ternyata makanan nya enak di lidah sang istri. Karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan Afnan mengambil Gambar Anisa Yang sedang memakan masakan nya lalu meng-upload di salah satu Aplikasi pesan


" Ayah gak makan, enak loh ini " kata Anisa


" Iya Bunda. Ayah coba ya soalnya ayah belum mencobanya tadi " kata Afnan


Afnan mengambil garpu lalu menyuapinya kedalam mulut. Kunyahan nya terhenti ketika merasakan ada yang aneh


Owekkkk....


" Ayah kenapa? " Tanya Anisa


" Sayang jangan di makan, ini gak ada rasanya sama sekali " kata Afnan yang mengambil piring dari tangan Anisa


" Kata siapa, ini enak ko apa lagi yang buat nya pakai cinta, Bunda suka " kata Anisa yang merebut kembali piring yang sudah Afnan ambil


" Enak dari mana Bunda, Gak ada rasanya dan mie nya juga kurang Mateng, Ayah gak mau bunda dan kedua Anak Ayah Sakit perut " keluh Afnan


" Ayah.. Bunda suka jadi ayah jangan protes ya lagian sayang jika di buang Mubajir dan pamali " kata Anisa yang melanjutkan Makanan nya


Afnan menelan silvernya untuk dirinya hanya membuat porsi sedikit kalo tidak kasian sekali anak dan istrinya yang harus memakan makanan yang tidak layak makan itu


" Bunda minum lah " kata Afnan memberikan segelas air putih kepada Anisa


" Terimakasih Ayah " kata Anisa sambil tersenyum


" Sama-sama sayang " jawab nya


~ DI RUMAH ADAM


Resti yang sedang bermain handphone langsung melotot ketika melihat postingan Kakak nya


" What's.. kakak masak? " Kata Resti terkejut


" Ada apa sayang? " Tanya Adam yang ada di samping Resti


" Lihat by, kak Afnan membuatkan Spaghetti untuk kak Nisa dan kaya nya enak sekali " puji Resti


Kedua mata Afnan langsung melotot ketika melihat postingan Afnan


" Jangan sampai aku di suruh untuk membuat apa yang di buat oleh nya " batin Adam dengan hati yang was-was, apa lagi Resti tipe orang yang gampang ngiler kalo melihat orang yang sedang makan


" Haby..." Kata Resti sambil bergelayut manja di tangan Adam


" Tuh kan, Apa gue bilang pasti dia bakalan minta di buatkan " Adam membatin dalam hati nya


" Iyah sayang " jawab Adam


" Haby, haby sayang gak Sama Aku? " Tanya Resti


" Tentu sayang " jawab Adam menelan silvernya


" Kalo begitu, Haby buatkan Makanan yang sama percis sama Buatan kak Afnan dong " kata Resti sambil mengedip-ngedipkan kedua mata nya dengan lucu


" Sayang..."


" Apa Haby tidak mau? " Tanya Resti


" Bukan begitu sayang, Sepertinya di rumah juga tidak ada bahan-bahan nya " kata Adam


Resti langsung melepaskan tangan Adam lalu turun dari tempat tidur dan berjalan ke sopa


" Yasudah kalo haby tidak bisa aku tidak apa-apa, Biar Aku pergi ke rumah Kak Afnan aja buat di buatkan makanan yang sama percis seperti buatan nya " kata Resti


" Itu ide yang bagus sayang " kata Adam sambil tersenyum


" Iyah biar nanti anakku Akan memanggil kak Afnan Papah karena Kak Afnan yang sudah mengabulkan keinginan Anakku " kata Resti yang langsung mengambil tas dan berniat pergi


Sedangkan Adam ia malah termenung dengan ucapan Resti


" Tidak.. tidak sayang itu semua tidak boleh!! " Teriak Adam yang langsung bangkit dari duduk nya lalu mengejar Resti.

__ADS_1


__ADS_2