
Afnan naik ke panggung ia mengambil gitar dan duduk di kursi yang khusu bernyanyi
Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui
Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak mudah
Biar ku menemanimu membasuh lelah mu
Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Biar ku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia...
Anisa melongo ketika mendengar suara siapa yang sedang bernyanyi " Mas Afnan " gumam Anisa yang langsung berjalan ke depan benar saja Anisa melihat suaminya yang sedang bernyanyi di atas panggung
" Untuk istriku tercinta, Terimakasih kamu sudah hadir dalam hidupku Memberikan warna di hatiku, kamu wanita yang paling aku sayangi setelah mamah tetap jaga hatimu untukku Love you Anisa Rahma " kata Afnan di sela-sela nyanyinya
Sontak saja ucapan Afnan mendapat sorakan dari para tamu, apa lagi Resti bertepuk tangan begitu kencang melihat sang kakak yang mengutarakan isi hati untuk kakak iparnya
Wajah Anisa memerah karena malu " Mas Afnan ih.. " lirih Anisa namun tidak bisa di bohongi jika hatinya juga merasa bahagia karena mendapatkan ucapan manis dari sang suami apa lagi di depan banyak orang
__ADS_1
Di sudut acara ada seorang pria yang sedang mengajar kekesalan nya. Kenapa tidak ia harus menyaksikan mantan kekasihnya yang menikah dengan kakak sepupunya
ya orang itu adalah Leon. Leon hadir karena ia menjadi pengantar Adam, awalnya Leon tidak mengetahui siapa calon istri kakak ipar nya itu karena beberapa hari ini Leon jarang sekali ada di rumah namun ketika ia sampai di rumah Resti barulah Leon tau, Leon Shock bahkan Leon mendapatkan Peringatan dari kakak sepupunya nya itu
" Jika kamu masih betah bekerja di perusahaan maka diam lah jangan membuat ke gaduhan di acara pernikahan ku " Ucap Adam ketika melihat Leon yang cukup shock
Leon hanya bisa mengusap wajah nya dengan kasar belum juga ia mendapatkan apa yang dia mau kini malah di rebut keluh Kakak sepupunya
Belum usai keterkejutannya Ia harus Shock ke dua kalinya ketiak ia tau jika wanita incaran nya adalah Kakak ipar Resti bakan Leon harus melihat kemesraan Afnan dan juga Anisa
" Sial. Hari ini benar-sial untuk gue " dengus Leon
Leon langsung mengambil handphone nya lalu menekan no yang biasa ia panggil
" Temui gue di hotel Xx di kamar biasa " kata Leon yang langsung menutup telpon dan berlaku begitu saja tanpa menunggu acara usai
setelah Musik usai Afnan tidak langsung turun dari panggung ia masih memegangi mik
Cek..cek..cek..
Para tamu Langsung terdiam dan melihat kearah Afnan
" Sebelumnya saya ucapkan selamat menempuh hidup baru untuk adik tercinta saya Resti semoga Kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah amin... " kata Afnan melihat ke arah Resti lalu beralih kepada sang istri yang berdiri di dekat meja
" Saya berdiri di sini karena ingin memperkenalkan istri tercinta saya yang bernama Anisa Rahma yang telah saya nikahi beberapa bulan yang lalu dan kini Istri saya sedang mengandung buah cinta kami. Sayang kemari lah " Kata Afnan meminta Anisa untuk ke depan
Anisa yang malu langsung berjalan kearah sang suami
Afnan meraih tangan Anisa dan menggenggam tangan nya " perkenalkan ini adalah istri saya " kata Afnan merangkul Pinggang Anisa
" Wanita cantik yang telah menerobos kedalam hati saya dan mengobrak abrik kan pikiran saja membuat saya tidak bisa berpaling kepada wanita lain selain istri saya sendiri " kata Afnan tersenyum ke arah sang istri
Anisa tersenyum, Anisa tidak tau apa yang harus ia lakukan
__ADS_1
" Sayang, istriku I love you " ucap Afnan mengecup kening Anisa
Para tamu langsung bersorak bahagia karena mereka bisa menyaksikan langsung keromantisan Afnan terhadap sang istri
Resti menangis haru Andai saja dirinyalah yang ada di sana menerima ucapan cinta dari sang suami mungkin dirinya tidak akan berpura-pura bahagia seperti saat ini
" Apa kamu menangis? " Tanya Adam yang melihat Resti menghapus air mata nya
" Aku menangis karena bahagia, melihat Kakak ku yang begitu sangat mencintai kak Anisa membuat aku iri, Andai saja jika akulah wanita yang beruntung itu mungkin aku tidak perlu berpura-pura seperti ini " lirih Resti pelan yang hanya terdengar oleh Adam
Adam terdiam ia sadar ia merasa tertampar oleh ucapan Resti
" Maaf " hanya itu yang bisa Adam ucapkan
Resti menoleh kearah Adam " kenapa harus meminta maaf? " Tanya Resti
" Maaf karena aku tidak bisa menolak pernikahan ini, karena keegoisan aku yang ingin melihat Oma sehat aku terpaksa menerima perjodohan ini " kata Adam pelan sambil menunduk
Resti tersenyum simpul " di sini yang egois bukan hanya kamu, aku pun sama, aku tidak menolak karena aku ingin melihat ke bagian kedua orang tua ku yang selama ini sudah aku anggap sebagai orang tua kandung ku, jangan merasa bersalah di sini kita sama-sama merasakan hal yang sama, Berkorban untuk kebahagian keluarga kita masing-masing " kata Resti yang masih melihat Adam menunduk
" Angkat kepala mu Mas, jangan sampai orang lain tau apa yang sedang kita Rasakan saat ini, tersenyum lah agar seperti orang-orang yang bahagia melihat kita berada di sini " kata Resti sambil tersenyum
Mungkin pernikahan ini tidak sesuai dengan yang di inginkan oleh Resti tapi Resti sudah berjanji kepada dirinya sendiri walaupun tanpa adanya cinta, Resti akan tetap patuh kepada Sang suami karena Resti tidak ingin menjadi Istri yang durhaka dan tidak mendapatkan Rido Dari Allah.
Adam menatap Resti " mari kita berdamai dengan hati kita masing-masing dan memulai semuanya " kata Adam dan di balas senyuman oleh Resti
Pikir Resti Adam biacra memulai itu adalah, memulai drama pernikahan padahal Adam biacra seperti itu karena Adam ingin memulai semua nya, memulai mencintai memulai membuka hati mereka masing-masing dan memulai rumah tangga yang harmonis sepeti orang-orang
Bu Ani dan Pak Yusuf yang melihat keromantisan Putra dan menantu nya membuat mereka terharu di hari bahagia ini Bu Ani bisa menyaksikan aksi putranya
" Lihat lah pah, dia seperti mu ketika masih muda gak tau malu " kata Bu Ani menggeleng kepalanya
" Hehehe.. buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya Mah " jawab Pak Yusuf bangga karena melihat aksi putra nya
__ADS_1
" Dan itu membuat menantimu malu, seperti waktu mamah dulu " kata Bu Ani
Dulu Pak Yusuf juga melakukan hal yang sama kepada Bu Ani, cuman bedanya Pak Yusuf mengutarakan isi hatinya di depan taman kampus yang sedang melakukan ospek membuat Bu Ani malu tidak ketulungan.