
Setelah obrolan usai dengan Adam, Nara langsung pulang kerumah dengan langkah gontai nya Nara Masuk kedalam rumah
'' Assalamualaikum.. ''
Namun seperti biasa tidak ada yang menjawab salam Nara
'' Bu '' Kata Nara ketika melihat ibi tirinya yang sedang menonton Tv
'' Kenapa kamu jam segini sudah pulang, Apa kamu di pecat? '' Tanya Bu sarah dengan sorot mata yang seakan menerkam Nara
'' Tidak bu ''
'' Lalu untuk apa kamu masih di sini jika tidak di pecat? '' Tuduh Bu sarah '' Apa kamu ketahuan mencuri makanya di pecat ''
'' Apa mencuri!? '' Bentak Pak surya yang tiba-tiba saja datang dari arah luar
plak..
'' Dasar Anak gak tau diri bukannya bersyukur ada yang mau menerima mu bekerja ini malah mencuri '' Tuduh Pak Surya dengan tatapan tajamnya
Seumur-umur baru kali ini Pak surya menampar Nara
Nara memegangi pipi yang terkena tamparan oleh Ayah nya itu, Nara tidak habis pikir jika Ayah nya akan berbuat setega itu kepda dirinya Apa lagi dengan tuduhan yang di buat oleh ibu tirinya
Sedangkan Bu sarah tersenyum kemenangan ia benar-benar berasa mendapatkan lotre melihat Nara di tampar oleh suaminya itu
'' Sekarang kamu bereskan pakaian mu dan pergi dari Rumah ini Aku tidak ingin rumah ku di injak oleh pencuri seperti mu '' Usir pak Surya
Bu sara langsung berdiri dan mendekat kearah Pak Surya '' Ayah jangan ngomong begitu, jika Nara pergi dari sini nanti Nara akan tinggal dimana kasian Nara Ayah '' Bela Bu Sarah padahal itu semua hanya bualan semata
Bu sarah langsung mendekat ke arah Nara '' Nara sayang jangan kamu ambil hati ya ucapan Ayah mungkin Ayah sedang lelah lebih baik sekarang kamu meminta Maaf kepada Ayah dan langsung lah pergi ke kamar mu '' Kata Bu Sarah
Nara menghapus air mata nya lalu ia pergi ke dalam kamar
'' LIhatlah Anak yang kamu bela itu, sudah ku bilang jangan terlalu memanjakan dia '' Kata Pak Surya
Nara Keluar dari kamar nya dengan membawa Tas Lusuh '' Aku pergi Ayah '' Kata Nara melihat Ayah nya lalu beralih kepada Bu sarah yang sedang tersenyum mengejek
dengan tekad yang Di miliki Oleh Nara, Nara akan pergi dan menjauh sementara Dari Ayah nya Mungkin dengan Cara seperti Ini Ayah nya akan merasa kehilangan
'' JIka ini Cara Ayah untuk menyayangiku Aku terima Ayah sampai kapanpun Ayah Adalah Ayah Nara '' Gumam Nara yang langsung pergi meninggalkan rumah Ayah nya dan berencana akan pergi ke rumah sakit seorang diri
Sudah tidak Ada tangis dan kesedihan lagi di wajah Nara Yang Ada hanya wajah Ceria Nara
Nara mendatangi meja resepsionis lalu menanyakan Ruangan Leon. Setelah Tau diman ruangan Leon Nara segera pergi ke ruangan nya tanpa di dampingi Oleh Ali
'' Semangat Nara '' ucap Nara kepda dirinya sendiri
Tok..tok..tok..
keluarlah seorang wanita paruh baya namun masih terlihat Cantik dan juga Modis
'' Siapa kamu? '' Tanya Tante Lesti dengan ketus
Senyum Nara yang awalnya mengembang tiba-tiba saja berubah '' Maaf Nyonya, Saya yang di perintahkan Oleh Tuan Adam untuk merawat pak Leon '' Jawab Nara Sopan
Bu Lesti menatap penampilan Nara Dari Atas sampai bawah '' kampungan '' ledek Bu lesti dengan senyuman sinis nya
Nara yang mendapatkan ledekan hanya bisa menelan ludahnya Nara tidak menyangka jika wanita yang ada di hadapan nya akan meledeknya
__ADS_1
'' Masuklah dan langsung saja kerjakan tugas mu '' Perintah Tante Lesti seolah dia lah yang berkuasa
'' Baik Nyonya '' jawab Nara
Tante Lesti duduk di sopa panjang dengan kaki yang ia selonjoran kan '' Ah dari pada mikirin si udik itu mending aku lihat seberapa banyak Adam Mentransfer ku '' Gumam Bu lesti sambil mengutak atik Handphonenya
Namun senyuman itu langsung surut ketika melihat nominal yang di kirimkan oleh Adam
prak..
Tante Lesti melemparkan Handphone ke lantai '' Dasar Ponakan gak ada Akhlak apa dia sedang main-main denganku '' Geram Bu lesti
Nara yang melihat kemarahan Bu Lesti lebih memilih menyibukkan diri dari pada terkena imbasnya
'' Heh!! '' panggilnya kepada Nara
karena tidak dapat jawaban dari Nara, Tante Lesti langsung menghampiri Nara yang sedang menyeka Leon
'' Apa kau budeg Hah!! '' Bentak nya
'' Maaf Nyonya saya pikir Nyonya bukan memanggil saya '' kata Nara
" Ck..CK.. kau pikir sini ada siapa lagi selain kau Hah! dasar Udik "
Nara memejamkan mata nya sebentar ia Benar-benar harus kuat Menghadapi Tante Lesti Demi Gajih yang akan mengubah Masa depan nya
" Maafkan Saya Nyonya "
Tante Lesti memutarkan kedua bola mata nya kearah Lain
" Non Nara, Non Nara sudah berada di sini? " Tanya Ali yang baru saja Datang
Nara dan Tante Lesti langsung menoleh kearah Suara " Tuan Ali "
Ali langsung bersikap Sopan kepada Tante Lesti " Ada apa Nyonya? "
" Kau kan Yang kirim uang kepadaku, lalu Kenapa uang nya Tidak seberapa saya bisa Beli apa Dengan uang Tiga Juga Hah!! " Bentak Tante Lesti ia Masih tidak terima dengan Uang yang ia dapat
" Maaf Nyonya Itu Perintah Tuan Adam, Saya Hanya menjalankan tugas Saya " jawab Ali masih Ramah
" Alah bilang saja kau yang memotong nya kan "
" Maaf Nyonya Jika Anda tidak mempercayai saya Maka silahkan Nyonya Tanyakan sendiri kepada Tuan Adam " kata Ali masih dengan sikap sopan nya
" Awas ya jika Samapi Kamu membohongi ku Maka habis kamu oleh ku maka Tamat riwayat mu '' Ancam Tante Lesti mengambil tas nya lalu pergi begitu saja
Ali menggaruk pelipisnya ia lalu melihat ke arah Nara yang masih bengong
'' Maafkan Sikap Nyonya Nona. Nona harus terbiasa dengan sikap Nyonya mulai saat ini ''
'' ah.. tidak apa-apa Tuan saya mah sudah biasa di gituin sama orang jadi tenang saja '' jawab Nara
'' Tuan jangan panggil saya Nona Panggil nama Saya saja Gak usah ada embel-embel dengan Nona Saya bukan orang kaya jadi gak pantas di panggil nona '' Kata Nara yang merasa tidak enak sedari tadi di panggil nona oleh Ali
'' Tapi ''
'' Sudah tidak perlu pake tapi-tapian, Oh iya buat Apa Tuan Ali datang ke sini? '' Tanya Nara
Ali membuang napas nya pelan '' Baiklah Nara kalo begitu, Saya datang ke sini untuk mengingatkan lagi apa saja tugas mu di sini ''
__ADS_1
'' Hahaha.. Tenang saja Tuan Ali Aku ingat ko apa saja yang harus aku lakukan kan aku sudah baca semua yang ada di surat kontrak kerja aku ''
'' Sukur lah Kalo Kamu masih mengingatnya, Pegang ini '' Ali memberikan kartu sakti kepada Nara
'' Apa Ini '' Nara membulak balikan kartu sakti itu Bukan Nara tidak tau tapi Nara bingung untuk apa kartu sakti ini
'' Itu dari Tuan Adam di sana ada sejumlah uang yang bisa kamu gunakan untuk makan sehari-hari dan keperluan kamu yang lain nya selama di sini ''
Nara mengangkat sebelah alis nya '' Apa ini akan di potong dari gajihku, kalo iya aku tidak akan menghambur-hamburkan nya '' Tanya Nara. Sayangkan jika Nara menghambur-hamburkan uang gajih nya apa lagi Nara sudah berencana ingin pergi dari kota dan membuka lembaran baru dengan uang hasil kerja nya selama di sini
Ali tersenyum '' Kamu tenang saja itu tidak termasuk gajih kamu di sana hanya ada uang makan saja selama satu bulan, Bulan berikutnya Aku akan kirim uang makan mu + gajih pertamamu juga ''
'' Wah asik dong berarti aku bisa makan enak dengan Kartu ini tapi eh sebentar Kira-kira ada berada isi di kartu ini jangan sampai pas aku makan di tempat yang enak aku malah di suruh bayar lagi karena isi saldonya tidak seberapa '' Nara benar-benar tidak ingin malu nantinya
Ali tersenyum kecut baru kali ini ada yang menyepelekan Tuannya '' Kamu tenang saja di sana ada 10juta untuk kamu makan selama satu bulan jadi kamu tidak perlu khawatir '' kata Ali
Kedua bola mata Nara langsung membulat sempurna ketika mendengar 10 juta
'' Jika tidak ingin ada yang di tanyakan lagi saya permisi Nara '' Kata Ali yang melihat Nara yang masih bengong di tempatnya karena tidak ingin berlama-lama Ali langsung pergi meninggalkan Nara
Nara benar-benar tidak menyangka jika dirinya di berikan uang makan sebesar itu, Nara pikir ia hanya di beri satu juta untuk makan sebulan
'' Ini mah bisa jajan seblak ama gerobaknya '' kata Nara lalu tersenyum
'' beruntungnya diriku yang mendapatkan keberkahan ini Alhamdulillah.. '' Kata Nara mensyukuri apa yang ia dapat hari ini
Siapa sangka Keluar dari kandang singa tapi mendapatkan berkah yang luar biasa Untuk Nara
~ DI KANTOR
Adam yang baru saja beres rapat langsung di kejutkan dengan kedatangan Tante Lesti
'' Adam apa-apaan kamu ini? ''
Adam menghentikan langkah nya lalu memasukkan tangan nya ke dalam saku celana
'' Ada Apa Tante tiba-tiba datang ke sini? '' Tanya Adam dengan santai
'' Sudah jangan basa basi lagi Adam kenapa kamu hanya mengirimkan Tante uang tiga juta, Uang segitu cukup untuk apa? '' keluh Tante Lesti
'' Masa ia tante harus makan di pinggir jalan hah! kamu tega sama Tante? ''
Adam tersenyum sinis '' Syukuri dengan apa yang saya berikan Saya sudah membuat hidup Tante ringan, Tidak perlu bayar rumah sakit dan tidak perlu bayar perawat. Apa Tante marah karena tante sudah tidak bisa memberikan uang lagi untuk laki-laki yang Tante pelihara? ''
Gleg...
Tante Lesti tidak menyangka jika Adam bisa menebak pikiran nya, jujur saja jika saat ini kekasih gelap Tante Lesti sedang merengek ingin di belikan mobil baru maka dari itu Tante lesti meminta uang kepda Adam
'' Apa maksud mu jangan menuduh Tante sembarangan '' Kata Tante Lesti yang tidak terima dengan ucapan Adam
Adam tersenyum tipis ia langsung ke meja kerjanya lalu mengeluarkan Foto-foto Tante lesti yang sedang bermain gila di rumah utama
Dengan teliti Tante lesti melihat Foto dirinya satu persatu '' Ini bohong ini rekayasa kamu jangan percaya sama para pelayan di rumah utama mereka itu tidak menyukai Tante '' Elak nya meyakinkan Adam
'' Tante masih ingat dengan surat perjanjian yang pernah kita sepakati, Tante boleh tinggal di rumah itu asalkan Tante jangan bawa orang asing kedalam Rumah dan jika itu semua terjadi maka Tante harus siap-siap untuk angkat kaki dari rumah utama ''
Tante Lesti menggelengkan kepala nya ia tidak ingin keluar dari rumah itu Rumah itu sudah membuat dirinya Di segani dan di hormat oleh kalangan Ata '' Tidak tante tidak Mau keluar dari rumah itu lagian ini bukan kesalahan Tante foto ini hanya foto rekayasa ''
'' Silahkan keluar dari ruanganku dan segera angkat barang-barang tante dari rumah utama karena Aku tidak ingin RUmah utama di huni oleh orang yang menjijikan seperti Tante '' kata Adam dengan tatapan tajam nya
__ADS_1
'' Kamu keterlaluan Adam Tante akan membalas mu '' Tante Lesti menghentakkan kaki nya lalu keluar dari ruangan Adam
Adam yang melihat kepergian tante lesti hanya bisa membuang napasnya pelan ternyata tidak susah untuk mengusir Ular dari kehidupannya.