Cinta Anisa

Cinta Anisa
CERITA


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama untuk Anisa masak, Masakan telah siap di sajikan di meja makan dengan nasi dan juga capcay


'' Sayang kamu sedang apa di sini? Aku mencari mu di kamar '' Keluh Afnan yang berjalan kearah meja makan


'' Aku baru beres masak ayam lada hitam karena laper ini Aku baru mau makan bareng sama Resti '' Jawab Anisa


Afnan mengerutkan keningnya sambil mencari keberadaan Resti namun tidak terlihat


'' Mana Resti nya? '' Tanya Afnan karena tidak melihat keberadaan Resti


'' Barusan ke depan sedang mengambil pesanan MI-UE '' Jawab Anisa


Tadi pas Anisa sedang memasak Resti melihat vidio yang lagi Viral dan itu membuat Anisa ngiler dan langsung minta untuk di pesankan kepada Resti


'' Oh '' jawab Afnan yang ikut duduk di samping sang istri


Resti masuk dengan membawa paper Bag di tangannya


'' Loh ko Ada kakak di sini? '' Tanya Resti heran


'' Kenapa kamu heran inikan rumahku '' Kata Afnan yang sudah mengambil suapan dari sang istri


'' Dih sombong '' Kata Resti yang ikut duduk di meja makan dan mengisi piring miliknya


'' Nih kak, punya kakak '' Kata Resti memberikan satu cap eskrim Mangga kepada Anisa


'' Terimakasih Adikku sayang '' Kata Anisa yang langsung berbinar


'' Mas makan sendiri ya soalnya Nisa ingin makan ini '' Kata Anisa sambil tersenyum


Akhirnya mereka makan malam bertiga di meja makan dengan sesekali bercanda bahkan menggoda Resti yang sebentar lagi akan menikah dengan Adam


" Jadi kamu sudah Ikshan dengan apa yang menjadi takdir mu? " Tanya Afnan menatap sang adik

__ADS_1


Resti membuang napas nya " mau bagai mana lagi, mau menolak pun tidak bisa bukan "


" Yang sabar ya, semoga Ini adalah jodoh yang di kirim oleh Allah untukmu " kata Anisa


" Cinta akan tumbuh dengan seiring waktu apa lagi Kalian satu rumah, Tetap ikhlas dan berdoa sama Allah agar rumah tangga kalian selalu di limpahi kebahagian walaupun dengan cara Seperti ini. Kan enak pacaran setelah menikah jadi tidak ada batasan " kata Anisa lagi sambil tersenyum


Resti hanya bisa menghelaikan napas nya, bagai mana bisa mereka saling jatuh cinta, orang Adam saja tidak ingin mengakui dirinya sebagai Calon istrinya


" Benar kata istriku, Selama kita Ikhlas Dan lapang dada pasti semua nya akan baik-baik saja "


" Kakak yakin kamu pasti bisa menaklukkan hati Kak Adam " kata Afnan meyakinkan Resti


" Aku tidak tau kak, Mudah-mudahan saja semua nya Baik-baik saja " kata Resti


" Kak Nisa, terimakasih ya makanan nya, Aku pamit duluan ya Mata ku sudah lima Watt hehehe " pamit Resti


" Dasar SMP. Sudah makan pergi " keluh Afnan " bukannya bantuin cuci piring dulu kek "


" Sayang, biarkan saja itu kan kerjaan Bibi " kata Afnan


" Tetap saja Mas,, jangan mentang-mentang di rumah ada bibi jadi segala sesuatu bibi yang kerjakan " kata Anisa yang sudah membasuh piring kotor


" Tuh, ini aja sudah selesai ko " kata Anisa


" Heum.." jawab Afnan membuang napas nya.


Sedangkan di kamar Resti tidak bisa tidur ia terus berfikir apa yang akan terjadi ke depan nya setelah dirinya menikah Dengan Adam


" Apa aku akan bahagia seperti Kak Anisa yang di cintai dan di sayangi oleh Suaminya sendiri, dan apa Benar jika Cinta bisa tumbuh begitu saja jika kita Sudah satu rumah " gumam Resti


" Ya Allah, Jadikan Langkah ku menjadi ridho mu. Aku tidak ingin mempermainkan pernikahan Ya Allah karena bagi ku Pernikahan itu hanya sekali seumur hidup, Aku tidak ingin ada perceraian atau pun perpisahan nanti nya " kata Resti yang menatap langit-langit


~ KEESOKAN HARINYA DI RUMAH ADAM

__ADS_1


Adam dan omah Linda sedang menikmati sarapan pagi nya " Anak nakal, Nanti siang bawa cucu menantuku ke rumah karena Akan ada Perancang Gaun pengantin yang sudah Oma pesanan dari sejak lama " kata Oma


" Oma kan bisa menelpon nya, jadi Oma telpon saja sendiri suruh dia untuk datang ke sini " keluh Adam


" Dasar cucu nakal, Bukannya kalian satu kantor jadi buat apa Oma menelpon nya jika Kalian satu kantor buang-buang pulsa saja " ucap Oma Lidia


" Tapi Oma "


" Tidak ada tapi-tapian, Jika kamu tidak membawa cucu menantuku maka jangan harap kamu bisa hidup enak dan melihat Oma lagi " lirih Oma Linda seperti Baisa akan mengeluarkan Jurus Andalan nya untuk mengancam Adam


Adam menghelaikan napas nya " Oma selalu bilang begitu kalo aku tidak mengabulkan keinginan Oma, lagian Oma akan panjang umur sampai nanti Aku punya anak dan cucu " ucap Adam


" Makanya bawa cucu menantuku nanti siang, Agar Oma bisa hidup panjang umur dan melihat Anak dan cucumu nanti "


" Ya ya ya..." Kata Adam malas, walaupun begitu Adam sangat menyayangi Oma nya.


" Awas saja jika kamu bohongin Oma "


" Iyah omaku sayang, nanti Aku bawakan cucu menantu untukmu " kata Adam mulai kesal


Oma Linda tersenyum karena Adam akan mengikuti keinginan nya lagi, Oma Linda sadar jika Cucu nya ini tidak mudah untuk dekat dengan Wanita makanya Oma menyuruh Adam untuk membawa cucu menantunya dengan alasan akan ada Perancang Gaun pengantin


Setalah sarapan usai, Adam Langsung pamit untuk berangkat ke Kantor nya dengan di jemput oleh Ali


Di dalam mobil Adam mulai murung ia terus saja menatap ke arah jendela luar " bagai mana caranya aku mengajak Dia untuk datang ke rumah, No telpon nya saja aku gak punya " keluh Adam


Ali yang melihat Bos nya yang kurang semangat hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar ucapan Adam


" Bos, kan bos adalah Bos nya Nona Resti jadi kenapa bisa Bos Bingung bagai mana cara menghubungi Nona Resti, bos tinggal telpon pakai no telpon kantor " kata Ali


Senyum di wajah Adam mulai terbit ketika mendapatkan ide dari Ali


" Kamu benar, kenapa Aku menjadi Bodoh ya, Aku ini kan bos nya " ucap Adam sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2