Cinta Anisa

Cinta Anisa
ONENG


__ADS_3

Karena dapat kemarahan dari kedua orang taunya akhirnya Afnan mengikuti kemauan Anisa, Walaupun takut tapi Afnan berusaha untuk tidak takut apa lagi di saksikan oleh kedua orang tuanya


Anisa sangat girang ketika melihat sang suami yang naik si oneng Anak kerbau yang sedang mencari makan di lahan


'' Semangat Mas.. '' Surak Anisa sambil bertepuk tangan


Bu ani dan Pak Yusuf saling pandang mereka menggelengkan kepalanya melihat anisa yang terlihat bahagia melihat suaminya naik si oneng


sedangkan Afnan ia benar-benar melawan ketakutannya agar tidak terjatuh


'' Jika bukan karena Anak dan istriku aku tidak akan mau mempertaruhkan nyawaku seperti ini '' Keluh Afnan dalam hatinya


'' Sayang sudah ya '' kata Afnan berteriak


'' Iya Mas aku udah puas '' jawab Anisa sambil tersenyum


Afnan turun dari tubuh si eneng dengan di bantu oleh pemilik kerbau itu


setelah turun Afnan berjalan kearah sang istri '' Sayang kalo ngidam itu yang elit jangan yang seperti ini '' Kata Afnan sambil mengelus perut Anisa


'' Jangan memarahi anak-anak Nisa Mas '' Tegur Anisa sambil memalingkan mata nya


'' Iyah Maaf sayang '' Kata Afnan. Apa yang bisa Afnan lakukan jika sudah melihat istrinya mode galak seperti itu


'' Sudah ayo kita pulang ini sudah mulai sore '' Aja Bu Ani kepada anak dan menantunya


'' Iyah Mah '' jawab Anisa


Sedangkan di rumah Resti dan Adam sedang mengisi perutnya di meja makan


'' Mas ''


'' Iyah '' Jawab Adam sambil memakan makanan nya


'' Orang-orang rumah pada keman ya, ko gak pada keliatan, Oma juga gak ada '' Kata Resti yang heran karena tidak melihat keberadaan anggota keluarga nya


'' Mungkin sedang pada keluar, bukannya Kemarin kata Anisa mereka akan pergi ke makam '' Jawab Adam


'' Ah iya, is.. ini gara-gara Mas sih bangunnya kesiangan jadi kan gak bisa ikut ke sana '' Keluh Resti

__ADS_1


Adam terkekeh '' Walaupun kita bangun pagi pun percuma kita tidka akan bisa ikut, Lihatlah cara jalan mu saja kaya pingwin '' Kata Adam sambil mencolek dagu istrinya itu


'' Is ini gara-gara mas '' Protes Resti namun walaupun begitu Resti bahagia karena sudah memberikan sesuatu yang berharga untu suaminya


'' Terimakasih ya sayang, kamu sudah menjaga dan memberikannya untukku '' Kata Adam menatap sang istri dengan intes


'' Sama-sama By '' Kata Resti


Adam yang mendapatkan panggilan baru dari sang istri langsung berbinar '' Aku suka panggilan mu kepadaku sayang '' Kata Adam


Resti tidak menjawab ia hanya tersenyum dan menikmati makanan nya


Sedangkan Oma linda ia malah asik mengobrol dengan para tetangga, Oma yang selam ini dirinya berasa paling segalanya tiba-tiba saja hatinya merasa terenyuh ketika ada wanita paruh baya yang sedang menggendong kayu bakar yang cukup banyak, jika Oma yang melakukannya sudah [asti tidak akan kuat dan tidak akan tahan terlihat jelas oleh Oma


'' Apa kamu tidak berat, membawa Kayu yang cukup banyak itu? " Tanya Oma


Wanita paruh baya itu tersenyum " aku sudah biasa membawa kayu-kayu ini, kalo aku tidak mencarinya nanti aku masak Pakai apa " kata wanita paruh baya itu tersenyum


Oma merasa kasian melihat wanita ini " kemana Anak-anak mu, dan suamimu Diman? apa mereka tidak membantu mu mencari kayu "


" Saya hanya seorang janda, anak-anak saya sudah pergi ke kota untuk bekerja " jawab Nya


" Lalu kamu di rumah dengan siapa? Apa di sini masih banyak yang menggunakan kayu bakar untuk memasak? "tanya Oma


" Di sini Rata-rata menggunakan Kayu bakar karena mereka tidak mampu untuk membeli kompor Gas " jawab Nya


" Namun walaupun begitu Kita masih bersyukur karena Masih ada kayu bakar yang bisa kita gunakan untuk memasak " jawabnya


Oma terdiam, Selama ini dirinya memiliki pasilitas yang sangat luar biasa dari cucu nya bakan jika mau makan saja tinggl minta di buatkan oleh Bibi dan Bisa di bilang Oma merasa Masih ada yang kurang dalam hidupnya


" Kerja apa anak-anak mu, Dan kerja di mana? " Tanya Oma yang kepo


" Anak-anak saya akan pulang jika di hari raya itu pun jika mereka tidak ada kesibukan dengan keluarga baru nya. Anak saya yang pertama sudah menikah dan memiliki satu anak, Anak saya juga Hanya Keja serabutan di sana makanya dia jarang datang menjenguk saya di sini " ucap nenek paruh baya itu menahan tangis karena rindu kepada anak dan cucu nya


" Lalu yang ke Dua? "


Nenek itu berubah menjadi sendu " ada apa? Kenapa kamu seperti terlibat lebih sedih " tanya Oma


" Sudah dua puluh tahun Anak ke dua saya tidak pernah pulang, bahakan ia juga tidak pernah memberikan kabar " lirih nenek itu

__ADS_1


Oma iba kepada nenek ini, ia ikut menangis melihat nenek rentan ini menangis, bisa Oma rasakan bagai mana menahan rasa rindu kepada anak dan cucunya


" Sudah jangan menangis kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka, jangan sedih lagi " kata Oma mengusap Air mata nya


" Apa saya boleh main ke rumah mu? " Tanya Oma


" Jangan, rumah saya tidak layak untuk Nyonya " kata Nenek paruh baya itu


" Sudah jangan bilang kaya gitu, ayo Aku ingin lihat rumah mu " kata Oma


Oma Merasa dirinya dan nenek rentan ini seumuran makanya Oma merasa ada teman


" Baik lah jika nyonya memaksa "


" Jangan panggil nyonya, Panggil saya saya Oma Linda. Kita ini sepertinya seumuran jadi gak usah canggung kaya gitu " kata Oma


" Baik lah " kata Nenek itu


Oma berkalang ke rumah nenek ini. Awalnya biasa saya melihat deretan rumah Nenek


" Rumah mu bagus juga " kata Oma ketika melihat rumah yang berjajar rapih


Nenek itu hanya tersenyum " ayo Oma " ajak Nenek


Nenek membawa Oma ke jalan setapak yang berada di pinggir rumah gedong


" Loh ko kita ke sini? " Tanya Oma


." Itu rumah saya " kata Nenek menunjuk kerumah nya


Oma menutup mulut dengan tangan nya, ia tidak menyangka jika hidup nenek ini ternyata sangat sengsara bahkan rumah nya saja tidak layak untuk di huni


" Ini mah kadang ayam " kata Oma Linda karena rumah nenek benar-benar tidak layak di huni


" Inilah keadaan nya " kata Nenek


Oma Langsung memeluk Nenek ia merasa kasian, Sudah di tinggalkan oleh anak-anak nya dan sekarang harus hidup di rumah yang sangat tidak layak


Oma ikut masuk kedalam rumah Nenek, Di dalam rumah nenek yang hanya beralaskan tanah dengan bangunan yang mungkin sebentar lagi akan rubuh

__ADS_1


Oma berjalan ke arah Kamar nenek yang hanya ada Kasur lepek


__ADS_2