Cinta Anisa

Cinta Anisa
SAHURRRRRRRR PERTAMA


__ADS_3

Karena tidak mendapatkan sautan lagi dari Nara Tante Lesti langsung menghubungi salah satu temannya ia ingin mencairkan deposito milik Leon yang telah di bekukan oleh Adam namun lagi-lagi penolakan yang di dapat oleh Tante Lesti


" Sial Kenapa sekarang jadi begini " kesalnya sambil membanting Handphone ke Sopa


Nara yang melihat itu hanya bisa mengelus dada karena bukan hanya kali ini saja Nara melihat Tante Lesti yang Marah-marah tidak jelas


" Apa kau liat-liat Urus saja anakku yang benar " keluh nya


" Baik Nyonya " jawab Nara sambil menggelengkan kepalanya


~ DI RUMAH AFNAN


Malam yang dingin membuat Afnan Enggan Untuk jauh dari sang Istri " Ayah, Ayah kenapa dari tadi ngikutin Bunda Terus " keluh Anisa yang tidak habis pikir Sama suaminya ini


" Ayah butuh kehangatan Bun " jawab Afnan sambil mengedipkan mata nya


" Ayah ingat Besok kita sudah mulai Puasa jadi Ayank juga harus Puasa " kata Anisa mengingatkan Afnan


" kan Bisa Mandi Bunda " rengek Afnan


" Tidak sekali tidak Tetap Tidak, Sudah mending ayah Tidur Ini sudah jam sepuluh Malam " ajak Anisa


Anisa naik ke atas tempat tidur Lalu menutupi tubuhnya dengan selimut


Afnan yang melihat istrinya seperti itu hanya Bisa Membuang Napas nya pelan mau bagai mana lagi jika Sang istri sudah berkata pasti tidak akan bisa di ubah, Karena tidak ingin sendirian Afnan naik ke atas tempat Tidur Lalu ikut tidur bersama Sang istri.


Jam sudah menunjukan Jam Tiga Pagi Anisa bangun Dari tidur nya Ia melihat sang suami yang Tertidur dengan memeluk guling Anisa tersenyum Lalu ia Turun dari tempat tidur untuk Menyiapkan Saur pertama Mereka


" Bibi sudah bangun? " tanya Anisa yang melihat bibi sedang sibuk di dapur


" Iyah Non, Tadi bibi bangun jam setengah tiga " jawab bibi sambil tersenyum


" oh, Apa ada yang bisa Anisa bantu Bi? " tanya Anisa


" Tidak perlu Non, Semua nya sudah siap Tinggal di tata saja di Meja Makan " kata Bibi yang di balas anggukan dari Anisa


Anisa tidak ingin hanya diam Ia membantu Bibi untuk menata makanan di meja makan


" Bi Panggil yang lain Kita sahur bareng ya Bi, Aku mau Bangunin Suami Anisa dulu " kata Anisa


" Tapi Non " Bibi heran kenapa Anisa menyuruh nya untuk mengajak yang lain untuk sahur

__ADS_1


Anisa tersenyum Ke arah Bibi " Bi ini Sahur pertama Kita jadi Anisa mau kita sahur bersama, Kita ini adalah Keluarga jadi Tidak masalah Jika kita sahur bersama, Sudah bibi panggil ya " kata Anisa


" Iyah Non " jawab Bibi


Bibi benar-benar merasa bersyukur mempunyai Atasan Seperti Anisa dan juga Afnan yang selalu menganggap mereka adalah keluarga.


" Ayah sudah bangun? " Tanya Anisa yang melaknat Afnan Keluar dari kamar mandi


" Sudah Bunda, Mana mungkin Ayah tidur tanpa Bunda " keluh Afnan


Anisa tersenyum " Kalo begitu Ayo kita Sahur Makana sudah siap " Ajak Anisa kepada suaminya


" Iyah Bunda "


Di meja makan sudah Kumpul semua Afnan dan Anisa Langsung duduk di kursi mereka " Ayah mau Makan sama apa? "


" Ayah, Nasi tambah sayur aja Bun " jawab Afnan


Sesudah Mengisi piring milik sang suami Anisa mengisi Piring Nya " Ayo Di Makan jangan di pandang saja, Jika hanya di pandang Tidak akan membuat perut kita Kenyang " Kata Anisa


" Iyah Non "


" Iyah Den "


Afnan tadinya tidak mengetahui Tentang Yang lain ikut Makan di meja makan namun Afnan yakin Istrinya pasti mempunyai Alasan mengajak Para pegawai nya sahur bersama, Afnan tidak Marah Malah sebaliknya Afnan merasa bangga kepada sang istri yang tidak pernah Membeda-bedakan orang.


" Ayo di makan "


Tidak ada suara Di meja makan Mereka Menikmati saur Yang sangat Nikmat bahkan Mereka tidak menyangka Jika Bos mereka mengajak Mereka untuk Makan sahur bersama.


Setelah Beres Sahur Anisa dan Afnan duduk di sopa Sambil menunggu adzan Subuh " Bunda "


" Iyah Ayah " jawab Anisa sambil melirik ke arah sang suami


" Apa alasan Bunda Mengajak Para pegawai Untuk Makan bersama kita? " tanya Afnan. Afnan hanya penasaran dengan jawaban Sang istri tidak lebih Malah Afnan suka dengan sikap Anisa yang selalu menghormati


Anisa membenarkan duduk nya lalu menatap Sang suami " Ayah. Apa Ayah Marah jika Bunda mengajak Mereka makan bersama terus? "


Afnan Mengelus kepala Sang istri " Tidak Justru Ayah senang " jawab Afnan " Hanya saja Ayah ingin tau jawaban Bunda "


" Ayah, Bunda tidak bermaksud apa-apa Hanya saja Bunda ingin mereka juga merasakan Sahur pertama seperti mereka berada di rumah mereka sendiri, Mereka sudah mengorbankan Kebersamaan dengan keluarga mereka hanya untuk kerja bersama kita jadi Sudah sepantasnya Jika kita Juga menghargai itu semua " Jawab Anisa

__ADS_1


" Istriku ini memang Baik hati dan tidak sombong bahkan Sampai Memikirkan perasaan para pegawai nya " Puji Afnan Sambil tersenyum


" Ayah jangan marah ya "


" Untuk apa marah, Sudah Ayah katakan Jika ayah bangga Kepada Bunda " Jawab Afnan lagi


Anisa tersenyum lalu memeluk Afnan " Ayah kenapa Mamah dan Papah tidak pulang dan kenapa Resti enggan untuk menginap di sini? " tanya Anisa


" Jika Mamah dan Papah mereka kan sedang umroh Bunda jadi tidak bisa bersama kita Namun jika Resti kata nya ia Sedang lelah jadi Tidak bisa ke sini " Jawab Afnan


" Heum.. Ia aku mengerti Apa lagi di kehamilan Yang masih muda pasti gampang lelah sama seperti Bunda saat itu " Kata Anisa


Afnan Langsung melirik sang istri " Kenapa Ayah baru tau jika Bunda saat itu gampang lelah? " Tanya Afnan


" Maafkan Ayah Karena waktu itu Ayah Sering menggempur Bunda " Afnan merasa bersalah Karena Ketika Anisa hamil Tiga bulan Afnan selalu meminta Jatah Bahkan Tidak hanya sekali Bisa Samapi Dua atau tiga kali dalam sehari


" Mana bisa bunda menolak keinginan Ayah, Bisa-bisa Bunda durhaka karena tidak melayani Ayah dengan baik " jawab Anisa


" Istri Ayah memang paling pengertian Tapi Lain kali jika lelah Buda bilang Biar Ayah tidak Melakukannya, Ayah menikahi Bunda bukan hanya ingin Menyalurkan Mayones Tapi ayah Menikahi Bunda karena Cinta dan kasih sayang, Ayah tidak ingin menyiksa Bunda apa lagi membuat Bunda tidak nyaman Ayah tidak ingin itu semua " Kata Afnan panjang lebar kepada Sang istri


Anisa tersenyum lalu mengelus Rahang Sang suami " Terimakasih Karena ayah Sangat Menyayangi Bunda, Bunda janji Nanti jika Bunda lelah Bunda akan bilang kepada Ayah "


" Harus " Kata Afnan Menatap sang istri Lalu mendekatkan Bi_r nya


" Ayah sebentar lagi Adzan subuh " Kata Anisa yang mendorong dada Afnan pelan ke arah belakang


" Dikit Bunda "


" Tidak "


.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat Berpuasa kepada yang menjalankannya Semoga puasanya selalu lancar ya Amin.. sehat selalu untuk kalian semua 😘

__ADS_1


__ADS_2