
Selesai mengganti baju , aku dan bang rikipun menuju sebuah resto terbesar di kota ini. aku memang pernah dengar nama resto ini dan ini resto yang ingin di kunjungi adikku Khalifah.
namanya Resto dromm , resto ini besar sekali dan ramai pengunjung, bahkan setiap meja sudah terisi oleh pelanggan.
terlihat dari kejauhan seseorang melambaikan tangan ke arah kami seolah olah memberikan tanda keberadaan nya .
"nah itu dia teman teman Abang dek, ayo ! " ucap Reno yang menggenggam erat tangan ku, langkahku tiba² terhenti ada rasa ragu d dalam hatiku.
" adek kenapa de, adek takut ?"
tak menjawab aku terus melihat ke arah bang Riki ia meraih tangan ku yang sebelah nya lalu berkata "jangan takut Abang ada disini ya"
ucapnya dengan senyum manisnya.
aku pun mengangguk kan kepala ku,dan berjalan menghampiri mereka.
suasana semakin hangat, salah seorang teman mempersilakan aku untuk duduk.
"gimana kabar nya bro?"
"Alhamdulillah baik bro, oh ia perkenalkan ini istri gua bro namanya gadis"
"haloo gadiss...!" sapa mereka bersamaan
"aneh banget selera lu Ki " ucap salah seorang teman perempuan Riki
"aneh gimana maksud lu Hen?" kata Riki jutek
"aneh aja lu kok bisa kepincut sama cewek yang keliatan bola mata nya doang kita mau muji cantik percuma kita cuma gak bisa lihat muka dia " timpalnya kembali
"iya Ki aku aja takut kalo ketemu orang kayak istri kamu di jalan maaf maaf ni ye aku ngerasa kalo dia itu bawa alat peledak gitu" sambung salah satunya.
emosi Riki semakin tersulut dengan perkataan teman temannya.
"stop!!!" ucap Riki"plaaaaaakkkk" suara dentuman meja yang Riki pukul. seketika seluruh resto hening melihat ke arah kami
" stop buli istri ku, kalian semua Islam kan? tau ajaran Islam kan , sesama saudara muslim tapi tega sampai hati menjelekkan saudara nya, jangan pernah menilai orang dari penampilan luarnya kawan, jadi ini tujuan kalian mengundang kami kesini karena mau jelekin istri ku, aku gak habis pikir sama kalian kita temenan bukan cuma 1 2 3 tahun kawan kita udah belasan tahun bahkan sampai puluhan kalian tega jelekin istri saya
hahahaha... kalian dengar semua kalian buka telinga kalian lebar lebar pertemanan kita cukup sampai disini "
"bang..."
__ADS_1
"adek diam, Abang gak mau istri Abang di rendahkan oleh siapapun termasuk mereka"
ucap riki menggenggam erat tangan gadis.
"kami minta maaf Riki" ucap seorang teman lelaki Riki dengan menjulurkan tangan nya ke arah Riki
" aku udah maaf kan, tapi maaf pertemanan kita cukup sampai di sini kawan aku salah memilih teman seperti kalian, ayo kita pulang de" ucap Riki menarik tangan gadis untuk keluar dari resto.
setelah berada di luar resto, gadis melepas tangan Riki.
"ada apa de ?"
"menurut gadis gak seharusnya Abang bersikap seperti tadi"
"kenapa de, apa Abang harus diam saat istri Abang di rendahkan ?"
"gadis kan bisa pulang bang, kalo mereka gak nyaman ada gadis"
"adek lebih penting bagi Abang di banding mereka dek, Abang gak akan biarin siapapun menyakiti istri Abang"
kalo pun ia mungkin dia memang benar benar jodoh yang engkau titipkan untukku tuhan.
*Sebulan kemudian*
" blm ada tanda tanda istrimu hamil Ki ?" kata Erika sambil menggendong salah satu anak kembarnya.
mendengar perkataan sang kakak riky tiba tiba batuk " huhukhukhuk"
"kamu ambil cuti kenapa sih de, bawa istri kamu honeymoon ke luar negeri"
"blm bisa kak jadwal kerja Riki padat baget"
"aselan kamu, jadwal padat apa karena istri kamu nolak di gauli"
seketika Riki melotot mendengar perkataan Erika.
"gak ah kak, jangan Ngadi Ngadi deh!"
"Ngadi Ngadi apaan, kakak udah sering lihat kamu tidur di sofa istri kamu di ranjang apa coba maksd nya kalo bukan pisah ranjang, kalo mami tau hajab kamu de"
__ADS_1
"jangan dong kak, jangan kasih tau mami jangan kasih tau siapa siapa pliess"
"iya iya, emang nya ada apa sih de kok bisa kalian berdua pisah ranjang gitu"
"gadis blm siap kak, dia minta aku buat nunggu ya udah aku gak mau juga maksa dia buat siap kan"
"tapi kan dek.."
"ah udahlah kak, Riki mau lanjut lagi masih blm siap privosal Riki"
"provosal trus yang di urusi, urusi rumah tangga kamu dulu"
"ntar aja" sahutnya lalu pergi meninggalkan sang kakak
"aneh anak zaman sekarang,di pikir nikah itu mainan kali ya aduuuh"
Malam hari nya, saat makan malam bersama. tiba tiba hal mengejutkan datang dari mami, mami meminta Riki untuk program kehamilan istrinya.
"kapan kalian ada waktu ke dokter ?"
"kedokter ngapain mi?" kata riki blm paham maksud mami
"kapan ada waktu kedokter ikut program kehamilan di anak dokter langganan mami saja"
Riki melihat ke arah istrinya, "ntar deh mi kalo ada waktu Riki masih padat baget jadwal nya"
"seberapa padat si nak, apa gak sempat sebentar saja bawa istri kamu ke dokter" terusan mami kembali
"papip , apa Riki gak bisa ambil cuti dulu, biar mereka pergi honeymoon?" sambung kak Erika
"bisa, tapi Riki gak ada minta cuti sama papip gimana papip mau kasih cuti coba"
"tu kan Lo nya aja dek yang mentingin kerjaan timbang istri lu"
"iya deh iya, papip Riki ambil cuti 2 Minggu"
"boleh, semua kerjaan kamu kan udah papip handel ke Abang kamu"sambung papip ikut memberi izin.
"nak gadis gak papa kan ikut program hamil ke dokter ? " kata mami dengan penuh kelembutan
"gak papa mami"
__ADS_1