
"maafkan Abang dek maafkan Abang" ucap Riki sambil masuk kedalam mobil dan pergi .
Malam harinya dekorasi pesta mulai di pasang dirumah orangtua gadis sudah hampir 90% selesai di pasang.
gadis masih terbayang wajah Riki tadi pagi ia duduk sambil memutar mutar gelas kosong di atas meja umi yang melihat putrinya sedang merenung mendekatinya dan berkata
"assalamualaikum"
"assalamualaikum "
"assalamualaikum nak"
"eh umi
walaikumussalam umi"
"masyaallah, kenapa nak kok murung ?"
"gak ada apa apa kok umi"
"lagi mikirin apa ?"
"gak ada kok umi"
"nyakin gak ada tapi kok umi ngerasa ada yang dipikirin "
"umi, boleh gak gadis meluk umi sebentar aja"
"boleh dong nak "
"trimakasih umi" ucap gadis meluk ibunya
"ada apa sayang. coba cerita ke umi"
"umi, tadi pagi bang Riki datang ke kontrakan"
"ada apa nak Riki datang bukannya baru datang ?"
"iya umi datang lagi "
"ada apa nak "
"bang Riki minta gadis untuk rujuk umi"
"astaghfirullah apa nak Riki tidak tau kalau besok anak umi akan menikah ?"
"tau umi"
"lalu kenapa minta rujuk ?"
"katanya beliau susah lupain gadis "
"kodarullah, sudah di sadarkan Allah itu nak, lalu apa gadis jawab ?"
"jelas gadis gak mau umi, gadis sudah maafkan semua perlakuan bang Riki dulu, tapi bukan berarti kita rujuk umi bagaimana perasaan anhar nanti nya lagi pula gadis sudah kubur dalam dalam semua umi "
"nak.. sudah lupakan saja lihat pria yang sangat mencintaimu yang berada di hadapan mu sekarang ini"
"iya umi "
"inilah namanya ujian pernikahan nak"
"iya umi"
"untuk kedepannya lebih jaga jarak lagi sebab ada hati yang harus kamu jaga "
"baik umi "
"doa terbaik untuk kamu nak dari umi semoga keluarga mu ini menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah until Jannah nak"
"aamiin ya rabbal Alamin , Syukron lillah ummah"
"naam nak"
__ADS_1
Keduapun saling berpelukan.
Pagi harinya, dekorasi sederhana sudah tersusun dan tertata rapi.
hidangan sudah tertata di meja makan yang tersedia
dekorasi yang bernuasana putih dan di hiasi beberapa bunga mawar menambah indahnya cinta keduanya .
gadis sedang di rias di kamar, sambil menunggu calon mempelai prianya datang.
selesai di rias beberapa kali gadis di foto untuk di jadikan kenang kenangan.
satu persatu tamu undangan mulai berdatangan.
begitu gadis keluar dari kamar seluruh mata tertuju padanya
"masyaallah itu gadis ?"
ucap seorang ibu pada umi
"iya Bu itu gadis anak saya "
"ya ampun cantik sekali sudah punya dua anak juga masih cantik "
"masyaallah Bu trimakasih "
"mantan suaminya mana Bu apa gak di undang ?"
"di undang kok Bu mungkin nanti juga datang"
"oh saya pikir gak di undang "
sambung si ibu yang satunya .
untuk menghindari fitnah dan gosip umi menjauh dari ibu ibu itu menghampiri putrinya yang duduk di kursi pengantin .
"iya nak , masyaallah cantik sekali putri umi"
"trimakasih umi "
"Airin dan Adam mana umi ?"
"bukannya sama adikku Khalifah ?"
"oh ia gadis lupa umi"
Tamu undangan mulai ramai, di sisi lain Riki masih sedih di rumah bimbang antara datang dan tidak ke acara pernikahan gadis hari ini.
ia merenung di balkon kamar nya.
melihat sang anak mami menghampirinya lalu berkata " pergilah nak hadiri acara pernikahan gadis hari ini " ucap mami sambil menepuk pundak Riki
"tapi mi, Riki gak sanggup mi"
"kenapa nak ? berhenti menaruh harapan pada nya lagi nak dia sudah jodoh orang lain "
"Riki gak bisa mi"
"pasti bisa mami nyakin Riki pasti bisa, datang hadiri pernikahannya mulai tanamkan dalam diri nak Riki untuk melupakan gadis jangan siksa dirimu begini nak "
"harus dari mana Riki mulai mi"
"ayo kita mulai nak , mandi siap siap biar kita hadiri acara itu sama sama dan mulai belajar melupakan Riki terhitung hari ini "
"iya mi"
Tak ada pilihan lain Riki pun mengikuti perkataan ibunya untuk hadir di acara pernikahan gadis hari ini.
pesta pernikahan sudah ramai di dengan tamu undangan yang datang silih berganti.
__ADS_1
melihat kedatangan Riki seorang tetangga yang ikut serta menjadi tamu undangan heboh
"jeng bukannya itu mantan suami nya gadis ya ?" ucap si ibu yang kebetulan tetangga disebelah rumah orangtua gadis.
"kasihan ya dulu aja waktu masih jadi istrinya gadis di campakkan demi perempuan lain eh ternyata perempuan itu balik nyelingkuhin dia lagi "
"kalau kata aku sih jeng hukum karma ya"
"hahaha ia jeng bener baget padahal ganteng ya udah gak dapat tuh perempuan yang kayak gadis pasti "
"pasti jeng "
kata ibu ibu itu kemudian mereka tertawa mengejek Riki, Riki hanya terdiam begitu mendengar perkataan si ibu ibu yang sedang membicarakan dirinya
"ayo nak jangan dengarkan mereka ayo bulatkan tekad mu" ucap mami
"ya mi maaf mi hampir aja Riki terhasut omongan mereka "
"ya gak papa ayo kita samperi gadis dan suaminya di plaminan "
"iya mi"
Di depan pelaminan, langkah kaki Riki terhenti tubuhnya bergetar dadanya mulai sesak tak beraturan.
"kenapa sayang ?"
"mi Riki gak kuat mi"
"kuat mami nyakin Riki kuat ayo "
Riki melihat ke bawah dan kembali melihat ke arah gadis dan suami perlahan lahan ia menghampiri keduanya
"assalamualaikum,"
"walaikumussalam eh ada mami" sapa gadis menghampiri mantan ibu mertuanya
"assalamualaikum nak"
"walaikumussalam mi"
"selamat ya sayang mami ikut senang"
"trimakasih mami"
"selamat ya dek" ucap Riki sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca
"trimakasih bang "
"oh ia selamat ya bro "
"trimakasih bro"
"gua titip gadis ya gue juga titip anak anak gue jaga mereka baik baik "
"pasti bro "
"trimakasih bro"
Tiba tiba Riki mengeluarkan sebuah cincin emas dari jasnya dan memberikannya ke suami gadis anhar
"ini nih kado dari gue, tolong bro lu pasangin ke jari manis istri lu"
"waah... repot repot bro trimakasih ya "
"ya bro "
gadis tertekun melihat wajah mantan suaminya itu perlahan lahan cincin memasuki jari manis nya tepat di hadapan pria yang pernah menjadi bagian hidupnya .
begitu cincin terpasang di jari manis nya Riki pun berbalik badan dan pergi meninggalkan acara pernikahan hari itu.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"seng sabar ya bang Riki mungkin gadis bukan jodoh untuk Abang dan bisa jadi Allah lagi siapin jodoh terbaik buat Abang"
__ADS_1