Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Mendengar kabar


__ADS_3

Tiba tiba di perjalanan ban mobil yang mereka tumpangi pecah di jalan tol .


"paaaaar!!!!" ( suara ban meletus)


Mobil pun mulai oleng tak seimbang


"Ada apa pak ?"


"maaf tuan, ban mobil kita pecah"


"ya tuhan... jadi gimana pak ?"


"saya harus perbaikan dulu pak, kalau nunggu selesai di perbaiki akan memakan waktu saya takut bapak terlambat ke bandara "


"ya udah saya sama ibu naik taksi aja "


"baik pak"


"saya titip mobil tolong perbaikan nanti biayanya saya transfer"


"baik pak"


Anharpun turun dari dalam mobil untuk menelepon taksi,


Saat sedang menelepon tiba tiba sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju dari arah bersamaan dan terjadilah hal naas yang tak pernah terbayang kan, mobil minibus itu menabrak tubuhnya sampai terpental jauh dari posisi semula, ibu yang menjadi saksi kecelakaan yang menimpa putranya berteriak histeris


"tiiiiiiidaaaaaaaaakkkkkkkk!"


Tubuh anhar terpental sampai 1 meter, saat di evakuasi ia masih sadar dan bisa berbicara


" Tolong saya pak, tolong ibu saya "


"iya pak, bapak yang tenang jangan banyak bergerak biar pendarahan tidak banyak keluar"


Semua orang berhamburan ada yang membantu mengevakuasi korban di dalam mobil ada juga yang hanya sengaja berhenti untuk mengabadikan momen .


Sementara ibu ikut ke rumah sakit bersama anhar.


Di dalam ambulance ibu terus menangis dan menggenggam erat tangan putranya


"sayang, yang kuat sayang "


Tak menjawab sepatah kata pun anhar hanya memberikan isyarat mengedipkan matanya pada ibu nya .


ambulance melaju dengan kencang ke rumah sakit, tubuh anhar mulai melemah detak jantungnya mulai melemah, tenaga medis terus mencoba yang terbaik untuk menyelamatkan anhar.


"Tolong selamat anak saya tolong selamat kan anak saya "


"iya Bu, tolong ibu yang tenang ya "


Tak kuat melihat putranya, ibupun pingsan


"Ya ampun ibunya pingsan dok "


"segera lakukan pertolongan pertama sekarang "


"baik dok"


Setibanya di rumah sakit , kondisi anhar gawat detak jantungnya semakin melemah, yang semula ia bisa membuka matanya, sekarang matanya tertutup di ajak bicara pun ia tidak memberi respon.


"mohon maaf ibu, ibu tolong tunggu di luar ya dokter akan memeriksa anak ibu dulu "


"gak saya mau ikut saya mau lihat anak saya "


"Bu, saya mohon kerja sama nya "


Tak dapat izin untuk masuk , ibu pun hanya duduk di depan kursi tunggu menunggu kabar


ia baru tersadar untuk menghubungi menantunya


"handphone ku dimana ? handphone dimana ?"


"handphone ku dimana, ya tuhan masih di dalam mobil aku harus kabari gadis "


Tergopoh gopoh berlari untuk meminjam handphone orang yang ia temui

__ADS_1


"Maaf dek, boleh ibu pinjam handphone nya ?"


"boleh Bu boleh"


"trimakasih ya dek"


"sama sama Bu"


satu persatu nomor handphone menantunya ia masukkan.


"Hallo assalamualaikum "


" walaikumussalam umi ini saya ibunya anhar"


" kok nomor baru Bu ?"


"iya handphone saya ketinggalan di mobil saya lagi dirumah sakit "


"astaghfirullah siapa yang sakit Bu"


"anhar, anhar kecelakaan di jalan tol"


"astaghfirullah, apa gadis sudah tau Bu?"


"itu dia saya gak tau nomor handphone gadis saya juga tau nomor ibu karena beda satu nomor sama nomor handphone saya "


"ya udah Bu ibu yang tenang ya biar saya aja yang kabari nak gadis "


"trimakasih ya Bu"


"iya Bu iya "


"assalamualaikum "


"walaikumussalam "


Setelah mendengar kabar dari menantunya umi segera menghubungi gadis, berkali kali umi menghubungi nya tak ada jawaban.


"Astaghfirullah nak angkat nak "


melihat istri mondar mandir Abi menghampiri nya dan bertanya


"Anu Abi, umi lagi telpon nak gadis tapi gak ada jawaban Abi"


"ada apa kenapa dengan anak kita umi?"


"itu, menantu kita anhar habis kecelakaan di jalan tol dan sekarang lagi dirumah sakit Abi, gimana ya caranya umi kasih tau gadis umi takut gadis kenapa-napa"


"Tenang ya umi, gimana kalau kita ke rumah gadis sekarang kita kasih tau langsung jangan melalui telpon "


"ya udah yok Abi buruan"


orangtua gadispun bersama sama pergi kerumah sakit, dirumah gadis sedang memberi makan si kembar di taman belakang rumah.


suasana rumah masih tenang karena satu orangpun blm ada yang tau soal kecelakaan ini.


Tiba tiba mang supir databg dengan bercak darah bekas mengangkat tubuh majikannya yang menempel di bajunya, para asisten rumah tangga bi Sumi di buat kaget melihat bekas darah di baju mang supir


" astaghfirullah, ada apa, apa yang terjadi mang kok ada darah di baju mamang ?"


"hussst! (memberi isyarat untuk diam) jangan kuat kuat nanti nyonya dengar "


"ya Allah, ya maaf ini darah apa ? nyonya ibu mana ?"


"nyonya ibu dirumah sakit "


"ya Allah ada apa siapa yang sakit ?"


"anu, anu"


"anu anu apa sih "


"itu tuan kecelakaan di ruas tol "


Seketika tubuh bibi lemas dan terduduk di kursi di sebelahnya

__ADS_1


"Allahuakbar, ya Allah tuan kok bisa ?"


"tenang dulu, saya takut nyonya dengar jangan kuat kuat "


" ada apa ini ? kok saya gak boleh dengar ?"


Gadis secara tiba tiba muncul , seketika si mamang dan bibi panik mereka berusaha.menutupi apa yang terjadi


"Ada apa mang ? suami saya sudah sampai kan di bandara ?"


Tidak menjawab mamang hanya menunduk kan kepalanya sambil berusaha menutupi bekas darah di bajunya


semakin ia menutupi gadis semakin penasaran


"itu darah apa ? "


mamang semakin panik


"mang kenapa mamang diam aja , ayo jawab itu darah apa suami saya mana ?"


"Anu non"


"anu anu anu , anu anu apa ? ibu mana ? kok gak pulang bareng sama mamang ?"


"itu non "


"aduuuuh ada apa sih mang kok susah banyak mau jawab "


"Maaf non, saya takut non kenapa-napa nanti"


"aku gak akan kenapa-napa mamang tenang aja yang penting mamang jawab suami aku dimana?"


"tuan di"


"assalamu'alaikum, assalamualaikum "


Tiba tiba percakapan mereka terhenti karena mendengar ada suara dari depan rumah


Gadis segera menuju pintu rumah membukakan pintu rumah nya ternyata kedua orangtuanya


"walaikumussalam umi Abi kesini sama siapa?"


"kita naik taksi nak"


"ooh, mari masuk umi Abi"


Terlihat jelas wajah kedua orangtuanya tegang dan ketakutan.


" Si kembar mana nak ?"


"di dalam bi sama suster "


"ooh,, sudah makan ?"


"Alhamdulillah sudah bi baru aja gadis selesai kasih makan ".


"Tumben Abi sama umi mukanya tegang gitu ada apa sih yang terjadi kok semua seisi rumah pada aneh " ucapnya di dalam hati


"Tumben Abi sama umi gak nanya anhar ?"


Abi menghela nafas


"iya, maksud Abi sama umi tiba tiba datang ya mau kasih tau sama kamu nak, kalau suami kamu lagi dirumah sakit "


"Rumah sakit gimana Bi, tadikan anhar ke bandara kok bisa dirumah sakit , apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang ditutupi dari gadis "


"yang tenang ya nak, biar Abi jelaskan "


"Abi gak tau pasti apa yang terjadi cuma lebih baik kita langsung krumah sakit "


"ya udah Abi umi kita krumah sakit "


"biar saya antar nyonya "


"boleh mang"

__ADS_1


Mereka pun segera menuju rumah sakit, gadis mencoba tenang dan tidak panik.


sepanjang jalan ia terus berzikir semoga suaminya baik baik saja..entah kenapa dengan dirinya dia terlihat santai dan tidak terlalu panik apa karena rasa cinta untuk suaminya sudah berkurang dari dalam dirinya.


__ADS_2