
Sejak kejadian itu, frisly di buntut oleh bodyguard suruhan ibunya, perlahan frisly mulai menyadari orang yang mengikutinya karena setiap kegiatan yang dia lakukan selalu di ketahui ibunya.
" Kok aku ngerasa kayak ada yang ngikutin ya, apa aku pura pura pake bedak aja biar aku bisa lihat siapa yang ikuti aku " ujar frisly berbisik ia mengeluarkan sebuah kotak bedak dari dalam tasnya dan benar saja bodyguard itu tidak menyadari kalau keberadaan nya sudah frisly ketahui.
" siapa laki laki itu kenapa dia terus buntutin aku apa dia suruhan mami buat buntutin aku , yaa... Aku nyakin itu suruhan mami"
Frisly segera pulang untuk menemui ibunya, dengan perasaan kesal ia menghampiri ibunya dan bertanya
" mami suruh orang buat buntutin frisly kan?"
Mami tersenyum dan berkata " ngomong apa sih kamu , datang datang malah nuduh ibunya"
" mi, plies jujur mami suruh orang buat buntutin frisly kan "
"yaa... Mami sewa orang buat buntutin kamu kenapa ? kamu gak suka "
" (merem) kenapa mi kenapa mami sampe bayar orang buat buntutin frisly "
" mami gak mau kamu dekat sama pria itu "
" kenapa.mi ? Mami takut frisly balas kelakuan mami dulu ya ?, lagi pula itu hukum karma buat mami "
" cukup frisly "
" plaaaaaaaakkkkk!!!!"* suara tamparan
" maafin mami , mami gak akan nampar kamu kalau sampai frisly gak habas masa lalu mami, mama peringatkan jangan pernah melanggar larangan mama, jangan sampai papa mu tau semua ini "
" apa yang gak boleh papa tau ma ?, ada apa, kok frisly nangis "
Frisly menyeka air matanya " gak ada apa apa pa"
" ada apa ma ? Apa yang kalian sembunyikan dari papa ?"
" gak ada apa apa pa , frisly lagi datang bulan makanya dia malu "
" gak mungkin ada yang beres pasti ada apa ? Ayo ceritakan "
Mama mencoba menenangkan papa menariknya menjauh dari frisly
" frisly kenapa sih ma kenapa tadi pas papa datang dia nangis ?"
" gak kenapa kenapa kok pa biasa dia pengen nikah "
" ya ampun, pengen nikah rupanya papa pikir dia kenapa , pas kebetulan kalau gitu papa ada teman waktu kuliah dulu dia punya anak laki laki sudah sukses dan sama seperti frisly pengusaha juga hanya saja dia bos di luar negeri bukan di Indonesia, gimana menurut papa apa frisly mau ?"
" bagus ini kesempatan aku buat jauhi putriku dari laki laki itu " ucap mama dalam hati
__ADS_1
" Gimana ma kok malah diam ?"
" gak papa sih pa, mama sih setuju aja sekarang tergantung frisly mau apa gak tapi kalau mama rasa pasti frisly mau "
" coba mama ngomong sama frisly dulu kalau dia ok papa suruh datang "
" kayak nya gak perlu deh pa kita ngomong sama frisly, papa langsung suruh aja dia datang "
" oh gitu juga bagus sih ma , ya udah papa kabari dia dulu biar dia datang ya bawa anak nya "
" iya pa "
mama semakin bersemangat, ia tidak perlu susah susah untuk memisahkan putrinya dengan Adam .
Janji makan bersama antara kedua keluarga ini terjadi pada malam ini frisly blm mengetahui rencana kedua orangtua nya.
Frisly berniat pergi menemui sahabatnya malam ini tapi tiba tiba saja papa menghentikan nya .
" mau kemana kamu frisly ?"
" papa, frisly mau kerumah Diana "
" ada keperluan apa ?"
" gak ada sih pa, biasa ngomong in bisnis "
" sebaiknya rencana kamu buat mengunjungi Diana di undur dulu ya nak, papa ada teman papa mau ketemu sama frisly mana tau bisa nyambung soal bisnis frisly kan dia juga seorang pembisnis hebat di Jerman "
" yaa... Dong sayang papa udah buat janji juga sama keluarga mereka "
Tiba tiba mama pun datang mendekap tubuh mungil frisly
" bener apa kata papa sayang, ketemu diananya besok besok aja malam ini kita dinner bareng keluarga teman papa ya plies "
"
tak menjawab frisly mengangguk kan kepalanya , menyetujui permintaan kedua orangtuanya .
Tanpa ada rasa curiga frisly mengikuti permintaan keduanya mereka bersama sama ke resto .
Sesampainya di resto
" silahkan turun tuan putri " ucap papa sambil membuka kan pintu untuk putrinya
" Trimakasih pa , kita ngapain di resto bintang lima gini kan biasanya kan papa kalau makan malam di lesehan kok tiba tiba di resto mahal gini ?"
" udah ikut papa aja nanti kamu juga tau "
__ADS_1
merekapun masuk kedalam resto memilih tempat VIP untuk tamu ternama .
Makanan di meja VIP beda dengan meja lainnya harga nya juga mahal di atas rata rata.
Saat melihat daftar menu dan harga nya, frisly kaget
" astaga, pa apa gak ada resto yang murah gitu gak usah disini coba papa lihat teh manis aja 25rb , mereka buat gulanya dari apa pa ? "
" hussst! Udah pesan aja , makany sering sering ke resto royal gini jangan kerjanya di angkringan mulu "
" enakan juga makan di angkringan "
Tiba tiba seseorang datang
" permisi , selamat malam pak "
Seorang pria seumurn papa datang bersama istri dan anaknya .
Seketika papa berdiri menyambut mereka
" selamat datang pak cayo silahkan duduk "
" trimakasih , maaf lama menunggu tadi macet sekali di jalan makanya kita sedikit terlambat "
" gak papa pak, kami juga baru sampai "
" oh ia kenalkan ini putra saya "
" Kalvin om "
" hai Kelvin , kenalin ini istri om dan ibu putri om ayo frisly sayang kenal kan dirimu "
Frisly di paksa berdiri untuk memberi salam pada tamu papa itu
" Frisly "
Singkat tapi padat frisly memperkenalkan diri nya pada pria itu begitu mengenalkan dirinya frisly duduk kembali dan sibuk dengan handphone nya .
Tapi tidak dengan Kelvin, sepertinya ia jatuh cinta pada frislya pada pandangan pertama .
Kedua keluarga ini saling bercanda tapi tidak dengan frisly ia hanya diam saja pikirannya melayang pada Adam yang masih sakit dirumah sakit.
" kira kira udah gimana ya keadaan Adam apa dia udah pulang dari rumah sakit apa masih dirumah sakit ya , susah juga kayak gini gak bisa kabari dia , apa aku beli handphone aja ya buat dia , yaudah deh beli aja nanti deh pulang dari sini" ucapnya didalam hati
" ( menghela nafas ) sebenarnya apa sih yang orangtua aku rencakan, kenapa musti ada pertemuan yang mendadak seperti ini, pake acara kenalin aku sama anak teman bisnis papa lagi, ganteng sih tapi dia bukan type aku , entah kenapa aku lebih nyaman dekat Adam dari pada dia ".
ucap frisly di dalam hati, di tengah makan malam , tiba tiba pelayan mengantar seekor baby panggang sebelum nya ini makanan favorit frisly tapi begitu melihat hidangan itu, frisly meletakkan kedua sendok di tangannya
__ADS_1
"maaf ma maaf pa frisly mau pulang aja "
Frisly pulang meninggalkan makan malam itu,