Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
keajaiban tuhan


__ADS_3

Masih terus menunggu keajaiban dari tuhan untuk wanita yang sedang berada di hadapan nya,ia berharap wanita yang ia cintai ini untuk membuka matanya .


Setiap detik ia slalu mengirimkan doa untuk wanita yang tak berdaya itu .


ketulusan yang terpancar dari diri pria yang blm di kenal nya membuat papa benar benar nyakin kalau itulah jodoh dari putrinya.


Menunggu Adam selesai melantunkan ayat suci Al-Quran, papa berdiri di depan pintu kamar nicu .


Tak berapa lama adampun keluar, seperti biasanya ia masuk kedalam kamar hanya untuk melantunkan ayat suci Al-Quran untuk perempuan yang ia sayangi itu , setelah selesai iapun kembali keluar .


Melihat keberadaan papa Adam yang berdiri menunggu nya Adam menundukkan kepalanya memberi salam untuk calon papa mertuanya kelak.


" sudah selesai baca kitab suci kalian nak Adam ?"


" sudah om"


" trimakasih slalu ada di samping putri saya slalu menemani dia dan mendoakan dia untuk kebaikannya saya malu, saya menyesal saya seharusnya seperti kamu bijak dan penyayang, nyatanya hanya karena keegoisan saya halalkan segala cara "


" maksud om "


" Saya yang membuat putri saya seperti ini, tapi ini di luar rencana saya, saya memang meminta anggota saya buat mengawasi putri saya agar tidak bertemu dengan mu, karena saya tidak mau putri saya sampai berpindah keyakinan hanya karena cinta, tapi saya lupa dulu istri saya juga memilih pindah kenyakinan untuk cinta kami, mungkin ini cara tuhan menegur saya dan istri saya, saya benar benar menyesal dan berdosa sekali "


Papa menangis terisak menyesali perbuatannya, Adam yang mendengar cerita seorang ayah yang sudah mencelakai putri nya sendiri sedikit kesal dan jengkel tapi kembali lagi semua yang terjadi sudah ketentuan sang pencipta.


"(menepuk pundak papa) sudah om, jangan nangis lagi, ini semua sudah ketentuan dari sang pencipta om, mungkin ini sudah jalannya, kedepannya kita doakan saja semoga frisly lekas sembuh dan kembali seperti semula "


" iya apa yang kamu bilang benar nak Adam , memang gak salah saya harus merestui hubungan kalian saya percaya kamu bisa menjaga putri saya lebih baik dari saya "


1 bulan sudah di rumah sakit,


Frisly blm juga sadarkan diri, dan ia sudah di pindah ke ruangan rawat dan tetap dengan bantuan oksigen dan alat monitor patient jantung .



Melihat putranya yang terus menunggu membuat gadis sedih dan melihat begitu besar rasa cinta dalam diri putranya yang tulus pada wanita berjuang dengan kematian.


Gadis terus mendorong dan memberi semangat pada putranya agar tetap bertahan dan sama sama berjuang .


" Kamu capek ya nak ?"


Adam tersenyum


" umi tau Adam capek, Adam sayangkan sama frisly ?"


" sayang umi "


" berjuang sama sama nak bersama dia dia juga lagi berjuang hidup untuk mu juga demi cinta kalian "


", trimakasih umi udah suport Adam "


" doa umi yang terbaik untuk Adam "


Sebuah keajaiban pun datang, tuhan tidak ingin mereka bersedih di balik kejadian ini sudah saatnya mereka bahagia seperti janji tuhan .


Tiba tiba saja frisly menggerakkan jari nya lebih aktif dari sebelumnya dan bahkan detak jantung nya dalam monitor mulai stabil dan normal seperti biasanya .


Begitu dokter keluar dari dalam ruangan setelah selesai memastikan kondisi frisly, wajah dokter terlihat bahagia dengan mata berkaca-kaca ia berkata


" Ini keajaiban, ini keajaiban ini benar benar di luar akal sehat manusia, frisly sudah sadar dan dia sudah normal, saya benar benar tidak menyangka saya terharu menyaksikan ini, padahal kami sudah memutuskan menyerah dan akan melepas oksigen dan alat bantu lainnya tapi tuhan berkata lain frisly masih di izinkan untuk hidup "


mendengar perkataan dokter semua orang yang bersama sama melihat perjuangan frisly dan Adam terharu benar benar tersentuh .


" ya tuhan... Trimakasih sudah selamatkan putriku "


Isak tangis keluarga frisly di depan ruangan.


Adam gak henti henti bersujud syukur kepada Allah SWT yang telah mengabulkan doanya, di tengah para tenaga medis yang menangani frisly akan menyerah disitu pula Allah tolong ia untuk sadar dan melukis kebahagiaan di dalam diri mereka .


Setelah kedua orangtua nya keluar dari dalam ruangan, saat nya giliran Adam, yang akan bertemu dengan frisly di dalam .


Sebelum melangkah kan kaki untuk masuk Adam menghela nafas nya untuk menahan air mata yang akan jatuh dari matanya ia tidak ingin perempuan di dalam melihat wajah nya yang bersedih .


Setelah merasa nyakin adampun masuk kedalam ruangan, benar saja frisly sudah jauh lebih baik, ia menyambut Adam dengan senyuman .


perlahan lahan Adam berjalan menghampiri frisly,


" apa kabar ?" ucap frisly bersusah payah


" Alhamdulillah baik"


", trimakasih udah jagain aku dan terus mengaji di sebelah ku"


" kamu tau dari mana ?"


" mama sama papa yang bilang, makasih ya selama 1 bulan penuh kamu jagain aku disini"


" sama sama "


"Aku boleh tanya ?"

__ADS_1


", boleh "


", disaat aku gak sadarkan diri, aku samar samar dengar kamu ngajak aku nikah ? Apa itu benar kamu ?"


Adam menundukkan kepalanya dan berkata


" iya itu aku "


Dengan mata berkaca-kaca frisly menutup wajahnya karena bahagia


" aku mau "


" ( tersenyum malu ) itu nanti aja kita bicara kan ya yang terpenting kamu sehat dan pulih lagi "


" tapi aku udah gak bisa jalan kata dokter "


" kamu tenang aja aku akan jadi kaki buat kamu "


Karena kondisi frisly yang blm sepenuhnya pulih, mereka hanya punya waktu sedikit untuk ngobrol .


Seminggu setelah frisly sadar dari koma dan dilepas dari alat kesehatan dari tubuhnya hanya tersisa infus untuk menambah cairan dan memulihkan kondisi nya kembali .


Pagi hari setelah selesai nyuapin frisly makan


" Udah siap makan , tinggal mandi "


" mandi ? Kamu yang mandiin aku selama ini?"


" ( tersenyum) "


"( menutup dadanya ) astaga ! kamu apa apaan sih kita baru rencana menikah loh masa kamu udah mandiin aku sih " ucap frisly dengan wajah jengkel


Adam tersenyum geli, melihat ekspresi wajah frisly yang ketakutan.


" Siapa yang bilang aku yang mandiin kamu coba , ya suster lah kan ada Suster tapi kecuali kita udah suami istri baru deh aku yang mandiin "


" haaaa....( menghela nafas ) aku pikir kamu mandiin aku "


" gak loh , udah ya aku keluar dulu, habis mandi nanti aku masuk lagi "


Adampun keluar kamar, tiba tiba saja dinda melambaikan tangannya pada Adam .


" Hai dam ?"


" Dinda ,kamu apa kabar ?"


" udah Alhamdulillah"


" aku minta maaf baru ini bisa kesini soalnya aku juga masa pemulihan ,baru ini lepas tongkat meskipun kakiku masih sakit dan blm sepenuhnya berfungsi "


" ya ampun,, cepat pulih ya Din, maaf aku gak bisa jenguk kamu "


" udah Santai aja kamu jagain sahabat aku aja aku udah senang baget , frisly pasti beruntung baget di pertemukan sama laki laki kayak kamu bertanggung jawab dan penyayang"


" semoga kamu juga di pertemukan dengan laki laki bertanggung jawab dan penyayang ya"


" aamiin, aku masuk dulu deh kangen sama frisly udah lama gak ketemu "


" yaaa..."


*Dinda masuk kedalam kamar, frisly sedang di mandiin dua orang suster .


Melihat kedatangan sahabat nya frisly tampak bahagia


" Dinda "


" hai... Fris , kamu sudah baikan ?"


" Alhamdulillah udah, tinggal beberapa anggota tubuh aku yang lain blm bisa di gerakin kayak kaki, tangan blm bisa di gerakin sama sekali "


" sabar ya fris aku juga kaki baru ini lepas tongkat sbelum nya aku bertumpu sama tongkat cuma kapan aku bisa sembuh kalau terus minta bantuan sama tongkat "


" aku minta maaf ya Din gara gara aku kamu jadi gini "


" gak papa yang penting kita sama sama sembuh lagi "


" yaa..."


" tapi aku masih penasaran sih fris siapa sih pelaku yang udah ngejar kita waktu itu papa mama aku juga lagi cari tau siap pelakunya "


" yaa... Semoga secepatnya tertangkap ya aku mau tau apa motif dia ngelakuin itu ke aku "


" iya fris semoga aja kecepatan nya "


Besok paginya,


Merasa bosan di dalam kamar terus, frisly merengek meminta untuk keluar ruangan untuk menghirup udara segar di pagi hari .


"Aku pengen jalan jalan di luar boleh ya ma ?"

__ADS_1


" no! Gak boleh udah deh sayang di dalam kamar aja udah kamu pengen apa biar mama beliin sekarang "


" frisly gak pengen apa apa frisly cuma pengen jalan jalan aja keluar kamar frisly bosan dikamar terus ma "


" gak mau ah, udah deh di kamar aja "


"pliess ma bawa frisly keluar sebentar aja , rasanya kulit frisly kering baget "


" gak mau ah mama takut di marah dokter "


" frisly yang tanggung jawab , ayo dong ma plies "


Tiba tiba Adam masuk kedalam ruangan,


" Ada apa Tante ?"


" ini frisly minta jalan jalan keluar kamar Tante gak mau terjadi sesuatu ke dia tapi dia ngeyel trus minta keluar "


" ya udah Tante biar Adam yang ngomong ya "


" ya udah deh... Kamu aja yang ngomong mana tau frisly dengar in kamu "


" iya Tante "


Adam menghampiri frisly dan duduk di sebelah nya


" ada apa sih kok dari tadi aku dengar ribut ribut dari dalam "


" aku bosen di kamar terus kulit aku juga udah kering baget, aku pengen jalan jalan menghirup udara segar pagi ini janji deh pagi ini aja besok besok gak lagi pliess bawa aku jalan jalan Adam "


" hmmmm... ( mengatupkan bibirnya ) tunggu sebentar deh ya aku tanya dokter dulu di kasih izin apa gak "


" ok , jangan lama lama ya "


" yaa..."


Tidak berapa lama adampun kembali, dan berkata


" apa kata dokter nya ?"


" kata dokter boleh kamu boleh keluar kamar tapi pakai kursi roda dan aku dorong gimana ?"


" ya udah deh ... Aku mau "


" ok, maaf ya aku , aku gendong "


" yaa.. Gak papa "


Berat hati Adam untuk pertama kalinya menyentuh frisly , ia benar benar selama ini menjaga untuk tidak menyentuh frisly tapi kali ini ia terpaksa menyentuh frisly, perlahan ia meletakkan tangannya di posisi untuk mengangkat tubuh frisly ke kursi roda, mereka saling bertatapan dengan jarak yang cukup dekat, berkali kali Adam menelan ludah karena melihat kecantikan frisly yang masih tetap terlihat cantik walaupun ia sedang jatuh sakit , kekagumannya membuat ia lupa menaruh frisly ke atas kursi roda


" Dam, dam, aku kapan di turunin "


" eh maaf, aku lupa "


" ya ampun aku udah gak sabar "


" iya iya bentar ya "


setelah meletakkan frisly ke atas kursi roda,merekapun keluar kamar untuk berkeliling mengabulkan permintaan frisly.


Dengan penuh hati hati Adam mendorong kursi roda frisly keliling rumah sakit dan berhenti di taman rumah sakit .



" gimana perasaan kamu ?"


" aku senang baget , aku udah lama gak lihat suasana di luar gini "


" kamu senang kan ?"


" senang, makasih ya dam udah baik baget sama aku "


Ucap frisly sambil menangis karena bahagia nya tiba tiba saja Adam berlutut di hadapan nya sambil mengusap rambut frisly dan berkata


" jangan nangis lagi, aku gak mau kamu sedih terus "


" jangan tinggalin aku "


" aku gak akan ninggalin kamu "


" janji ?"


" janji "


" sampai kapanpun ?"


" iya sampai kapanpun "


Tampak senyum bahagia di wajah keduanya, tak ada lagi perasaan yang mereka sembunyikan .

__ADS_1


__ADS_2