
Setelah berada di kamar gadis tampak murung ia terdiam di depan kaca, melihat sang istri rikipun menghampirinya lalu berkata " kenapa sayang?"
"eh, ada Abang, gak ada apa apa kok bang"
"kamu lagi mikirin rencana mami ya ?"
"iya bang, seperti nya aku memang harus memenuhi kewajiban ku bang sebagai istri Abang"
"adek gak usah pikirin dan gak usah d paksain kalo memang blm siap Abang siap menunggu kapan adek siap"
"gadis gak mau berdosa bang"
"Abang ikhlas kok de"ucap Riki tersenyum
*esok paginya *
gadis mendengar kabar bahwa uminya sedang sakit, ia berniat menjeguk ibunya.
"assalamualaikum mami"
"walaikumsalam , ada apa nak kok gadis tergesah gesah begitu ?"
"maaf mami, gadis mau izin sebentar jeguk umi ke rumah, umi lagi sakit mami" ucap gadis menahan tangisannya.
"ya Allah, sakit apa nak gadis?"
"yang pasti saya blm tau mami sakitnya apa, cuma umi pingsan mami"
"ya Tuhan, ya sudah tunggu sebentar umi telpon suami kamu dulu"
"gak usah umi, gadis naik GoCar aja umi biar cepat"
"jangan dong di antar supir aja ya"
"ya udah mami"
si mertua langsung memanggil supir pribadi keluarga nya mang Daman
"Daman Daman..."
"saya nyonya, ada apa nyonya"
"tolong antar menantu saya pulang bertemu ibunya ya"
"baik nyonya, mari non"
"gadis pamit dulu ya mami assalamualaikum "
"walaikumsalam nak, hati hati ya d jalan titip salam buat umi kamu"
"iya mami"
mamipun langsung mengabari anaknya Riki kalau mertuanya sedang sakit.
"pagi sayang"
"pagi mi, ada apa mi tumben nelpon, mau tanya soal dokter kandungan lagi ?"
"gak sayang, mami cuma mau bilang gadis tadi kerumah orangtuanya buru buru baget dan kayak nya dia nangis deh nak"
"loh kenapa mi"
"tenang dulu, ibu mertua kamu lagi sakit makanya istri kamu panik baget tadi"
"trus istri aku dimana mi"
"udah pergi di antar sama mang Daman tadi mami suruh"
"ya udah ya mi Riki mau susul istri Riki dulu"
"ya nak iya susul geh"
segera bergegas Riki menyusul sang istri kerumah sang mertua.
setibanya di sana gadis kebingungan ia bersamaan sampai dengan suaminya.
"Abang kok bisa ada disini?"
"bisa dong apa sih yang gak bisa kalo buat istri Abang"
__ADS_1
"Abang ada ada aja"
"Abang tau dari mana gadis ke rumah umi"
"tadi mami telpon katanya adek nangis panik jadi Abang nyusul sekalian jeguk umi juga"
"oh, ya udah yok bang gadis mau liat keadaan umi"
gadis menangis begitu melihat sang ibu terbujuk lemas di atas ranjang.
"assalamualaikum umi"
"walaikumsalam " ucap umi dengan nada lemas melihat kedatangan gadis umi tersenyum bahagia
"nak gadis"
"ia umi gadis datang"
" eh ada kak gadis" ucap Hafizah yang baru mengetahui kedatangan mereka.
"siapa yang kasih tau kamu nak kalo umi sakit"
"maaf umi Hafizah yang kasih tau, dari tadi malam umi ngigo trus kak nama kak gadis"
"astaghfirullah umi" kata gadis memeluk uminya dan menggenggam tangan uminya
"gadis. udah disini umi, umi jangan sakit lagi cepat sehat lagi"
"ia nak doakan umi bisa sehat lagi"
"makasih ya kak, udah sempetin datang jeguk umi makasih kak Riki juga, semenjak kakak menikah umi kebanyakan murung kak, umi juga makan nya sekarang susah"
"ya Allah, umi jangan siksa diri umi, gadis gak ninggalin umi kok gadis disini bersama umi"
"ia nak, makasih ya sayang, makasih nak riki udah datang jeguk umi"
"sama sama umi cepat sembuh ya umi"
"doakan umi ya nak"
"ia umi"
"Abi blm pulang kak gak ada yg jaga pabrik kak terpaksa Abi ke pabrik bentar lagi juga pulang"
"oh, Khalifah dek?"
"Khalifah lagi dinas lapangan kak full 3 bula kedepan kak baru bisa pulang"
"oh ia kakak lupa kan bentar lagi mau sidang ya"
"iya kak"
"umi udah makan blm de "
"blm kak umi nolak trus makan paling masuk 2 suap udah umi muntahin"
"ya Allah, sebentar kakak mau ke dapur dulu"
"iya kak"
"bang, gadis mau masakin sop dulu buat ibu ya"
"oh ia dek, Abang juga mau keluar bilangin sama mang Daman biar pulang aja duluan"
"ia bang"
Selesai memasak SOP gadis pun menyuapi ibunya dengan SOP yang ia maasak tidak salah lagi sang ibu pun makan dengan lahap ternyata ibunya sangat merindukan gadis sampai jatuh sakit.
"Alhamdulillah udah habis kan umi, umi udah minum obat ?"
"blm kak"
"umi minum obat ya"ucapnya sambil membantu ibu meminum obatnya satu persatu.
"Alhamdulillah, makan udah minum obat udah umi istirahat ya"
"ia nak makasih ya sayang"
"iya umi, gadis tinggal dulu ya umi "
__ADS_1
"ia nak"
gadis menghampiri sang suami yang duduk di teras rumah sambil bermain handphone
"Abang lagi ngapain ?"
"eh adek, lagi duduk² aja, udah siap masak SOP nya dek?
"udah bang, ini gadis bawakan buat abang"
"oo ya ampun, istriku... makasih ya dek, wangi baget dek abng nyakin ini sob pasti enak baget"
"hmmm.... Abang coba aja dulu"
"tuuukan enak baget ya Allah, Abang habisin ya dek"
"silakan bang"
Riki terus melahap sampai habis makanan di tangan nya dengan nikmat nya.
"Alhamdulillah.. nikmat sekali everybody!!"
"Abang Suka ?"
"baget dek, oh ia adek nginap disini kan?"
"kalau Abang mengizinkan"
"boleh dek rawat umi dulu ya"
"makasih bang"
Tiba tiba Abi pulang ..
"assalamualaikum "
"walaikumsalam"
gadis pun segera menghampiri sang ayah lalu memeluknya
"Apa kabar nak"
"Alhamdulillah baik Abi"
"eh ada nak riki juga"
"assalamualaikum abi"
"walaikumsalam, udah lama kalian sampai?"
"udah Abi, sekitar 2 jam yang lalu"
"masyaallah, siapa yang kasih tau gadis kalo umi sakit ?"
"Hafizah Abi telpon gadis pagi"
"ya Allah padahal Abi sudah pesan sama Hafizah agar tak beritahu kamu nak"
"kenapa Abi"
"abi takut kami cemas nak"
"gak papa kok Abi, kan ada Riki bi"
"iya nak riki, keadaan umi sudah bagaimana nak"
"lagi istirahat Abi, umi udah gadis kasih makan udah minum obat juga"
"trimakasih ya nak, dari kemarin umi gak makan gak mau minum obat Abi sampai pusing mikirin umi , tadi juga di pabrik gak ada yang jaga terpaksa Abi tinggal sama Hafizah "
"ia Abi tadi Hafizah udah cerita kok"
"gak usah pulang ya nginap disini aja"
"ia Abi rencana mau menginap di sini dulu"
"kalo begitu Abi tinggal kedalam dulu"
"ia Abi "
__ADS_1